Tampilkan postingan dengan label BKTB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BKTB. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Februari 2014

Sopir Angkot Gelar Demo Tolak BKTB

Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB) menuai protes dari para sopir angkutan kota Koperasi Wahana Kalpika (KWK) U11 jurusan Muara Karang-Pantai Indah Kapuk dan bus Kopami B 02 jurusan Senen-Muara Karang. Para sopir menganggap BKTB menurunkan penghasilan mereka.

Koordinator KWK Jakarta Utara, Farid Effendi, mengatakan rencana demo bakal digelar di dua tempat dimulai jam 09.00 nanti. Pertama, di depan pintu masuk Pantai Indah Kapuk. "Di sana kami akan memberhentikan setiap BKTB," ujarnya kepada Tempo, Selasa, 11 Februari 2014.

Selanjutnya, massa yang lain bergerak ke arah Balai kota untuk meminta pertanggungjawaban Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ihwal pengoperasian BKTB yang menurunkan penghasilan para sopir. "Sebagian besar akan ke Balai Kota. Ada sekitar 300 kendaraan yang akan ke sana," ucapnya.

Ia menuntut agar BKTB tidak beroperasi lagi. Sebab, semenjak BKTB beroperasi, penumpang di PIK cenderung naik bus tersebut. "Sebelum ada BKTB penghasilan kami lumayan, sekarang ini jadi turun." (Baca: 'Metromini Harus Belajar dari Kopaja')

Agus, 30 tahun, sopir KWK U11, menuturkan dirinya kelimpungan mencari penumpang semenjak BKTB beroperasi. "Ini saja sepi banget. Biasanya masih ramai," katanya. Ia juga kebingungan untuk memenuhi setoran mobilnya yang per hari Rp 130 ribu. "Gimana mau mikirin pendapatan kalau ngejar setoran saja sulit," ucapnya.

Minggu, 09 Februari 2014

Ini Penjelasan Kadishub DKI Soal Bus Baru Jokowi yang Rusak

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono membenarkan ada kerusakan beberapa komponen bus Transjakarta dan Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB) yang baru diluncurkan beberapa waktu lalu di Jakarta.

Dihubungi Kompas.com, Minggu (9/2/2014) sore, Pristono menegaskan, kerusakan itu terjadi saat proses 'shiping' atau pengapalan dari China ke Indonesia.

Seharusnya, bus-bus itu datang ke Jakarta awal Desember 2013, namun lantaran cuaca buruk, kapal baru dapat merapat akhir Desember 2013. "Jadi selama perjalanan, air laut terciprat-ciprat ke bus itu dan pada akhirnya menimbulkan karat di beberapa bagian," ujarnya.

Pristono pun mamastikan, pihak Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) telah mengetahui kerusakan tersebut dan bakal segera mengganti sukucadangnya dengan yang baru. Mengingat Dinas Perhubungan DKI baru melakukan 20 persen pembayaran.

"Itu sudah ada perjanjiannya Dishub dengan ATPM. Mereka juga sudah bersedia bertanggung jawab full atas kerusakan," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Kompas.com mendapatkan rangkaian foto-foto yang menggambarkan komponen bus Transjakarta dan BKTB yang rusak. Rangkaian foto-foto itu menunjukan ada lima Transjakarta articulated dan delapan BKTB yang tidak layak.

Bus Transjakarta jenis articulated bus atau bus gandeng dengan nomor kendaraan B 7146 IX dan nomor seri bus AK5200, kondisi beberapa komponen tampak tidak seperti baru. Tabung oli power steering berkarat, turbo sensor berkarat, indikator air cleaner berada di batas kuning-merah (tidak layak), pulley terbuka sehingga gemuk bocor, tabung knalpot karatan, water coolant bocor (mesin masih hidup), kompresor AC berjamur, kabel otomatis spion terpasang tak rapih, rangka kendaraan berkarat dan lain-lain.

Sementara untuk BKTB, kondisinya serupa. BKTB bernomor kendaraan B 77241 IV misalnya, instrumen dashboard tidak dibaut, kaca spion retak, tutup panel speedometer kendur, karet penutup persneling terlepas, wiring elektrikal menempel di manifolt.

Dari delapan unit BKTB yang ada di dalam foto tersebut, satu bus diketahui belum memiliki pelat nomor Polisi dan satu lagi memakai pelat kendaraan provit.

Transjakarta Diduga Bekas, Jokowi Ditipu Perusahaan China?

Pengamat transportasi Instran, Darmaningtyas menyayangkan mengapa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak teliti soal komponen bus Transjakarta dan Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB) baru yang dilaporkan rusak.

"Itu berarti perusahaan China yang menipu Pemprov DKI," ujarnya saat dihubungi Kompas.com Minggu (9/2/2014).

Melihat kondisi bus di foto-foto tersebut, Darmaningtyas malah menduga bahwa bus-bus tersebut bisa jadi merupakan stok lama, hanya bodi dan bagian yang nampak dipermak sedemikian rupa agar terlihat baru. Sementara, komponen mesin tak diganti.

Darmaningtyas menyarankan semua pihak yang terlibat di dalam pengadaan unit bus tersebut diaudit. "Mereka-mereka yang terlibat dalam pengadaan bus itu harus tanggung jawab," ujarnya.

Lebih jauh, Darmaningtyas juga ikut menyayangkan Pemerintah Provinsi DKI yang membeli bus dari perusahaan asal negeri hCina yang dianggap belum teruji. Ke depan, ia menyarankan Pemprov DKI membeli bus yang sudah terbukti dan ada Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) yang berdiri di Indonesia.

"Hal itu perlu supaya yang melakukan pemeliharaan jangan kita (Pemprov DKI), tapi biar ATPM yang profesional," lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, Kompas.com mendapatkan rangkaian foto-foto yang menggambarkan komponen bus Transjakarta dan BKTB yang rusak. Rangkaian foto-foto itu menunjukan ada lima Transjakarta articulated dan delapan BKTB yang tidak layak. Bus Transjakarta jenis articulated bus atau bus gandeng dengan nomor kendaraan B 7146 IX dan nomor seri bus AK5200, kondisi beberapa komponen tampak tidak seperti baru. Tabung oli power steering berkarat, turbo sensor berkarat, indikator air cleaner berada di batas kuning-merah (tidak layak), pulley terbuka sehingga gemuk bocor, tabung knalpot karatan, water coolant bocor (mesin hidup), kompresor AC berjamur, kabel otomatis spion terpasang tak rapih, rangka kendaraan berkarat dan lain-lain.

Sementara untuk BKTB, kondisinya serupa. BKTB bernomor kendaraan B 77241 IV misalnya, instrumen dashboard tidak dibaut, kaca spion retak, tutup panel speedometer kendur, karet penutup persneling terlepas, wiring elektrikal menempel di manifold. Dari delapan unit BKTB yang ada di dalam foto tersebut, satu bus diketahui belum memiliki pelat nomor Polisi dan satu lagi memakai pelat kendaraan provit.

Selasa, 04 Februari 2014

Feeder Busway, Kemana Saja Rutenya

Dalam rangka mengurangi penggunaan mobil pribadi, pemerintah provinsi DKI Jakarta mulai mengoperasikan bus sedang bernama Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB) untuk warga yang tinggal di sejumlah perumahan. Pada pengoperasian awal, ada dua rute yang disediakan.

"Saat ini rutenya Pantai Indah Kapuk-Monas dan Kalibata-Tanah Abang," kata Kepala Dinas Perhubungan Udar Pristono di Balai Kota, Senin, 3 Februari 2014. Dia mengharapkan, BKTB ini dapat menggaet warga yang selama ini menggunakan mobil pribadi untuk beraktifitas. "Ini ditujukan untuk perumahan kalangan menengah atas."

