Tampilkan postingan dengan label Armada. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Armada. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Agustus 2018

Ini 5 Terobosan Transjakarta Sambut Asian Games 2018

Perhelatan Asian Games 2018 yang tinggal lima hari lagi, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) gencar membenahi fasilitas dan berencana menambah jumlah armada busnya.

Berikut ini beberapa hal yang disiapkan Transjakarta dalam menyambut pesta olahraga terbesar di Asia itu.

1. Pengoperasian 300 bus wisata untuk atlet dan official

Untuk mengakomodasi atlet dan official berwisata keliling Indonesia, PT Transjakarta mengoperasikan 300 bus khusus. Ratusan bus itu akan mengantar para atlet berwisata belanja, sejarah, serta hiburan atraksi seni dan budaya.


"Bus terdiri dari 230 bus jenis low entry dan 70 bus jenis royaltrans, serta sebagian mulai beroperasi 10 Agustus lalu," ujar Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin, 13 Agustus 2018.

2. Pengoperasian seluruh 1.750 bus reguler

Budi menjelaskan pihaknya mendorong masyarakat menggunakan bus Transjakarta untuk menuju vanue Asian Games. Salah satu caranya, ia mengerahkan sebanyak 1.750 bus reguler selama Asian Games berlangsung. Sebelum perhelatan itu, bus yang beroperasi hanya sekitar 1.600 saja.

3. Layanan gratis pada akhir pekan dan libur nasional.

Setiap akhir pekan (Sabtu dan Ahad) dari tanggal 17 Agustus - 2 September, Budi mengatakan layanan Transjakarta akan gratis. Untuk menikmati fasilitas itu, Budi mengatakan masyarakat hanya perlu memiliki kartu uang elektronik. "Karena pas masuk harus tap in untuk dihitung jumlah penumpangnya. Jadi butuh e-money," ujar Budi.

4. Perluasan halte stadion GBK dan penempatan 125 volunteer.

Saat ini, Budi mengatakan Halte Gelora Bung Karno telah selesai renovasi. Usai perbaikan itu, Halte GBK kini bisa mengangkut dan menurunkan penumpang dari bus yang memiliki delapan pintu. Sehingga proses keluar-masuk penumpang akan jauh lebih cepat.

Selain itu, Budi mengatakan 125 volunteer akan ditempatkan di Halte Transjakarta di sekitar vanue Asian Games. Para volunteer tersebut dibekali kemampuan berbahasa asing agar bisa memberikan pengarahan kepada para tamu mancanegara.

5. Dua Rute Baru di Sekitar stadion Gelora Bung Karno

Terakhir, Budi mengatakan saat Asian Games berlangsung akan ada dua jalur Transjakarta gratis yang mengelilingi vanue GBK. Bus tersebut berjumlah 20 armada dengan masing-masing jalur sebanyak 10 armada. Tujuannya, bus itu akan mengangkut para supporter di sekitar GBK agar tidak perlu berjalan terlalu jauh.

Untuk jalur pertama, bus akan melewati Bundaran Senayan - Hotel Sultan - Pal Merah Timur - Stasiun Pal Merah - Jalan Gelora - Jalan Asia Afrika - lalu kembali ke Bundaran Senayan.

Sedangkan jalur kedua, yakni dari dari Jalan Gerbang Pemuda - Jalan Asia Afrika - Jalan Pintu Senayan - Jalan Sudirman - Jalan Gatot Subroto - lalu kembali ke Jalan Gerbang Pemuda.

Hingga saat ini, Budi mengatakan pihaknya masih memperhitungkan jumlah halte dan waktu operasional bus di kedua jalur itu. "Saat Asian Games berlangsung, bus itu akan berfungsi," ujar dia.

Selasa, 14 Februari 2017

DKI Luncurkan 10 Bus Transjakarta Vintage

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) meluncurkan 10 unit bus vintage series.

Berbeda dengan bus Transjakarta pada umumnya, bus ini dibuat dengan interior mirip bus zaman dahulu dan kursi penumpang menghadap ke depan.

Direktur PT Transjakarta, Budi Kaliwono mengatakan, beberapa unit bus bergaya vintage ini sudah dioperasikan di Koridor I (Blok M-Kota).

