Kamis, 15 Januari 2015

7 Rute Kereta LRT yang Bakal Dibangun di Jakarta

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengungkapkan pengkajian rute untuk Light Rail Transit (LRT) di Jakarta sudah selesai. Pihaknya sudah menetapkan 7 rute untuk LRT dalam kota.

"Sudah selesai 7 rute. Sudah lengkap. Dalam kota. Nanti saya dari Pluit naik LRT ke sini kalau sudah selesa," ucap Basuki alias Ahok di Balaikota Jakarta, Kamis (15/1/2015).

Ketujuh rute tersebut ialah Kebayoran Lama-Kelapa Gading sepanjang 21,6 km, Tanah Abang-Pulo Mas sepanjang 17,6 km, Joglo-Tanah Abang sepanjang 11 km, dan Puri Kembangan-Tanah Abang sepanjang 9,3 km. Lalu Pesing-Kelapa Gading sepanjang 20,7 km, Pesing-Bandara Soekarno-Hatta sepanjang 18,5 km, dan Cempaka Putih-Ancol sepanjang 10 km.

Untuk rancangan atau desain pembangunannya, Ahok menyerahkan kepada BUMD DKI, yakni PD Pembangunan Jaya dan Jaya Konstruksi. Estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan setiap satu rute adalah sekitar Rp 7,5 triliun.

"Makanya itu gunanya kita punya BUMD. Saya tugaskan BUMD kami, saya minta tolong desainkan semua," jelas Ahok.

Ahok sebelumnya mengatakan LRT tersebut rencananya juga akan dibangun dari Jakarta hingga Bekasi, Jawa Barat. Rute yang ditargetkan yakni dari pesisir utara Jawa, Kota Tangerang-Bandara Soekarno Hatta-Ancol-PRJ Kemayoran-Pulogadung-Bekasi.

Mantan Bupati Belitung Timur itu menambahkan, seluruh rencana pembangunan proyek LRT tersebut segera dibicarakan pihak pemerintah daerah mitra yang daerahnya akan dilintasi angkutan massal tersebut LRT. Seperti Tangerang dan Bekasi. "Transportasi massal sama, light trail kita sampai Bekasi. Tahun ini kita mau diskusikan. Titiknya di mana," tandas Ahok.

Light Rail Transit (LRT) atau kereta api ringan merupakan salah satu sistem kereta penumpang yang beroperasi di kawasan perkotaan. Konstruksi keretanya ringan dan bisa berjalan bersama lalu lintas lain atau dalam lintasan khusus yang disebut tram.

Kereta api ringan banyak digunakan di berbagai negara di Eropa dan telah mengalami modernisasi, antara lain dengan otomatisasi, sehingga dapat dioperasikan tanpa masinis, bisa beroperasi pada lintasan khusus, penggunaan lantai yang rendah (sekitar 30 cm) yang disebut sebagai low floor LRT untuk mempermudah naik turun penumpang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar