Jumat, 12 Agustus 2016

Transportasi Massal Perkotaan Harus Terintegrasi

Berbagai upaya dilakukan oleh Kementerin Perhubungan melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) untuk menyamakan persepsi guna mengurai kemacetan. Karenanya pemerintah pusat, pemerintah daerah, para operator, dan srakegolder lain yang terlibat dalam penyelenggaraan angkutan perkotaan harus duduk bersama agar ada ketersambungan antar moda angkutan massal perkotaan tersebut.

Karenanya BPTJ mengundang para penyelenggara angkutan massal perkotaan tersebut duduk bareng dan berdiskusi melalui acara focus group discussion yang mengangkat tema Pengintegrasian Pelayanan Angkutan Umum, yang diselenggarakan di kantor BPTJ Jl. MT Haryono Kav. 45-46 Jakarta.
Pada acara tersebut hadiri direktur utama kereta kommuter jakarta muhammad fadhilah, pakar transportasi milatia kusuma, dan perwakilan dari LRT Adi Karya, LRT Jakpro, PT Angkasa Pura II dan Dishub DKI.

Selama ini angkutan umum masih berjalan sendiri-sendiri, belum terintegrasi antara satu dengan lainnya. Hal tersebut disebutkan oleh Kepala BPTJ Elly Adriani Sinaga bahwa sampai saat ini para penyelenggara angkutan perkotaan tersebut merancang dan membangun proyeknya masih sendiri-sendiri, belum terintegrasi.  "Misal di Dukuh Atas, disana ada MRT, KCJ dan LRT tetapi tidak terkoneksi. Bagaimana jika dibiarkan sendiri-sendiri dalam membangunnya?" katanya, Kamis (11/8/2016).

Paling tidak menurut Elly ada 3 hal yang harus dilakukan dalam mengintegrasikan moda-moda tersebut. Yaitu pertama integrasi fisik, kedua integrasi sistem pembayaran, dan ketiga  standar payanan yang sama di setiap moda.

Integrasi fisik ini menurut Elly adalah jika pindah moda, maka akan dibuatkan standarnya paling jauh misal 200 meter dan harus ada jalur penghubungnya, tidak terputus. "Contoh di wilayah Kota, harusnya terintegrasi antara stasiun Kota dengan transjakarta. Begitu pula di stasiun Manggarai dan stasiun Palmerah yang angkutan umumnya belum terintegrasi antara KCL dengan transjakarta. "Ini harus diatur segera pengintegrasiannya. Dan pada pelaksanaannya semua stasiun harus mempunyai standar integrasi yang sama," jelas Elly.

Titik-titik transport point penintegrasian tersebut harus ditetapkan dan disepakati oleh semua pihak dan ini akan ditetapkan kemudian pada pertemuan lain. BPTJ akan mengatur pengintegrasian BRT (Transjakarta) dengan KCJ segera.

Pengintegrasian yang kedua adalah sistem pembayaran. Selain fisiknya, BPTJ akan mencoba mengintegrasikan sistem pembayaran antara KCJ dengan TransJakarta. "Mereka (KCJ dan Transjakarta) telah setuju untuk dilaksanakan pengintegrasian sistem pembayaran ini," ujar Elly.

Pengintegrasian ketiga adalah integrasi schedule. Menurut Elly, dalam hal ini para penumpang akan dapat mengetahui jadwal perjalanan kereta api, juga bus transjakarta. "Jadi sebelum beralih ke moda lain.  Misal masih di dalam KCJ, penumpang akan tahu oh bus saya datang 2 menit lagi. jadi dia tidak gelisah menerka-nerka mana busnya," lanjut Elly.

Saat ini BPTJ juga sedang menyusun kriteria / standar integrasi fisik, seperti yang telah disebutkan sebelumnya. " standarnya itu contoh jarak perpindahan moda sekitar 200 m, sistem pembayarannya harus satu, bisa dipakai oleh KCJ maupun Transjakarta. tidak boleh ada gap", beber Elly.
Evaluasi untuk LRT adalah pentarifan harus ada standar, tidak ada tarif pemerintah pusat dan daerah. "LRT yang dibangun Jakpro maupun Adi Karya tarifnya harus sama. Tak boleh beda," kata Elly.

Diharapkan MRT (yang saat ini sedang dibangun), LRT (2018 akhir) dan KCJ harus  bisa terintegrasi antara satu dengan lainnya sesuai dengan target operasinya, dan BPTJ tengah membangun rincian titik integrasinya, contoh lebak bulus yang rencananya akan digantikan dengan pondok cabe, semestinya dipikirkan kondisi pondok cabe saat ini, karena lokasinya berada masuk ke tengah pasar, gimana bus besar bisa melewatinya.

"Sehingga saya pikir kalau memang lebak bulus gede, ya disitu aja, kembaliin lagi kesitu. Begitu juga dengan dukuh atas yang masalah, cawang juga, masa di situ ada KCJ, dan LRT nya hanya 500 m, kenapa ga bisa disatuin aja," lanjut Elly.

Setelah nanti sistem di BRT dan KCJ terintegrasi yang segera akan direalisasikan, MRT dan LRT akan menyusul menyesuaikan yg sudah ada. Saat ini pembangunan MRT tahap I yang tekah berjalan yaitu Lebak Bulus – HI. setelah itu dilanjutkan dari HI -Kp. Bandan / Ancol.

LRT yang saat ini sedang dibangun pada Tahap I yaitu adalah Kelapa Gading – Dukuh Atas. "Setelah itu akan dilanjut lagi termasuk juga LRT sampe se Jabodebek. sekarang kan yang Cibubur kesini, trus dari Cawang ke Bekasi Timur nyambung lagi ke dukuh Atas. semuanya bertahap," tambahnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar