Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 November 2019

PT Transjakarta Ikut Lokakarya C40 Cities di Oslo

Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Nadia Diposanjoyo, menjadi salah satu wakil dari Jakarta yang ikut dalam Lokakarya C40 Cities di Oslo, Norwegia, pekan lalu. 

Pertemuan yang diikuti 10 kota besar di dunia ini membahas berbagai upaya mengembangkan diri menjadi kota yang bersih, nyaman, dan sehat bagi warganya. Selain perwakilan dari Jakarta, kota lain yang hadir pada lokakarya ini di antaranya, Austin, Nanjin, London, Los Angeles, Madrid, Mexico City, San Fransisco dan Seattle. 

Menurut Nadia, pembenahan Jakarta yang dicanangkan Gubernur Anies Baswedan dalam program Urban Regeneration mirip dengan start awal Oslo menjadi kiblat dunia untuk kota yang bersih, sehat, dan nyaman.

“Oslo itu Electric Vehicle Capital City Of The World, ibukota dunia kendaraan listrik. Semua jenis kendaraan dan alat transportasi sudah beralih ke listrik. Peralatan pembangunan infrastruktur juga menggunakan tenaga listrik,” katanya, Kamis (14/11).

Dari 94 kota besar dunia yang tergabung dalam kelompok C40 ini, ungkap Nadia, Jakarta merupakan salah satu kota penting yang memiliki tekad melakukan perubahan radikal perbaikan kualitas udara sekaligus meningkatkan peluang kesehatan, kesejahteraan, dan ekonomi warga.

Dalam C40 ini, Jakarta menjadi komite pengarah bersama  Amman, Boston, Kopenhagen, Durban, Hong Kong, London, Los Angeles, Mexico City, Milan, Paris, Seoul, dan Tokyo.

Sebagai bagian dari komite pengarah, Jakarta ikut memberikan arahan dan tata kelola yang strategis dalam mengatasi perubahan iklim dan peningkatan kesejahteraan bagi sesama.

“Bagi dunia, tujuan akhirnya menjaga iklim tetap kondusif dan menahan laju suhu global yang terus memanas,” tandasnya.

Selasa, 08 Januari 2019

PT Transjakarta Gandeng UNEP Wujudkan Konsep Kota Hijau

PT Transjakarta bersama United Nations Environment Programme (UNEP) menggelar diskusi tentang konsep kota hijau (Green City) atau konsep pembangunan kota yang berkelanjutan dan ramah lingkungan di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (8/1).

Direktur Utama PT Transjakarta, Agung Wicaksono mengatakan, UNEP telah mengkaji bagaimana membuat konsep menjadikan Jakarta sebagai kota hijau. Jakarta sendiri dinilai memiliki potensi besar menjadi kota hijau melalui transportasi dan pembangkitan energi.

"PT Transjakarta diminta mengkaji secara teknis bagaimana mengujinya. Terutama dari bahan bakar. Karena tren dunia saat ini menuju kepada kendaraan listrik," ujarnya, Selasa (8/1).

Agung melanjutkan, pihaknya juga diminta mempelajari dan menyiapkan uji coba bagaimana listrik nantinya bisa digunakan menjadi sumber energi.

"Kami masih akan mempelajari. Tapi target kami tahun ini akan dilakukan uji coba," tandasnya.

Kamis, 06 Juli 2017

18 Calon Masinis MRT Dilatih di Malaysia

PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta mengirim 18 calon masinis kereta MRT ke Malaysia untuk mengikuti pelatihan sebagai masinis selama satu bulan.

" Ada 18 orang yang kami kirim ke Malaysia untuk mengikuti pelatihan. Mereka adalah yang melamar sebagai Train Driver Instructors atau masinis"

Belasan calon masinis tersebut telah dinyatakan lolos seleksi dalam proses rekrutmen yang diikuti 35.032 orang.

Direktur Utama (Dirut)  PT MRT Jakarta, William P. Sabandar mengatakan, proses rekrutmen pegawai ini dibuka sejak awal Juni lalu hingga Agustus mendatang. Dari 35.032 pelamar, 18 orang di antaranya berhasil lolos menempati posisi calon masinis.

"Ada 18 orang yang kami kirim ke Malaysia untuk mengikuti pelatihan. Mereka adalah yang melamar sebagai Train Driver Instructor atau masinis," ujarnya, Kamis (6/7).

William menuturkan, pihaknya sengaja mengirim calon masinis kereta MRT mengikuti pelatihan ke Malaysia. Sebab, sistem operasional dan persinyalan MRT di negara tersebut sama seperti yang akan digunakan di Jakarta.

"Kita harapkan 18 calon masinis ini bisa belajar sesuai dengan kereta MRT yang akan dioperasikan nantinya," tuturnya.

Ia menjelaskan, dalam rekrutmen ini, pihaknya membuka lowongan untuk posisi masinis, tenaga Operation Control‎ Center (OCC) atau Pengatur Perjalanan Kereta Api (PTKA), tenaga pemeriksa dan pemeliharaan gerbong, rangkaian, jalur dan bangunan serta prasarana seperti persinyalan, telekomunikasi dan kelistrikan

"Kita butuh 400 pegawai tambahan saat MRT beroperasi," jelasnya.

Menurut William, banyaknya jumlah pelamar menunjukkan animo masyarakat dalam pengoperasian MRT tinggi. Terlebih  MRT yang tengah dibangun di Ibukota ini merupakan pertama kalinya di Indonesia.

