Tampilkan postingan dengan label TransJakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TransJakarta. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Maret 2025

Kado Ultah ke-22, Rian Ungkap Alasan D'MASIV Ubah Nama Halte Petukangan

TransJakarta resmi mengubah nama Halte Petukangan Utara menjadi Halte Petukangan D'MASIV. Peresmian halte ini akan dilakukan pada Senin (3/3/2025). Rian, vokalis D'MASIV, mengungkapkan bahwa ide ini sudah lama ada dan akhirnya terwujud.

Credit: instagram.com/dmasivbandofficial

"Sebenernya kalau mimpinya udah lama ya. Tapi, tercerus ide akhirnya bertemu dari TransJakarta itu sebulan lalu. Terus kita pikir, kita kan akan 22 tahun, jadi kita mau bikin sesuatu yang bikin orang tuh akan kaget gitu," ujar Rian di Halte Petukangan D'MASIV, Senin (3/3/2025).

Menurutnya, perubahan nama halte ini menjadi kejutan besar. Bahkan sebelum pengumuman resmi, kabar ini sudah ramai diperbincangkan.

"H-1 sebelum acara udah viral di mana-mana, heboh di mana-mana. Banyak yang nanya ke kita lewat WhatsApp, 'beneran tuh, beneran?'. Jadi ya kita sangat bersyukur banget di ulang tahun ke-22 D'MASIV bisa menghadiahi diri sendiri sesuatu yang sangat spesial," katanya.

1. Punya Makna yang Mendalam

Halte ini memiliki makna mendalam bagi D'MASIV karena berada di area yang penuh kenangan bagi mereka. Ciledug menjadi saksi perjuangan band ini sejak awal karier mereka.

"Buat D'MASIV, Jalan Ciledug Raya itu punya cerita yang nggak akan bisa kita lupain. Karena dulu kita berjuang dari nol di jalan ini. Ada beberapa studio di sana yang pernah kita pakai buat latihan, terutama yang di Petukangan," jelas Rian.

2. Ciledug Pride

Rian juga menegaskan bahwa mereka tidak malu mengakui asal mereka dari Ciledug. Baginya, banyak talenta besar lahir dari kawasan ini.

"Kita (kami) nggak pernah malu bilang kita dari Ciledug, Ciledug Pride! Kadang orang suka malu tinggal di Ciledug, terus bilangnya di Jakarta Barat atau Jakarta Selatan. Padahal, Ciledug itu menyimpan banyak mutiara yang akhirnya terlihat," katanya.

[KapanLagi]

Rabu, 16 September 2020

Berikut Penyesuaian Waktu Operasional Transjakarta Selama PSBB

 PT Transjakarta menyesuaikan waktu operasional selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai Kamis (17/9). Kebijakan ini diambil menindaklanjuti hasil koordinasi pola operasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta sekaligus sebagai upaya pengendalian COVID-19.

Direktur Operasional PT Transjakarta, Prasetia Budi, pihaknya akan memberlakukan empat hal terkait operasional Bus Transjakarta selama pemberlakuan PSBB. Keempat hal tersebut yakni, perubahan waktu operasional di mana pada periode 17 - 20 September 2020, Transjakarta beroperasi mulai pukul 05.00 - 20.00. Kemudian pada periode 21 - 27 September 2020 beroperasi mulai pukul 05.00 - 19.00.

"Kemudian untuk rute yang beroperasi tidak berubah," ujar Prasetia, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (16/9).

Selain itu, sambung Prasetia, pihaknya akan melakukan evaluasi setiap dua hari terhadap rute yang dioperasikan untuk dilakukan penyesuaian kembali serta memastikan tidak ada penumpukan penumpang di halte maupun di dalam bus pada setiap rute.

"Pelanggan kami harap untuk tetap di rumah saja apabila tidak ada kebutuhan mendesak, menjaga kesehatan diri dan keluarga," tambahnya.

Dia menambahkan, jika ada kebutuhan mendesak dan harus menggunakan layanan Transjakarta, pelanggan diminta menerapkan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak).

Prasetia juga meminta kesadaran pelanggan untuk tetap mendengarkan arahan petugas.

"Jika kapasitas sudah 50 persen pada saat peak hour, dan petugas kami sudah membatasi, kami harap pelanggan tetap bersabar untuk menunggu bus berikutnya dan mengikuti arahan petugas," tandasnya.

[BeritaJakarta]

Jumat, 04 September 2020

Siap Bertransformasi, Transjakarta Luncurkan The All New Purwarupa Mikrotrans di Hari Pelanggan

Bertepatan dengan hari pelanggan yang jatuh pada hari ini, Jumat (4/9), moda kebanggaan warga DKI Jakarta, Transjakarta bekerjasama dengan PT Lestari Gema Persada memberikan hadiah spesial kepada pelanggan dengan meluncurkan layanan unit terbaru kami The All New Purwarupa Mikrotrans atau bentuk baru dari Mikrotrans. Acara peluncuran dilakukan di lobby utama kantor pusat PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) di Cawang, Jakarta Timur.

Hadir dalam acara Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo, Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Sardjono Jhony Tjitrokusumo, seluruh jajaran direksi Transjakarta dan para mitra operator.

Dengan mengantongi ijin resmi dari Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta layanan terbaru kami ini akan diujicoba dengan kode rute JAK10 yang melayani Tanah Abang – Kota dengan total 78 titik pemberhentian. Pada tahap ujicoba, Transjakarta baru mengoperasikan 1 (satu) unit prototipe The All New Mikrotrans yang diujicoba selama 6 (enam) bulan ke depan mulai 4 September hingga Maret 2021 mendatang.

Direktur Pelayanan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Achmad Izzul Waro menyampaikan, berbeda dengan armada mikrotrans kami sebelumnya, unit The All New Mikrotrans ini dirancang lebih nyaman karena dilengkapi dengan air conditioner (AC) serta lebih lega karena memiliki kapasitas yang lebih banyak yakni 15 orang saat kondisi normal dan selama pandemi dioperasikan dengan kapasitas sebesar 50 persen dari kapasitas normal atau maksimal 7 (tujuh) orang).

