Tampilkan postingan dengan label Bekasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bekasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Maret 2017

Pembangunan Prasarana LRT Jabodebek

The Most Recent High-Tech Innovation of LRT (Light Rail Transit) Jabodebek



Pembangunan prasarana LRT Jabodebek yang dikerjakan ADHI bertujuan menambah alternatif transportasi publik massal dan mempermudah akses warga Jabodebek untuk beraktifitas tanpa mengkhawatirkan kemacetan dijelaskan dengan visualisasi dan ilustrasi yang inovatif.
[adhikaryaID]

Jumat, 20 Januari 2017

Transjakarta Layani Rute Pulogebang-Bekasi sesuai Instruksi Pemerintah

Operasional PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) rute Pulogebang-Bekasi merupakan implementasi atas instruksi Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan DKI Jakarta, BPTJ (Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek).

Demikian diungkapkan Direktur Utama Transjakarta Budi Kaliwono dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (20/1).

Menurutnya, Transjakarta senantiasa siap melaksanakan keputusan pemerintah atas tuntutan supir angkutan umum perkotaan (angkot) K-01 tujuan Bekasi-Pulogadung. “Sementara belum ada perubahan kebijakan maka kami akan tetap beroperasi melayani rute Pulogebang-Bekasi,” ujarnya di Jakarta, Kamis (20/1).

Saat ini Transjakarta melayani rute Pulogebang-Bekasi dengan lima unit bus setiap harinya.

Layanan yang dioperasikan sejak 29 Desember 2016 lalu mendapat respon positif dari masyarakat. Hal itu terbukti dari jumlah pelanggan yang terus meningkat sejak dirilis.

_

Humas

PT Transportasi Jakarta

Minggu, 13 November 2016

Transjakarta Perpanjang Waktu Layanan

JAKARTA, Jumat (11/11): Komitmen dalam menyediakan layanan transportasi publik yang aman, nyaman dan terjangkau di DKI Jakarta kembali direalisasikan oleh PT Transportasi Jakarta dengan memperpanjang waktu layanan reguler untuk koridor 1 hingga 11. Serta rute layanan PGC (Pusat Grosir Cililitan)-Harmoni dan Bekasi Barat.

“Untuk hari Jumat dan Sabtu, waktu layanan diperpanjang hingga pukul 24.00 WIB. Sedangkan hari Senin-Kamis sampai pukul 23.00 WIB,” kata Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono di Jakarta, Jumat (11/11).

Perpanjangan waktu layanan yang dilaksanakan Transjakarta didukung dengan penambahan bus. Sehingga diharapkan waktu kedatangan bus di halte bisa setiap 15 menit.

Perpanjangan waktu layanan bertujuan melayani pelanggan yang membutuhkan sarana transportasi untuk beraktivitas. Misalnya wisata malam atau kuliner hingga dini hari dan transportasi dari tempat kerja kembali ke rumah.

Selain itu untuk menghadirkan kenyamanan dan keamanan bagi pelanggan. “Pelanggan yang pulang malam merasa tenang karena tersedia angkutan umum yang layak,” ujar Budi.

Pengembangan layanan itu menunjukkan Transjakarta berkomitmen melayani pelanggan 24 jam dalam satu hari, 7 hari dalam seminggu, dan 365 hari setiap tahunnya

Ia menambahkan perpanjangan waktu layanan sebagai usaha Transjakarta memberikan pelayanan publik yang cepat, aman, nyaman, manusiawi, efisien, berbudaya dan bertaraf internasional.

Humas

PT Transportasi Jakarta

Jumat, 12 Agustus 2016

Transportasi Massal Perkotaan Harus Terintegrasi

Berbagai upaya dilakukan oleh Kementerin Perhubungan melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) untuk menyamakan persepsi guna mengurai kemacetan. Karenanya pemerintah pusat, pemerintah daerah, para operator, dan srakegolder lain yang terlibat dalam penyelenggaraan angkutan perkotaan harus duduk bersama agar ada ketersambungan antar moda angkutan massal perkotaan tersebut.

Karenanya BPTJ mengundang para penyelenggara angkutan massal perkotaan tersebut duduk bareng dan berdiskusi melalui acara focus group discussion yang mengangkat tema Pengintegrasian Pelayanan Angkutan Umum, yang diselenggarakan di kantor BPTJ Jl. MT Haryono Kav. 45-46 Jakarta.
Pada acara tersebut hadiri direktur utama kereta kommuter jakarta muhammad fadhilah, pakar transportasi milatia kusuma, dan perwakilan dari LRT Adi Karya, LRT Jakpro, PT Angkasa Pura II dan Dishub DKI.

Selama ini angkutan umum masih berjalan sendiri-sendiri, belum terintegrasi antara satu dengan lainnya. Hal tersebut disebutkan oleh Kepala BPTJ Elly Adriani Sinaga bahwa sampai saat ini para penyelenggara angkutan perkotaan tersebut merancang dan membangun proyeknya masih sendiri-sendiri, belum terintegrasi.  "Misal di Dukuh Atas, disana ada MRT, KCJ dan LRT tetapi tidak terkoneksi. Bagaimana jika dibiarkan sendiri-sendiri dalam membangunnya?" katanya, Kamis (11/8/2016).

Paling tidak menurut Elly ada 3 hal yang harus dilakukan dalam mengintegrasikan moda-moda tersebut. Yaitu pertama integrasi fisik, kedua integrasi sistem pembayaran, dan ketiga  standar payanan yang sama di setiap moda.

