Selasa, 12 Juni 2018

Sandiaga Jadi Admin Medsos Koalisi Pejalan Kaki Setelah Lebaran

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyatakan siap menjadi admin media sosial (medsos) Koalisi Pejalan Kaki. Ia mengapresiasi koalisi yang rajin mengkritik kondisi trotoar di Jakarta.

"Saya juga ditawarkan jadi admin untuk medsosnya Koalisi Pejalan Kaki. Saya terima banget," kata Sandiaga di Jakarta Timur, Senin (11/6/2018).

Sandiaga menceritakan salah satu kritik dari Koalisi Pejalan Kaki yang menjadi perhatiannya adalah soal trotoar Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, yang terletak persis di belakang Balai Kota. Ia berterima kasih atas berbagai masukan Koalisi Pejalan Kaki dan siap bergabung menjadi anggota aktif.

"Saya langsung setelah lebaran akan ambil admin dari Koalisi Pejalan Kaki dan saya ingin ikut aktif menjadi anggota," ujar Sandiaga.

Sebelumnya, Ketua Koalisi Pejalan Kaki Alfred Sitorus mengatakan, pihaknya berencana menjadikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno sebagai admin untuk mengelola akun media sosial milik Koalisi Pejalan Kaki.

Alfred mengatakan, hal itu dilakukan agar Sandi bisa mengetahui banyaknya aduan yang disampaikan masyarakat terhadap fasilitas para pejalan, khususnya trotoar, yang kini tidak lagi laik karena diokupasi pedagang kaki lima (PKL).

Kondisi trotoar di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (6/6/2018). Para pedagang kaki lima mengokupasi hampir seluruh trotoar di daerah itu. Tidak ada penindakan dari petugas Satpol PP DKI Jakarta untuk PKL menempati trotoar. (KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBA)

"Saya pastikan Pak Sandi enggak perlu jadi anggota. Saya jadikan admin biar tahu seperti apa masyarakat mengadu ke koalisi pejalan kaki terkait fasilitas pejalan kaki. Kalau dia jadi anggota kan hanya mem-follow, tapi jadi admin kan dia tahu seperti apa pengaduan masyarakat," kata Alfred saat dihubungi, Jumat lalu.

Jumat, 18 Mei 2018

Mulai Pukul 22.00, 3 Perempatan Lampu Merah di Jalan Mampang Prapatan Ditutup

Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan uji coba menutup tiga perempatan atau simpang di Jalan Mampang Prapatan Raya, Jakarta Selatan, secara bertahap pada Jumat (18/5/2018), mulai pukul 22.00 WIB.
Saat ini, arus lalu lintas di ketiga simpang itu diatur dengan adanya lampu lalu lintas atau lebih dikenal lampu merah.
Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko mengatakan, uji coba penutupan simpang ini dilakukan untuk memperlancar arus lalu lintas pasca-beroperasinya lintas bawah atau underpass Mampang-Kuningan. "
Untuk mengoptimalkan pengoperasian underpass Mampang-Kuningan, maka dilakukan pengaturan beberapa simpang. Tentunya dalam rangka peningkatan kinerja jaringan Jalan Buncit Raya," ujar Sigit, melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Kamis (17/5/2018). Baca juga: Ada Genangan di Underpass Mampang, Sandiaga Minta Pompa Difungsikan Dengan penutupan simpang tersebut, kendaraan harus berputar di putaran (u-turn) di atas underpass Mampang-Kuningan atau putaran di depan Garasindo. Berikut detail pengalihan atau rekayasa lalu lintas yang akan diberlakukan setelah tiga simpang di Jalan Mampang Prapatan ditutup:

1. Penutupan simpang Jalan Mampang Prapatan Raya - Jalan Mampang Prapatan 7 - Jalan Mampang Prapatan 8:
- Lalu lintas dari arah utara (Kuningan) menuju barat yang semula belok kanan menuju Jalan Mampang Prapatan 7, dialihkan berputar di putaran depan Garansindo.
- Lalu lintas dari arah timur (Mampang Prapatan 8) menuju barat dan utara yang semula belok kanan menuju Kuningan dan lurus menuju Jalan Mampang Prapatan 7, dialihkan belok kiri, kemudian berputar di putaran depan Garansindo.
- Lalu lintas dari arah barat (Mampang Prapatan 7) menuju selatan yang semula belok kanan menuju Ragunan, dialihkan belok kiri, kemudian berputar di atas putaran lintas bawah Mampang.

2. Penutupan simpang Jalan Mampang Prapatan Raya - Jalan Duren Tiga Raya - Jalan Kemang Utara 9:
- Lalu lintas dari arah utara (Kuningan) menuju barat yang semula belok kanan menuju Jalan Kemang Utara 9, dialihkan berputar di putaran depan Garansindo.
- Lalu lintas dari arah timur (Duren Tiga Raya) menuju barat dan utara yang semula belok kanan menuju Kuningan dan lurus menuju Jalan Kemang Utara 9, dialihkan belok kiri, lalu berputar di putaran depan Garansindo.
- Lalu lintas dari arah barat (Kemang Utara 9) menuju selatan yang semula belok kanan menuju Ragunan, dialihkan belok kiri, lalu berputar di atas putaran lintas bawah Mampang.

3. Penutupan simpang Jalan Mampang Prapatan Raya - Jalan Duren Bangka - Jalan Duren Tiga Selatan:
- Lalu lintas dari arah utara (Kuningan) menuju barat yang semula belok kanan menuju Jalan Duren Bangka, dialihkan berputar di putaran depan Garansindo.
- Lalu lintas dari arah timur (Duren Tiga Selatan) menuju barat dan utara yang semula belok kanan menuju Kuningan dan lurus menuju Jalan Duren Bangka, dialihkan belok kiri, kemudian berputar di putaran depan Garasindo.
- Lalu lintas dari arah barat (Duren Bangka) menuju selatan yang semula belok kanan menuju Ragunan, dialihkan belok kiri, kemudian berputar di atas putaran lintas bawah Mampang.

Dengan adanya rekayasa lalu lintas ini, Dinas Perhubungan DKI Jakarta meminta bus Kopaja 57 trayek Blok M-Kampung Rambutan untuk menyesuaikan rute perjalanannya.