Minggu, 03 Desember 2017

Petugas Transjakarta Laporkan Dewi Perssik ke Polisi

Setelah menerobus busway dan mengancam petugas, pedangdut Dewi Perssik dilaporkan ke polisi oleh petugas Transjakarta. Humas PT TransJakarta Wibowo memyampaikan, pelaporan tersebut dilakukan Sabtu 2 Desember kemarin.

"Laporannya Nomor LP/5891/XII/2017/PMJ/DIT RESKRIMUM. Kalau yang dilaporkan soal pasal 335 KUHP tentang ancaman dan kekerasan, serta pasal melawan petugas," kata Wibowo kepada Liputan6.com di Jakarta, Minggu (3/12/2017).

Wibowo mengatakan, petugasnya melaporkan janda pedangdut Saiful Jamil ini karena mendapat ancaman saat mobil Dewi Perssik dan suaminya Angga Wijaya hendak menerobos Jalur Transjakarta.

"Dia (petugas Transjakarta) merasa terintimidasi oleh pengemudi (suami Dewi Perssik), karena pengemudi menyatakan akan membawa sejumlah massa ke lokasi," ujar Wibowo.

Insiden penerobosan busway yang dilakukan artis dengan sapaan Depe itu terjadi pada Sabtu, 25 November 2017 malam, di jalur Transjakarta, Pejaten, Jakarta Selatan.

Mengaku Dikawal Polisi

Dewi Persik sejak awal mengakui memang sengaja menerobos busway karena tengah membawa penumpang yang sakit. Ia juga mengaku sudah meminta pengawalan dari polisi.

Namun pernyataan Dewi Perssik ini belakangan dibantah oleh pihak kepolisian. Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Halim Pagarra menegaskan, tidak ada personelnya yang mengawal mobil penyanyi yang biasa disapa Depe itu.

"Saya sudah cek ke anggota, enggak ada yang kawal dari polisi," ucap Halim.

Selasa, 14 Maret 2017

Kereta Bandara Ditargetkan Angkut 33 Ribu Penumpang

Kementerian Perhubungan menargetkan kereta bandara Soekarno-Hatta yang sedang dibangun saat ini dapat mengangkut 33 ribu penumpang setiap harinya. Hal ini diharapkan bisa mengurangi jumlah pengguna kendaraan pribadi.

"Ini direncanakan akan bisa mengangkut 33 ribu penumpang per hari. Itu 20 persen dari penumpang (sehari-hari Soekarno Hatta- Jakarta). Kami akan bicarakan lagi sehingga banyak yang bisa ditampung dari kereta bandara ini," kata Menteri Budi Karya Sumadi saat ditemui usai meninjau pembangunan jaringan stasiun kereta Bandara di Jakarta, Minggu 12 Maret 2017.

Saat ini, pembangunan Stasiun Bandara Soekarno-Hatta masih berjalan. Stasiun ini nantinya akan terintegerasi dengan sejumlah stasiun lain. Mulai dari Stasiun Sudirman Baru, Stasiun Duri Kepa, dan Stasiun Batu Ceper. Adapun pembangunannya, saat ini telah mencapai 60 persen.

Stasiun bandara ini nantinya juga akan terhubung dengan Terminal 3 Ultimate dan Terminal 2 di Bandara Soekarno-Hatta. "Juni sudah akan selesai di jalur 1 antara terminal 3 dan terminal 2‎. Akan selesai semuanya di September," kata Budi.

Adanya kereta bandara, diharapkan menjadi pendorong bagi masyarakat untuk menggunakan moda transportasi umum untuk menuju ke Soekarno-Hatta. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, mengatakan masih ingin meningkatkan lagi kapasitas kereta ini.

"Kami akan mencoba jika masyarakat lebih memilih memakai kereta api untuk menuju bandara, kami tingkatkan kapasitas lebih dari 20 persen," kata Rini yang ikut meninjau pembangunan bersama Budi.

Stasiun kereta bandara Soekarno-Hatta akan dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang seperti konter tiket, ruang publik, gerbang masuk elektronik, ruang tunggu, ruang komersial, toilet, musala, ruang kepala stasiun, dan stasiun skytrain.

Stasiun kereta bandara ini didesain untuk terkoneksi dengan stasiun Skytrain, moda transportasi antar terminal dengan menggunakan kereta tanpa pengemudi (driverless). Kereta canggih ini berbasis teknologi Automated People Mover System (APMS).