Integrasi fisik ini menurut Elly adalah jika pindah moda, maka akan dibuatkan standarnya paling jauh misal 200 meter dan harus ada jalur penghubungnya, tidak terputus. "Contoh di wilayah Kota, harusnya terintegrasi antara stasiun Kota dengan transjakarta. Begitu pula di stasiun Manggarai dan stasiun Palmerah yang angkutan umumnya belum terintegrasi antara KCL dengan transjakarta. "Ini harus diatur segera pengintegrasiannya. Dan pada pelaksanaannya semua stasiun harus mempunyai standar integrasi yang sama," jelas Elly.

Titik-titik transport point penintegrasian tersebut harus ditetapkan dan disepakati oleh semua pihak dan ini akan ditetapkan kemudian pada pertemuan lain. BPTJ akan mengatur pengintegrasian BRT (Transjakarta) dengan KCJ segera.

Pengintegrasian yang kedua adalah sistem pembayaran. Selain fisiknya, BPTJ akan mencoba mengintegrasikan sistem pembayaran antara KCJ dengan TransJakarta. "Mereka (KCJ dan Transjakarta) telah setuju untuk dilaksanakan pengintegrasian sistem pembayaran ini," ujar Elly.

Pengintegrasian ketiga adalah integrasi schedule. Menurut Elly, dalam hal ini para penumpang akan dapat mengetahui jadwal perjalanan kereta api, juga bus transjakarta. "Jadi sebelum beralih ke moda lain.  Misal masih di dalam KCJ, penumpang akan tahu oh bus saya datang 2 menit lagi. jadi dia tidak gelisah menerka-nerka mana busnya," lanjut Elly.

Saat ini BPTJ juga sedang menyusun kriteria / standar integrasi fisik, seperti yang telah disebutkan sebelumnya. " standarnya itu contoh jarak perpindahan moda sekitar 200 m, sistem pembayarannya harus satu, bisa dipakai oleh KCJ maupun Transjakarta. tidak boleh ada gap", beber Elly.
Evaluasi untuk LRT adalah pentarifan harus ada standar, tidak ada tarif pemerintah pusat dan daerah. "LRT yang dibangun Jakpro maupun Adi Karya tarifnya harus sama. Tak boleh beda," kata Elly.

Diharapkan MRT (yang saat ini sedang dibangun), LRT (2018 akhir) dan KCJ harus  bisa terintegrasi antara satu dengan lainnya sesuai dengan target operasinya, dan BPTJ tengah membangun rincian titik integrasinya, contoh lebak bulus yang rencananya akan digantikan dengan pondok cabe, semestinya dipikirkan kondisi pondok cabe saat ini, karena lokasinya berada masuk ke tengah pasar, gimana bus besar bisa melewatinya.

"Sehingga saya pikir kalau memang lebak bulus gede, ya disitu aja, kembaliin lagi kesitu. Begitu juga dengan dukuh atas yang masalah, cawang juga, masa di situ ada KCJ, dan LRT nya hanya 500 m, kenapa ga bisa disatuin aja," lanjut Elly.

Setelah nanti sistem di BRT dan KCJ terintegrasi yang segera akan direalisasikan, MRT dan LRT akan menyusul menyesuaikan yg sudah ada. Saat ini pembangunan MRT tahap I yang tekah berjalan yaitu Lebak Bulus – HI. setelah itu dilanjutkan dari HI -Kp. Bandan / Ancol.

LRT yang saat ini sedang dibangun pada Tahap I yaitu adalah Kelapa Gading – Dukuh Atas. "Setelah itu akan dilanjut lagi termasuk juga LRT sampe se Jabodebek. sekarang kan yang Cibubur kesini, trus dari Cawang ke Bekasi Timur nyambung lagi ke dukuh Atas. semuanya bertahap," tambahnya.

Kamis, 28 April 2016

Adu Cepat Feeder Transjakarta vs Mobil Pribadi

Bus Feeder Transjakarta sudah diluncurkan pada Senin lalu. Tapi, secepat apa bus Feeder Transjakarta dari daerah penyanggah ke Pusat Kota Jakarta dibangkan dengan mobil pribadi yang selama ini menjadi andalan mayoritas warga? Ini dia liputan adu cepat feeder Transjakarta vs Mobil Pribadi.

Senin, 25 April 2016

PT Transjakarta Buka 6 Rute Baru


Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta bersama PT Transjakarta serta operator Perum Pengankutan DJakarta (PPD) membuka rute baru penjangkau daerah penyangga, Senin (25/4/2016). Rute baru dioperasikan setelah pihak Dishubtrans DKI melakukan koordinasi dengan daerah penyangga dan mendapat persetujuan dari daerah penyangga seperti Depok dan Bekasi. Dari Informasi yang dihimpun Beritajakarta TV, PT Transjakarta telah membuka 6 rute baru yaitu Bekasi Barat-Tanjung Priuk, Bekasi Barat-HI, Bekasi Timur-Grogol, Manggarai-UI Depok, Lebak Bulus-Kota dan Lebak Bulus Pulogadung. Meski demikian rute-rute tersebut sewaktu-waktu bisa berubah sewaktu-waktu sesuai kebutuhan warga. Selain itu setiap rute baru, dilayani oleh 5 bus sambil menunggu evaluasi terkait jumlah penumpang, jika jumlah penumpang meningkat maka bus akan ditambah. Bus-bus dengan Rute baru ini beroperasi dari pukul 05:00 sampai 22:00 WIB dengan tarif Rp 3.500 sekali bayar dan bisa berpindah koridor tanpa bayar. Untuk saat ini PT Transjakarta telah mengoprasikan 240 bus di seluruh koridor di Jakarta dan pihak PPD selaku operator juga mengerahkan 600 unit yang dioprasikan di Jabotabek.
[Berita Jakarta]