"Ini menggambarkan antusiasme masyarakat Indonesia membaktikan dirinya untuk MRT Jakarta tinggi. 35 ribu pelamar semuanya kami proses satu per satu secara profesional," tandasnya.

Kamis, 20 November 2014

Inilah Bus Pertama Bertenaga Kotoran Manusia

Bus pertama yang menggunakan tenaga berasal dari kotoran manusia (feses) di Inggris, Bio-Bus, telah mulai melakukan perjalanan pertamanya. Bus dengan 40 kursi itu telah mulai mengangkut penumpang dari Bandara Bristol ke Bath, sejauh 20 mil atau 32 kilometer.

Dilansir Daily Mail, Rabu 19 November, Bio-Bus menggunakan bahan bakar gas metana yang berasal dari pengolahan feses. Kotoran dari lima orang dapat diproduksi menjadi satu tanki gas, untuk menempuh perjalanan sejauh 190 mil atau 305 kilometer.

Ilmuwan dari Universitas Anglia Timur mengklaim, keberhasilan yang dicapai dengan Bio-Bus, memperlihatkan bahwa feses akan segera bisa digunakan sebagai sumber tenaga masa depan.

Para peneliti menemukan proses alami dalam bakteri yang ditemukan pada feses, dapat membantu meningkatkan baterai biologis. Energi alternatif dari feses itu, disebut dapat digunakan sebagai sumber tenaga untuk ponsel, tablet, dan laptop.

Pengolahan feses menjadi gas metana kini diproduksi pada pabrik Wessex Water, yang dikelola perusahaan energi GENeco. Direktur perusahaan, Mohammed Saddiq, mengatakan kendaraan bertenaga feses akan berperan penting meningkatkan kualitas udara di Inggris.

Siddiq mengungkap, di masa depan kotoran penumpang bus dapat langsung diolah sebagai sumber tenaga. "Bio-Bus sebenarnya bersumber pada energi dari orang-orang yang tinggal di wilayah setempat, termasuk dari para penumpang bus itu," katanya.

Ketua eksekutif organisasi sahabat lingkungan Anaerobic Digestion and Bioresources Association, Charlotte Morton, mengatakan Bio-Bus jelas memperlihatkan bahwa kotoran manusia dan sampah makanan adalah sumber energi alternatif yang berharga.

"Makanan yang tidak layak dikonsumsi manusia, harus dikumpulkan secara terpisah dan diolah menjadi gas. Tidak dibuang di tempat pembuangan sampah atau incenerator," kata Morton.

Pekan ini, GENeco juga tercatat sebagai perusahaan pertama yang mulai mendistribusikan gas dari pengolahan feses, langsung ke 8.300 rumah di Inggris. Pabrik mereka di Avonmouth, Bristol, juga mengolah 35.000 ton sampah makanan pertahun.

Melalui proses pengelolaan menggunakan bakteri anaerob, pabrik mereka dapat memproduksi 17 juta ton biometana setahun.

Senin, 17 November 2014

Japan's levitating maglev train reaches 500km/h (311mph)


Train fans have experienced the speed of super-fast maglev trains, during test runs for members of the public in central Japan.

One hundred passengers whizzed along a 42.8km (27 mile) route between the cities of Uenohara and Fuefuki, reaching speeds of up to 500km/h (311mph).

The Central Japan Railway Company is running eight days of testing for the experimental maglev Shinkansen train on its test track in Yamanashi Prefecture.

The maglev trains are even faster than Japan's famous bullet trains, which currently travel at about 320km/h (200mph).

They use magnetic levitation, hence the name, to "float" above the train tracks.
[Youtube/BBC]

Kamis, 06 November 2014

Dilema Wanita tentang Transportasi Umum yang Aman

Dari tahun ke tahun tingkat kejahatan dengan kekerasan secara kuantitatif semakin cenderung meningkat dengan modus operasional yang beragam dengan dampak yang serius terhadap korban kejahatan.  Keprihatinan terhadap korban semakin mengemuka karena banyaknya kasus pemerkosaan yang tidak terselesaikan secara tuntas, sedangkan dampak terhadap korban pada saat kejafian hingga pascaviktimisasi cukup mengenaskan dan membawa dampak traumatik yang berkepanjangan. Apabila ditelusuri lebih lanjut, korban dari kejahatan tersebut adalah wanita dengan tindakan kekerasan seperti kekerasan seksual, tindak perkosaan, ataupun pelecehan seksual.

Pelecehan seksual yang dialami wanita seringkali tak mengenal tempat. Di kantor, lingkungan rumah, atau di jalanan, perlakuan tak menyenangkan, dari seruan-seruan tak sopan mengenai penampilan, hingga sentuhan ke bagian tubuh tertentu, dan ini terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh dari kasus ini adalah pemerkosaan yang sering terjadi di sarana transportasi umum di Jakarta, yang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.

Jumlah kaum wanita yang melakukan aktifitas di ruang publik memang semakin bertambah, seiring perkembangan jaman dan meningkatnya taraf pendidikan. Tuntutan pekerjaan serta meningkatnya kebutuhan hidup juga mempengaruhi frekuensi wanita yang berada di luar rumah. Kenyataan tersebut membuat wanita kadang harus pulang hingga larut malam.

Namun, rasa aman wanita dalam menggunakan transportasi umum nampaknya semakin mengkhawatirkan. Dua kasus pemerkosaan yang terjadi di dalam angkutan umum beberapa waktu lalu, telah membuat masyarakat, khususnya wanita kehilangan rasa aman dalam menggunakan transportasi umum.