Selain itu, armada The New All Mikrotrans ini juga memiliki segudang keinggulam lainnya yakni:

  • – Pintu sliding otomatis
  • – Buka dan tutup pintu dari Pramudi
  • – AC doubel (ducting)
  • – TV widescreen
  • – Kursi penumpang berbahan busa yang nyaman
  • – CCTV (4 camera) + DVR
  • – Running Text ada monitor
  • – OBU
  • – APAR (Alat Pemadam Ringan)
  • – Sabuk Keselamatan
  • – Palu Pemecah Kaca

Dalam uji coba ini, Transjakarta tetap menerapkan protokol kesehatan yang telah diberlakukan Transjakarta tentunya kami menyiapkan unit ini dengan sanitasi yang sesuai dengan prosedur yang telah di terapkan di Transjakarta.

Kami kami berharap bahwa layanan yang sudah nyaman ini tidak hanya bisa dinikmati oleh kalangan menengah ke bawah saja tetapi juga kalangan menengah ke atas.

[PT. Transportasi Jakarta]

Kamis, 27 Agustus 2020

Transjakarta Siapkan Revitalisasi 4 (Empat) Halte Terintegrasi Stasiun KAI

 Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Transportasi Jakarta yang digelar kemarin, 25 Agustus 2020 menguatkan penugasan Transjakarta untuk melaksanakan Peraturan Gubernur Nomor 20, tahun 2019 untuk membangun, merevitalisasi, pengoperasikan dan pemeliharan halte dan fasilitas pendukung lainya dalam rangka integrasi transportasi umum di Jakarta. Pelaksanaan tersebut didasari oleh pentingnya membangun keselamatan dan kenyamanan warga DKI selama melakukan perjalanan menggunakan transportasi umum di wilayah DKI.

Revitalisasi halte yang akan difokuskan oleh Transjakarta hasil penetapan pada RUPSLB kemarin selain halte integrasi di enam lokasi yang sudah dibangun dan sedang berproses seperti Halte Bundaran HI, Halte Tosari, Halte CSW, Halte Cawang UKI, Halte Velodrome, Halte Lebak Bulus 2 adalah halte-halte yang terintegrasi dengan moda Kereta Api Jabodetabek yaitu stasiun Commuter Line KAI Jakarta sebagai tindak lanjut pertemuan Gubernur DKI dengan Menteri Perhubungan RI untuk penataan Kawasan Transportasi Terintegrasi yaitu Halte Stasiun Matraman, Halte Stasiun Jatinegara, Halte Stasiun Juanda dan Halte Stasiun Cawang. Dalam hal ini, Transjakarta akan bekerjasama dengan satuan kerja perangkat daerah terkait seperti Dinas Perhubungan, Dinas Bina Marga, Dinas Pertamanan, dan lain sebagainya untuk memastikan keselarasan pembangunan dan penataan Kawasan.

Transjakarta adalah pengelola sistem Bus Rapid Transit (BRT) terpanjang di dunia. Menggabungkan operator milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) , operator bus swasta dan koperasi warga, layanan transportasi kebanggaan warga DKI ini pada akhir tahun 2019 telah telah mengoperasikan 247 rute dan menjangkau 83% populasi di wilayah DKI dan sekitarnya. Dengan layanan firstmile lastmile yang disiapkan, Transjakarta sudah digunakan oleh lebih dari 1 juta pelanggan pada awal tahun 2020.

[PT Transportasi Jakarta]

Rabu, 26 Agustus 2020

Transjakarta Terus Perbaiki Sarana dan Prasarana untuk Penyandang Disabilitas

PT Transjakarta terus memperbaiki sarana dan prasarana bagi penyandang disabilitas.

Plt Kepala Divisi Integrasi Angkutan PT Transjakarta, Bano Yogaswara mengatakan, hingga kini pihaknya terus mengejar agar semua halte memiliki asesibilitas yang baik bagi penyandang disabilitas.

"Dari 240 halte Transjakarta, baru 67 halte yang ramah disabilitas. Kami terus kejar secara bertahap agar semua halte ramah disabilitas," ujar Bano, saat Focus Group Discussion (FGD) Inventarisasi Kebutuhan Transportasi Kaum Disabilitas yang diselenggarakan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) secara daring, Rabu (26/8).

Dikatakan Bano, pihaknya telah melengkapi layanan untuk disabilitas dengan stiker rute, pengumuman via suara (voice announcer), kursi prioritas hingga desain bus metrotrans low deck sebanyak 289 unit.

Bahkan saat ini Transjakarta memiliki layanan khusus bagi penyandang disabilitas dengan nama TJ Cares. Layanan ini terdapat 26 armada yang dapat diakses dengan cara memesan terlebih dahulu sehari sebelumnya. Sepanjang tahun 2019 setidaknya sudah 51 ribu pelanggan disabilitas menikmati layanan ini.

Sementara itu, Ketua DTKJ, Harris Muhammadun menambahkan, saat ini pihaknya fokus menyoroti sarana dan prasarana transportasi yang memenuhi standar bagi penyandang disabilitas. Ia mengakui sarana dan prasarana transportasi di DKI Jakarta saat ini sudah jauh lebih baik.

"Kami sedang menghitung dan memperbaharui data tentang berapa persen trotoar, jumlah bus atau kereta api dan halte yang sesuai spesifikasi yang menjadi ekspektasi kaum disabilitas dan mendorong para penyelenggara mewujudkannya sesegera mungkin," tandasnya.

Kamis, 30 Juli 2020

Transjakarta Raih Penghargaan GRC 2020 & Performance Excellence Awards

Transjakarta menjadi satu-satunya perusahaan murni milik daerah (BUMD) yang meraih penghargaan bergengsi Governance, Risk and Compliance (GRC) 2020 & Performance Excellence Award. Penghargaan yang diberikan pada Rabu (29/7) di Auditorium TVRI ini diberikan kepada Transjakarta atas upayanya menerapkan tata kelola perusahaan yang baik dengan mengintegrasikan unsur resiko dan kepatuhan dalam pengoperasianya.

Tidak tanggung-tanggung, Transjakarta juga membawa pulang predikat best corporate performance excellence pada ajang kompetisi yang di ikuti oleh 200 perusahaan swasta dan BUMN di Indonesia. “BUMD rasa BUMN” adalah predikat yang diberikan dewan juri kepada Transjakarta pada saat akhir penilaian terhadap berbagai upaya tata kelola dan manajemen resiko yang dilakukan oleh Transjakarta.

Sejak diubah statusnya menjadi badan usaha perseroan oleh Joko Widodo (Jokowi) yang menjabat sebagai Gubenur DKI Jakarta pada tahun 2014, pembenahan terus dilakukan di dalam tubuh Transjakarta agar dapat beroperasi dengan baik dan berkelanjutan dalam melayani kebutuhan warga DKI akan transportasi tentunya dengan standar pelayanan yang sama seperti negara-negara maju lainya.

"Keseriusan Transjakarta dalam perbaikan tata kelola ini tidak main-main. Percepatan pembenahan dilakukan secara agresif mulai tahun 2018 – 2019. Transjakarta memiliki perangkat pengendali internal, perangkat pengelolaan risiko, perangkat perencanaan dan strategi korporasi, perangkat pengawasan internal dan perangkat corporate secretary sebagai landasan tata kelola yang kuat. Berbagai perangkat ini bersinergi dengan baik kedalam sistim operasional Transjakarta hingga mampu mencatatkan peningkatan signifikan dalam berbagai kegiatan operasionalnya," ujar Nadia Diposanjoyo, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/7).

Ajang penghargaan ini digelar oleh Majalah BusinessNews Indonesia dan bekerjasama dengan CEO Forum serta didukung oleh pakar profesional di bidang GCG. Penilaian GRC adalah penilaian system governance, risk dan compliance menggunakan standar internasional. Ini artinya pemenang daripada kompetisi ini telah menjalankan berbagai unsur kepatuhan, tata kelola dan manajemen resiko menggunakan standar yang tidak main main. Dalam hal GRC, Transjakarta kini dapat disandingkan dengan perusahaan BUMN dengan tata kelola GRC terbaik lain seperti PT Jasa Marga (Persero), Bank BRI, Bank BNI, Bank Mandiri, dan PT Pelabuhan Indonesia II.

"Penghargaan ini sangat disyukuri oleh seluruh insan Transjakarta dan menjadi pemicu untuk terus memberikan layanan yang lebih baik bagi warga DKI hingga Jabodetabek dan tentunya menjadikan GRC sebagai gen DNA yang terpatri dalam setiap hembusan nafas operasional Transjakarta," kata Nadia.

Perjalanan panjang yang sudah dilalui Transjakarta dalam upayanya melayani warga DKI untuk berpindah dari satu titik ke titik lainya dengan transportasi massal terintegrasi tak luput dari bimbingan Gubernur DKI terdahulu dan berbagai unsur dinas dari Provinsi DKI yang berkomitmen untuk menata Jakarta sebagai kota yang maju dan berketahanan. Di bawah kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan perjalanan Transjakarta terus dimutakhirkan hingga meraih berbagai penghargaan bergengsi di kelas nasional maupun Internasional pada tahun 2019 – 2020 ini.

Akhir 2019, Transjakarta mengoperasikan 274 rute, berkolaborasi dengan 18 operator bus dan koperasi bus kecil untuk memberikan layanan first mile last mile terintegrasi, menjangkau 85% wilayah DKI. Bersamaan dengan hal tersebut, Penghargaan Sustainable Transport Award diraih Transjakarta pada tahun 2019 disusul dengan penghargaan Tom Tom Traffc Index penurunan kemacetan di DKI, disematkan sebagai pemilik Wow Brand dan Better Brand serta penghargaan Revolusi Mental 2019 oleh Presiden Republik Indonesia.

Awal tahun 2020, Transjakarta kembali dinobatkan sebagai pemilik Wow Brand, meraih Top Digital Innovation Award, dan Rail, Infrastructure & Digital Mobility Business Award (Rimbda) Untuk Bus Rapid Transit dan menyabet GRC Award 2020.

Senin, 27 Juli 2020

100 Halte Transjakarta Dipasangi 236 Unit Mesin Isi Ulang E-Money

Untuk memberikan kemudahan pelanggan melakukan isi ulang non tunai secara mandiri tanpa petugas, Transjakarta menargetkan kesiapan 100 halte dengan 236 mesin isi ulang kartu uang elektronik (e-Money). Pemasangan unit mesin sudah mulai dilakukan sejak pertengahan Juli dan di harapkan rampung pada akhir Agustus ini.

Adapun fitur yang dapat digunakan pada mesin ini meliputi:

1. Cek saldo Kartu Uang Elektronik

2. Top Up Kartu Uang Elektronik

3. Update Balance Kartu Uang Elektronik

4. Pembelian Kartu Perdana

5. Pembelian Kartu Perdana dan Top up melalui applikasi WhatsApp

6. Membeli Pulsa Selular maupun Token listrik

7. Transaksi menggunakan QR Code

Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transjakarta, Nadia Diposanjoyo mengatakan, pihaknya memberlakukan kebijakan penghilangan layanan loket isi ulang dan pembelian kartu menggunakan uang tunai di seluruh loket halte guna mencegah penularan COVID19, dan mulai hari ini, mesin otomatis isi ulang sudah tersedia di beberapa halte koridor diujicobakan untuk kenyamanan pelanggan.

