PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menyediakan sejumlah layanan khusus untuk membantu warga menuju tempat-tempat wisata selama musim libur Natal dan Tahun Baru.
Dirut PT Transjakarta, Agung Wicaksono mengatakan, mulai 26 Desember 2018 hingga 6 Januari 2019, layanan Transjakarta rute Pulogadung-Ragunan dan Puri Beta-Ragunan beroperasi setiap hari. Sebelumnya, kedua rute ini hanya melayani penumpang saat akhir pekan dan hari libur.
"Kedua rute ini kita buka untuk memudahkan akses masyarakat menuju Ragunan," ujarnya, Rabu (26/12).
Agung melanjutkan, pihaknya juga menyediakan layanan bus keliling (shuttle bus) Metrotrans dari SMKN 57, Kementerian Pertanian menuju Ragunan atau sebaliknya mulai 24 Desember 2018.
"Layanan ini gratis. Jadi warga bisa memarkirkan kendaraan pribadinya di kantong-kantong parkir yang sudah disediakan lalu menuju Ragunan dengan shuttle bus," katanya.
Selain itu, sambung Agung, pihaknya juga akan menambah jumlah bus yang beroperasi di Koridor 1 (Blok M-Kota), Koridor 5 (Ancol-Kampung Melayu), dan. Koridor 7 (Kampung Rambutan-Ancol) pada momen liburan akhir tahun.
"Transjakarta beroperasi 24 jam," ucapnya.
Ia menambahkan, masyarakat yang ingin berkeliling kota Jakarta dapat memanfaatkan layanan bus tingkat secara cuma-cuma. Terhitung ada tujuh layanan bus tingkat yang siap dioperasikan.
Berikut tujuh layanan bus tingkat yang disediakan:
1. History of Jakarta (BW1) dengan rute Juanda-Monas-Balai Kota-Museum Nasional, Gedung Arsip-Museum Bank Indonesia-BNI 46-Pasar Baru-Juanda
2. Jakarta Modern (BW2) mulai dari Juanda-Monas-Balai Kota- Sarinah–Plaza Indonesia-Sarinah-Museum Nasional-Pecenongan-Pasar Baru-Juanda.
3. Art and Culinary (BW3) memiliki rute Balai Kota-Sarinah-Plaza Indonesia-Harmoni-Gedung Arsip, Museum Bank Indonesia-BNI 46-Sawah Besar-Pecenongan-Juanda-Monas-Balai Kota.
4. Jakarta Skyscrapers (BW4) dengan layanan Juanda-Monas-Balai Kota-Sarinah-Tosari-Dukuh Atas-Karet Sudirman-Bundaran Senayan-Gelora Bung Karno-Dukuh Atas-Plaza Indonesia-Museum Nasional-Pecenongan-Pasar Baru-Juanda.
5. RPTRA Kalijodo (BW5) dari Balai Kota-Sarinah-Tosari, RPTRA Kalijodo-Tosari-Plaza Indonesia-Sarinah-Balaikota.
6. Makam Mbah Priok (BW6) melayani Juanda-Monas-Balai Kota-Sarinah-Tosari-Makam Mbah Priok.
7. Jakarta Shopping (BW7) dengan layanan dari Balai Kota-Sarinah-Tosari-Dukuh Atas-Gelora Bung Karno-Plaza Senayan-Senayan City-Gelora Bung Karno-Dukuh Atas-Tosari-Grand Indonesia-Sarinah-Balai Kota.
Tampilkan postingan dengan label Bus Tingkat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bus Tingkat. Tampilkan semua postingan
Rabu, 26 Desember 2018
Selasa, 10 Mei 2016
Penumpang Bus Tingkat Bertambah
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya tengah melakukan uji coba penghapusan kebijakan 3 in 1. Ujicoba tersebut ternyata dapat meningkatkan penumpang bus tingkat atau bus wisata.
" Nah sekarang malah penumpang bus tingkat nambah. Sekarang sudah jadi 4 ribu orang per hari"
Tercatat selama uji coba jumlah penumpang bus tingkat mencapai 4.000 orang per hari. Saat ini ada sebanyak enam bus tingkat yang beroperasi di Ibukota.
"Nah sekarang malah penumpang bus tingkat nambah. Sekarang sudah jadi 4.000 orang per hari," kata Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (10/5).
Basuki berencana menambah bus tingkat, hingga 25 unit. Warga Jakarta bisa mengunakannya dengan gratis untuk berkeliling tempat wisata di Jakarta. "Kami mau beli lagi bus tingkat 25 untuk jalan gratis, ini cukup lumayan," ujarnya.
Sementara itu, setelah berjalan hampir satu bulan uji coba penghapusan 3 in 1, arus lalu lintas tidak terlalu padat. Pengendara sudah mulai mencari jalan alternatif lainnya. Tak jarang juga pengendara lebih memilih menggunakan bus Transjakarta.
"Banyak teman saya bilang dia kalau mau ke Kota dari selatan dia parkir mobilnya di hotel dia naik Transjakarta katanya kan cepat enak lagi katanya. Tapi jalur harus steril di koridor 1," ucapnya.
Sedangkan keputusan mengenai kebijakan 3 in 1 akan ditetapkan secepatnya. Uji coba selesai pada 15 Mei mendatang. "Setelah hampir sebulan, orang Jakarta mah pintar cari jalan alternatif apalagi ada waze. Pertama saja kan euphoria kan mau pulang cepat. Sekarang juga relatif," tandasnya.
" Nah sekarang malah penumpang bus tingkat nambah. Sekarang sudah jadi 4 ribu orang per hari"
Tercatat selama uji coba jumlah penumpang bus tingkat mencapai 4.000 orang per hari. Saat ini ada sebanyak enam bus tingkat yang beroperasi di Ibukota.
"Nah sekarang malah penumpang bus tingkat nambah. Sekarang sudah jadi 4.000 orang per hari," kata Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (10/5).
Basuki berencana menambah bus tingkat, hingga 25 unit. Warga Jakarta bisa mengunakannya dengan gratis untuk berkeliling tempat wisata di Jakarta. "Kami mau beli lagi bus tingkat 25 untuk jalan gratis, ini cukup lumayan," ujarnya.
Sementara itu, setelah berjalan hampir satu bulan uji coba penghapusan 3 in 1, arus lalu lintas tidak terlalu padat. Pengendara sudah mulai mencari jalan alternatif lainnya. Tak jarang juga pengendara lebih memilih menggunakan bus Transjakarta.
"Banyak teman saya bilang dia kalau mau ke Kota dari selatan dia parkir mobilnya di hotel dia naik Transjakarta katanya kan cepat enak lagi katanya. Tapi jalur harus steril di koridor 1," ucapnya.
Sedangkan keputusan mengenai kebijakan 3 in 1 akan ditetapkan secepatnya. Uji coba selesai pada 15 Mei mendatang. "Setelah hampir sebulan, orang Jakarta mah pintar cari jalan alternatif apalagi ada waze. Pertama saja kan euphoria kan mau pulang cepat. Sekarang juga relatif," tandasnya.
Jumat, 25 September 2015
Wujudkan Tempat "Nongkrong" Anak Muda, Ahok Bakal Bongkar Jalur Lambat Thamrin-Sudirman
Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama akan membongkar pembatas jalur lambat dan cepat di sepanjang Jalan Sudirman-MH Thamrin. Selanjutnya, trotoar di sepanjang jalan tersebut akan diperlebar.
"Kalau jalur untuk mobil ada tiga, ya sudah tiga saja jangan lima. Buat apa ditambah? Makanya, nanti arah Semanggi dari Monas, jalur lambat akan kami buang, dan dibuatkan trotoar, jadi yang terpanjang," kata Basuki di Balai Kota, Jumat (25/9/2015).