Kekerasan tersebut dipahami sebagai kekerasan yang berbasis gender atau gender based violence.  Konsep ini sejatinya mengacu pada posisi subordinasi wanita karena relasi keduanya mencermikan powerless dan powerful, dengan kata lain terdapat ketimpangan natra.

Rabu, 08 Oktober 2014

Spreading the News: How Good Communication Builds a Great BRT

On top of a shopping center overlooking Yiling Park in the center of Yichang, China, is a nearly 100 meter long by 10 meter high screen announcing the city’s coming BRT system. Impossible to miss, the sign keeps the benefits of the corridor front and center. The billboard is just one of the ways that Yichang is fast becoming one of the best examples of public outreach to build support and understanding for its BRT as construction proceeds over the coming year. Around the world, cities are taking steps to make sure their high-quality BRT systems are supported by strong public relations campaigns, leading to a supportive political atmosphere and ensuring healthy system ridership.

A prominent advertisement for the upcoming
BRT stretches across a shopping center
along the corridor in Yichang, China.
From the earliest stages of BRT planning through to a fully operational system, public communication is a critical part of any BRT system. On the BRT Standard Scorecard, Communications is given 5 points, rewarding systems with strong branding and passenger information. Line 5 of Mexico City’s Metrobús was the city’s first Complete Street. Advertising in stations, brochures and the buses helped highlight the extra benefits of the high quality corridor and earned Line 5 high marks for communication. The BRT Planning Guide has additional information about how to use communications to maximize a BRT system’s benefits.

But public communication shouldn’t wait for the system to open to get started. Though BRT’s short implementation periods minimize the disruption to the city’s streets, some inconvenience is inevitable during construction. A robust public communications plan helps explain the benefits to come and justify the inconveniences. Successful cities have seen public support for a system actually rise during construction, as the public learns more and becomes invested in the project.

Though the system won’t open for nearly a year, residents of Yichang can hardly turn their heads without learning more about the BRT. Advertisements on shopping centers across the city and on buildings along the corridor broadcast the message “better streets, better mobility”, display corridor maps and station renderings provided by ITDP, and list the benefits the corridor will bring. Even the traffic police are on board, handing out leaflets with helpful routes and information as they manage the shifts in traffic flow caused by construction.

O Explicador has helped spread
the world about how to use
Rio de Janeiro’s new BRT
systems.
In Rio de Janeiro, Brazil, the city worked hard to make sure the public was ready to jump on board the day TransCarioca opened. Central to the campaign was a new character, “The Explainer“, a friendly, helpful traffic cone. The Explainer appeared in Youtube videos, advertisements on existing buses, and in newspapers letting city residents know how to use the system, and how they benefited. Following his success promoting TransCarioca, The Explainer has continued to be an important tool for Rio’s City Hall, now being used to spread the word about additional transportation infrastructure projects throughout the city.

In Johannesburg, South Africa, system planners engaged local residents by launching a naming contest for 16 Rea Vaya station in 2012. As construction on corridor 1b continued, the city encouraged local leaders and area residents to suggest and vote on names for stations in their districts. According to MMC for Transport  Rehana Moosajee, the contest helped local residents feel a sense of ownership over the system and boosted enthusiasm ahead of the corridor opening.

“Changing the general public’s perceptions about public transportation is fundamental to building project support” – the BRT Planning Guide

Building a successful BRT system has many steps. As BRT is adopted in city after city around the globe, educating the public on how and why to use the system is critical for keeping the image of BRT on the rise. And as these cities have seen, often a little communication can go a long way.
[ITDP]

Rabu, 24 September 2014

Jakarta akan Tiru Pengelolaan Transportasi Publik Warsawa

Pada pekan lalu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Muhammad Akbar beserta beberapa jajarannnya melakukan kunjungan ke Warsawa, Polandia. Jakarta berminat meniru model pengelolaan transportasi publik di Warsawa, Ibu Kota Polandia.

Menurut Akbar, mereka datang ke Warsawa atas undangan pemerintah kota setempat yang hendak memperlihatkan pengelolaan transportasi publik. Dia mengatakan, ada sebuah badan otoritas transportasi yang membawahi seluruh pengoperasian moda transportasi publik di Warsawa. "Mereka mengoperasikan trem, bus, dan MRT," kata dia, di Jakarta, Selasa (24/9/2014).

Akbar memaparkan, DKI Jakarta berencana memiliki badan serupa. Tujuannya,  seluruh moda transportasi publik berada di bawah satu pengelolaan, sehingga memudahkan pengintegrasian di bawah satu tiket.

"Mungkin nanti PT MRT dan PT Transjakarta bisa digabungkan di bawah satu holding company," ujar Akbar. Tak hanya MRT dan Transjakarta, Akbar juga menyatakan idealnya seluruh bus-bus kota yang beroperasi di Jakarta harus berada di bawah badan otoritas tersebut.

Bila hal tersebut dilakukan, kata dia, maka nantinya tak akan ada lagi bus-bus yang menggunakan sistem kejar setoran. "Nanti hitungannya pakai rupiah per kilometer, seperti yang saat ini diterapkan di transjakarta. Nanti semua perusahaan bus berkontrak dengan otoritas ini," papar Akbar.