"Sekarang baru ada enam unit. Nanti akan kita tambah menjadi 10 unit yang beroperasi," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (14/2).

Menurut Budi, warna biru tua yang melapisi bus ini terinspirasi dari bus PPD era 1960-an. Lantai bus juga dilapisi dengan karpet motif kayu untuk menambah nuansa vintage.

"Bus ini memiliki kapasitas 60-70 penumpang sama seperti bus-bus Transjakarta lainnya," jelasnya.

Ia menambahkan, dua di antara bus vintage ini juga dilengkapi dengan klakson telolet. Bus tersebut nantinya tidak hanya melayani koridor I, tapi koridor Transjakarta lainnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menjajal bus tersebut. Kehadiran bus ini diharapkan dapat menarik minat warga Ibukota untuk beralih ke transportasi umum.

Sekadar diketahui, armada bus Transjakarta vintage series ini merupakan produksi dari Ungaran, Jawa Timur yang menggunakan mesin Mercedes Benz.

Kamis, 05 Januari 2017

Transjakarta Tambah 2.000 Unit Bus Tahun Ini

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) akan menambah 2.000 unit bus tahun ini. Sehingga pada akhir tahun jumlah bus yang dimiliki bisa mencapai 3.300 unit.

" Tahun ini armada kami akan ada 3.300, targetnya sampai Desember 2017, ini progressif jalan terus"

Direktur PT Transjakarta, Budi Kaliwono mengatakan, bus eksisting saat ini ada sebanyak 1.300 unit, baik bus gandeng, tunggal maupun bus sedang. Secara bertahap akan ada penambahan bus, mulai Maret mendatang.

"Pengadaan bus itu kami jalan terus. Tahun ini armada kami akan ada 3.300, targetnya sampai Desember 2017, ini progresif jalan terus," kata Budi, di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (5/1).

Anggaran yang disiapkan untuk pembelian ribuan bus tersebut mencapai Rp 750 miliar. Dana tersebut merupakan alokasi anggaran yang disiapkan selama dua tahun, yakni 2016 dan 2017. "Total tahun lalu dan tahun ini anggarannya Rp 750 milliar dan ini semua pengadaan," ucapnya.

Budi menambahkan, anggaran tersebut masih kurang untuk pengadaan bus. Pihaknya memiliki skema lain untuk mendapatkan modal tambahan, yakni dengan pinjaman bank.

"Kami masih butuh dana tambahan, rencananya akan kerja sama dengan pihak bank atau perusahaan pembiayaan sehingga pengadaan ini menjadi tepat waktu," tuturnya.

Untuk tahap awal, sebanyak 300 bus dengan jenis low entry akan datang pada Maret mendatang. Jenis bus tersebut digunakan oleh berbagai negara, khususnya untuk mengakomodir pengguna difabel. "Bulan Maret itu akan datang total 300 bus low entry," tandasnya.

Kamis, 20 Oktober 2016

Transjakarta Luncurkan 116 Unit Bus Baru

Untuk mewujudkan Jakarta baru yang melayani warganya dalam bidang Transportasi, Transjakarta meluncurkan 116 bus baru. Diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota pada tanggal 19 Oktober pukul 17:00 Wib.  Rincian armada yang diluncurkan antara lain:
– 100 unit bus single 12 meter,
– 3 unit  bus model  low entry,
– 1 unit bus medium ukuran 10 meter dan
– 8 unit bus Maxi milik operator Mayasari Bhakti yang dioperasikan oleh Transjakarta ; serta
– 4 unit bus tingkat hibah.

“Dengan penambahan unit baru ini, maka Transjakarta memiliki 1.347 unit bus yang siap dioperasikan. Peluncuran armada baru hari ini merupakan awal dari proses penambahan unit Transjakarta baik yang yang dilakukan sendiri maupun oleh operator, yang akan terus bertambah sampai dengan tahun 2017,” ujar Budi Kaliwono Dirut Transjakarta. Sampai tahun 2017 Transjakarta menargetkan dapat mengoperasikan lebih dari 3.000 unit bus.