Senin, 18 April 2016

Pekan Depan Transjakarta Layani Bodetabek

Bus Transjakarta mulai pekan depan akan melayani jalur Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek). Sebanyak 20 unit bus Transjakarta dikerahkan untuk tahap awal pelayanan tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan, dengan dioperasikannya bus Transjakarta di daerah penyangga ini diharapkan warga di luar Ibukota juga beralih ke transportasi umum.

"Mulai minggu depan bus Transjakarta melayani wilayah Bodetabek. Tahap awal kita luncurkan 20 armada, kemudian ke depannya bertambah secara bertahap," ujar Andri, usai peluncuran 651 bus Transjakart, Senin (18/4).

Menurut Andri, setiap bus Transjakarta dari penyangga melayani di daerah perbatasan. misalnya untuk bus dari Bekasi dan Bogor akan melayani sampai Cawang. Dari Depok sampai ke Pasar Minggu dan dari Tangerang melayani sampai Kalideres atau Grogol.

Jumat, 24 April 2015

Transjakarta Akan Beroperasi 24 Jam hingga ke Daerah Penyangga

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana mengoperasikan bus Transjakarta selama 24 jam. Hal itu akan dilakukan secara bertahap sambil menunggu jumlah bus.

"Bukan hanya di Jakarta, kita mau hingga daerah penyangga beroperasi 24 jam. Karena aktivitas masyarakat kita kan cukup tinggi," ujar Andri Yansyah, Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta, Minggu (24/4/2016).

Menurut dia, saat ini interval bus antar halte sebenarnya sudah cukup baik. Apalagi dengan penambahan bus yang direncanakan mencapai 1.500 unit yang hingga kini masih berproses.

"Minggu lalu sudah 600 unit, jadi ini jalan terus, kalau bus kita sudah cukup, maka akan kita jalankan 24 jam," katanya.

Apalagi, sambung Andri, saat ini aktivitas dari daerah penyangga cukup tinggi. Sehingga jumlah bus terus diperbanyak agar mampu melayani seluruh masyarakat.

"Jadi nanti tidak ada lagi angkutan malam hari (Amari), karena sudah jalan terus. Kalau kenyamanannya sudah tinggi dan interval waktunya pendek kita yakin orang akan pilih naik bus kita," ujar Andri.

Kamis, 15 Januari 2015

7 Rute Kereta LRT yang Bakal Dibangun di Jakarta

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengungkapkan pengkajian rute untuk Light Rail Transit (LRT) di Jakarta sudah selesai. Pihaknya sudah menetapkan 7 rute untuk LRT dalam kota.

"Sudah selesai 7 rute. Sudah lengkap. Dalam kota. Nanti saya dari Pluit naik LRT ke sini kalau sudah selesa," ucap Basuki alias Ahok di Balaikota Jakarta, Kamis (15/1/2015).

Ketujuh rute tersebut ialah Kebayoran Lama-Kelapa Gading sepanjang 21,6 km, Tanah Abang-Pulo Mas sepanjang 17,6 km, Joglo-Tanah Abang sepanjang 11 km, dan Puri Kembangan-Tanah Abang sepanjang 9,3 km. Lalu Pesing-Kelapa Gading sepanjang 20,7 km, Pesing-Bandara Soekarno-Hatta sepanjang 18,5 km, dan Cempaka Putih-Ancol sepanjang 10 km.

Untuk rancangan atau desain pembangunannya, Ahok menyerahkan kepada BUMD DKI, yakni PD Pembangunan Jaya dan Jaya Konstruksi. Estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan setiap satu rute adalah sekitar Rp 7,5 triliun.

"Makanya itu gunanya kita punya BUMD. Saya tugaskan BUMD kami, saya minta tolong desainkan semua," jelas Ahok.

Ahok sebelumnya mengatakan LRT tersebut rencananya juga akan dibangun dari Jakarta hingga Bekasi, Jawa Barat. Rute yang ditargetkan yakni dari pesisir utara Jawa, Kota Tangerang-Bandara Soekarno Hatta-Ancol-PRJ Kemayoran-Pulogadung-Bekasi.

Mantan Bupati Belitung Timur itu menambahkan, seluruh rencana pembangunan proyek LRT tersebut segera dibicarakan pihak pemerintah daerah mitra yang daerahnya akan dilintasi angkutan massal tersebut LRT. Seperti Tangerang dan Bekasi. "Transportasi massal sama, light trail kita sampai Bekasi. Tahun ini kita mau diskusikan. Titiknya di mana," tandas Ahok.

Light Rail Transit (LRT) atau kereta api ringan merupakan salah satu sistem kereta penumpang yang beroperasi di kawasan perkotaan. Konstruksi keretanya ringan dan bisa berjalan bersama lalu lintas lain atau dalam lintasan khusus yang disebut tram.