"Untuk saat ini proses pengembangan yang sedang berjalan hanya tinggal transaksi menggunakan debit yang segera disusulkan dalam waktu dekat. Pelanggan yang ingin membeli kartu perdana atau melakukan pengisian ulang atau top up kartu elektronik dapat menggunakan uang tunai," ujar Nadia dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/7).

Selanjutnya untuk menghindari kegagalan transaksi, pelanggan diimbau untuk menggunakan uang tunai dalam kondisi yang baik seperti tidak sobek, tidak kusut, uang yang dilem dan semacamnya.

"Untuk pembelian kartu perdana saat ini yang sudah tersedia adalah kartu Jak Lingko dari 3 (tiga) bank yakni BNI, Mandiri dan BRI. Pembelian kartu senilai Rp 30 ribu dengan saldo sebesar Rp 10 ribu," tandasnya.

Berikut sebagian Halte yang sudah terpasang Vending Machine dan dapat melayani transaksi :

1. Halte Kota (Koridor 1)

2. Halte Harmoni (Koridor 1)

3. Halte Monas (Koridor 1)

4. Halte Sarinah (Koridor 1)

5. Halte Bundaran HI (Koridor 1)

6. Halte Tosari (Koridor 1)

7. Halte Karet (Koridor 1)

8. Halte Bendungan Hilir (Koridor 1)

9. Halte GBK (Koridor 1)

10. Halte Bunderan Senayan ((Koridor 1)

11. Halte Blok M (Koridor 1)

12. Halte Kalideres (Koridor 3)

13. Halte Kp Melayu (Koridor 5)

Senin, 06 Juli 2020

Transjakarta Target Uji Coba 100 Bus Listrik hingga Akhir Tahun

PT Transjakarta menguji coba bus listriknya di rute EV 1 (Balai Kota - Blok M) selama tiga bulan ke depan. Meski saat ini hanya berjumlah dua unit, ke depan ditargetkan jumlahnya terus bertambah hingga 100 unit pada akhir tahun 2020.

"Sementara dua unit dulu karena sifatnya adalah sampel atau uji coba. Hingga akhir tahun nanti kita canangkan sebanyak 100 unit bus listrik. Sedangkan untuk tarif masih gratis, belum ada kajian untuk tarif yang ideal untuk saat ini," ujar Sardjono Jhony Tirtokusumo, Direktur Utama PT Transjakarta, usai peresmian uji coba bus listrik, di kantor Transjakarta, Cawang, Jakarta Timur, Senin (6/7).

Jhony mengungkapkan, Transjakarta memiliki cita-cita membantu menyukseskan program Pemprov DKI Jakarta mewujudkan transportasi aman, nyaman, dan ramah lingkungan.

"Pada 2019 telah dilakukan pra uji coba untuk masuk ke perizinan, kita masuk ke segala sesuatunya ke peraturan berlaku. Kita coba belasan ribu kilometer perjalanan dan sudah ada 13.000 penumpang yang menikmatinya selama itu. Sekarang kita uji coba di jalur komersial Transjakarta selama tiga bulan. Setelah ini laik, kita akan lakukan promosi," tuturnya.

Dia menabahkan, terdapat dua kelebihan bus listrik ini. Pertama kebersihan dan kedua peredam suaranya. Sebab bus ini sangat ramah lingkungan suara yang ditimbulkanya juga tidak bising.
"Ke depan kita juga membuka peluang bagi perusahaan lain yang ingin bekerja sama dengan Transjakarta terkait pengadaan bus listrik. Saat ini baru PT Bakrie Autoparts, ke depan akan ada banyak perusahaan lain," tandasnya.

Senin, 22 Juni 2020

Transjakarta Buka Dua Rute Shuttle Bus Gratis di Kota Tua

PT Transjakarta kembali mengoperasikan dua rute layanan gratis shuttle bus dari dan menuju museum di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Kedua rute tersebut yakni, GR 4 (Taman Kota Intan - Museum Bahari) dan GR 5 (Kota Tua Explorer).

Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transjakarta, Nadia Diposanjoyo mengatakan, rute tersebut beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 - 17.00.

"Kami menyiapkan empat unit armada minitrans dengan kapasitas 15 orang per bus dan dua unit metrotrans low entry (pijakan rendah ramah disabilitas) dengan kapasitas 30 orang per bus. Sedangkan waktu keberangkatan 10 sampai 20 menit," ujar Nadia, dalam keterangannya, Senin (22/6).

Dikatakan Nadia, meski gratis, namun warga yang hendak mengakses layanan tersebut tetap harus melakukan tap on bus (TOB) menggunakan kartu uang elektronik keluaran bank-bank terkemuka di Indonesia dengan tarif nol rupiah.

Berikut rute perjalanan layanan gratis shuttle Kota Tua;

Rute Shuttle GR4;

Kota Intan - Museum Bahari 2 - Simpang Pakin 2 - Simpang Pakin 3 - SPBU Gedong Panjang - Gedong Panjang 2 - BRI Jakarta Kota - Simpang Kota Roa Malaka - Jembatan Kota Intan - Kota Intan.

Rute Shuttle GR5;

Kota Intan - Taman Kota Intan - BNI 46 - Glodok Plaza - Kali Besar Barat 1 - Terminal Bayangan Kota Intan.

Transjakarta juga tetap memberlakukan protokol kesehatan yang telah ditetapkan saat masa PSBB transisi. Protokol tersebut melingkupi protokol kesehatan dan keselamatan operasional bagi karyawan dan pelanggan Transjakarta, yang meliputi sanitasi, dan higienitas bus serta halte BRT secara berkala baik sebelum digunakan maupun sesudah digunakan.

"Lalu protokol pemberlakuan perlindungan diri bagi karyawan dan pelanggan dengan wajib masker dan jarak aman dalam mengantri maupun duduk di dalam bus," katanya.

Ia pun mengimbau ada hal-hal yang harus dipatuhi pelanggan saat di halte bus maupun di dalam bus. Pertama, pastikan sahabat tije dalam keadaan sehat dan bugar, dengan suhu tubuh normal. Petugas tidak akan mengizinkan pelanggan dengan suhu tubuh di atas 37 derajat celcius masuk ke dalam bus.

