Sabtu, 01 September 2018

Kebijakan Ganjil Genap Diperpanjang hingga Asian Para Games

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memperpanjang kebijakan ganjil genap di ruas jalan tertentu hingga pelaksanaan Asian Para Games yang akan berlangsung mulai 6-13 Oktober 2018.

Anies mengatakan, dengan kebijakan ini maka tidak terjadi jeda pelaksanaan ganjil genap di sejumlah ruas jalan Ibukota.

"Mengapa ini dilakukan? Kita ingin mempermudah pengelolaan lalu lintas dan juga menjaga kebiasaan yang sudah terbangun selama Asian Games," ujarnya, di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (31/8)

Anies menjelaskan, dalam jangka pendek ada peningkatkan kecepatan kendaraan sampai dengan 37 persen sejak penerapan perluasan ganjil genap. Selain itu, terdapat peningkatan penumpang bus Transjakarta hingga 40 persen.

"Saya menilai kebijakan ini memberikan dampak positif. Tentunya, kita akan terus evaluasi kebijakan jangka pendek yang diterapkan hingga 13 Oktober mendatang secara komprehensif," terangnya.

Anies berharap, penerapan kebijakan ini dapat lebih menggugah warga Jakarta untuk menggunakan moda transportasi umum.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada semua yang sudah ikut menyukseskan pelaksanaan Asian Games dengan terlibat mengikuti secara tertib kebijakan ganjil genap ini," tandasnya.

Untuk diketahui, perpanjangan kebijakan ganjil genap usai Asian Games 2018 hingga 13 Oktober 2018 akan memiliki perubahan (ketentuan baru) antara lain:

Pertama, ada beberapa rute ganjil genap yang tidak diteruskan yakni, Jalan Metro Pondok Indah karena di kawasan tersebut tidak ada lagi venue yang akan digunakan untuk Asian Para Games.

Kedua, untuk Jalan Benyamin Sueb tidak diteruskan selama bulan September sampai dengan menjelang Asian Para Games. Kemudian, pada saat pelaksanaan Asian Para Games ruas jalan tersebut kembali diberlakukan kebijakan ganjil genap.

Ketiga, selama masa perpanjangan, kebijakan ganjil genap tidak berlaku di hari Sabtu dan Minggu. Keempat,  waktu penerapan tetap sama yakni, dari pukul 06.00-21.00.

Kelima, kebijakan ganjil genap tidak berlaku pada jalur pintu masuk-keluar tol hingga persimpangan terdekat.

Selasa, 21 Agustus 2018

Uji Coba LRT Jakarta Akan Dilakukan Selama Satu Bulan

PT LRT Jakarta saat ini tengah melakukan uji coba internal pengoperasian light rail transit (LRT).

Direktur Utama PT LRT Jakarta Allan Tandiono mengatakan, uji coba internal ini akan terus dilakukan selama 1 bulan.

" Uji coba internal sudah hari ketiga, yaitu tanggal 15, 16, 20. Setiap hari (akan dilakukan). Karena ini diperlukan. Kita sebagai operator memerlukan proses uji coba ini selama sebulan," ujar Allan kepada kompas.com, Senin (20/8/2018).

Uji coba internal ini, mengundang partisipan dari perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi dalam mengerjakan proyek LRT, seperti PT Jakarta Propertindo, PT Wijaya Karya, PT Pulo Mas Jaya, dan lain-lain maupun dari pihak pemerintah dan juga media.

Allan menjelaskan, uji coba internal penting dilakukan untuk menguji integrasi sarana dan prasarana, menguji prilaku penumpang, serta memberikan sosialisasi dan edukasi bagi penumpang maupun pihak LRT.

"Terus juga ingin menguji perilaku, kita ingin lihat nih perilaku seperti apa. Kita juga ingin memberikan semacam sosialisasi dan edukasi kepada siapa pun yang kita undang, dan yang melayani tentunya," jelasnya.

Ia menambahkan, dalam waktu satu bulan uji internal, PT LRT Jakarta akan memastikan pengoperasian teknis seperti ketepatan waktu berangkat dan tibanya LRT.

"Kenapa negara maju membutuhkan LRT, MRT? Karena on time. Nah itu yang kita latih yang di pengoperasian ini, pukul 3.15 berangkat ya 3.15, sampai 3.20 ya 3.20," kata dia.

"Jadi itu yang kita latih setiap hari. Ketepatan waktu, misalnya ada kejadian yang tidak diinginkan apakah mereka cepat mengantisipasi cepat responnya," tandasnya. Setelah dilakukan uji coba internal, penumpang akan diminta untuk mengisi survei kepuasan, saran, dan keluhan yang akan menjadi tolak ukur perbaikan bagi PT LRT Jakarta.