Kereta api ringan banyak digunakan di berbagai negara di Eropa dan telah mengalami modernisasi, antara lain dengan otomatisasi, sehingga dapat dioperasikan tanpa masinis, bisa beroperasi pada lintasan khusus, penggunaan lantai yang rendah (sekitar 30 cm) yang disebut sebagai low floor LRT untuk mempermudah naik turun penumpang.

Senin, 08 Desember 2014

Hari Ini, KRL Jabodetabek Tambah 31 Rute Perjalanan

Mulai Senin 8 Desember 2014, PT KAI Commuter Jabodetabek menambah 31 perjalanan Kereta Rel Listrik yang akan terbagi pada tiga lintas.

Hal itu disampaikan Humas PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) Eva Chairunnisa melalui pesan BlackBerry, Minggu 7 Desember 2014 malam.

"Di antaranya 11 perjalanan untuk lintas Bekasi-Jakarta Kota, 8 perjalanan untuk lintas Bogor-Jakarta Kota/Jatinegara dan 12 perjalanan untuk lintas Tangerang-Duri," katanya.

Menurut Eva, dengan penambahan itu maka total perjalanan KRL di Jabodetabek menjadi 724 perjalanan per hari.

Berikut data penambahan jadwal perjalanan:

1. Lintas Tangerang - Duri

Keberangkatan dari Stasiun Tangerang - Duri : 07.00 - 08.30 - 10.00 - 16.00 - 17.40 - 19.25.
Keberangkatan Stasiun Duri - Tangerang: 07.40 - 09.10 - 10.40 - 16.40 - 18.05 - 20.05

2. Lintas Bekasi - Jakarta Kota

Keberangkatan Stasiun Bekasi - Jakarta Kota: 06.26 dan 08.18
Keberangkatan Stasiun Bekasi - Manggarai: 18.03 - 19.46 - 21.20
Keberangkatan Stasiun Manggarai - Bekasi: 05.49 - 17.27 - 19.06 - 20.35
Keberangkatan Stasiun Jakarta Kota - Bekasi: 07.12 dan 09.14

3. Lintas Bogor-Jakarta Kota-LoppLine 

Keberangkatan Stasiun Bogor - Jatinegara : 11.37
Keberangkatan Stasiun Bogor - Jakarta Kota : 08.00
Keberangkatan Stasiun Depok - Jakarta Kota : 15.46
Keberangkatan Stasiun Jakarta Kota - Bogor : 09.40 dan 16.58
Keberangkatan Stasiun Jatinegara - Depok : 13.52
Keberangkatan Stasiun Depok - Bogor : 07.05
Keberangkatan Bogor - Depok : 18.55

Minggu, 07 Desember 2014

Akses Masuk Stasiun Diperluas

PT Kereta Api Indonesia membongkar enam rumah warga di dekat pintu keluar Stasiun Tanah Abang di kawasan Jatibaru, Jakarta Pusat, Sabtu (6/12). Pembongkaran itu terkait dengan proyek perluasan area pintu stasiun guna mengurangi antrean penumpang.
Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi I Agus Komarudin mengatakan, penggusuran dilakukan untuk menambah kapasitas pintu masuk stasiun. Menurut dia, saat ini ada sekitar 70.000 penumpang yang masuk-keluar Stasiun Tanah Abang setiap hari dan karena keterbatasan akses, sering terbentuk antrean panjang.

Pantauan Kompas, Jumat, menunjukkan, kompleks salah satu stasiun utama di pusat Jakarta tersebut memang perlu terus diperbaiki. Akses menuju peron 5 dan 6 stasiun tersebut dari pintu utara stasiun belum dilengkapi atap dan jembatan penyeberangan. Akibatnya, pada musim hujan seperti saat ini, orang harus berhujan-hujan dan menyeberangi beberapa lintasan rel yang berbahaya.

Saat disinggung soal rencana pembangunan stasiun ke depan, Agus belum memastikan wilayah mana saja yang akan digusur. Saat ini, PT KAI masih fokus pada penambahan lahan akses masuk stasiun.

Warga penghuni rumah yang digusur untuk perluasan akses masuk stasiun tersebut sudah meninggalkan lokasi sebelum pembongkaran dilakukan. Rumah-rumah itu selama ini berdiri di atas lahan milik PT KAI yang disewa warga dengan harga sekitar Rp 24 juta per tahun.

Saat digusur, mereka mendapatkan bantuan Rp 250.000 per meter persegi. Uang itu mereka gunakan untuk menyewa rumah lain di pinggiran Jakarta, seperti di Bekasi dan Bogor.

Agus (56), pemilik salah satu rumah yang dibongkar, menyatakan, sosialisasi penggusuran dilakukan sejak September lalu. Melihat kebutuhan sarana dan prasarana pendukung PT KAI, warga enam rumah itu sepakat pindah. Agus mengungkapkan, pindah dari rumah tersebut berat, tetapi ia tetap akan pindah sebelum pembongkaran dilakukan.

Selain enam rumah yang sudah dibongkar, saat ini masih ada sekitar 16 rumah warga di sekitar lokasi itu. Nasib warga yang tinggal di lahan aset PT KAI itu belum jelas.

Akses jalan

Warga di 16 rumah yang tersisa tersebut meminta PT KAI mempertahankan akses jalan bagi mereka. Pasalnya, hanya ada satu jalan yang bisa mereka gunakan untuk keluar-masuk ke jalan raya dan saat ini jalan itu termasuk dalam lokasi proyek perluasan pintu Stasiun Tanah Abang.