Pelebaran trotoar itu, dia melanjutkan, dapat dimanfaatkan oleh para pemilik gedung di sepanjang Jalan Sudirman-MH Thamrin, seperti untuk membuka restoran mini, kafe, atau kios. Kebijakan ini juga akan mencakup tambahan ruang terbuka bagi warga. Dengan demikian, nantinya warga Jakarta, khususnya anak-anak muda, bisa memiliki tempat hang out baru yang terus hidup selama 24 jam.
"Nanti Jalan Sudirman-MH Thamrin jadi wilayah Jakarta yang (hidup) 24 jam. Trotoarnya dilebarkan 9 meter x 10 meter, ada pohon di tengah, dan kami siapkan bus tingkat yang terus jalan," kata Basuki.
Selain itu, dia melanjutkan, gedung-gedung di sepanjang Jalan Sudirman-MH Thamrin juga akan dipasangi papan LED iklan yang terang benderang. Saat ini, Pemprov DKI tengah merancang kebijakan tersebut. Rencananya, kebijakan itu terealisasi setelah pembangunan proyek mass rapid transit (MRT) rampung.
"Saya pikir tahun 2017 bisa mulai, asal MRT-nya ada," kata Basuki.
"Kalau jalur untuk mobil ada tiga, ya sudah tiga saja jangan lima. Buat apa ditambah? Makanya, nanti arah Semanggi dari Monas, jalur lambat akan kami buang, dan dibuatkan trotoar, jadi yang terpanjang," kata Basuki di Balai Kota, Jumat (25/9/2015).
Pelebaran trotoar itu, dia melanjutkan, dapat dimanfaatkan oleh para pemilik gedung di sepanjang Jalan Sudirman-MH Thamrin, seperti untuk membuka restoran mini, kafe, atau kios. Kebijakan ini juga akan mencakup tambahan ruang terbuka bagi warga. Dengan demikian, nantinya warga Jakarta, khususnya anak-anak muda, bisa memiliki tempat hang out baru yang terus hidup selama 24 jam.
"Nanti Jalan Sudirman-MH Thamrin jadi wilayah Jakarta yang (hidup) 24 jam. Trotoarnya dilebarkan 9 meter x 10 meter, ada pohon di tengah, dan kami siapkan bus tingkat yang terus jalan," kata Basuki.
Selain itu, dia melanjutkan, gedung-gedung di sepanjang Jalan Sudirman-MH Thamrin juga akan dipasangi papan LED iklan yang terang benderang. Saat ini, Pemprov DKI tengah merancang kebijakan tersebut. Rencananya, kebijakan itu terealisasi setelah pembangunan proyek mass rapid transit (MRT) rampung.
"Saya pikir tahun 2017 bisa mulai, asal MRT-nya ada," kata Basuki.
[Kompas]
Selasa, 03 Februari 2015
Wagub: Masa Teknologi Mercedes Kalah dari PP Tahun 2012
Lima unit bus tingkat merek Mercedes Benz sumbangan dari Tahir Foundation pada Desember tahun lalu hingga kini belum bisa beroperasi akibat terbentur Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan. Karena itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidajat, meminta Kementerian Perhubungan agar merevisi PP tersebut.
"Saya minta PP itu segera direvisi. Masa teknologi Mercedes kalah dari PP yang dibuat pada tahun 2012, ini kan sudah 2015," kata Djarot, di kantor Kementerian Perhubungan, Selasa (3/2).
Dia mengaku akan melakukan pertemuan khusus dengan Kementerian Perhubungan untuk membahas hibah bus tingkat itu. Dia pun mempersilahkan bus tingkat tersebut untuk diuji coba. "Nanti itu dibahas khusus. Yang prinsip kami minta, kalau tidak percaya nanti diuji coba," ujarnya.
Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub, JA Barata membenarkan akan ada pertemuan khusus dengan Pemprov DKI Jakarta. Rencananya, pertemuan akan dilaksanakan pada Jumat (6/2) mendatang. Namun untuk revisi PP, dirinya tidak bisa berkomentar banyak. Sebab kewenangan untuk merevisi PP berada di Presiden RI Joko Widodo. "Kalau mau minta revisi bilang ke Presiden, karena kewenangannya ada di sana," ucapnya.
Barata mengatakan, pada dasarnya Kemenhub tidak pernah berniat mempersulit Pemprov DKI dalam pengoperasian lima bus tingkat tersebut. Sepanjang bus memenuhi segala aspek keselamatan dan aspek kelaikan jalan sesuai perundang-undangan, kata dia, tentu Kemenhub tidak akan mempersulit izin pengoperasian bus.
Seperti diberitakan, lima unit bus tingkat Mercedes Benz sumbangan Tahir Foundation sampai saat ini belum juga dioperasikan karena tidak memenuhi persyaratan bus tingkat yang tercantum dalam PP Nomor 55 tahun 2012. Dalam peraturan dicantumkan bus tingkat harus memiliki bobot 21-24 ton. Sedangkan bus tingkat dari Tahir Foundation hanya berbobot sekitar 18 ton.
"Saya minta PP itu segera direvisi. Masa teknologi Mercedes kalah dari PP yang dibuat pada tahun 2012, ini kan sudah 2015," kata Djarot, di kantor Kementerian Perhubungan, Selasa (3/2).
Dia mengaku akan melakukan pertemuan khusus dengan Kementerian Perhubungan untuk membahas hibah bus tingkat itu. Dia pun mempersilahkan bus tingkat tersebut untuk diuji coba. "Nanti itu dibahas khusus. Yang prinsip kami minta, kalau tidak percaya nanti diuji coba," ujarnya.
Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub, JA Barata membenarkan akan ada pertemuan khusus dengan Pemprov DKI Jakarta. Rencananya, pertemuan akan dilaksanakan pada Jumat (6/2) mendatang. Namun untuk revisi PP, dirinya tidak bisa berkomentar banyak. Sebab kewenangan untuk merevisi PP berada di Presiden RI Joko Widodo. "Kalau mau minta revisi bilang ke Presiden, karena kewenangannya ada di sana," ucapnya.
Barata mengatakan, pada dasarnya Kemenhub tidak pernah berniat mempersulit Pemprov DKI dalam pengoperasian lima bus tingkat tersebut. Sepanjang bus memenuhi segala aspek keselamatan dan aspek kelaikan jalan sesuai perundang-undangan, kata dia, tentu Kemenhub tidak akan mempersulit izin pengoperasian bus.
Seperti diberitakan, lima unit bus tingkat Mercedes Benz sumbangan Tahir Foundation sampai saat ini belum juga dioperasikan karena tidak memenuhi persyaratan bus tingkat yang tercantum dalam PP Nomor 55 tahun 2012. Dalam peraturan dicantumkan bus tingkat harus memiliki bobot 21-24 ton. Sedangkan bus tingkat dari Tahir Foundation hanya berbobot sekitar 18 ton.
Kamis, 18 Desember 2014
Ahok: Nantinya Bus Tingkat Tidak Gratis Lagi
Langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menyediakan bus tingkat gratis dalam pelaksanaan uji coba pembatasan kendaraan roda dua tidak akan diberlakukan kembali. Namun, ada suatu sistem baru yang memaksa para pengendara sepeda motor yang memarkirkan kendaraanya untuk menggunakan pembayaran elektronik (e-Money) saat menggunakan bus itu.
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, evaluasi yang akan dilakukan oleh Pemprov DKI dalam pelaksanaan pelarangan kendaraan roda dua adalah penerapan tiket pembayaran parkir. Sehingga, para pengguna kendaraan sepeda motor hanya membayar satu kali dalam memarkirkan kendaraanya.
"Kami lagi berpikir bagaimana tempat parkir itu hanya bayar sejam, berlaku seharian. Tapi, kalau itu kan bisa jadi orang cuma markir doang, enggak naik bus juga. Makanya nanti bus-bus itu pun tidak akan ada yang gratis, kami harus pakai e-Money," kata Ahok di Balai Kota DKI, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (18/12/2014).
Sehingga, dalam menggunakan bus itu, kata Mantan Bupati Belitung Timur itu, harus tetap menggunakan sistem tap (menempelkan kartu di mesin). Walaupun, saat para pengendara menggunakan bus itu tidak bayar karena sudah diwakili melalui pembayaran parkir.
"Yang naik bus itu walaupun tidak bayar, dia mesti tap. Sehingga nanti dihubungkan dengan tempat parkir. Orang yang punya karcis langganan naik Transjakarta, itu bisa bayar parkirnya murah," kata Ahok.
Ayah dari tiga orang anak itu, mengaku sistem itu akan dilakukan pada Januari 2015 ini. Hal ini dilakukan karena pengadaan ratusan bus Transjakarta akan hadir pada awal tahun 2015 oleh PT Transportasi Jakarta. Saat ini, pihaknya akan mendengarkan segala masukan dari masyarakat terkait penerapan pembatasan kendaraan roda dua di Jalan MH Thamrin sampai Jalan Medan Merdeka Barat itu.
Menurut Ahok, kebijakan itu membuat masyarakat Jakarta marah baik melalui media sosial atau di lapangan. "Tapi prinsipnya itu, misalnya parkir sejam 2.000, ya mungkin bayar sejam aja, tapi syaratnya kamu harus punya knarcis bus langganan, transjakarta. karena yang bus tingkat kan dioperasikan oleh Transjakarta juga," kata Ahok.
Namun, masyarakat harus membeli kartu untuk menaiki bus Transjakarta. Selain itu, pihaknya akan berkomunikasi dengan para pengelola gedung di sepanjang jalan pembatasan kendaraan sepeda motor. Menurutnya, dia hanya ingin merubah perilaku masyarakat pengguna sepeda motor untuk menggunakan moda transportasi massal itu.
"Kamu beli sebulan. sama kayak Transjakarta kami mulai ikat pelan-pelan nih. Kamu mesti beli karcisnya Rp 40.000, supaya sayang kalo kamu enggak naik. Transjakarta nanti kami perluas, sama semua juga nanti kami bayar Rp per Kilometer," kata Ahok.
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, evaluasi yang akan dilakukan oleh Pemprov DKI dalam pelaksanaan pelarangan kendaraan roda dua adalah penerapan tiket pembayaran parkir. Sehingga, para pengguna kendaraan sepeda motor hanya membayar satu kali dalam memarkirkan kendaraanya.
"Kami lagi berpikir bagaimana tempat parkir itu hanya bayar sejam, berlaku seharian. Tapi, kalau itu kan bisa jadi orang cuma markir doang, enggak naik bus juga. Makanya nanti bus-bus itu pun tidak akan ada yang gratis, kami harus pakai e-Money," kata Ahok di Balai Kota DKI, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (18/12/2014).
Sehingga, dalam menggunakan bus itu, kata Mantan Bupati Belitung Timur itu, harus tetap menggunakan sistem tap (menempelkan kartu di mesin). Walaupun, saat para pengendara menggunakan bus itu tidak bayar karena sudah diwakili melalui pembayaran parkir.
"Yang naik bus itu walaupun tidak bayar, dia mesti tap. Sehingga nanti dihubungkan dengan tempat parkir. Orang yang punya karcis langganan naik Transjakarta, itu bisa bayar parkirnya murah," kata Ahok.
Ayah dari tiga orang anak itu, mengaku sistem itu akan dilakukan pada Januari 2015 ini. Hal ini dilakukan karena pengadaan ratusan bus Transjakarta akan hadir pada awal tahun 2015 oleh PT Transportasi Jakarta. Saat ini, pihaknya akan mendengarkan segala masukan dari masyarakat terkait penerapan pembatasan kendaraan roda dua di Jalan MH Thamrin sampai Jalan Medan Merdeka Barat itu.
Menurut Ahok, kebijakan itu membuat masyarakat Jakarta marah baik melalui media sosial atau di lapangan. "Tapi prinsipnya itu, misalnya parkir sejam 2.000, ya mungkin bayar sejam aja, tapi syaratnya kamu harus punya knarcis bus langganan, transjakarta. karena yang bus tingkat kan dioperasikan oleh Transjakarta juga," kata Ahok.
Namun, masyarakat harus membeli kartu untuk menaiki bus Transjakarta. Selain itu, pihaknya akan berkomunikasi dengan para pengelola gedung di sepanjang jalan pembatasan kendaraan sepeda motor. Menurutnya, dia hanya ingin merubah perilaku masyarakat pengguna sepeda motor untuk menggunakan moda transportasi massal itu.
"Kamu beli sebulan. sama kayak Transjakarta kami mulai ikat pelan-pelan nih. Kamu mesti beli karcisnya Rp 40.000, supaya sayang kalo kamu enggak naik. Transjakarta nanti kami perluas, sama semua juga nanti kami bayar Rp per Kilometer," kata Ahok.
Selasa, 16 Desember 2014
Larangan Motor Lintasi Jalur Protokol Berlaku Mulai (Jumat 17-12-2014) Pukul 06:00
Pengendara nantinya akan diarahkan untuk naik bus tingkat.
Polda Metro Jaya memastikan jika penerapan pembatasan khusus kendaraan bermotor roda dua bakal berlaku mulai Rabu besok, 17 Desember 2014. Langkah ini ditempuh sebagai upaya dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengurangi kemacetan yang kerap melanda di beberapa ruas jalan ibu kota.
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, pihaknya sejauh ini sudah memasang marka rambu larangan bagi kendaraan roda dua di sejumlah titik, agar para bikers tidak melintas di Jalan MH Thamrin sampai dengan Jalan Medan Merdeka Barat.
"Marka jalan sudah terpasang semua, spanduk sendiri sudah kami pasang sebagai bentuk sosialisasi dari jauh-jauh hari. Artinya secara kesiapan kami dibantu Satpol PP dan Dishub DKI Jakarta sudah siap," ucap Rikwanto kepada VIVAnews, Selasa 16 Desember 2014.
Penerapan sendiri sedianya akan diberlakukan sejak pukul 06.00 WIB pagi, dan akan terus berlaku selama 24 jam. Nantinya, akan banyak petugas yang coba menghalau dan melarang para pengendara untuk melintas di sepanjang jalan yang sudah ditentukan.
Sebagai bentuk kompensasi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta nantinya akan menyediakan bus tingkat pariwisata secara gratis di sepanjang jalur yang diterapkan pelarangan. Selain itu, disiapkan pula 12 kantung parkir di beberapa titik yang nantinya bisa digunakan bagi pengendara untuk menyimpan motornya.
"Setelah itu, mereka (pengendara motor) kami akan arahkan untuk naik bus tingkat yang sudah disediakan. Jaraknya pendek-pendek kok, jadi jangan khawatir busnya tidak kebagian," lanjutnya.
Tilang?
Sementara itu, terkait dengan penindakan, polisi mengaku tidak akan melakukan penilangan selama proses sosialisasi. Nantinya, para petugas hanya akan melakukan pelarangan dan penghalauan. Andaipun terlanjur melintas, bikers itu hanya akan dinasehati untuk selanjutnya diarahkan melintas di jalur lainnya.
"Sesuai dengan Pasal 102 Undang-Undang Lalu lintas, memang belum (diperkenankan) untuk menilang. Tetapi kalau motor-motornya bermasalah, seperti tidak pakai helm, tidak ada pelat nomor, serta surat-surat kendaraannya tidak lengkap akan kami tilang," katanya.
Polda Metro Jaya memastikan jika penerapan pembatasan khusus kendaraan bermotor roda dua bakal berlaku mulai Rabu besok, 17 Desember 2014. Langkah ini ditempuh sebagai upaya dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengurangi kemacetan yang kerap melanda di beberapa ruas jalan ibu kota.
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, pihaknya sejauh ini sudah memasang marka rambu larangan bagi kendaraan roda dua di sejumlah titik, agar para bikers tidak melintas di Jalan MH Thamrin sampai dengan Jalan Medan Merdeka Barat.
"Marka jalan sudah terpasang semua, spanduk sendiri sudah kami pasang sebagai bentuk sosialisasi dari jauh-jauh hari. Artinya secara kesiapan kami dibantu Satpol PP dan Dishub DKI Jakarta sudah siap," ucap Rikwanto kepada VIVAnews, Selasa 16 Desember 2014.
Penerapan sendiri sedianya akan diberlakukan sejak pukul 06.00 WIB pagi, dan akan terus berlaku selama 24 jam. Nantinya, akan banyak petugas yang coba menghalau dan melarang para pengendara untuk melintas di sepanjang jalan yang sudah ditentukan.
Sebagai bentuk kompensasi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta nantinya akan menyediakan bus tingkat pariwisata secara gratis di sepanjang jalur yang diterapkan pelarangan. Selain itu, disiapkan pula 12 kantung parkir di beberapa titik yang nantinya bisa digunakan bagi pengendara untuk menyimpan motornya.
"Setelah itu, mereka (pengendara motor) kami akan arahkan untuk naik bus tingkat yang sudah disediakan. Jaraknya pendek-pendek kok, jadi jangan khawatir busnya tidak kebagian," lanjutnya.
Tilang?
Sementara itu, terkait dengan penindakan, polisi mengaku tidak akan melakukan penilangan selama proses sosialisasi. Nantinya, para petugas hanya akan melakukan pelarangan dan penghalauan. Andaipun terlanjur melintas, bikers itu hanya akan dinasehati untuk selanjutnya diarahkan melintas di jalur lainnya.
"Sesuai dengan Pasal 102 Undang-Undang Lalu lintas, memang belum (diperkenankan) untuk menilang. Tetapi kalau motor-motornya bermasalah, seperti tidak pakai helm, tidak ada pelat nomor, serta surat-surat kendaraannya tidak lengkap akan kami tilang," katanya.
[VIVAnews]
Rabu, 10 Desember 2014
Lima Bus Tingkat Gratis untuk Thamrin-Medan Merdeka Barat
Sebanyak lima bus tingkat gratis yang disumbang oleh yayasan Tahir Foundation kepada Pemprov DKI akan dioperasikan di sepanjang rute pemberlakuan pelarangan sepeda motor, yakni di sepanjang Jalan MH Thamrin-Jalan Medan Merdeka Barat.
"Untuk sementara ini busnya akan difungsikan untuk mengangkut para pemotor. Rutenya dari Bundaran HI menyusuri Jalan MH Thamrin, Medan Merdeka Barat, melewati Jalan Majapahit dan Harmoni, akan wara-wiri di sepanjang jalan itu," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Muhammad Akbar, di Lapangan Silang Monas Barat Daya, Rabu (10/12/2014).
Pengendara bus tingkat gratis itu berasal dari sopir bus transjakarta. Nantinya, bus akan menaikkan dan menurunkan penumpang di halte reguler bukan di halte transjakarta. Karena deck didesain rendah dan ramah terhadap penyandang disabilitas.
"Bus-bus ini tidak berhenti di sembarang tempat, berhenti di halte reguler. Sementara dioperasikan hanya untuk mengakomodasi kebutuhan para pemotor," kata Akbar.
Penerapan kebijakan pelarangan perlintasan sepeda motor rencananya akan berlangsung pada 17 Desember mendatang. Saat ini, Dishub DKI bersama Polda Metro Jaya sedang melakukan sosialisasi pemberitahuan dan penyebaran surat edaran kepada pemilik gedung sepanjang Jalan MH Thamrin-Jalan Medan Merdeka Barat.
Selain itu, pihaknya juga sedang memasang rambu lalu lintas untuk menunjang realisasi kebijakan ini. Nantinya, akan ada sebanyak 10 bus gratis bantuan yang melintas di sepanjang jalan tersebut.
Apabila lima unit bus tingkat gratis sudah tiba dari Tahir Foundation, lima unit bus lainnya segera menyusul sumbangan dari pengusaha lainnya. PT Transjakarta pun, kata dia, telah menganggarkan untuk membeli sebanyak 70 bus tingkat.
"Kami juga sudah mengantisipasi untuk adanya kepadatan lalu lintas di jalur belakang penerapan pelarangan motor. Salah satu yang dilakukan adalah penguatan dan penambahan petugas di jalur alternatif," kata Akbar.
"Untuk sementara ini busnya akan difungsikan untuk mengangkut para pemotor. Rutenya dari Bundaran HI menyusuri Jalan MH Thamrin, Medan Merdeka Barat, melewati Jalan Majapahit dan Harmoni, akan wara-wiri di sepanjang jalan itu," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Muhammad Akbar, di Lapangan Silang Monas Barat Daya, Rabu (10/12/2014).
Pengendara bus tingkat gratis itu berasal dari sopir bus transjakarta. Nantinya, bus akan menaikkan dan menurunkan penumpang di halte reguler bukan di halte transjakarta. Karena deck didesain rendah dan ramah terhadap penyandang disabilitas.
"Bus-bus ini tidak berhenti di sembarang tempat, berhenti di halte reguler. Sementara dioperasikan hanya untuk mengakomodasi kebutuhan para pemotor," kata Akbar.
Penerapan kebijakan pelarangan perlintasan sepeda motor rencananya akan berlangsung pada 17 Desember mendatang. Saat ini, Dishub DKI bersama Polda Metro Jaya sedang melakukan sosialisasi pemberitahuan dan penyebaran surat edaran kepada pemilik gedung sepanjang Jalan MH Thamrin-Jalan Medan Merdeka Barat.
Selain itu, pihaknya juga sedang memasang rambu lalu lintas untuk menunjang realisasi kebijakan ini. Nantinya, akan ada sebanyak 10 bus gratis bantuan yang melintas di sepanjang jalan tersebut.
Apabila lima unit bus tingkat gratis sudah tiba dari Tahir Foundation, lima unit bus lainnya segera menyusul sumbangan dari pengusaha lainnya. PT Transjakarta pun, kata dia, telah menganggarkan untuk membeli sebanyak 70 bus tingkat.
"Kami juga sudah mengantisipasi untuk adanya kepadatan lalu lintas di jalur belakang penerapan pelarangan motor. Salah satu yang dilakukan adalah penguatan dan penambahan petugas di jalur alternatif," kata Akbar.
[Kompas]
Selasa, 02 Desember 2014
Pembatasan Lalin Sepeda Motor, Bus Gratis Disediakan
Untuk menunjang mobilitas warga terkait pembatasan lalu lintas sepeda motor akan dilakukan optimalisasi bus tingkat dan bus sekolah. Adapun pemberlakuan pembatasan lalu lintas sepeda motor di Jalan MH Thamrin hingga Jalan Medan Merdeka Barat diberlakukan 17 Desember mendatang.
Hal ini sebagaimana disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Saefullah saat menggelar konferensi pers di Balikota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (2/12). Turut hadir dalam konferensi pers ini Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Muhammad Akbar dan Wadir Lantas Polda Metro Jaya AKBP Bakharuddin.
