Kamis, 17 April 2014

Malas Antre Isi Ulang Tiket Multri-trip di Loket? Ini Solusinya

PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) meluncurkan mesin otomatis (vending machine) pengisi ulang saldo untuk kartu berlangganan (multi-trip) layanan KRL Commuter Line Jabodetabek per hari ini, Kamis (17/4/2014). Vending machine tersebut merupakan hasil kerja sama yang dilakukan antara KCJ dan tiga provider telekomunikasi, yakni PT XL Axiata, PT Indosat, dan PT Telekomunikasi Indonesia.

Dalam acara peluncuran yang dilakukan di Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat, Direktur Utama PT KCJ Tri Handoyo mengatakan bahwa dengan adanya vending machine, para pengguna KRL pemilik kartu multi-trip memiliki alternatif apabila enggan mengisi saldo kartu di loket yang dijaga oleh petugas.

"Melihat jumlah pengguna jasa KRL yang semakin meningkat, terkadang sering sekali terjadi antrean di loket-loket pengisian ulang kartu. Maka diharapkan keberadaan vending machine dapat mempermudah para pengguna jasa KRL dalam mengisi ulang kartunya tanpa harus mengantri," kata Tri.

Tri menjelaskan, vending machine digunakan dengan lebih dulu mengaktifkan akun uang elektroniknya di salah satu produk dari tiga provider tersebut, masing-masing Indosat Dompetku, XL Tunai, dan Telkom T-Money. Selanjutnya, pengguna dapat mengikuti petunjuk yang disampaikan melalui pesan singkat yang akan dikirimkan melalui telepon genggam.

Saat mengisi ulang KMT, pengguna harus memasukkan 16 digit nomor kartu yang tertera di bagian belakang KMT. Kemudian KMT yang telah diisi ulang diletakkan pada vending machine stasiun untuk menuntaskan proses reload atau transfer dana dari uang elektronik provider telekomunimasi ke KMT.

Untuk tahap awal, vending machine baru tersedia di tiga stasiun, yakni Stasiun Sudirman, Stasiun Bogor, dan Stasiun Jakarta Kota. "Tahun ini PT KCJ akan menambah pemasangan vending machine di 20 stasiun KRL Jabodetabek. Ke depannya, ditargetkan mesin ini sudah dipasang di 66 stasiun KRL Jabodetabek," ujar Tri.

Lebih lanjut kata Tri, kehadiran vending machine diharapkan dapat meningkatkan penggunaan kartu multi-trip di tengah masyarakat. Saat ini, kartu multi-trip dapat dimiliki dengan harga Rp 50.000, yang terdiri atas biaya kartu sebesar Rp 20.000 dan saldo awal sebesar Rp 30.000.

"Penumpang KRL di Gerbong Wanita Egois"

Keberadaan kursi prioritas di setiap gerbong diperuntukkan bagi penumpang lansia, wanita hamil, dan orang cacat. Dari 10 rangkaian gerbong, gerobong paling depan dan paling belakang , disediakan khusus perempuan.

Apakah perempuan hamil diistimewakan di gerbong perempuan? Menurut sejumlah penumpang KRL perempuan yang biasa berada di gerbong khusus wanita, para kaum Hawa tersebut malah tidak pengertian dengan kondisi seseorang.

Nanda, salah seorang penumpang KRL yang setiap harinya berangkat dari Depok menuju Sudirman, mengatakan, untuk masuk ke dalam kereta saja harus penuh perjuangan. Sebab, setiap pagi, kondisi KRL sangat penuh.

"Ya, mau gimana lagi, tiap hari saya berjuang keras biar minimal bisa masuk kereta aja, kalau dapet duduk jarang sih. Pasti pas mau masuk, penumpang wanita tuh nggak ngertian," kata  kepada Kompas.com, Kamis (17/4/2014).

Ketika disinggung soal kondisi gerbong perempuan, dia langsung terdengar kesal.

"Halah, di gerbong wanita tuh egois semua yang saya temuin ya. Sering kok saya lihat ada ibu hamil atau orang tua di gerbong wanita berdiri, sedangkan yang dapet duduk nggak ngasih tempat duduk. Selalu deh disuruh sama petugas, baru dia ngasih," ujarnya dengan suara meninggi.

Hal senada dikeluhkan pula penumpang lainnya, yaitu Febri. Ia mengatakan bahwa penumpang di gerbong campuran lebih toleransi, dibandingkan gerbong khusus wanita.

"Banyak kejadian kok, misalnya wanita hamil yang berdiri dan penumpang dapat duduk nggak kasih kesempatan. Egois banget, saya kasihan aja sama ibu hamil itu, dia nggak bisa ngomong langsung cuma kita yang harus tanggap," ujar penumpang dari Pasar Minggu.

Pantauan Kompas.com saat berada di gerbong wanita sekitar pukul 08.00, kondisi kereta jurusan Bogor-Jatinegara penuh sesak. Mayoritas didominasi oleh wanita muda. Di dalam gerbong wanita terdapat tanda kursi prioritas di sisi ujung dekat kabin masinis. Saking penuhnya, air conditioner (AC) tidak terasa, padahal terdapat lima AC. Tidak jarang, jendela kereta dibuka agar sirkulasi udara tetap terjaga. Adapula wanita yang memilih duduk di lantai dan memakai kursi lipat.

Di gerbong tersebut, terlihat seorang pria yang bertugas menjaga. Petugas bernama Heri tersebut juga menceritakan hal yang sama mengenai kondisi di gerbong perempuan.

"Ya enggak tau kenapa, di gerbong wanita justru enggak mau kasih penumpang yang hamil atau orang tua. Tapi setelah saya tegur, mereka baru kasih duduk. Rata-rata anak muda sih yang begitu ya," ungkapnya.