Senin, 14 Juli 2014

Ajaib, Jakarta Tak Masuk Daftar 10 Kota Termacet di Dunia

Bagi Anda yang tinggal di kota Jakarta, antrean kendaraan mengular pastinya bukanlah pemandangan baru. Anehnya, dalam sebuah survei tahunan yang dilakukan TomTom, Jakarta justru 'aman' dari kategori kota termacet di dunia. Loh?

Menurut penyedia layanan navigasi yang berbasis di Amsterdam ini, seluruh pengendara rata-rata menghabiskan delapan jam setiap tahun guna menghadapi kemacetan. TomTom menemukan, kepadatan kendaraan bukan hanya terjadi di jalan utama, tapi juga di jalan-jalan kecil. Demikian disadur dari Forbes, Senin (14/7/2014).

Menurut TomTom, tingkat kemacetan terparah terjadi di Kota Moskow, Rusia, dengan traffic index sebesar 74 persen. Angka ini didasarkan pada perbandingan waktu perjalanan ketika kondisi jalanan lancar dan jam sibuk.

Lebih jauh, laporan tahunan itu juga mengemukakan bahwa para pengemudi di Kota Moskow turut mengalami keterlambatan selama 76 menit untuk menempuh rute yang harusnya bisa dicapai dalam satu jam.

"Anggapan lama atas solusi penambahan ruas jalan dan pelebaran jalan, kini sudah tak terbukti lagi mengatasi kemacetan," ujar CEO TomTom, Harold Goddijn.

Ia menyarakan, para pengendara baiknya memilih rute perjalanan berdasarkan kondisi lalu lintas. Tak hanya itu, pengendara pun disarankan memberikan informasi kemacetan terbaru guna menanggulangi kepadatan lalu lintas.

Senin, 09 Juni 2014

France is Paying Commuters to Bike to Work

You’d hope that better health, lower cost and reduced emissions would be incentive enough to push people out of their cars and onto bikes, but in France only 2.4 percent of the population commutes via bicycle. To encourage the uptake of cycling, the nation has decided to start paying people to bike to work! The transport ministry has teamed up with private companies and institutions to pay employees 25 euro cents for kilometer traveled – which could certainly add up over the course of a year.

[Inhabitat June 4, 2014]

France has started a six-month experiment with paying people to cycle to work, joining other European governments in trying to boost bicycle use to boost people's health, reduce air pollution and cut fossile fuel consumption. Several countries including the Netherlands, Denmark, Germany, Belgium and Britain have bike-to-work schemes, with different kinds of incentives such as tax breaks, payments per kilometre and financial support for buying bicycles. The ministry hopes that the bike-to-work incentive scheme will boost bike use for commuting by 50 percent from 2.4 percent of all work-home journeys, or about 800 million km, with an average distance of 3.5 km per journey. [Newsloop Top News  June 2, 2014]

Rabu, 04 Juni 2014

Pemprov berencana bangun bandara di kawasan Marunda

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memiliki rencana untuk membangun bandar udara (airport) di wilayah Jakarta Utara, tepatnya di Marunda.

"Dari awal, kita memang sudah punya rencana untuk membuat bandara di Jakarta Utara. Rencananya, kita mau bangun itu di kawasan Marunda," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu.

Menurut pria yang akrab disapa Ahok itu, saat ini pihaknya telah memiliki rancangan sementara bandara tersebut yang didesain sedemikian rupa oleh PT Marindo Bahtera Development.

"Pembangunan bandara baru tersebut bertujuan untuk membantu mengurangi beban yang selama ini hanya menumpuk di Bandara Soekarno Hatta. Kita sudah ada rancangannya," ujar Basuki.

Dia menuturkan bandara yang berlokasi di Jakarta Utara itu akan dibangun sekaligus dikelola secara langsung oleh Pemprov DKI Jakarta.

"Kalau untuk nama bandaranya, kira-kira harus yang ada hubungannya atau identik dengan kawasan Marunda. Mungkin, namanya "Si Pitung" atau yang lain lah, nanti kita pikirkan lagi," katanya.

Selain bandara, dia mengungkapkan Pemprov DKI juga berencana membangun pelabuhan. Rencananya, pelabuhan itu nanti akan terletak di antara di kawasan Tanjung Priok dan Ancol.

"Pokoknya, seluruh rencana pembangunan itu akan kita lakukan di wilayah Jakarta Utara. Jadi, kita punya bandara dan pelabuhan sendiri," kata Basuki.

Senin, 02 Juni 2014

Di Perth, Merokok di Area Pejalan Kaki Mal Dihukum Denda

Para perokok di kota Perth memprotes aturan larangan merokok di pedestrian atau kawasan pejalan kaki di pertokoan atau mal, dimana pelanggar aturan ini akan dikenakan sanksi denda 100 dolar Australia atau lebih dari Rp 1 juta.

Aturan ketat untuk para perokok ini akan mulai diberlakukan pemerintah kota Pertah pada Senin (1/6/2014).

Kota Perth tahun lalu menetapkan aturan yang melarang orang merokok di wilayah pejalan kaki di mal-mal di kota itu. Ini merupakan aturan pertama yang diterapkan oleh pemerintah ibu kota negara bagian Australia Barat itu.

Larangan ini mulai diberlakukan pada Desember lalu namun selama enam bulan pertama para pelanggar hanya mendapat sanksi teguran dan peringatan saja. Kini tak ada ampun bagi para perokok yang kedapatan melanggar aturan. Sebab mereka dikenakan sanksi denda yang cukup besar.