”Ini jalan satu-satunya karena jalan lain buntu. Jalan ini juga digunakan untuk lewat perahu karet pada saat banjir,” ujar Alex Argo Hernowo (28), salah satu warga di lokasi tersebut.

Menurut Alex, warga juga menuntut biaya ganti rugi bangunan yang layak. ”Pada dasarnya kami mendukung rencana PT KAI meningkatkan pelayanannya. Namun, kami butuh kejelasan, lahan ini mau dipakai untuk apa. Apakah ada ganti rugi?” kata Alex.

Soleh Iskandar, Ketua RT 015 RW 001, Kelurahan Cideng, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, menambahkan, warga memang tidak punya sertifikat kepemilikan lahan. Namun, mereka punya surat penunjukan rumah dari PT KAI.

Rumah-rumah yang dihuni warga saat ini adalah bekas rumah dinas karyawan PT KAI. Warga dulu membeli rumah itu dari mantan karyawan PT KAI. Mereka juga rutin membayar Pajak Bumi dan Bangunan.

Agus mengatakan, pihaknya saat ini akan memusatkan perhatian pada lahan yang sudah digusur sebelum menangani tuntutan warga yang lain. ”Soal rencana penggusuran lain dan permintaan warga terhadap akses jalan masih akan dibicarakan,” ujar Agus.

Sementara itu, mulai 16 Desember nanti, dua dari tiga pelintasan kereta tanpa palang di Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, akan ditutup untuk mengurangi risiko kecelakaan.

Jumat, 07 November 2014

Transjakarta dapat Tambahan 59 Bus Gandeng Baru

Unit Pengelola (UP) Transjakarta akan mendapatkan 59 bus gandeng baru buatan Tiongkok akhir November nanti. Rencananya, puluhan bus tersebut akan dioperasikan di koridor I jurusan Blok M - Kota pada Desember mendatang.

Kepala UP Transjakarta, Pargaulan Butarbutar mengatakan, puluhan bus tersebut bukan dibeli Pemprov DKI Jakarta melainkan disediakan Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) sebagai investasi. "Mereknya Ankai. Mudah-mudahan Desember sudah bisa beroperasi," ujar Pargaulan, Jumat (7/11).

Selain di koridor I, kata Pargaulan, pengoperasian puluhan bus baru itu akan dilakukan secara fleksibel. "Bisa juga selain di koridor I, terutama di koridor yang sangat membutuhkan," katanya.

Ditambahkan Pargaulan, dari 59 bus tersebut, saat ini pihaknya baru menerima satu unit sebagai investasi PPD.

Ketua Dewan Pengawas Perum PPD, Hasudungan Aritonang menambahkan, selain menyediakan 59 unit bus Transjakarta gandeng baru, pihaknya juga akan mengoperasikan 88 unit armada baru yang akan beroperasi di rute Transjabodetabek.

"Kalau yang 88 bus itu khusus untuk Transjabodetabek, supaya masyarakat Bekasi, Depok, Tangerang bisa terintegrasi dengan Transjakarta," tandasnya.

Senin, 20 Oktober 2014

Ini Janji Jokowi yang Bakal Terus Ditagih Ahok

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku bakal terus menagih janji Presiden Joko Widodo. Hal ini terutama atas janji-janji Jokowi dalam mendukung penyelesaian permasalahan Jakarta.

Misalnya, janji terhadap perubahan wewenang jalan provinsi dan jalan negara. Hal itu diupayakan agar perbaikan jalan di Jakarta dapat langsung dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta, tanpa saling lempar tanggung jawab dengan pemerintah pusat.

"Wewenang itu kasih ke DKI semua, termasuk pengelolaan Gelora Bung Karno dan kawasan Kemayoran," kata Basuki di Balaikota, Senin (20/10/2014).

Basuki juga bakal menagih janji Jokowi soal pembenahan transportasi Ibu Kota. Yang pasti, dia melanjutkan, Jokowi telah memiliki konsep menarik, terkait pembenahan transportasi massal. Pembenahan ini termasuk program percepatan pembangunan loopline kereta api yang menyambungkan Tangerang-Bogor-Bekasi.

Jokowi juga menjanjikan alokasi lebih dari anggaran pendapatan dan belanja negara untuk bantuan tingkat kabupaten/kota.

"Beliau pernah ngomong ke saya untuk mengurangi alokasi ke kementerian dan dialokasi khusus ke tiap kabupaten/kota sebesar Rp 100 miliar per tahunnya. Kalau uang itu digunakan untuk membangun infrastruktur, pembangunannya pasti akan kencang," kata Basuki.

Untuk penanggulangan banjir, Jokowi berjanji untuk membantu menyelesaikan pembangunan Waduk Ciawi di Bogor, Jawa Barat, serta percepatan normalisasi 13 sungai besar di Jakarta.

"(Bantuan) termasuk percepatan peninggian tanggul raksasa di pantai utara Jakarta. Prinsipnya, pengerukan dan normalisasi 13 sungai di Jakarta masih kewenangan Kementerian PU," kata pria yang biasa disapa Ahok itu.

Rabu, 24 September 2014

Jasa Marga Hentikan Sistem Contra Flow 1 Oktober

Direktur Operasi PT Jasa Marga, Hasanudin menutup sistem contra flow atau lawan arus mulai tanggal 1 Oktober nanti. Menurutnya, tak ada lagi rekayasa lalulintas yang selama ini diberlakukan untuk memecah kemacetan di Tol Dalam Kota, Jakarta.