Kedua, barisan jarak antar antrean pelanggan minimal satu lencang tangan orang dewasa atau 1,5 meter.

Ketiga, maksimal kapasitas daya tampung halte adalah 50 persen dari kapasitas harian normal. Apabila daya tampung halte telah penuh, maka halte akan ditutup dan pelanggan mengantre di luar halte. Mengantre di udara terbuka jauh lebih baik daripada berdesak-desakan di dalam halte. Halte akan kembali dibuka apabila kapasitas sudah menurun.

"Keempat gunakan masker setiap saat ketika mulai keluar rumah, di halte maupun di dalam bus. Kelima, tidak berdesak-desakan ketika akan naik ke dalam bus," tandasnya.

Jumat, 29 Mei 2020

Dilantik Sebagai Dirut, Sardjono Jhony Siap Pimpin Transjakarta Lebih Baik Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hari ini, menunjuk Sardjono Jhony Tjitrokusumo sebagai Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) di Balai Kota Provinsi DKI Jakarta. Proses serah terima jabatan (sertijab) dihadiri langsung oleh kepala Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) Faisal Syafruddin, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Yoga Adiwinarto, seluruh direksi PT Transportasi Jakarta dan disaksikan jajaran komisaris PT Transportasi Jakarta melalui aplikasi zoom.

Pelantikan Jhony sebagai Direktur Utama PT Transportasi Jakarta berdasarkan hasil keputusan para pemegang saham di luar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Transportasi Jakarta tentang Perubahan Susunan Anggota Direksi yang ditandatangani Rabu, 27 Mei 2020.

Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transportasi Jakarta Nadia Diposanjoyo menuturkan, dengan bergabungnya Jhony diharapkan dapat membawa kesegaran bagi Transjakarta untuk terus melakukan inovasi-inovasi yang lebih baik lagi, terutama hal pelayanan bagi pelanggan setia Transjakarta. Selain itu, pengangkatan Jhony diharapkan dapat membantu mengembangkan perusahaan transportasi terbesar di DKI Jakarta yang saat ini sudah menjangkau 80 persen wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga lainnya menjadi lebih baik ke depannya.

Menurut Nadia, ada lima inisiatif strategi yang disampaikan Jhony dalam arahannya Jumat (29/5) di kantor pusat Transjakarta.

"Pertama peningkatan pelayanan. Kedua digital revenue stream. Ketiga cost efektif melalui program BMI/BDMI. Keempat go green. Dan kelima sinergi antar BUMD," ujar Nadia dalam keterangan tertulisnya.

Ditambahkan Nadia, dalam menyambut "New Normal", sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta secara jelas meminta Transjakarta untuk terus menjaga tingkat pelayanan, keamanan dan keselamatan pengguna jasanya.

Sebagai informasi, sebelumnya posisi direktur utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) kosong setelah Agung Wicaksono mengundurkan diri lantaran alasan keluarga sejak 23 Januari 2020 lalu. Posisinya sempat digantikan oleh Donny Andy Saragih yang akhirnya juga mengundurkan diri pada 27 Januari 2020 lalu.

Jhony sendiri sebelum bergabung dengan Transjakarta adalah seorang penerbang yang pernah bekerja di beberapa maskapai dunia, pernah menjadi Direktur Utama Merpati Nusantara Airlines 2010-2012, Pendiri dan pemilik Perusahaan Leste Aviation di Timor Leste tahun 2013, Direktur Operasional Bandara Internasional Jawa Barat, Chairman West Java Enterprises Partnership, Pendiri Leste Development And Invesment Company tahun 2016 dan selanjutnya ia menjabat sebagai Direktur Pengembangan Usaha PT Angkasa Pura 1 (Persero) sejak 2017 hingga 2020 yang membawahi portofolio Bisnis Induk Usaha, IT dan Digitalisasi.

Rabu, 29 April 2020

Transjakarta Raih Tiga Penghargaan TOP Digital Innovation Award

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) kembali berhasil menerima penghargaan bergengsi di ajang TOP Digital Innovation Award 2020.

Tak tanggung-tanggung, dalam penghargaan yang diselenggarakan Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemristek/BRIN), BPPT, Forum Teknologi Informasi (FORTI) BUMN dan Itech, PT Transjakarta mendapatkan tiga penghargaan.

"Ada tiga penghargaan yang diterima PT Transjakarta, dan saya mewakili untuk menerima penghargaan tersebut secara langsung," ujar Yoga Adiwinarto, Plt Dirut Transjakarta, Rabu (29/4).

Tiga penghargaan yang diraih PT Transjakarta dalam acara yang berlangsung di kantor TVRI Nasional, Jl Gerbang Pemuda, Tanah Abang, Jakarta Pusat, yakni TOP Corporate Performance 2020, TOP CEO in Digital Transformation-Chief Executive Officer 2020, dan TOP CIO in Digital Business Process-Chief InformationTechnology 2020.

Menurutnya, prestasi ini tidak lepas dari dukungan dan komitmen yang diberikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan jajaran Pemprov DKI, khususnya Dinas Perhubungan, Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik DKI Jakarta serta Badan Pembinaan BUMD yang selama ini terus mendukung PT Transjakarta untuk menerapkan transformasi digital.

"Semoga penghargaan ini dapat menjadi pemacu semangat kami, manajemen Transjakarta untuk dapat terus menerapkan digitalisasi dalam seluruh aspek pelayanan dan operasi Transjakarta, demi pelayanan yang lebih baik. Ke depan semua staf Transjakarta juga jadi lebih baik dalam melayani masyarakat dari segi transportasi umum dan lainnya," tandas Yoga.

Minggu, 05 April 2020

PT Transjakarta Sosialisasikan Wajib Masker Bagi Penumpang

PT Transjakarta akan mewajibkan penumpangnya mengguna masker. Ini dilakukan menyusul adanya Seruan Gubernur DKI Jakarta Nomor 9 Tahun 2020 tentang Penggunaan Masker.

Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transjakarta, Nadia Diposanjoyo mengatakan, mulai Senin (6/4) besok, pelanggan Transjakarta diwajibkan menggunakan masker dan mulai tanggal 12 April 2020, pelanggan yang tidak menggunakan masker tidak didapat menggunakan layanan Transjakarta.

"Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Coronavirus Disease (COVID-19) yang semakin meluas," ujar Nadia, Minggu (5/4).
Dikatakan Nadia kebijakan baru ini tidak meninggalkan kebijakan-kebijakan sebelumnya yang sudah diberlakukan di Transjakarta terkait darurat COVID -19, seperti memastikan sanitasi di halte maupun bus, menjaga jarak antar pelanggan satu dengan lainnya, mendeteksi suhu tubuh, mendahulukan petugas medis dan menyediakan hand sanitizer serta wastafel portable di beberapa halte serta memberlakukan pembatasan jumlah pelanggan di dalam bus maupun di halte untuk memastikan jarak aman antar pelanggan terpenuhi.

"Transjakarta tetap mengajak kepada pelanggan untuk sebaiknya tetap di rumah saja dan selalu menjaga kesehatan dengan memberikan asupan yang cukup agar daya tahan tubuh tetap baik dalam kondisi saat ini," tandasnya.

Kamis, 02 April 2020

PT Transjakarta Terapkan Pembatasan Layanan

PT Transjakarta menerapkan pembatasan layanan mulai Kamis (2/4). Ini dilakukan sesuai dengan perpanjangan masa Tanggap Darurat Coronavirus Disease (COVID-19) oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Dalam pembatasan layanan ini, Transjakarta hanya melayani rute dalam koridor. Sedangkan rute lainnya masih setop layanan sementara.

Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transportasi Jakarta, Nadia Diposanjoyo mengatakan, jam layanan operasional dimulai pukul 06.00 - 20.00 dengan tetap memberlakukan physical distancing.

"Selain itu Transjakarta tetap memastikan sanitasi di halte maupun di bus dengan membersihkan bus dan halte menggunakan cairan desinfektan," ujar Nadia.

Berikut rute layanan Transjakarta yang beroperasi mulai 02 April 2020 :

  1. Koridor 1 Blok M - Kota
  2. Koridor 2 Pulo Gadung - Harmoni
  3. 2A Pulo Gadung I - Asmi
  4. 2D ASMI - Kalideres
  5. Koridor 3 Kalideres – Pasar Baru
  6. 3F Kalideres – Gelora Bung Karno
  7. Koridor 4 Pulo Gadung 2 – Dukuh Atas 2
  8. 4C TU Gas – Bundaran Senayan
  9. 4d TU Gas – Kuningan
  10. Koridor 5 Kampung Melayu – Ancol
  11. 5C PGC 1 – Harmoni

  12. 5D PGC 1 – Ancol
  13. 5E Kampung Rambutan – Ancol
  14. 5K Kampung Melayu - Kota
  15. Koridor 6 Ragunan – Dukuh Atas 2
  16. 6A Ragunan – Monas via Kuningan
  17. 6B Ragunan – Monas via Semanggi
  18. Koridor 7 Kampung Melayu – Kampung Rambutan
  19. 7F Kampung Rambutan – Harmoni
  20. 7M Kampung Rambutan – Pulo Gadung
  21. Koridor 8 Lebak Bulus – Harmoni
  22. A Grogol 2 – Harmoni
  23. Koridor 9 Pinang Ranti – Pluit
  24. 9A PGC 2 – Grogol 2
  25. 9B Pinang Ranti - Kota
  26. 9C Pinang Ranti – Bunderan Senayan
  27. 9K Kampung Rambutan – Grogol
  28. 9M Pinang Ranti – Halimun via Kuningan
  29. Koridor 10 PGC 2 – Tanjung Priok
  30. Koridor 11 Kampung Melayu – Pulo Gebang
  31. Koridor 12 Penjaringan – Tanjung Priok
  32. Koridor 13 CBD Ciledug – Tendean
  33. 13A Puri Beta – Blok M

"Pembatasan jumlah penumpang yaitu 60 orang untuk bus gandeng dan 30 orang untuk bus besar. Kami selalu mengimbau kepada pelanggan untuk selalu jaga jarak," tandasnya.

Rabu, 05 Februari 2020

Pelanggan Transjakarta Tembus Satu Juta Per Hari

Melalui komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna moda transportasi umum, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mencatatkan sejarah baru dengan jumlah pelanggan yang sudah mencapai lebih dari satu juta orang per hari.

Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transjakarta, Nadia Diposanjoyo mengatakan, pada Selasa, 4 Februari 2020, sudah dilayani sebanyak 1.006.579 pelanggan.

"Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan Selasa, 28 Januari lalu yang mencapai 987.583 Pelanggan," ujarnya, Rabu (5/2).

Nadia menjelaskan, pencapaian ini tidak lepas dari dukungan dan program-program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

"Salah satu poin terbesar yang mengumbang pencapaian lebih dari satu juta pelanggan adalah adanya program layanan transportasi terintegrasi, Mikrotrans Jak Lingko yang dicanangkan oleh Pak Gubernur. Layanan ini sangat membantu sebagai moda first mile dan last mile masyarakat," terangnya.

Ia menambahkan, pencapaian ini diraih juga tidak terlepas dari konsistensi PT Transjakarta dan Pemprov DKI dalam menyediakan layanan transportasi teintegrasi.

"Kami akan terus memberikan layanan maksimal bagi pelanggan kami tentunya. Terima kasih telah bersama kami dalam memajukan transportasi di DKI Jakarta," ungkapnya.

Saat ini, sambung Nadia, PT Transjakarta sedang fokus dalam mengupayakan program mandiri bertransportasi. Guna mewujudkan itu, PT Transjakarta telah menerapkan sistem pengarah perjalanan (wayfinding) serta memasang alat Tap on Bus (ToB) di seluruh armada Non Bus Rappid Transit (BRT). Bahkan, dalam jangka 5-10 tahun ke depan, PT Transjakarta sudah menyiapkan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP).

"Kami menekankan empat target utama yang akan dicapai yaitu, terkait peningkatan ridership, pelayanan armada, infrastruktur, dan pendapatan nontiket," ucapnya.

Menurutnya, untuk target jumlah pelayanan armada bus Transjakarta ditingkatkan hingga 19 persen atau mencapai 4.334 armada. Rinciannya, sebanyak 967 BRT, 1.167 bus non-BRT, dan 2.200 mikrotrans.

"Kami juga melakukan penambahan jangkauan layanan dari 278 rute menjadi 285 rute," tandasnya.

Jumat, 17 Januari 2020

Jumlah Penumpang Transjakarta 2019 Meningkat Signifikan

Jumlah penumpang PT Transjakarta pada 2019 naik 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini tidak lepas dari inovasi-inovasi baru dalam sistem transportasi Jak Lingko yang ada di DKI Jakarta.

Direktur Utama PT Transjakarta Agung Wicaksono mengatakan, untuk tahun 2019 secara total ada 264,6 juta penumpang yang berhasil dilayani. Angka ini terus naik sejak 2017 yang hanya melayani 144,72 juta penumpang, dan 2018 melayani 188,9 juta penumpang.

“Pada tahun 2019 kami mengangkut sebanyak 264,6 juta pelanggan, rekor tertinggi dalam sejarah. Ini tentunya angka yang luar biasa untuk Transjakarta. Data menunjukan bahwa warga DKI sangat antusias menyambut baik pelayanan Transjakarta,” ujar Agung, Jumat (17/1).

Kenaikan tersebut tidak lepas dari keberhasilan PT Transjakarta yang mengintegrasikan sistem Bus Rapid Transit (BRT) dengan mikrobus (angkot) dalam program unggulan Pemprov DKI Jak Lingko dan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta. Hingga saat ini PT Transjakarta setidaknya memiliki 247 rute.

Sementara itu, tercatat 1.638 unit mikrotrans yang telah bergabung dengan program Jak Lingko di tahun 2019 terjadi peningkatan sekitar 267 persen dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Angkutan First Mile dan Last Mile Mikrotrans ini sebelumnya di 2017 tahun pertama kali program ini diluncurkan beroperasi hanya dengan 445 Unit.

"Untuk selanjutnya sebagai landasan 10 tahun ke depan menuju Layanan 5.0 Transjakarta tahun ini mulai mengembangkan pembayaran digital di luar TOB (tap on bus) seperti QR code. Hal ini untuk memastikan berbagai kolaborasi dapat terwujud," jelasnya.

Beberapa strategi untuk peningkatan kualitas transportasi di Jakarta telah disiapkan, yakni pertama mata rantai sistem transportasi berbasis jalan ramah lingkungan diawali dengan bus listrik yang akan beroperasi. Kedua, pengusahaan pembiayaan agar dapat melapisi PSO.

"Diantaranya peningkatan pemanfaatan aset seperti Non Fare Box yang sudah di dalam pipeline, dan berbagai inovasi lain agar perseroan tetap relevan di hati pelanggan," tuturnya.

Untuk sistem ketiga yang mutlak dijalankan agar perseroan tetap dapat hadir melayani secara berkelanjutan bagaimana membentuk budaya mandiri dalam bertransportasi. Secara perlahan Transjakarta mulai melakukan perubahan dengan menerapkan sistem way finding dan alat Tap On Bus (TOB) yang sudah diberlakukan dan terus disosialisasikan.

"Transjakarta optimis bisa beriringan mengajak masyarakat beralih dari kendaraan umum ke transportasi publik. Ini seiring dengan cita-cita Pemprov DKI untuk mewujudkan Jakarta menjadi kota 4.0,” tandasnya.

Rabu, 01 Januari 2020

Beberapa Koridor Transjakarta Setop Operasi Sementara

Akibat genangan yang terjadi pada beberapa ruas jalan, beberapa koridor bus Transjakarta dan Mikrotrans dihentikan untuk sementara operasionalnya, Rabu (1/1) pagi.

Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transportasi Jakarta, Nadia Diposanjoyo mengatakan, sejak pukul 08.00 terdapat lima koridor yang setop operasi yaitu koridor dua, tiga, delapan, sembilan dan 10.

"Sedangkan koridor lima dilakukan perpendekan hanya sampai Jembatan Merah. Koridor enam dilakukan perpendekan hanya sampai Setiabudi Aini dan Koridor 13 diperpendek," ujar Nadia, Rabu (1/1).

Sementara untuk koridor lain seperti koridor satu, empat , tujuh, 11 dan 12 hingga saat ini masih normal.

"Info sementara rute Mikrotrans yang masih operasi yaitu JAK 1, 3, 15, 16, 19, 25, 28, 37, 58, 64, 73, dan Jak 117. Yang lainnya setop operasi karena lintasan cenderung air naik," tandasnya.

Rabu, 11 Desember 2019

497 Armada Transjakarta Sudah Terpasang Alat Tap On Bus

Sebanyak 497 armada Royal Trans dan Low Entry milik PT Transjakarta telah terpasang alat Tap On Bus (TOB). Ini akan menjadi menjadi solusi komprehensif sistem transportasi ibukota yang efisien, efektif, serta mendatangkan manfaat bagi warga pengguna transportasi ini.

Direktur Utama PT Transportasi Jakarta, Agung Wicaksono mengatakan, pemasangan TOB  ini merupakan upaya untuk membangun budaya mandiri dalam bertransportasi dan memastikan akurasi pendapatan seperti layaknya transportasi di kota-kota maju di dunia.