Salah seorang perokok, yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan dirinya paham kalau larangan ini dirancang untuk melindungi anak-anak kota Perth agar tidak terpapar asap rokok  alias menjadi perokok pasif.

"Tapi seharusnya aturan itu dirancang untuk di dalam kawasan pertokoan saja. Orang-orang banyak yang bekerja di sini, dan mereka tidak mau berjalan jauh hanya untuk bisa merokok,” kata orang itu.

"Dan sangat konyol sekali kalau mereka dibolehkan menjual rokok di mal, tapi kita dilarang untuk merokok,” tambah dia.

Warga Perth lainnya, David Bullpit (67) mengaku dia sudah menjadi perokok sejak 30 tahun terakhir dan sulit untuk menghentikan kebiasaan tersebut. "Ini negara bebas kan?” tanyanya.

Presiden Dewan Tembakau dan Kesehatan, Professor Mike Daube menyambut baik pemberlakuan secara resmi aturan larangan  merokok di fasilitas pejalan kali di pusat-pusat perbelanjaan namun menurutnya aturan ini perlu diberlakukan secara bertahap.

"Secara bertahap orang akan terbiasa dengan aturan itu dan akhirnya akan menerimanya,” katanya.

"Anda perlu memberlakukan satu atau dua denda atau sanksi dan orang akan paham kalau beginilah mekanisme aturan tersebut,” tambah Daube.

Dia mengatakan larangan ini merupakan tanda perubahan sikap terhadap rokok di Australia dan berbagai data menunjukan tingkat merokok yang menurun tajam.

Menurut data yang baru-baru ini disusun Daube dan pakar epidemi dari Universitas Australia Barat, D'Arcy Holman, tingkat orang dewasa yang merokok di Australia menurun dari 43 persen pada tahun 1964 menjadi hanya 12 persen pada tahun 2012.

"Saya pikir ini menunjukkan beginilah arah dunia ke depan dan orang-orang akan mengerti mengenai bahaya dari perokok pasif," kata Dr Daube.

"Ini bukan hanya masalah ketidaknyamanan," Daube menegaskan.

Juru bicara pemerintah kota Perth mengatakan petugas pengawas mereka masih akan memberikan peringatan kepada warga  yang tertangkap melanggar aturan ini, namun warga yang kedapatan mengulangi pelanggaran ini akan menghadapi sanksi denda.

Kamis, 29 Mei 2014

Garis Jalan “Glow in The Dark” Mulai Diuji Coba

 Belanda menjadi negara pertama yang menguji coba marka jalan dengan kemampuan menyala dalam gelap (glow in the dark). Pada dasarnya, ide menggunakan teknologi ini untuk keselamatan berkendara sekaligus menghemat penggunaan listrik penerangan jalan.

Sepanjang 500 m di salah satu jalan di pinggiran selatan Amsterdam, garis tepi jalan dicat dengan tinta khusus yang bisa menyimpan cahaya matahari. Kemudian di malam hari, perlahan memancarkan sinar hijau. Sinar ini menjadi penunjuk arah buat seluruh pengguna jalan. Dijelaskan, pancarannya bertahan hingga delapan jam setelah gelap.

Ketika diuji, garis jalan yang menyala memang bekerja. Dalam video bisa terlihat, ketika lampu depan mobil dimatikan, garis jalan yang menyala bisa digunakan sebagai acuan jalan. Meski demikian masih ada kendala, cahaya tidak konsisten di berbagai kondisi.

Dari berbagai pendapat pengemudi yang melewati jalan, masih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Salah satunya sinar menghilang saat hujan besar. Seluruh masukan akan dipelajari untuk menghasilkan cara yang lebih bagus lagi.

Kamis, 17 April 2014

"Meragukan, Studi Jakarta Berpotensi Segera Samai London dan New York"

Informasi yang diklaim sebagai hasil survei yang menempatkan Jakarta sebagai kota di negara berkembang dengan potensi menyamai kota-kota di negara maju dalam satu hingga dua dekade, mengundang kritik. Data tersebut dinilai tak memperlihatkan kualitas laiknya penelitian ilmiah.

"Tak seperti hasil penelitian ilmiah karena tak memaparkan data maupun hal lain yang berkaitan dengan aspek penelitian," ujar pengamat kebijakan publik Agus Pambagio, Rabu (16/4/2014). Informasi yang dia kritik merupakan pernyataan lembaga konsultan asal Amerika, AT Kearnay.

Menurut Agus, setiap hasil studi yang diumumkan ke publik dilengkapi dengan kelengkapan variabel, sampel, dan metode yang dipakai. Selain itu, ujar dia, pengumuman harus dilakukan dalam bentuk konferensi pers, tak cukup hanya lewat rilis tanpa angka pula.

"Kalau cuma press release tapi tidak ada hasil angka-angkanya, bagi saya itu bisa jadi pembohongan publik. Kalau menyampaikan hasil studi itu kan publik harus tahu apa saja yang diukur, serta angka-angkanya paling tidak, ada summary-nya," papar Agus.

Lagi pula, tutur Agus, data tersebut diungkap ketika Jakarta menghadapi masalah termasuk dugaan korupsi, seperti kasus pengadaan bus berkarat transjakarta dan penggelembungan anggaran di Dinas Pendidikan.

"Saya tidak tahu variabelnya apa saja yang dinilai, apakah kasus-kasus korupsi itu masuk dalam kategori penilaian atau tidak," ujar Agus. Dia mengaku cukup tahu reputasi AT Kearney tetapi sama sekali tak mendapat informasi soal studi tersebut.