"Penutupan contra flow kita lakukan mulai 1 Oktober. Jadi mulai tanggal 24 sampai 30 Oktober digunakan untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat. Sekali lagi, 1 Oktober resmi ditutup," kata Hasanudin kepada wartawan di kawasan TMII, Jakarta Timur, Rabu (24/9/2014).

Dirinya menyebutkan, selama ini contra flow merupakan kebijakan alternatif yang diterapkan hanya pada waktu tertentu. Tujuannya tentu untuk mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di Tol Dalam Kota terutama pada pagi hari.

Awalnya, kebijakan ini diambil karena melihat ketimpangan yang terjadi antara jalur A menuju ke Semanggi dengan jalur B yang menuju ke Bekasi. Tingkat kepadatan kendaraan mencapai indeks 1,4 di jalur A. Sedangkan, di jalur B hanya 0,67.

"1,4 Ini dapat dikatakan lalu lintas tidak dapat bergerak. Paling kalau pun bergerak hanya sedikit sedikit saja. Karena itu, kita ambil jalur B untuk dilakukan contra flow," lanjutnya.

Namun, lanjut dia, kini kepadatan di dua jalur tersebut sudah hampir sama. Kepadatan di jalur B kini sudah mencapai 0,82. Artinya jalur itu sudah semakin padat dan tidak bisa diganggu untuk kepentingan contra flow.

Selasa, 23 September 2014

Proyek MRT Akan Dihubungkan ke Daerah Penyangga

Proyek Mass Rapid Transit (MRT) yang sedianya hanya untuk menjangkau sejumlah kawasan di Jakarta, kini akan diperluas jangkauannya. Salah satunya menjangkau wilayah Bogor, Cikarang (Bekasi), hingga Balaraja (Tangerang) yang warganya cukup banyak beraktivitas di ibu kota.

"Jadi utara ke selatan Lebak Bulus sampai ke Bogor sampai ke Kampung Bandan. Nah timur ke barat sekalian. Sampai ke Cikarang dan Balaraja," ujar Basuki Tjahaja Purnama, Wakil Gubernur DKI Jakarta pada acara seminar logistik di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (23/9).

Ia mengatakan, Pemprov DKI akan melibatkan PT KRL Commuter Jabodetabek (KCJ), anak usaha PT KAI untuk merealisasikan gagasan pembangunan MRT hingga ke Bogor dan daerah penyangga lainnya tersebut.

"Kalau saya sih tak perlu ada PT MRT Jakarta, kasih saja KCJ yang bikin," ujarnya.

Basuki mengaku, rencana pembangunan MRT dari Kampung Badan-Lebak Bulus hingga ke Bogor ini telah disampaikan kepada Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) selaku pihak yang berwenang terkait perencanaan pembangunan nasional, termasuk di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

"Saya sudah bilang ke Bappenas, Pemprov DKI yang tanggung dengan pemerintah pusat. Jadi betul-betul semua ini dengan kereta," ungkapnya.

Sekadar diketahui Kementerian Pekerjaan Umum saat ini mengelola jalur yang menghubungkan Lebak Bulus ke Bogor terhubung dengan jalan nasional. Jalur tersebut mencakup Lebak Bulus (Jakarta Selatan)-Ciputat-Parung-Kedung Halang (Bogor).

Kamis, 07 Agustus 2014

Bus Transjakarta Gandeng Patah di Jatinegara

Bus Transjakarta gandeng Koridor 11 jurusan Kampung Melayu-Pulo Gebang bernomor polisi B-7308-IV dengan kode DMR 005-7308-0003-9175 mengalami patah pada bagian sambungannya di Jalan Raya Bekasi, Jakarta Timur, Kamis siang tadi, 7 Agustus 2014. Sambungan terputus karena baut sambungan patah.

"Ketika patah, saya merasa ada yang aneh, makanya saya memutuskan untuk berhenti," ujar sopir bus, Iwan Imawan. Iwan menjelaskan dirinya menyadari ada kerusakan pada bagian sambungan ketika bus sedang berada di lampu merah setelah Stasiun Jatinegara arah ke Pulo Gebang.

"Saya memutuskan stop karena bus sudah tidak memungkinkan lagi beroperasi," ujar Iwan. Iwan mengambil langkah tersebut untuk mengurangi risiko terhadap penumpang. Total 16 baut yang menyanggah sambungan bus patah.

Iwan menjelaskan, ketika dirinya memutuskan berhenti darurat, posisi bus sedang berada di tengah-tengah pertigaan dan menutup jalan. "Lalu lintas sempat macet parah tadi," ujar Iksan, penjaga warung yang berada di pertigaan Kejaksaan Jakarta Timur.

Pada awalnya, sambungan bus hanya rusak di dalamnya dan hanya bisa dirasakan oleh sopir. Namun, karena posisi bus mengganggu lalu lintas, sang sopir memundurkan bus sedikit kurang-lebih 3 meter. "Itu juga sudah susah sekali mundurinnya," kata Iwan.

Pargaulan Butarbutar, Kepala Badan Layanan Umum Bus Transjakarta, yang meninjau langsung kejadian tersebut mengatakan penyebab terjadinya lepas gandengan itu akibat baut yang menyambungkan badan bus itu terlepas. "Bautnya terlepas," katanya saat dihubungi hari ini.

