Selasa, 12 Mei 2015

Motor Serobot Jalur Pejalan Kaki di Kolong Jalan Layang Tanah Abang

Puluhan sepeda motor terlihat berebut dengan pejalan kaki di jalur pejalan kaki di bawah jalan layang Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2015). Sepeda motor tersebut dari arah Jalan Layang Jatibaru menuju Pasar Blok G Tanah Abang dan berputar di depan Stasiun Tanah Abang.

"Ini kok pada muter di sini ya. Hati-hati dong mas nanti saya ketabrak," kata salah seorang warga yang menggerutu dan pergi ke arah Pasar Blok G Tanah Abang, Selasa.

Jalan yang diperuntukkan bagi pejalan kaki itu memiliki dua ruas jalur. Satu untuk menuju Stasiun Pasar Tanah Abang satu lagi menuju Pasar Tanah Abang. Jalan tersebut selebar sekitar satu setengah meter. Jalan juga terlihat sudah hancur karena sering dilalui oleh sepeda motor.

Warga lainnya, Girin (64) yang hendak melintas ke Stasiun Tanah Abang melewati jalan tersebut merasa terganggu. Ia harus menunggu sepeda motor melintas lebih dulu. "Bahaya kalau ada yang mau melintas," kata Girin.

Girin menyebut seharusnya di bawah jembatan layang tersebut dibuat jalan berputar. Sehingga nantinya sepeda motor tersebut tidak melintas liar lagi. "Mestinya jalan sendiri ini kan buat lewat," kata Girin.

Sebelumnya, Suku Dinas Perhubungan dan Transportasi Jakarta Pusat telah memasang 20 unit movable concrete barrier (MCB) atau pembatas beton di sepanjang separator Jalan Jatibaru, Senin (11/5) kemarin.

Dua titik yang menjadi pusat pemasangan berada di tempat belokan Jatibaru menuju Pasar Blok G Tanah Abang atau depan pintu keluar Stasiun Tanah Abang. Selain itu, 16 unit lainnya di pasang di depan pintu masuk Stasiun Tanah Abang.

"Kami mengimbau pengendara sepeda motor untuk berputar di Jalan Jatibunder," kata Kepala Suku Dinas Perhubungan dan Transportasi Jakarta Pusat Muslim, Selasa pagi.

Kamis, 26 Maret 2015

Aksi Pemuda Hadang Pengendara Motor yang Melintas Lawan Arah di Trotoar


Butuh keberanian untuk sekadar menggunakan ruang publik di Jakarta, tak terkecuali menggunakan trotoar yang notabene berfungsi sebagai tempat bagi pejalan kaki.

Sebab, yang terjadi selama ini banyak trotoar di Jakarta beralih fungsi menjadi jalan sepeda motor. Lebih parahnya lagi, tak sedikit dari pengendara yang melawan arah menggunakan sepeda motornya melintasi trotoar.

Kukuh Adi Danisworo adalah salah satu orang yang berani menyuarakan kegelisahannya.

Dalam video yang diunggah Komtung TV di situs video Youtube dengan judul "Motor Lawan Arah", Senin (2/3/2015), Kukuh berusaha menyuarakan haknya sebagai pejalan kaki di trotoar dengan menghadang dan berdebat dengan para pengguna motor yang kedapatan melawan arah dan melintas di atas trotoar.

Pada pengendara motor pertama, misalnya, kendati Kukuh bukanlah petugas kepolisian, ia mempertanyakan surat izin mengemudi (SIM) dari pengendara itu.