Agus mempertanyakan pula bagaimana bisa Jakarta tiba-tiba menempati urutan pertama dari negara berkembang yang berpotensi menyamai London dan New York, mengalahkan Sao Paulo, Rio de Janeiro, Kuala Lumpur, Beijing, atau Istambul.

"Bisa juga itu studi benar-benar dilakukan, karena menurut mereka (AT Kearney) kan itu dilakukan setiap dua tahun sekali. Tapi kan kalau benar dilakukan, harusnya variabelnya, korespondennya, dijabarkan lengkap. Tapi kenapa ini tidak ada. Saya cari di google juga tidak ada," ujarnya.

Seperti diberitakan, Head of Asia Pasific AT Kearney, John Kurtz, mengungkapkan lembaganya menganalisis 34 kota di sejumlah negara berkembang. Dia mengatakan analisis memakai 24 parameter dalam lima dimensi, yakni aktivitas bisnis, sumber daya manusia, pertukaran informasi, pengalaman sosial budaya, dan kestabilan politik.

"Hasilnya, Jakarta menempati urutan pertama, disusul dengan Manila (Filipina), Addis Ababa (Etiopia), Sao Paulo (Brasil), New Delhi (India), Rio de Janeiro (Brasil), Bogota (Kolombia), Mumbai (India), dan lain-lain," ujar Kurtz di Balaikota Jakarta, Selasa (15/4/2014), usai menemui Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.

Kurts melanjutkan, berdasarkan data pendamping, New York (Amerika Serikat) dan London (Inggris) tetap menjadi dua kota global di dunia yang paling maju. Jakarta, Manila, dan kota-kota yang mereka analisis, ujar dia, paling memungkinkan memperkecil ketertinggalan dan memperbaiki posisi global untuk beberapa dekade ke depan.

Di Jakarta, lanjut Kurtz, perbaikan-perbaikan secara signifikan dilakukan oleh pemerintahnya. Menurut dia, Jakarta menjadi semakin kondusif untuk melaksanakan bisnis. Hal itu ditandai dengan tingginya pendapatan per kapita.

Perbaikan sumber daya manusia, imbuh Kurtz, juga kian signifikan dilihat dari pelayanan kesehatan dan pendidikan. Pembangunan fasilitas transportasi pun kian masif, kata dia, dengan dimulainya proyek transportasi massal, yakni mass rapid transit (MRT), monorel, dan pengadaan ratusan bus transjakarta.

Selain itu, imbuh Kurtz, Jakarta juga tengah membangun pelabuhan baru untuk pendukung ekspor dan impor. "Tapi, Jakarta perlu meningkatkan keberadaan pusat-pusat pendidikan berskala internasional, yang merupakan salah satu aspek di mana Jakarta masih tertinggal dibanding kota lain," ujar dia.

Minggu, 06 April 2014

Setiap Mobil Listrik Wajib Punya "Suara" Mesin

Salah satu potensi masalah yang terjadi di era mobil listrik adalah hilangnya suara “bising” mesin seperti kebanyakan mobil konvensional. Parlemen Eropa memutuskan, dalam lima tahun ke depan setiap mobil listrik harus memiliki sumber suara buatan sebagai peringatan buat pejalan kaki dan pengguna lalu-lintas lain.

Hasil pengambilan suara anggota parlemen memutuskan, semua mobil listrik dan hibrida harus disematkan Acoustic Vehicle Alerting System (AVAS), penghasil suara seperti mesin pada umumnya. Regulasi telah masuk dalam Undang-Undang baru Uni Eropa yang juga menyebutkan mobil dan truk konvensional dengan mesin bensin dan diesel harus menurunkan 25 persen tingkat kebisingan.

 “Mobil listrik tanpa suara bisa jadi pemandangan biasa dalam beberapa tahun ke depan. Kami perlu memastikan semuanya tidak membahayakan. Peranti peringatan suara ini akan menghasilkan suara yang mirip mobil, dengan mesin pembakaran internal agar masyarakat dapat dengan jelas mendengar kendaraan ini,” ucap salah satu anggota Parlemen Eropa untuk Inggris, kepada Dailymail, (2/4/2014).

Mobil listrik tanpa suara dinilai berbahaya buat pedestrian terutama tunanetra. Sebelumnya, menyematkan audio tambahan hanya berlaku sukarela dari pemilik. Komisi Eropa menyebutkan, AVAS memastikan hanya suara layak yang dikeluarkan. Menyematkan peranti ini wajib dilakukan untuk mobil listrik dan hibrida listrik setelah lima tahun masa transisi.

Rabu, 19 Maret 2014

Kota Terkorup karena Denda Lalu Lintas

Hampton, kota kecil di Florida, telah dinobatkan menjadi "Kota Terkorup di Amerika Serikat". Sejak era 1990-an, Jalan Raya 301 sepanjang 366 meter di wilayah berpenduduk 477 orang itu menjadi "ladang" pendapatan kota dari denda tilang pengendara yang melintas.

Pada 2012, terkuak bahwa dana sekitar Rp 2,83 miliar terkumpul sepanjang tahun dari hasil metode "kreatif" yang selalu diperbarui oleh pihak berwenang agar bisa lebih banyak "menjaring" pelanggaran.

Rambu batas kecepatan dimanipulasi dengan mencoret petunjuk batas atas (104 kpj) sehingga terlihat menjadi 88 kpj. Lokasi rambu sengaja dipindahkan ke tempat yang membingungkan. Sementara itu, aparat menunggu di antara pepohonan selama berjam-jam, sambil memantau pengendara yang terjebak.