Pemasangan TOB ini masih akan terus dilakukan ke depannya seiring adanya penambahan baik semua armada milik Swakelola TransJakarta maupun milik mitra operator terpasang.

“Kami sedang berkordinasi dengan para operator untuk pemasangan sesuai dengan spesifikasi teknis pada masing-masing merk bus milik operator. Sampai saat ini seluruh bus merek Scania dan Mercedes Benz dari bus swakelola Transjakarta sudah terpasang,” ungkap Agung, Rabu (11/12)

Sampai saat ini tercatat sudah  497 alat pembayaran elektronik yang terpasang pada bus Low Entry dan Royaltrans yang melayani di 10 rute Non Bus Rapid Transit (BRT) atau non koridor milik Transjakarta.

"Langkah selanjutnya yang akan kami lakukan adalah melakukan sosialisasi terkait pemasang TOB. Tahapan sosialisasi ini akan dilakukan baik secara online maupun offline," terang Agung.

Sementara sosialisasi berjalan, Transjakarta masih akan menyiapkan beberapa mesin EDC dan tiket sobek sebagai cadangan untuk sementara waktu, hingga seluruh bus terpasang mesin pembayaran elektronik.

"Pemasangan TOB ini merupakan salah satu cara meningkatkan kehandalan dalam hal pembayaran. Dengan ini juga TransJakarta ikut mendorong pelanggan untuk membudayakan mandiri dalam bertransportasi," tandasnya.

Kamis, 14 November 2019

PT Transjakarta Ikut Lokakarya C40 Cities di Oslo

Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Nadia Diposanjoyo, menjadi salah satu wakil dari Jakarta yang ikut dalam Lokakarya C40 Cities di Oslo, Norwegia, pekan lalu. 

Pertemuan yang diikuti 10 kota besar di dunia ini membahas berbagai upaya mengembangkan diri menjadi kota yang bersih, nyaman, dan sehat bagi warganya. Selain perwakilan dari Jakarta, kota lain yang hadir pada lokakarya ini di antaranya, Austin, Nanjin, London, Los Angeles, Madrid, Mexico City, San Fransisco dan Seattle. 

Menurut Nadia, pembenahan Jakarta yang dicanangkan Gubernur Anies Baswedan dalam program Urban Regeneration mirip dengan start awal Oslo menjadi kiblat dunia untuk kota yang bersih, sehat, dan nyaman.

“Oslo itu Electric Vehicle Capital City Of The World, ibukota dunia kendaraan listrik. Semua jenis kendaraan dan alat transportasi sudah beralih ke listrik. Peralatan pembangunan infrastruktur juga menggunakan tenaga listrik,” katanya, Kamis (14/11).

Dari 94 kota besar dunia yang tergabung dalam kelompok C40 ini, ungkap Nadia, Jakarta merupakan salah satu kota penting yang memiliki tekad melakukan perubahan radikal perbaikan kualitas udara sekaligus meningkatkan peluang kesehatan, kesejahteraan, dan ekonomi warga.

Dalam C40 ini, Jakarta menjadi komite pengarah bersama  Amman, Boston, Kopenhagen, Durban, Hong Kong, London, Los Angeles, Mexico City, Milan, Paris, Seoul, dan Tokyo.

Sebagai bagian dari komite pengarah, Jakarta ikut memberikan arahan dan tata kelola yang strategis dalam mengatasi perubahan iklim dan peningkatan kesejahteraan bagi sesama.

“Bagi dunia, tujuan akhirnya menjaga iklim tetap kondusif dan menahan laju suhu global yang terus memanas,” tandasnya.

Kamis, 31 Oktober 2019

Transjakarta dan ITB Sepakati Kerja Sama Pengembangan Teknologi

PT Transjakarta dan Institut Teknologi Bandung (ITB), menandatangani kesepakatan kerja sama untuk pengembangan riset dan teknologi serta bidang pengabdian masyarakat.

Direktur Utama PT Transjakarta, Agung Wicaksono mengatakan, pada kesempatan itu pihaknya juga melakukan sosialisasi mengenai pembangunan sistem transportasi berbasis bus rapid transit (BRT).

"Pada kesempatan ini kami memamerkan bus BRT low entry Metrotrans untuk model standarisasi minimum layanan dan pemeliharaan kendaraan layanan publik," ujarnya, Kamis (31/10).

Selain itu, lanjut Agung, pihaknya juga memaparkan peningkatan jumlah penumpang yang saat ini hampir mencapai satu juta orang setiap harinya.

"Pencapaian itu juga menjadi acuan diskusi dalam kegiatan stadium general," tandasnya.

Selasa, 22 Oktober 2019

Asyik, Stasiun LRT Pegangsaan Dua Terintegrasi dengan Transjakarta

Armada Transjakarta Rute Non BRT jurusan Sunter - Kelapa Gading, mulai Rabu (23/10), sudah melintasi Stasiun LRT Pegangsaan Dua.

Corporate Communication Manager PT LRT Jakarta, Melisa Suciati mengatakan, semangat integrasi antara LRT dan Transjakarta untuk menumbuhkan tingkat pengguna transportasi publik di Jakarta.

"Pengguna LRT Jakarta yang tiba di Stasiun Pegangsaan Dua dapat melanjutkan perjalanan menuju Mal Artha Gading dan Mall of Indonesia dengan Mini Trans 10F di area penjemputan Stasiun LRT Pegangsaan Dua." tuturnya, Selasa (22/10).

Dia menambahkan, warga permukiman yang tinggal di area Kelapa Gading juga dapat menikmati fasilitas Rute 10F untuk menuju ke Stasiun Pegangsaan Dua, kemudian melanjutkan dengan menggunakan kereta LRT sesuai dengan rute yang dituju.

"Rencananya Rute 10F melewati perumahan sepanjang Jalan Boulevard Artha Gading hingga Jalan Raya Kelapa Nias, juga apartemen Gading Nias. Transjakarta juga telah mengirimkan desain mini trans yang akan digunakan besok berwarna oranye," tandasnya.