Lebih lanjut Saefullah menambahkan kebijakan ini dilakukan untuk meminimalisir kecelakaan yang sering terjadi pada pengendara roda dua. Saefullah pun menegaskan kebijakan ini akan dievaluasi selama 3 bulan pelaksanaan dan jika sukses akan diterapkan di sejumlah ruas jalan lainnya.
Hal ini sebagaimana disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Saefullah saat menggelar konferensi pers di Balikota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (2/12). Turut hadir dalam konferensi pers ini Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Muhammad Akbar dan Wadir Lantas Polda Metro Jaya AKBP Bakharuddin.
Lebih lanjut Saefullah menambahkan kebijakan ini dilakukan untuk meminimalisir kecelakaan yang sering terjadi pada pengendara roda dua. Saefullah pun menegaskan kebijakan ini akan dievaluasi selama 3 bulan pelaksanaan dan jika sukses akan diterapkan di sejumlah ruas jalan lainnya.
[BeritaJakarta]
Senin, 10 November 2014
Pembatasan Sepeda Motor, DKI Siapkan Bus Tingkat Gratis
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membatasi sepeda motor melewati Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Kebijakan ini dilakukan sebagai sarana sosialisasi penerapan sistem jalan berbayar elektronik (electronic road pricing).
"Sepeda motor hanya boleh dipakai di daerah tertentu," kata Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di Balai Kota, Senin, 10 November 2014.
Ahok, sapaan Basuki, menuturkan, sosialisasi ini akan dimulai pada Desember 2014 mendatang. Pengendara sepeda motor bisa memarkirkan kendaraannya di gedung-gedung sekitar ruas tersebut. Selain untuk sosialisasi, ia berujar pembatasan tersebut bertujuan mengurangi tingkat kemacetan.
Ahok menambahkan, Kepolisian dan Dinas Perhubungan belum menerapkan sanksi bagi pengendara yang nekad melanggar. Pengendara baru akan dikenai sanksi setidaknya mulai tahun 2015 mendatang saat Pemerintah DKI sudah membeli 100 unit bus tingkat. Bus ini akan beroperasi secara gratis untuk membantu para pengendara motor di Ibu Kota.
Rute bus akan melalui Bundaran Hotel Indonesia hingga Harmoni. Ahok mengatakan warga bisa memilih salah satu gedung yang berada di ruas tersebut untuk memarkirkan sepeda motornya.
Setelah bus tingkat dibeli, Ahok mengatakan, salah satu opsi benuk sanksi yang akan diterapkan yakni penahanan Surat Tanda Nomor Kendaraan. Sanksi ini akan menyulitkan pengendara sepeda motor karena kendaraannya dianggap ilegal. "Sanksinya diterapkan bertahap," ujar Ahok.
Pada kesempaan terpisah, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Muhammad Akbar mengatakan pembatasan sepeda motor ini berlangsung selama 24 jam. Jalan Medan Merdeka Barat dipilih lantaran banyaknya trayek kendaraan yang melintas di jalan tersebut sebagai pengganti sepeda motor. "Mereka bisa beralih ke bus tingkat atau angkutan umum," kata Akbar.
"Sepeda motor hanya boleh dipakai di daerah tertentu," kata Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di Balai Kota, Senin, 10 November 2014.
Ahok, sapaan Basuki, menuturkan, sosialisasi ini akan dimulai pada Desember 2014 mendatang. Pengendara sepeda motor bisa memarkirkan kendaraannya di gedung-gedung sekitar ruas tersebut. Selain untuk sosialisasi, ia berujar pembatasan tersebut bertujuan mengurangi tingkat kemacetan.
Ahok menambahkan, Kepolisian dan Dinas Perhubungan belum menerapkan sanksi bagi pengendara yang nekad melanggar. Pengendara baru akan dikenai sanksi setidaknya mulai tahun 2015 mendatang saat Pemerintah DKI sudah membeli 100 unit bus tingkat. Bus ini akan beroperasi secara gratis untuk membantu para pengendara motor di Ibu Kota.
Rute bus akan melalui Bundaran Hotel Indonesia hingga Harmoni. Ahok mengatakan warga bisa memilih salah satu gedung yang berada di ruas tersebut untuk memarkirkan sepeda motornya.
Setelah bus tingkat dibeli, Ahok mengatakan, salah satu opsi benuk sanksi yang akan diterapkan yakni penahanan Surat Tanda Nomor Kendaraan. Sanksi ini akan menyulitkan pengendara sepeda motor karena kendaraannya dianggap ilegal. "Sanksinya diterapkan bertahap," ujar Ahok.
Pada kesempaan terpisah, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Muhammad Akbar mengatakan pembatasan sepeda motor ini berlangsung selama 24 jam. Jalan Medan Merdeka Barat dipilih lantaran banyaknya trayek kendaraan yang melintas di jalan tersebut sebagai pengganti sepeda motor. "Mereka bisa beralih ke bus tingkat atau angkutan umum," kata Akbar.
Rabu, 08 Oktober 2014
PT Transjakarta Akan Kelola Bus Tingkat Pariwisata
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menyerahkan pengelolaan maupun pengadaan bus tingkat pariwisata kepada PT Transjakarta. Rencananya, PT Transjakarta akan mulai mengelola bus tingkat pariwisata pada tahun 2015.
"Ke depannya, bus tingkat wisata akan dioperasikan oleh PT Transjakarta. Jadi, mereka (PT Transjakarta) tidak hanya mengurusi bus Transjakarta," ujar Basuki Tjahaja Purnama, Wakil Gubernur DKI Jakarta di Balaikota, Rabu (8/10).
Selain pengelolaan, kata Basuki, PT Transjakarta juga akan mengadakan penambahan bus tingkat pariwisata yang saat ini baru berjumlah lima armada.
"Kami mau tambah sekitar seratusan unit bus wisata tahun depan. Tahun ini kami tidak beli, tetapi kami bakal menerima sumbangan sekitar 20 atau 30 dari pihak swasta. Busnya Mercedes Benz," katanya.
Basuki menjelaskan, rute bus tingkat pariwisata yang awalnya beroperasi dari Bundaran HI, Pasar Baru hingga Bundaran HI juga akan diperpanjang seiring diterapkannya sistem Electronic Road Pricing (ERP) dan parkir meter di ibu kota.
Namun, bus tingkat pariwisata akan dibedakan dengan bus tingkat yang disediakan oleh Pemprov DKI di jalur ERP.
"Kalau lima bus tingkat wisata yang beroperasi saat ini akan diperpanjang sampai Ratu Plaza atau Senayan City," jelasnya.
Sekadar diketahui, Pemprov DKI Jakarta saat ini telah memiliki lima unit bus tingkat pariwisata yang pengelolaannya diserahkan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta.
"Ke depannya, bus tingkat wisata akan dioperasikan oleh PT Transjakarta. Jadi, mereka (PT Transjakarta) tidak hanya mengurusi bus Transjakarta," ujar Basuki Tjahaja Purnama, Wakil Gubernur DKI Jakarta di Balaikota, Rabu (8/10).
Selain pengelolaan, kata Basuki, PT Transjakarta juga akan mengadakan penambahan bus tingkat pariwisata yang saat ini baru berjumlah lima armada.
"Kami mau tambah sekitar seratusan unit bus wisata tahun depan. Tahun ini kami tidak beli, tetapi kami bakal menerima sumbangan sekitar 20 atau 30 dari pihak swasta. Busnya Mercedes Benz," katanya.
Basuki menjelaskan, rute bus tingkat pariwisata yang awalnya beroperasi dari Bundaran HI, Pasar Baru hingga Bundaran HI juga akan diperpanjang seiring diterapkannya sistem Electronic Road Pricing (ERP) dan parkir meter di ibu kota.