Sekitar Rp 1,5 miliar dari seluruh pendapatan terbukti dihabiskan di toko belanja lokal oleh salah satu anggota dewan perwakilan yang korup. Selain itu, tercatat juga transaksi kartu kredit senilai Rp 113,5 juta yang masih dipertanyakan. Lebih lanjut, dana sebesar lebih kurang Rp 90,8 juta diserahkan kepada mantan pengurus kota, yang punya hubungan keluarga dengan pejabat saat ini. Namun, hal-hal itu sulit dilacak karena semua bukti keuangan telah musnah.

Wilayah seluas 186,4 km persegi ini memang dikenal punya banyak masalah. Pada November 2013, wali kota setempat dipenjara karena dituduh menjual Oxycodone, bahan kimia sejenis morfin. Pada 10 Februari 2014, auditor dari Florida, bersama komite audit legislatif, menguak 31 pelanggaran negara terkait pajak.

Aksi penumpasan terhadap segala kontroversi tersebut giat dilakukan. Kini, pejabat negara Florida memberikan waktu 30 hari kepada pemerintah setempat untuk menjelaskan mengapa mereka memperoleh predikat itu. Jika tidak, maka Hampton diancam akan hilang dari peta.

Warga akhirnya berkumpul dengan niat membicarakan masalah ini. Namun, bukannya mendapatkan pencerahan, semua anggota dewan kota malah menyatakan untuk mengundurkan diri.

Selasa, 18 Maret 2014

Bank Dunia: Presiden Baru Harus Naikkan Harga BBM Subsidi Jadi Rp 8.500

Terus menerus, Bank Dunia menekan pemerintah Indonesia agar bisa mengurangi subsidi energi, khususnya subsidi BBM. Bank Dunia meminta presiden baru nanti bisa menaikkan harga BBM subsidi menjadi Rp 8.500/liter.

Ekonom Utama Perwakilan Bank Dunia di Jakarta yaitu Jim Brumby mengatakan, presiden baru Indonesia nanti akan menghadapi masalah tingginya subsidi BBM dan listrik, yang menekan keuangan negara.

Jim memberikan saran, agar pemerintahan selanjutnya untuk mengeluarkan kebijakan mengurangi subsidi dengan menaikkan harga BBM. "Menaikkan ada dua, bisa Rp 8.500 per liter, atau menaikkan harga sebesar 50%," katanya di Hotel Intercontinental, Midplaza, Jakarta, Selasa (18/3/2014).

Di tempat yang sama, Kepala Ekonom Bank Danamon Anton Gunawan menambahkan, pelaku pasar memang bereaksi positif dengan pencapresan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) oleh PDIP akhir pekan lalu. Ini terlihat dari penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Namun, sebelum menyimpulkan penguatan rupiah karena euforia tersebut, dua bulan sebelumnya angka-angka ekonomi Indonesia sudah menunjukkan perbaikkan, mulai dari current account deficit yang membaik, inflasi tidak seperti yang dikhawatirkan, dan angka ekonomi lainnya, membuat rupiah terus menguat," kata Anton.

Anton mengatakan, bahkan penguatan rupiah akan terus terjadi sepanjang tahun ini, dan indikator yang membalikkan rupiah ke angka Rp 12.000 per dolar AS masih belum terlalu kuat.

"Kami perkirakan hingga akhir tahun rupiah berada di angka Rp 11.060 per dolar," ucapnya.

"Namun siapapun presidennya nanti, akan menghadapi persoalan besarnya subsidi BBM, suka tidak suka tiap tahun akan dipusingkan sama BBM. Presiden yang baru harus mempunyai program berpindah dari BBM ke gas, dan mungkin harus menaikkan harga BBM subsidi," tutupnya.

Terancam Polusi Parah, Paris Batasi Penggunaan Kendaraan Bermotor

Kondisi polusi udara di City of Lights, Paris, akhir-akhir ini dikabarkan semakin buruk. Bahkan, dikutip dari dailymail, Selasa (18/03), level polusi di Paris saat ini telah melewati batas aman dan merupakan yang terburuk di Eropa sejak tahun 2007 lalu.

Guna mengatasi hal tersebut, pemerintah Paris akhirnya memberlakukan aturan pembatasan penggunaan kendaraan bermotor, baik sepeda motor, mobil, maupun angkutan lainnya yang berpotensi meningkatkan polusi.

Apalagi sejak munculnya asap warna kelabu yang sejak akhir minggu lalu menutupi langit Paris membuat pemerintah serta para pemerhati lingkungan bergerak secepat mungkin demi mengurangi kemungkinan terjadinya hal yang tidak diinginkan.

Peraturan baru yang kini mulai diberlakukan di Paris adalah dengan memperbolehkan para pemilik kendaraan bermotor di kota fashion tersebut menggunakan mobil mereka hanya dua hari sekali. Caranya, pemilik mobil dengan nomor polisi berangka ganjil/genap diperbolehkan menggunakan mobil secara bergantian, beberapa hari khusus untuk plat nomor ganjil dan hari lainnya untuk nomor genap.

Mobil hybrid dan mobil bertenaga listrik karena sifatnya yang ramah lingkungan dan minim polusi, mendapat pengecualian dan dapat tetap beroperasi. Begitu juga kendaraan umum atau kendaraan pribadi yang mengangkut tiga atau lebih penumpang serta wisatawan yang menggunakan kendaraan di Paris hingga Briston.