Menurut Udar, BKTB ini pun sama seperti APTB bersinggungan dengan beberapa koridor Transjakarta. Untuk rute Pantai Indah Kapuk-Monas, akan bersinggungan dengan Koridor 1 dan Koridor 12. Sementara itu, rute Kalibata-Tanah Abang akan bersinggungan dengan Koridor 1 dan Koridor 9. "Bayar 6ribu, termasuk tiket busway," kata dia.

Untuk rute PIK-Monas, Bus akan berangkat dari Pasar Modern PIK lalu menuju Putaran Rzu Chi Center-RS PIK-Taman Suaka Margasatwa Angke-Jembatan M Angke-Green Bay Pluit-Pantai Mutiara-Waduk Pluit. Kemudian masuk jalur busway melalui Landmark Pluit-Pakin-Gedong Panjang-Museum Fatahilah-Kota-Harmoni-Monas-Balaikota-Gambir-Tugu Tani-Halte Telkom-Balaikota-Monas.

Dari Monas, bus akan kembali berputar menuju Harmoni-Kota-Jembatan Tiga-Bandengan Selatan-Penjaringan-Pantai Mutiara-Green Bay Pluit-Jembatan Angke-Taman Margasatwa Angke-RS PIK-Rzu Chi Center dan kembali Fresh Market.

Sementara itu, untuk rute Kalibata-Tanah Abang. Halte yang dilewati adalah Tanah Abang-Jatibaru-Jatibaru (Abdul Muis)-Monas-Bank Indonesia-Sarinah-Bundaran Hotel Indonesia-Tosari-Dukuh Atas-Setiabudi-Karet-Benhil-Semanggi-Gatot Subroto LIPI-Gatot Subroto Jamsostek-Kuningan Barat-Tegal Parang-Pancoran Barat-Pancoran-Pertadam-Masjid An Nur-Halte Pengadegan Barat-Halte STEKPI-Transmigrasi-Kalibata City-TMP Kalibata.

Menurut Udar, bus akan berjalan setiap 10 menit sekali. Dengan kapasitas masing-masing bus sebanyak 35 penumpang. "Jam operasinya sama dengan Transjakarta," kata dia.

Rabu, 08 Januari 2014

Awal Februari, 346 Bus Sedang Beroperasi di Jalur "Busway"

Pada awal Februari mendatang, warga Jakarta dapat menikmati angkutan umum yang lebih ramah lingkungan, nyaman dan aman. Angkutan umum tersebut berupa Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB).

Sebanyak 346 BKTB atau bus sedang baru akan beroperasi melayani warga menggantikan kopaja yang sudah tidak layak jalan lagi.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan BKTB ini akan menjadi feeder bagi bus Transjakarta sehingga bus sedang ini akan beroperasi di jalur khusus busway.

“BKTB ini menggantikan kopaja yang sudah tidak beroperasi lagi pada sejumlah rute. Bus-bus ini akan menghidupkan kembali rute yang sudah tidak dilewati kopaja lagi. Sama seperti Kopaja AC, BKTB diperbolehkan melintas di jalur busway,” kata Pristono, Rabu (8/1).

Ratusan bus tersebut, lanjutnya, akan melayani warga dari domisili mereka ke sejumlah rute yang dilalui oleh bus Transjakarta. Dengan begitu, warga bisa melanjutkan perjalanannya menggunakan bus Transjakarta. Terintegrasinya layanan transportasi ini akan membuat warga tidak lagi menikmati kemacetan di jalan.

Menurutnya, bus-bus baru tersebut sudah tiba di Jakarta. Saat ini sedang dalam proses penyelesaian administrasi. Bus baru itu tegas dia, belum bisa dioperasikan seluruhnya karena Dinas Perhubungan harus merekrut sopir BKTB. Lalu memberikan pelatihan bagi mereka agar dapat mengemudikan BKTB di jalur bus Transjakarta. “BKTB akan dioperasikan secara bertahap,” ujarnya