Rabu, 25 Juni 2014

Soal Sampah, Ini 5 Tuntutan Kota Bekasi ke DKI

Pertemuan antara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi dan Dinas Kebersihan DKI Jakarta di kantor DPRD Bekasi hari ini, Rabu (25/6/2014), menghasilkan lima tuntutan. Namun, belum ada kesepakatan antara keduanya.

Pertemuan berikutnya pun diagendakan satu minggu ke depan. "Kami beri waktu satu minggu dulu agar pihak DKI dapat menjawab beberapa keluhan kami. Kami juga akan pantau sejauh mana dampak dari pertemuan ini," ujar Ketua Komisi A DPRD Kota Bekasi Haeri Parani di Kantor DPRD Bekasi, Rabu.

Dalam rapat tersebut, DPRD Kota Bekasi memaparkan lima poin yang merupakan temuan pelanggaran MoU oleh DKI. DPRD Bekasi meminta beberapa klarifikasi soal temuan tersebut.

Poin pertama adalah soal standardisasi kendaraan dan jam operasional. Haeri Parani mengatakan, truk sampah itu hanya diizinkan melintas pada malam hari dengan pertimbangan yang banyak, di antaranya menghindari bau yang ditimbulkan sampah.

Dengan demikian, standardisasi truk sampah yang digunakan menjadi salah satu faktor penting. Truk harus tertutup dan tidak ada kebocoran air lindi yang menetes di jalan.

Kenyataannya, truk sampah milik DKI sudah tidak memenuhi standar. Ditambah, truk tersebut melintas di jalan Bekasi pada siang hari sehingga air lindi menetes di jalan Bekasi pada siang hari dan menimbulkan bau.

Tuntutan kedua adalah soal kewajiban Pemprov DKI terkait pembayaran tipping fee. Pada MoU, tertulis pihak Pemprov DKI seharusnya membayar tipping fee ke kas daerah Kota Bekasi. Barulah selanjutnya Pemerintah Kota Bekasi melanjutkan ke pihak ketiga.

Namun, yang terjadi selama ini tidak seperti itu. Pemprov DKI malah langsung membayar tipping fee tersebut kepada pihak ketiga tanpa melalui kas daerah.

Ketiga, DPRD Bekasi meminta dilibatkan dalam urusan penimbangan sampah. DPRD Bekasi ingin antara Pemprov DKI dan Pemkot Bekasi bersama-sama menghitung jumlah volume sampah yang masuk ke TPST Bantargebang tiap bulannya sehingga ada transparansi soal tipping fee.

Yang terjadi adalah pihak Pemprov DKI bersama pihak ketiga menghitung sendiri volume sampah yang masuk, setelah itu baru melaporkan ke Pemkot Bekasi.

Keempat adalah pengawasan, dan poin kelima adalah pengendalian. Kedua poin ini berinti, DPRD Bekasi meminta dilibatkan dalam hal tersebut.

DPRD Bekasi ingin turut mengawasi armada truk sampah yang digunakan untuk mengangkut sampah ke Bekasi, sekaligus ikut melakukan pengendalian terhadap sejumlah kebijakan yang bersinggungan dengan kepentingan warga Bekasi.

DPRD Kota Bekasi akan mengatur kembali pertemuan antara kedua pemerintahan ini tepatnya dalam jangka waktu satu minggu. Dinas Kebersihan DKI diminta membawa turut serta staf Pemprov DKI bagian hukum dan juga beberapa pihak terkait. Pertemuan itu nantinya akan membahas lima poin di atas.

Sebelumnya, DPRD Kota Bekasi mengundang Basuki Tjahaja Purnama selaku Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur untuk menghadiri rapat evaluasi MoU kerja sama soal sampah antara Pemprov DKI dan Pemerintah Bekasi. Namun, Basuki tidak hadir dan mengutus Dinas Kebersihan untuk hadir dalam rapat ini.

Senin, 26 Mei 2014

Mulai 1 Juni, Perjalanan KRL Ditambah jadi Tiap 5-10 Menit

PT KAI Commuter Line akan menambah 56 perjalanan kereta rel listrik menjadi 654 perjalanan untuk seluruh wilayah layanan Jabodetabek mulai 1 Juni 2014 untuk mengurangi kepadatan penumpangnya.

Apriono Cresnanto, Direktur Operasi PT KAI Commuter Jakarta (KCJ), mengatakan penambahan jumlah perjalanan kereta rel listrik (KRL) tersebut dapat memperpendek headway atau waktu tunggu KAI Commuter Line (KCI).

"KRL akan ditambah sekitar 56 loop sehingga jumlah perjalanan kereta dari semula 598 menjadi 645 perjalanan setiap hari," kata seperti dikutip dari situs resmi Pemprov DKI Jakarta, Senin (26/5/2014).

Menurutnya, penambahan jumlah perjalanan KRL untuk melayani rute Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi dengan alokasi rangkaian terbanyak di lintas Bogor-Depok sebanyak 33 rangkaian KRL melayani 294 perjananan per hari.

Selanjutnya lintas Jakarta-Bekasi dilayani 9 rangkaian kereta untuk 117 perjalanan per hari, lintas Jakarta-Serpong dengan 8 rangkaian kereta melayani 104 perjalanan, dan lintas Tangerang sebanyak 3 rangkaian kereta untuk 62 perjalanan setiap hari.

" KCJ juga menjalankan 3 rangkaian kereta nonkomersial atau feeder yang melakukan 68 perjalanan setiap hari, melayani rute Manggarai-Sudirman-Karet-Tanah Abang-Duri-Kampung Bandan-Kota," ujarnya.