Namun, bus tingkat pariwisata akan dibedakan dengan bus tingkat yang disediakan oleh Pemprov DKI di jalur ERP.
"Kalau lima bus tingkat wisata yang beroperasi saat ini akan diperpanjang sampai Ratu Plaza atau Senayan City," jelasnya.
Sekadar diketahui, Pemprov DKI Jakarta saat ini telah memiliki lima unit bus tingkat pariwisata yang pengelolaannya diserahkan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta.
Senin, 07 April 2014
Bus Tingkat Gratis Segera Hadir di Tengah Kemacetan Jakarta
Kemacetan Jakarta dipastikan bertambah parah seiring berjalannya pembangunan proyek Mass Rapid Transit (MRT).
Karena itu Pemprov DKI Jakarta berencana menyediakan fasilitas transportasi umum berupa bus tingkat gratis akibat makin berkurangnya ruas jalan akibat proyek MRT.
"Kami tahu bahwa pembangunan MRT ini pasti berdampak pada kemacetan, karena ruas jalan pun ikut berkurang. Makanya kami mau sediakan bus tingkat gratis sebagai solusinya," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Senin (7/4/2014).
Menurut Ahok, seperti ditulis Antara, pengadaan bus tingkat gratis tersebut akan dilakukan pada rute Blok M hingga Kota.
Konsepnya pun nanti hampir mirip seperti operasional bus tingkat pariwisata. Saat ini pihaknya masih berada dalam proses pengadaan.
"Rencananya, nanti akan ada sumbangan berupa 23 armada bus tingkat dari pengusaha. Sekarang, kami hitung dulu berapa kira-kira total armada yang dibutuhkan," ujarnya.
Selain menyediakan bus tingkat gratis, Pemprov DKI juga akan membuat kebijakan berupa larangan melintas di sepanjang rute Blok M-Kota dan sebaliknya untuk kendaraan bermotor roda dua.
"Kebijakan ini mau kami coba terapkan setelah bus tingkat gratis itu tersedia. Logikanya begini, kalau sudah ada bus gratis, diharapkan tidak ada lagi pengendara motor yang melintas di ruas jalan tersebut," tutur Ahok.
Dalam mendukung kebijakan tersebut, pihaknya akan bekerja sama dengan sejumlah pengelola gedung agar memberlakukan tarif parkir sepeda motor maksimal Rp5.000 per hari.
"Kemudian, kalau sampai kelebihan jam-nya, maka digratiskan sampai besok pagi. Metode-metode seperti inilah yang kami harapkan bisa diterapkan oleh pengelola gedung. Jadi, ikut mendorong penggunaan transportasi umum juga gitu lho," tambah Ahok.
Karena itu Pemprov DKI Jakarta berencana menyediakan fasilitas transportasi umum berupa bus tingkat gratis akibat makin berkurangnya ruas jalan akibat proyek MRT.
"Kami tahu bahwa pembangunan MRT ini pasti berdampak pada kemacetan, karena ruas jalan pun ikut berkurang. Makanya kami mau sediakan bus tingkat gratis sebagai solusinya," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Senin (7/4/2014).
Menurut Ahok, seperti ditulis Antara, pengadaan bus tingkat gratis tersebut akan dilakukan pada rute Blok M hingga Kota.
Konsepnya pun nanti hampir mirip seperti operasional bus tingkat pariwisata. Saat ini pihaknya masih berada dalam proses pengadaan.
"Rencananya, nanti akan ada sumbangan berupa 23 armada bus tingkat dari pengusaha. Sekarang, kami hitung dulu berapa kira-kira total armada yang dibutuhkan," ujarnya.
Selain menyediakan bus tingkat gratis, Pemprov DKI juga akan membuat kebijakan berupa larangan melintas di sepanjang rute Blok M-Kota dan sebaliknya untuk kendaraan bermotor roda dua.
"Kebijakan ini mau kami coba terapkan setelah bus tingkat gratis itu tersedia. Logikanya begini, kalau sudah ada bus gratis, diharapkan tidak ada lagi pengendara motor yang melintas di ruas jalan tersebut," tutur Ahok.
Dalam mendukung kebijakan tersebut, pihaknya akan bekerja sama dengan sejumlah pengelola gedung agar memberlakukan tarif parkir sepeda motor maksimal Rp5.000 per hari.
"Kemudian, kalau sampai kelebihan jam-nya, maka digratiskan sampai besok pagi. Metode-metode seperti inilah yang kami harapkan bisa diterapkan oleh pengelola gedung. Jadi, ikut mendorong penggunaan transportasi umum juga gitu lho," tambah Ahok.
Senin, 03 Maret 2014
Naik Bus Tingkat Wisata, Menonton dan Ditonton
Peminat bus wisata tingkat City Tour Jakarta Bus rupanya lebih banyak di jalan ketimbang di dalam angkutan. Pada Ahad, 2 Maret 2014 dari pengamatan Tempo, masyarakat yang mengambil foto bus dari pinggir jalan, lebih banyak ketimbang yang menaiki bus.
Di sepanjang jalan yang dilalui bus, banyak warga mengacungkan kameranya ke arah bus yang berjalan tak terlalu kencang. Beberapa penumpang di dalam bahkan sempat berpose, dan menceletuk, "Wah malah kita yang ditonton orang."
Bus bertingkat berwarna biru-kuning pudar itu baru diluncurkan pekan lalu. Ini adalah salah satu armada wisata baru Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dioperasikan secara gratis. Ada lima unit bus yang beroperasi dengan jalur jalan-jalan protokol di Jakarta Pusat, seperti Medan Merdeka, Thamrin, Sudirman, dan Gambir.
Bus ini berkapasitas 60 orang, namun pada Ahad kemarin, kapasitas bus yang ditumpangi Tempo hanya terisi sekitar 40-50 orang orang. Meski gratis, bus wisata tingkat ini harusnya menggunakan sistem tiket yang disebar di sejumlah tempat. Hanya saja, sistem tiket itu belum diberlakukan. Masyarakat bisa naik secara cuma-cuma di halte yang ditentukan. (baca: Bus Tingkat Wisata Gratis untuk Semua Orang)
"Kemarin antriannya lebih banyak," ujar salah satu petugas bus, Andra, 27 tahun, kepada Tempo. Ia menduga masyarakat mengira bus tak beroperasi. "Memang setiap hari Minggu, kami baru jalan pukul 12.00 WIB," ujarnya. Khusus hari itu, bus memang sengaja berangkat kesiangan karena rutenya bentrok dengan jadwal car free day. "Jadi sebelum siang, bus jadi display di Bundaran HI, sekalian sosialiasi."
Dengan suasana lebih lengang, fasilitas bus ini bisa dinikmati dengan leluasa. "Biasanya kalau penuh, suara pemandu kurang terdengar jelas," ujar Tata, 29 tahun, penumpang yang sudah beberapa kali naik bus gratis ini. Ia merekomendasikan tiap Ahad, menjadi waktu yang tepat untuk menaiki bus.
"Kalau nggak hari libur, macet. Sabtu kemarin, penuh banget. Sekarang baru enak," ujarnya. Ia tampak serius menikmati pemandangan dan mendengarkan suara pemandu wisata yang menjelaskan beberapa tempat yang dilalui bus, antara lain gedung-gedung instansi pemerintahan, Monas, Bundaran HI, Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal.
Salah seorang penumpang asal Cirebon, Amirsyah, 28 tahun menyatakan puas dengan layanan gratis ini. "Semoga nanti bisa lebih panjang rutenya, biar lebih puas. Kan tempat wisata di Jakarta bukan cuma Monas dan Istiqlal ya," ujarnya.
