Minggu, 23 November 2014

Surabaya Mencatat Sejarah Peluncuran Bus Listrik Pertama di Indonesia

Surabaya kembali menorehkan 'sejarah'. Setelah sukses membuat mobil listrik, kini Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, meluncurkan bus listrik yang pertama kali di Indonesia.

Bus listrik yang didominasi warna merah, berkapasitas 25-30 orang ini diluncurkan di depan GraPARI Telkomsel, Taman Bungkul, Raya Darmo, Surabaya, Minggu (23/11/2014).

Peluncuran tersebut dihadiri Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Direktur Utama Telkomsel Alex J Sinaga, Rektor ITS Prof Dr Triyogi Yuwono, Mantan Menteri Pendidikan yang juga mantan Rektor ITS M Nuh serta Direktur Sales Telkomsel Mas'ud Khamid.

"Bus ini nantinya digunakan sebagai moda transportasi di kawasan kampus ITS," ujar Dirut Telkomsel Alex J Sinaga di sela acara peluncuran bus listrik yang bersamaan dengan Car Free Day Raya Darmo.

Kesuksesan ITS membuat bus listrik tak lepas dari sokongan dana sekitar Rp 1,5 miliar dari Telkomsel. Dana tersebut digunakan untuk melakukan penelitian hingga mendatangkan motor penggerak dan baterai dari Tiongkok, sampai menjadi produk yang siap dioperasionalkan.

Kata Alex, bus listrik ini bisa dimanfaatkan untuk kepentingan mahasiswa ITS. Dan keunggulan bus listrik ini adalah mampu menghemat biaya operasional hingga 50 persen dibandingkan dengan bus konvensional.

"Kehadiran bus listrik karya ITS ini menunjukkan bahwa sebenarnya sumber daya manusia Indonesia tidak kalah dengan sumber daya manusia dari luar negeri," ujarnya.

"Kita harus bangga sebagai bangsa Indonesia, sekaligus ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak perlu impor bus listrik dari China, karena kita mampu memproduksi bus listrik sendiri," tandasnya.

Sementara itu, Walikota Surabaya Tri Rismaharini dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada ITS dan Telkomsel yang mewujudkan bus listrik. Kehadiran bus listrik tersebut juga mendukung upaya Kota Surabaya sebagai Eco City.

"Terima kasih kehadiran bus listrik ini mewujudkan misi kota Surabaya sebagai eco city. Di depan ini (Jalan Raya Darmo depan GraPARI) akan ada trem dan monorel, maka lengkap Surabaya menjadi Eco City," ujarnya.

Jumat, 21 November 2014

Pengalihan Pengelolaan Busway dari UP Transjakarta Jalan Terus

Proses peralihan pengelolaan busway dari UP Transjakarta ke PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) berlangsung dengan baik.

Direktur Utama PT Transjakarta Antonius Steve Kosasih mengatakan hingga bulan ini proses pengalihan tidak menemui hambatan. Baik, progesnya oke dan jalan terus. Ini kita akan rapat mengenai pengalihan aset," ucapnya di Balai Kota, Kamis (20/11/2014).

Aset keuangan dari UP Transjakarta tidak akan diserahkan kepada PT Tranjakarta. Hal ini, jelas Kosasih, dikarenakan keuangan UP Transjakarta akan dikembalikan kepada pemerintah.

Terkait dengan 6.000 pegawai UP Transjakarta, PT Transjakarta akan menampung para pegawai tersebut karena ke depannya tugas PT Transjakarta semakin bertambah dan membutuhkan pekerja dalam jumlah yang tidak sedikit.

"Ke depan kerjaan kita tambah banyak. Ada penambahan armada busway, bus tingkat, penambahan koridor. Itu butuh pegawai banyak," katanya.

Seperti diketahui, status UP Transjakarta diubah menjadi BUMD PT Transjakarta dengan harapan pelayanan kepada masyarakat lebih meningkat. Mulai Januari 2015, pengelolaan busway akan berada di bawah PT Transjakarta.