Menurut lansiran BBC, Selasa (18/03), cuaca dan kondisi asap yang membungkus langit Paris menunjukkan peningkatan sejak awal peraturan tersebut dijalankan. Munculnya asap di Paris akhir-akhir ini merupakan akibat dari kombinasi udara panas siang hari dan malam hari yang dingin, menyebabkan polusi udara semakin sulit terurai.

Kurang lebih 700 personel polisi dikerahkan untuk menegakkan peraturan baru tersebut. Bagi yang melanggar peraturan yang berlaku mulai jam 05.30 pagi hingga tengah malam waktu sekitar ini, akan dikenakan denda sekitar £ 18 yang setara dengan Rp 337 ribu.

Saat ini, sudah ada beberapa kota besar di dunia yang mengalami hal serupa dengan Paris, contohnya adalah Beijing dan Meksiko. Lalu bagaimana dengan Indonesia? Melihat jumlah kendaraan yang begitu banyaknya, mungkinkah tanah air kita akan mengalami hal yang serupa?

Jumat, 14 Maret 2014

Kurangi Polusi, Paris Gratiskan Angkutan Umum Tiga Hari

Paris -Pemerintah Kota Paris berencana menggratiskan angkutan umum selama tiga hari supaya banyak warganya yang tidak memakai kendaraan pribadi. Langkah ini dilakukan demi mengurangi tingkat polusi di ibu kota Prancis tersebut.

Tingkat polusi di Paris akhir-akhir ini melonjak gara-gara cuaca yang mulai menghangat dan jarang adanya angin kencang. Polusi tinggi ini tidak hanya terjadi tapi juga hampir di seluruh Prancis.

Negara lain juga ada yang kena imbas, seperti Belgia di mana pemerintahnya sudah mengurangi batas kecepatan mobil di jalan utama dalam rangka mengurangi polusi.

Jean-Paul Huchon, kepala organisasi pengamat transportasi di Paris dan sekitarnya, mengatakan angkutan umum akan gratis mulai Jumat pagi waktu setempat sampai Minggu malam.

"Saya meminta seluruh warga yang tinggal di Paris dan sekitarnya untuk menggunakan sarana transportasi umum," katanya seperti dikutip AFP, Jumat (14/3/2014).

Pada malam hari, saat tanah mulai dingin dan atmosfir mulai hangat, partikel polusi yang dihasilkan kendaraan bermotor tersangkut di tengah-tengah udara antara dingin dan hangat.

Partikel ini tidak bisa ke mana-mana karena tidak ada angin kencang yang membawanya. Alhasil, pusat monitor utara Paris melaporkan adanya tingginya konsentrasi partikel polusi dengan diameter kurang dari 10 mikron (biasa disebut partikel PM10) di udara.

Polusi ini jadi kekhawatiran pemerintah Prancis setelah konsentrasinya meningkat hingga 80 mikrogram per meter kubik. Partikel PM10 ini sangat kecil sehingga bisa menempel di udara hingga berpekan-pekan.

Semakin kecil partikel polusi ini semakin berbahaya. Bahkan, partikel dengan diameter kurang dari 2,5 mikron bisa berbahaya bagi tubuh manusia karena mudah masuk ke paru-paru dan aliran darah.

Pertikel yang sangat kecil ini bisa mendorong terjadinya penyakit asma, alergi, dan gangguan pernafasan lainnya.

Rabu, 19 Februari 2014

Terobos Jalur Busway, Warga Negara Amerika Ditilang Polisi

Petugas satuan lalu lintas berhasil menindak 128 pengendara yang nekat menerobos jalur bus TransJakarta atau Busway di kawasan Mampang, Jakarta Selatan. Salah satu yang ditilang adalah staf PBB yang juga Warga Negara Amerika.

"Tadi sekitar pukul 08.30 WIB, WN Amerika berinisial EJHB itu kami tilang di Jalan Buncit Raya, Mampang, Jakarta Selatan. Surat-suratnya lengkap tapi STNK-nya mati," ujar Kepala Subdit Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Hindarsono pada VIVAnews, Jakarta, Rabu 19 Februari 2014.

Terkait penilangan itu, lanjut Hindarsono, pihaknya akan memberikan surat teguran tertulis dan selanjutnya di serahkan ke Kementerian Luar Negeri. "Nanti anggota kami akan mengurus ke pihak kementrian (luar negeri) untuk menindaklanjutinya," kata Hindarsono.

Selain motor trail yang dikendarai EJHB, polisi juga menilang tiga motor berpelat merah yang menerobos jalur busway. Hindarsono mengatakan, saat melihat ada petugas di jalur itu, para pemotor (pelat merah) yang melintas dari arah Ragunan menuju Mampang pun langsung memutarbalik, namun mereka berhasil dihentikan.

"Kami kejar dan langsung kami tangkap lalu tilang, SIM kami sita."

Di samping itu, Hindarsono juga menjelaskan banyaknya pengendara motor yang masih terobos jalur busway dinilai masih kurang memiliki kesadaran berlalu lintas. Padahal, kata dia, masyarakat sudah mengetahui bahwa menerobos jalur TransJakarta akan dikenakan denda maksimal sebesar Rp500 ribu.

Hingga saat ini, total penindakan yang telah dilakukan Subdit Gakkum untuk pengendara roda dua ada 128. Petugas berhasil menyita 86 Surat Ijin Mengemudi (SIM) dan 42 Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).