Amirsyah melanjutkan, naik bus wisata ini penumpang tak hanya menonton Jakarta, tapi juga ditonton oleh warga Jakarta yang kagum dengan keberadaan bus tingkat ini. "Jadi sebenarnya bus ini juga jadi obyek wisatanya," ujarnya sambil tertawa.
Di sepanjang jalan yang dilalui bus, banyak warga mengacungkan kameranya ke arah bus yang berjalan tak terlalu kencang. Beberapa penumpang di dalam bahkan sempat berpose, dan menceletuk, "Wah malah kita yang ditonton orang."
Bus bertingkat berwarna biru-kuning pudar itu baru diluncurkan pekan lalu. Ini adalah salah satu armada wisata baru Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dioperasikan secara gratis. Ada lima unit bus yang beroperasi dengan jalur jalan-jalan protokol di Jakarta Pusat, seperti Medan Merdeka, Thamrin, Sudirman, dan Gambir.
Bus ini berkapasitas 60 orang, namun pada Ahad kemarin, kapasitas bus yang ditumpangi Tempo hanya terisi sekitar 40-50 orang orang. Meski gratis, bus wisata tingkat ini harusnya menggunakan sistem tiket yang disebar di sejumlah tempat. Hanya saja, sistem tiket itu belum diberlakukan. Masyarakat bisa naik secara cuma-cuma di halte yang ditentukan. (baca: Bus Tingkat Wisata Gratis untuk Semua Orang)
"Kemarin antriannya lebih banyak," ujar salah satu petugas bus, Andra, 27 tahun, kepada Tempo. Ia menduga masyarakat mengira bus tak beroperasi. "Memang setiap hari Minggu, kami baru jalan pukul 12.00 WIB," ujarnya. Khusus hari itu, bus memang sengaja berangkat kesiangan karena rutenya bentrok dengan jadwal car free day. "Jadi sebelum siang, bus jadi display di Bundaran HI, sekalian sosialiasi."
Dengan suasana lebih lengang, fasilitas bus ini bisa dinikmati dengan leluasa. "Biasanya kalau penuh, suara pemandu kurang terdengar jelas," ujar Tata, 29 tahun, penumpang yang sudah beberapa kali naik bus gratis ini. Ia merekomendasikan tiap Ahad, menjadi waktu yang tepat untuk menaiki bus.
"Kalau nggak hari libur, macet. Sabtu kemarin, penuh banget. Sekarang baru enak," ujarnya. Ia tampak serius menikmati pemandangan dan mendengarkan suara pemandu wisata yang menjelaskan beberapa tempat yang dilalui bus, antara lain gedung-gedung instansi pemerintahan, Monas, Bundaran HI, Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal.
Salah seorang penumpang asal Cirebon, Amirsyah, 28 tahun menyatakan puas dengan layanan gratis ini. "Semoga nanti bisa lebih panjang rutenya, biar lebih puas. Kan tempat wisata di Jakarta bukan cuma Monas dan Istiqlal ya," ujarnya.
Amirsyah melanjutkan, naik bus wisata ini penumpang tak hanya menonton Jakarta, tapi juga ditonton oleh warga Jakarta yang kagum dengan keberadaan bus tingkat ini. "Jadi sebenarnya bus ini juga jadi obyek wisatanya," ujarnya sambil tertawa.
[Tempo.co]
Senin, 24 Februari 2014
Bus Tingkat Wisata Jakarta Beroperasi Hari Ini
Bus tingkat wisata milik Pemprov DKI Jakarta mulai hari ini dioperasikan. Bus ini sebagai salah satu fasilitas penunjang untuk wisatawan yang datang ke Ibu Kota. Pengoperasian bus tingkat wisata merupakan momentum untuk menunjukkan Jakarta sebagai kota ramah wisata.
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi, mengatakan bahwa kehadiran bus teresbut menjadi momen bagi pemerintah daerah menunjukkan kepada pengunjung wisata, baik mancanegara maupun domestik, bahwa kota yang sarat kemacetan tetap ramah dikunjungi.
"Banyak potensi yang dapat dinikmati pelancong ke Batavia selama ini, mulai sejarah, kuliner, pusat belanja, hingga lainnya," katanya, baru-baru ini.
Menurut dia, banyak wisatawan berdatangan ke Jakarta, tetapi sepulang meninggalkan Jakarta mereka membawa kesan negatif. Macet membuat mereka mengeluarkan biaya besar dan membuang waktu untuk sekadar berliburan. Kini, adanya fasilitas bus tingkat wisata ini diharapkan memberikan rasa betah untuk para wisatawan.
Pengunjung kota ini tidak lagi harus bersusah payah mencari penyedia jasa pariwisata swasta untuk menikmati isi kota. Mereka terlayani dengan fasilitas bus tingkat wisata. Bus ini tidak memungut tiket dari penumpangnya.
Bus tingkat wisata memiliki rute dari Bundaran Hotel Indonesia (HI)-Sarinah-Museum Nasional-Halte Santa Maria-Pasar Baru-Gedung Kesenian Jakarta-Masjid Istiqlal-Istana Merdeka-Monas-Balai Kota-Sarinah-dan kembali ke Bundaran HI. Kendaraan berjumlah lima unit itu melaju di jalur lambat dengan kecepatan 10 km/jam.
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi, mengatakan bahwa kehadiran bus teresbut menjadi momen bagi pemerintah daerah menunjukkan kepada pengunjung wisata, baik mancanegara maupun domestik, bahwa kota yang sarat kemacetan tetap ramah dikunjungi.
"Banyak potensi yang dapat dinikmati pelancong ke Batavia selama ini, mulai sejarah, kuliner, pusat belanja, hingga lainnya," katanya, baru-baru ini.
Menurut dia, banyak wisatawan berdatangan ke Jakarta, tetapi sepulang meninggalkan Jakarta mereka membawa kesan negatif. Macet membuat mereka mengeluarkan biaya besar dan membuang waktu untuk sekadar berliburan. Kini, adanya fasilitas bus tingkat wisata ini diharapkan memberikan rasa betah untuk para wisatawan.
Pengunjung kota ini tidak lagi harus bersusah payah mencari penyedia jasa pariwisata swasta untuk menikmati isi kota. Mereka terlayani dengan fasilitas bus tingkat wisata. Bus ini tidak memungut tiket dari penumpangnya.
Bus tingkat wisata memiliki rute dari Bundaran Hotel Indonesia (HI)-Sarinah-Museum Nasional-Halte Santa Maria-Pasar Baru-Gedung Kesenian Jakarta-Masjid Istiqlal-Istana Merdeka-Monas-Balai Kota-Sarinah-dan kembali ke Bundaran HI. Kendaraan berjumlah lima unit itu melaju di jalur lambat dengan kecepatan 10 km/jam.
[Okezone]
Rabu, 19 Februari 2014
Demi Pikat Turis, Bus Wisata Dikemudikan Wanita
Pesona bus wisata di Jakarta bukan hanya dari busnya yang nyaman dan bertingkat. Demi memikat turis, pengemudinya pun dicari yang berjenis kelamin perempuan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Arie Budhiman mengatakan, sifat wanita yang lembut dan keibuan menjadi jaminan bus itu tidak akan ugal-ugalan. Kecepatan bus tingkat wisata juga rata-rata hanya 10-20 kilometer per jam.
"Kami memperhatikan dari sisi hospitality. Kalau sense perempuan itu pasti lebih hati-hati dan membawa kendaraannya lebih baik. Pak Gubernur juga sudah setuju," kata Arie, kepada wartawan, Selasa (18/2/2014).