Apriono menjelaskan penambahan jumlah perjalanan kereta hingga 56 perjalanan akan diikuti dengan perubahan jadwal KRL di Jabodetabek, yaitu KCL beroperasi mulai pukul 04.00 WIB sampai dengan 23.30 WIB mulai 1 Juni 2014i.

Dengan adanya penambahan perjalanan kereta di Jabodetabek, lanjutnya, maka perjalanan KRL dari Bogor menjadi setiap 5-6 menit, serta dari Bekasi dan Serpong setiap 10-15 menit.

Minggu, 25 Mei 2014

Halte APTB Terbengkalai karena Bus Jarang Berhenti

Dari enam halte yang disediakan untuk Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB), ternyata hanya satu halte yang masih layak beroperasi. Sisanya, kini sudah terlantar.

Tak maksimalnya halte APTB itu disebabkan jarangnya bus yang berhenti di halte tersebut. Hasilnya, penumpang harus menunggu hingga berjam-jam. Itulah yang membuat penumpang bosan hingga akhirnya memilih angkutan lain. Buntutnya APTB kurang diminati. Hanya jurusan Bekasi-Tanah Abang yang banyak penumpangnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Supandi Budiman mengatakan, sejauh ini sudah dioperasikan empat jurusan APTB, yaitu Bekasi-Tanah Abang, Bekasi-Bundaran HI, Bekasi-Dukuh Atas, dan Bekasi-Pulogadung. Dari empat jurusan ini, hanya satu yang paling banyak diminati yaitu Bekasi-Tanah Abang.

"Kurangnya minat penumpang APTB telah membuat sejumlah halte terlantar," katanya, kemarin.

Supandi menambahkan, halte-halte yang terlantar nantinya akan dievaluasi apakah akan tetap digunakan atau harus dibongkar. Tujuannya agar tidak disalahgunakan atau dapat mengganggu estetika kota.

"Kalau tak digunakan harus dibongkar agar tidak menjadi sarang pengamen dan pengemis dan tempat mangkal pedagang asongan," jelasnya.

Salah satunya, seperti yang terjadi di halte APTB yang berada di Jalan Joyo Martono yang sudah dimanfaatkan sejumlah pengamen dan beberapa pedagang.

Sementara itu meski sepi peminat, pemerintah daerah memaksakan untuk memberlakukan kembali arus Transjakarta pada 26 Mei 2014 ini. Jalur busway bakal kembali di buka di perbatasan Kota Bekasi dan Jakarta Timur.

"Sudah sebanyak dua kali uji coba halte Transjakarta di Harapan Indah," kata salah satu perwakilan Perumahan Harapan Indah, Sudaryono.

Tak hanya Pemda, Monorel juga tanggung jawab Pusat

Proyek monorel untuk mengatasi kemacetan ibukota sangat dinantikan kehadirannya oleh masyarakat. Menurut Tjipta Lesmana, Pakar Komunikasi Politik kehadiran monorel sangat dibutuhkan mengingat kemacetan Jakarta sudah sangat parah. Pertambahan kendaraan setiap tahun sebanyak 10%, sedangkan pertambahan jalan hanya 0,6% per tahun.

“Menyelesaikan kemacetan bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah tapi juga pemerintah pusat,” kata Tjipta dalam acara dialog bersama Kompasiana dan PT JM, di Jakarta, Sabtu (24/5).

Darmaningtyas, pengamat transportasi menambahkan, saat ini pemerintah seharusnya tinggal menjalankan saja roadmap transportasi makro yang telah dibuat oleh Sutiyoso. “Ada monorel, lalu jalur sepeda, blue print itu seharusnya dilakukan dengan konsisten. Jalankan saja pola transportasi yang disusun, jangan terlalu banyak kajian lagi,” ucap Darmaningtyas, dalam kesempatan yang sama.

Menurutnya untuk jalur monorel yang akan dibangun nanti, sebaiknya bukan hanya jalur daerah tujuan perjalanan saja. Tapi harus bisa menghubungkan daerah pemukiman seperti Bekasi ke daerah tujuan, misalnya Kuningan. “Saya lihat jalur monorel ini belum seperti itu,” kata Darmaningtyas.

Rencananya ada dua rute yang dilewati oleh monorel. Antara lain rute Kuningan - Gatot Subroto - SCBD Senayan - Pejompongan - Kuningan. Rute kedua , Mal Taman Anggrek - Tomang - Cideng - Tanah Abang - Karet - Mall Ambasador - Tebet - Kampung Melayu.

 Bagaimanapun, selain berfungsi unutk mengurangi kemacetan, hadirnya monorel tentu menjadi sebuah kebanggaan tersendiri.

Monorel ini merupakan kereta dengan kapasitas penumpang sekitar 208 orang. Dalam satu perjalanan bisa membawa maksimum delapan kereta, sekali perjalanan bisa mengangkut 1800 orang.

Saat ini Pemprov DKI Jakarta dan PT Jakarta Monorel tengah melakukan kajian untuk pembangunan proyek bernilai triliunan rupiah ini. Kedua belah pihak masih berkutat soal hak dan kewajiban masing-masing agar tercipta kesepakatan yang seimbang. “Harus ada trust dari kedua belah pihak, kalau tidak ada, ya nggak akan jadi monorel ini,” pungkas Tjipta.