Ada 12 pengemudi yang direkrut secara terbuka. Mereka mendapatkan gaji 3,5 kali upah minimum provinsi (UMP) DKI sebesar Rp 2,4 juta. Jadi, gaji pokok mereka mencapai Rp 7 juta.
Selain sopir, petugas lainnya adalah polisi pariwisata dari Polda Metro Jaya, kondektur atau petugas on board, dan tour guide dari himpunan pramuwisata dan komunitas historia. Satu persyaratan utama yang harus dimiliki para petugas adalah mampu berkomunikasi dengan bahasa Inggris yang baik. Sebab, turis mancanegara adalah sasaran utama bus tingkat wisata ini.
"Para petugas dibagi menjadi dua shift agar mereka tidak kelelahan juga," kata Arie.
Pekan ini, double decker mulai diuji coba hingga Minggu (23/2/2014) mendatang. Kemudian, pada Senin (24/2/2014) mendatang, lima bus wisata baru akan berkeliling Jakarta dan dioperasikan untuk umum.
Uji coba dilaksanakan untuk membiasakan para petugas melayani penumpang di dalam bus. Pekan depan, bus tingkat wisata mulai beroperasi melayani warga Jakarta secara gratis. Rute yang ditempuh ialah mulai dari Bundaran Hotel Indonesia (HI)-Sarinah-Museum Nasional-Halte Santa Maria-Pasar Baru-Gedung Kesenian Jakarta-Masjid Istiqlal-Istana Merdeka-Monas-Balaikota-Sarinah, dan kembali ke Bundaran HI. Bus hanya akan berhenti di setiap halte untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.
Pada tiga bulan pertama, penumpang tidak harus mempunyai tiket. Selanjutnya, tiket akan disebar di hotel-hotel yang dilintasi bus tingkat wisata, seperti Hotel Kempinski, dan lainnya.
Meskipun gratis, Disparbud DKI akan melakukan evaluasi secara berkala mengingat perilaku masyarakat yang belum tertib. "Karena tidak semua yang gratis itu baik. Intinya, penumpang jangan memaksakan kalau sudah penuh karena ini tidak ada yang berdiri," ujar Arie.
Ia mengakui membutuhkan waktu lama untuk melengkapi proses administrasi, sebelum beroperasi, misalnya verifikasi di Kementerian Perhubungan dan Kementerian Perindustrian. Belum lagi pengurusan pelat nomor polisi dan STNK dari Polda Metro Jaya. Hal itu pula yang menyebabkan operasional double decker mundur dari rencana awal pada akhir Januari.
Double decker akan ditempatkan di pul Cawang. Bus-bus itu beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 21.00. Untuk memulai perjalanan, semua bus tingkat wisata akan parkir di Silang Barat Daya Monas. Waktu tempuh tiap bus berjarak 30 menit. Double decker memiliki ukuran, panjangnya 13,5 meter, lebar 2,5 meter, dan tinggi 4,2 meter.
Bus ini memiliki kapasitas 60 tempat duduk dan dua di antaranya diperuntukkan khusus untuk penyandang disabilitas. Deck dan pintu sengaja dibuat pendek dan berada di sebelah kiri agar ramah untuk penyandang disabilitas dan orangtua.
Spesifikasi lain yang membuat bus ini ramah penyandang disabilitas adalah melintas di jalur lambat, bukan jalur transjakarta. Beberapa fasilitas dimiliki double decker, seperti pendingin udara, pengeras suara, CCTV, lengkap dengan video pariwisata.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Arie Budhiman mengatakan, sifat wanita yang lembut dan keibuan menjadi jaminan bus itu tidak akan ugal-ugalan. Kecepatan bus tingkat wisata juga rata-rata hanya 10-20 kilometer per jam.
"Kami memperhatikan dari sisi hospitality. Kalau sense perempuan itu pasti lebih hati-hati dan membawa kendaraannya lebih baik. Pak Gubernur juga sudah setuju," kata Arie, kepada wartawan, Selasa (18/2/2014).
Ada 12 pengemudi yang direkrut secara terbuka. Mereka mendapatkan gaji 3,5 kali upah minimum provinsi (UMP) DKI sebesar Rp 2,4 juta. Jadi, gaji pokok mereka mencapai Rp 7 juta.
Selain sopir, petugas lainnya adalah polisi pariwisata dari Polda Metro Jaya, kondektur atau petugas on board, dan tour guide dari himpunan pramuwisata dan komunitas historia. Satu persyaratan utama yang harus dimiliki para petugas adalah mampu berkomunikasi dengan bahasa Inggris yang baik. Sebab, turis mancanegara adalah sasaran utama bus tingkat wisata ini.
"Para petugas dibagi menjadi dua shift agar mereka tidak kelelahan juga," kata Arie.
Pekan ini, double decker mulai diuji coba hingga Minggu (23/2/2014) mendatang. Kemudian, pada Senin (24/2/2014) mendatang, lima bus wisata baru akan berkeliling Jakarta dan dioperasikan untuk umum.
Uji coba dilaksanakan untuk membiasakan para petugas melayani penumpang di dalam bus. Pekan depan, bus tingkat wisata mulai beroperasi melayani warga Jakarta secara gratis. Rute yang ditempuh ialah mulai dari Bundaran Hotel Indonesia (HI)-Sarinah-Museum Nasional-Halte Santa Maria-Pasar Baru-Gedung Kesenian Jakarta-Masjid Istiqlal-Istana Merdeka-Monas-Balaikota-Sarinah, dan kembali ke Bundaran HI. Bus hanya akan berhenti di setiap halte untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.
Pada tiga bulan pertama, penumpang tidak harus mempunyai tiket. Selanjutnya, tiket akan disebar di hotel-hotel yang dilintasi bus tingkat wisata, seperti Hotel Kempinski, dan lainnya.
Meskipun gratis, Disparbud DKI akan melakukan evaluasi secara berkala mengingat perilaku masyarakat yang belum tertib. "Karena tidak semua yang gratis itu baik. Intinya, penumpang jangan memaksakan kalau sudah penuh karena ini tidak ada yang berdiri," ujar Arie.
Ia mengakui membutuhkan waktu lama untuk melengkapi proses administrasi, sebelum beroperasi, misalnya verifikasi di Kementerian Perhubungan dan Kementerian Perindustrian. Belum lagi pengurusan pelat nomor polisi dan STNK dari Polda Metro Jaya. Hal itu pula yang menyebabkan operasional double decker mundur dari rencana awal pada akhir Januari.
Double decker akan ditempatkan di pul Cawang. Bus-bus itu beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 21.00. Untuk memulai perjalanan, semua bus tingkat wisata akan parkir di Silang Barat Daya Monas. Waktu tempuh tiap bus berjarak 30 menit. Double decker memiliki ukuran, panjangnya 13,5 meter, lebar 2,5 meter, dan tinggi 4,2 meter.
Bus ini memiliki kapasitas 60 tempat duduk dan dua di antaranya diperuntukkan khusus untuk penyandang disabilitas. Deck dan pintu sengaja dibuat pendek dan berada di sebelah kiri agar ramah untuk penyandang disabilitas dan orangtua.
Spesifikasi lain yang membuat bus ini ramah penyandang disabilitas adalah melintas di jalur lambat, bukan jalur transjakarta. Beberapa fasilitas dimiliki double decker, seperti pendingin udara, pengeras suara, CCTV, lengkap dengan video pariwisata.
[Kompas]
Selasa, 07 Januari 2014
Ini bus tingkat dari China yang siap layani wisatawan Ibu Kota
Bus berkapasitas 40 penumpang ini memiliki fasilitas seperti pendingin udara & pengeras suara untuk petugas guide.
Langganan:
Postingan (Atom)