Berbagai bus baru dari merek dan ukuran  yang berbeda akan di operasikan di rute-rute baru yang memang memerlukan penambahan armada, untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Jakarta.

Secara khusus Transjakarta sudah memutuskan membeli 300 unit bus Low entry yang merupakan bagian dari pengadaan sampai dengan tahun 2017. Keistimewaan bus low entry adalah memudahkan saat naik ke bus karena memiliki lantai rendah sehingga ramah terhadap difable. Bus low entry ini akan digunakan di non koridor, sehingga akan menggantikan angkutan regular di Jakarta seperti Kopaja, Metro Mini, Mayasari dan PPD. Pengoperasian bus low entry akan menjadi pertama dijalanan di Indonesia.

Transjakarta juga meluncurkan 2 bus Vintage Series untuk mengenang kejayaan dan kontribusi PPD dalam melayani transportasi masyarakat Jakarta. Bus vintage series ini diharapkan dapat memberikan pengalaman dan nostalgia bagi pelanggan Transjakarta.

“Pelanggan Transjakarta mengalami peningkatan. Dalam sembilan bulan pertama tahun ini, pelanggan yang kami layani di hari kerja menunjukkan kenaikan 43% dari 297 ribu pada bulan Januari-2016 menjadi 427 ribu pada bulan September-2016. Animo positif ini kami respon dengan penambahan armada baru dan perbaikan kualitas layanan.” Tambah Budi.

Sejak awal  2016, PT Transportasi Jakarta telah membenahi bus-bus yang dioperasikan. Bus tak layak pakai tidak dioperasikan lagi selama kurun waktu Januari sampai dengan  Juni 2016 ada sekitar 300 unit bus yang digrounded.  Armada yang dioperasikan adalah bus yang masuk dalam kategori laik jalan dan laik pandang. Kini, Transjakarta sangat selektif dalam membeli bus, yakni dengan menggunakan merek-merek yang digunakan oleh negara-negara maju, seperti  Scania, Mercedes Benz, MAN, dan lain-lain.

Prasetia Budi
Humas
PT.Transportasi Jakarta

Rabu, 19 Oktober 2016

Transjakarta Cares Untuk Difabel

PT Transportasi Jakarta mempersembahkan layanan baru yang di khususkan bagi difabel. Program yang dinamakan Transjakarta Cares diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, pada Rabu (19/10/16) di Balaikota.

“Sebagai perusahaan BUMD di bawah Pemprov DKI, Transjakarta memiliki tanggung jawab untuk menjalankan program besar Pemprov DKI khususnya kesetaraan pelayanan seluruh warga dalam bidang Transportasi. Dengan layanan ini diharapkan kaum difabel tidak menjumpai hambatan dalam mendapatkan moda transportasi yang aman, nyaman dan murah” jelas Dirut Transjakarta, Budi Kaliwono.

“Kaum Difabel juga warga Jakarta jadi mereka juga berhak mendapatkan fasilitas dan subsidi yang dibuat oleh Pemprov dalam pelayanan transportasi” tambahnya.

Sebagai tahap awal, baru 5 unit mobil yang diresmikan. Mobil khusus ini diawaki oleh 1 orang pramudi dan 1 orang petugas yang sudah dilatih khusus melayani difabel.

Armada yang ada saat ini, 4 unit  diantaranya berasal donasi  pihak swasta yang tergerak melakukan program ini. Seperti:
– Asuransi Astra Buana mendonasiskan 1 unit Toyota NAV1,
– Astra Credit Companies mendonasikan 2 unit Daihatsu Luxio,
– dan PT Denso Sales Indonesia mendonasikan 1 unit Daihatsu Luxio.




“Kami menargetkan untuk mengoperasikan 40 unit kendaraan dalam waktu dekat agar kami dapat lebih maksimal. Untuk itu kami mengetuk hati pihak swasta agar dapat mendonasikan kendaraan dalam program layanan ini”, tambah Budi Kaliwono.

Pada tahap awal Transjakarta Cares akan melayani dua zona yakni di Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Dalam waktu dekat layanan ini akan mengcover seluruh Jakarta. Beroperasi dari pukul 08.00 sampai dengan 17.00 WIB setiap hari. Pelanggan difabel dapat memesan mobil Transjakarta Care dengan cara menghubungi call center 1500 102 satu hari sebelumnya. Penjemputan akan dilakukan di lokasi asal pelanggan (rumah dan sebagainya) untuk diantar ke halte ramah difabel terdekat.

“Kami sudah menyiapkan 10 halte yang memiliki JPO yang ramah kaum difabel, setelah di jemput dari rumah, maka armada kami akan mengantar ke halte ramah difable dan dapat meneruskan perjalanannya menggunakan armada Tranjakarta sampai halte ramah difabel yang terdekat dengan tujuan. Armada Transjakarta Cares lanjutan akan mengantar sampai ke Tujuan.

“Kami telah menyiapkan 7 pramudi dan 20 satgas yang siap melayani difabel, dan siap untuk melayani” ujar Dirut Transjakarta Budi Kaliwono, menutup pembicaraan.

Prasetia Budi
Humas
PT.Transportasi Jakarta

Kamis, 21 April 2016

Bus Transjakarta Khusus Wanita Layani Koridor 1

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meluncurkan bus Transjakarta khusus wanita. Tahap awal hanya ada dua unit yang akan melayani koridor 1 rute Blok M-Kota. Hingga Mei mendatang akan ditambah menjadi 10 unit bus.

"Ini akan ada 10 bus. Pertama ada dua unit dulu yang diluncurkan," kata Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (21/4).

Basuki mengatakan, delapan bus sisanya secara bertahap akan diluncurkan hingga Mei mendatang. Sehingga ke depan diharapkan bus tersebut bisa melayani penumpang setiap 30 menit. "Kami harapkan di koridor 1 tiap 30 menit kalau sterilnya betul-betul, akan ada bus seperti ini melintas," ujarnya.

Untuk koridor lainnya, akan dilakukan secara bertahap juga. Basuki mengatakan pemilihan koridor 1, karena merupakan koridor yang paling steril. Terlebih penumpang wanita di koridor ini cukup banyak.

Basuki berharap dengan adanya bus ini  bisa memberikan kenyamanan kepada penumpang. Karena ada beberapa kaum wanita yang merasa risih jika berhimpitan dengan pria di dalam bus. Bahkan, semua awak bus mulai dari pramudi dan petugas onboard adalah wanita.

"Di kota besar ini ada wanita yang agak risih, kalau berhimpitan dengan pria. Kalau dari sisi agama bukan, muhrim. Bus ini tentu, kami harapkan bisa membuat nyaman." tandasnya.

Senin, 15 Februari 2016

Pembaruan Metromini

SIARAN PERS TRANSJAKARTA.

Kamis, 18 Februari 2016

Metromini melebur ke Transjakarta. Guna meningkatkan layanan dan kenyamanan penumpang Transjakarta (TJ), dalam waktu tak lama lagi seluruh armada medium bus Metromini akan dilakukan pembaruan. Metromini akan digantikan dengan armada bus yang semuanya baru. Hal ini disampaikan oleh Dirut Transjakarta  pada saat menerima dan  berdialog dengan sekitar 40 orang pemilik dan perwakilan Metromini di kantornya di Cawang, Jakarta Timur pada Kamis (18/2/2016). “Transjakarta adalah satu satunya BUMD yang ditugaskan Pemprov DKI Jakarta untuk menata seluruh layanan transportasi yang ada di Jakarta. Membuat struktur  yang paling baik yang kira kira sesuai dengan kemauan pemilik dan pengurus Metromini tanpa mengurangi standar layanan Transjakarta”, ungkap Dirut Transjakarta Budi Kaliwono.

Pertemuan antara TJ dengan pemilik dan pengurus Metromini ini,  sebagai langkah awal integrasi Metromini ke dalam manajemen TJ. Hal ini penting dilakukan  untuk menyamakan persepsi  semua pemilik Metromini yang saat ini memiliki sekitar 1000 unit bus dan sebagian besar masih beroperasi di Jakarta. Untuk itu, TJ mencari tahu terlebih dahulu hal apa yang menjadi harapan masing masing pemilik kendaraan medium ini. Karena pemilik bus sedang ini  kepentingannya berbeda beda satu sama lain. Jika sudah satu persepsi untuk bergabung dalam wadah di bawah manajemen Transjakarta, maka akan lebih mudah merestrukturisasi Metromini melebur ke dalam manajemen Transjakarta.

Untuk itu, Transjakarta  segera membentuk wadah yang dimaksud dan membantu memberi informasi mengenai skema pinjaman kepada pihak leasing, membantu proses mendaftar di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP), memilih Agen Pemegang Merek bus (APM) hingga Karoseri terbaik yang akan ditunjuk oleh Transjakarta.

Ketua Forum Komunikasi Pemilik Metromini, Rimhot S. dalam  kapasitasnya mewakili pemilik bus Metromini, menyambut baik dan antusias untuk bergabung di bawah Manajemen Transjakarta. “Pada prinsipnya seluruh pemilik Metromini ini setuju dan mendukung program pemerintah untuk terintegrasi dengan busway. Hal ini sudah kami nyatakan kepada Kepala Dinas Perhubungan, Lembaga Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan DPRD DKI Jakarta”. Ungkap Rimhot. “ Kami mendukung jika ada wadah seperti Koperasi atau Perseroan Terbatas di bawah Manajemen Transjakarta.  Ini terobosan yang sangat bagus untuk segera direlisasikan”, lanjut Rimhot.

Pada kesempatan ini Dirut TJ juga menyampaikan bahwa tahun 2016 ini akan ada penambahan sekitar 1200 bus mulai dari bus gandeng (articulated bus), bus single ukuran 12 meter, bus maxi dan bus ukuran  9 sampai dengan 10 meter.  Sekarang bus baru yang sudah siap beroperasi baru ada 50 unit. Dipersilahkan kepada pengemudi Metromini segera melamar ke Transjakarta jika memenuhi syarat dan mengikuti seleksi akan kami terima.

Saat ini Transjakarta bekerjasama dengan Dinas perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta sedang merancang model yang paling cocok untuk menggantikan seluruh armada Metromini dengan mempertimbangkan kemampuan daya beli pemilik dan kecocokan rute rute yang dilalui oleh kendaraan sejenis Metromini ini.

Transjakarta mengusulkan agar seluruh armada Metromini  diganti dengan bus baru ukuran 9 sampai dengan 10 meter dengan sumbu 5,3 meter, ukurannya lebih besar dibanding bus Metromini yang sekarang dengan panjang sumbu 3,2 meter. Dengan ukuran bus yang lebih besar ini, harapannya lebih nyaman untuk penumpang Transjakarta.

Jika program integrasi Metromini dan Transjakarta sudah berjalan,  maka seluruh armada Metromini  harus ditempatkan di pool milik Transjakarta dan dirawat oleh Agen Tunggal Pemegang Merek bus (APM) terbaik yang  ditunjuk oleh Transjakarta. Hal ini dilakukan agar Metromini lebih tertib secara operasional, tertib perawatannya, tertib administrasi dan mengikuti aturan yang sudah ditetapkan Transjakarta.

Di akhir pertemuan, Dirut Transjakarta memberi motivasi kepada seluruh pemilik dan pengurus bahwa Metromini pasti bisa lebih baik lagi. Pasti bisa dan mampu mengganti seluruh armadanya dengan bus bus baru yang sedikit lebih besar dan lebih nyaman.



Humas PT Transportasi Jakarta

Prasetia Budi

Minggu, 02 Agustus 2015

Percantik Kopaja Dan Metro Mini, DKI Luncurkan 60 Bus

Pemprov DKI Jakarta akan memperoleh tambahan sebanyak 60 unit bus tunggal tahun ini. Puluhan bus tersebut merupakan bagian dari revitalisasi angkutan umum di ibu kota. Nantinya bus-bus itu untuk meremajakan metromini, kopaja dan kopami yang usianya sudah puluhan tahun.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, pihak operator yang membeli, akan dibayar rupiah per kilometer oleh Pemprov DKI. Puluhan bus tunggal ini diproduksi oleh perusahaan oto bus asal Jepang, Hino dan dirakit di Indonesia.

"Jadi Hino sudah siap, tahun ini ada 60 unit. Tahun depan mulai bikin komponen yang chasis gas. Mereka bisa membuat 2.000 unit per tahun. Ini yang kami harapkan," kata Ahok, Jumat (31/7) malam.

Spesifikasi bus tersebut akan sama persis dengan bus single Transjakarta yang sudah ada saat ini. Sebab Basuki sudah tidak menginginkan lagi adanya bus kopaja, kopami dan metromini yang ukurannya seperti sekarang ini.
"Jadi bus semakin besar. Kalau makin besar busnya, makin banyak yang diangkut," ujar Ahok.

Komponen yang digunakan untuk merakit bus tersebut 40-50 persen diantaranya merupakan komponen lokal. Apalagi spesfikasi Hino sudah sangat tinggi dan memiliki pabrik di Indonesia, termasuk untuk yang dibeli DKI ini bodinya sudah dibuat di Ungaran, Jawa Tengah.

Pihak Hino menargetkan bus tersebut sudah bisa digunakan sekitar bulan Oktober hingga Desember. Bus tersebut nanti akan digunakan atau dioperasikan oleh kopami, kopaja dan metromini dengan sistem rupiah per kilometer yang akan dibayar oleh Pemprov DKI. Ke-60 bus ini nantinya akan masuk dalam e-catalogue Lembaga Kebijakan Pengadaan barang dan jasa Pemerintah (LKPP). Operator yang berminat harus membeli melalui sistem yang ada.

Rabu, 15 Juli 2015

2 Bus Scania Diuji Coba di Halte Balaikota

Dua bus Transjakarta gandeng merek Scania sore ini akan diuji coba di Halte Balaikota, Jakarta Pusat. Rencananya, Rabu (15/7), sebanyak tujuh unit bus asal Swedia tersebut akan diuji coba di sejumlah koridor Transjakarta.

"Sore ini kita akan gunakan dua unit Scania dan besok ditambah lagi menjadi tujuh unit," kata Sri Ulina Pinem, Humas PT Transjakarta, Selasa (14/7).

Menurut Sri, total ada 20 unit bus Scania yang didatangkan dari Swedia. Bus gandeng tersebut mampu menampung penumpang hingga 140 orang dengan jumlah kursi sebanyak 39 buah.

Sri mengakui pengoperasian bus Scania ini meleset dari rencana semula yang ditargetkan bisa dimulai pada Senin (13/7) kemarin. Hal tersebut disebabkan masih adanya kendala dalam proses administrasi kepengurusan surat kendaraan dan uji Kir.

Senin, 22 Juni 2015

20 Bus Transjakarta Scania Diluncurkan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meluncurkan 20 unit bus Transjakarta Gandeng merek Scania, di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Senin (22/6). Nantinya, bus buatan Eropa itu akan dioperasikan di enam koridor.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, pembelian bus Transjakarta kali ini melalui katalog elektronik (e-katalog) di Lembaga Kebijakan Pengadaan barang dan jasa Pemerintah (LKPP). Pembelian bus untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya pengguna angkutan massal andalan ibu kota ini.

"Saya sangat gembira karena memang kami ingin mendorong supaya pembelian atau pengadaan barang dan jasa di Jakarta semuanya dilakukan melalui e-katalog LKPP. Dengan adanya bus-bus ini, kami berharap dapat memberikan layanan transportasi yang lebih baik kepada masyarakat," kata Basuki.

Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Antonius NS Kosasih mengatakan, bus-bus tersebut saat ini belum dapat dioperasikan karena masih menunggu proses administrasi, seperti perizinan dan STNK. Diperkirakan bus-bus itu baru bisa beroperasi pada pertengahan Juli 2015.

"Kami akan operasikan bus tersebut di beberapa koridor Transjakarta yang memang dapat dilalui oleh bus gandeng seperti koridor I (Blok M-Kota)," ujar Kosasih.

Keunggulan bus gandeng buatan Eropa diantaranya daya tahan dan standar keamanan serta kenyamanan yang tinggi, hemat bahan bakar, dan ramah lingkungan. Materi bahan dasar bus hingga sistem bahkan dirancang untuk keamanan para penumpang. Pelapis lantai, karpet dan interior bus dibuat dari bahan tahan api bersertifikat BASF.

Bus gandeng itu memiliki kapasitas hingga 140 orang dengan 39 kursi yang terdiri dari enam kursi prioritas dan dua ruang untuk pengguna kursi roda. Di bagian dalam terdapat empat kamera pengawas (CCTV) dan di bagian luar ada dua CCTV, yakni di depan dan belakang bus. Kemudian, bus tersebut juga memiliki dua lubang pengisian BBG, masing-masing terletak di bagian kanan dan kiri bus sehingga dapat diisi dari sisi manapun.

Kamis, 04 Juni 2015

Juli, 20 Bus Transjakarta Scania Beroperasi

Pemprov DKI Jakarta terus meningkatkan pelayanan bus Transjakarta. Saat ini, 20 bus bermerk Scania telah dibeli Pemprov DKI dan akan tiba pada akhir Juni ini. Setelah melalui uji kelaikan, ditargetkan pada pertengahan Juli bus tersebut bisa beroperasi.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, sengaja membeli bus asal Swedia itu, dengan harapan kualitas bus lebih baik. "Akhir Juni nanti datang. Pemda kan sudah dapat lelang juga," ujar Basuki di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (4/6).

Dikatakan Basuki, 20 bus Scania itu dibeli melalui PT Transjakarta. Penambahan bus sendiri akan terus dilakukan, namun masih menunggu kesiapan dari Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM). "Dari Scania ada 20 unit sedangkan dari Hino belum siap. Karena baru bikin," katanya.

Mantan Bupati Belitung Timur ini menargetkan pada 2016 bisa mendatangkan ratusan unit bus Transjakarta, agar persoalan kekurangan bus bisa teratasi.

Direktur Utama PT Transjakarta, Antonius Steve Kosasih mengatakan, rencananya 20 unit bus itu akan dioperasikan di koridor utama, seperti koridor I (Blok M-Kota) dan koridor IX (Pinang Ranti-Pluit). "Sebelum dioperasikan, harus dilengkapi dulu perizinannya. Diperkirakan pertengahan Juli baru bisa dioperasikan," kata Kosasih.

Selasa, 21 April 2015

Zona Bebas Motor Butuh Tambahan Bus Gratis

Sebanyak 10 unit armada bus gratis yang beroperasi di zona bebas motor, tepatnya mulai dari kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI)-Jalan Merdeka Barat dinilai masih kurang. Idealnya jumlah bus gratis tersebut sebanyak 15 unit, sehingga waktu kedatangan (headway) bus tidak terlalu lama.

“Jalur itu panjangnya kan tiga kilo, kalau bolak-balik enam kilo. Bus yang beroperasi di situ ada 10 unit, lima bus City Tour dan lima bus Transjakarta. Jumlah armada ini masih belum cukup, karena bus-bus itu kondisi mix traffic, bercampur sama kendaraan lain. Jadi kecepatannya itu belum bisa stabil saat macet di traffic light. Itu yang membuat headway di perjalanan menjadi tidak menentu,” kata Masdes Arrofi, Kepala Bidang Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI, Senin (20/4).

Masdes mengungkapkan, idealnya armada gratis yang beroperasi pada jalur bebas kendaraan roda dua di kawasan Bundaran HI-Medan Merdeka Barat itu berjumlah 15 unit sehingga waktu kedatangan bus tidak molor seperti saat ini. Di mana waktu kedatangan bus yang seharusnya menjemput penumpang setiap dua hingga tiga menit sekali, molor menjadi sembilan sampai 11 menit sekali akibat terjebak kemacetan bersama kendaraan pribadi.

“Mungkin pemberangkatan awal dari Bundaran HI itu tiga menit sekali, tetapi saat bercampur sama mobil pribadi di tengah jalan, khususnya ketika jam sibuk, headway-nya tidak bisa konsisten tiga menit kayak waktu pertama berangkat. Karena terkena macet di jalan, headway-nya jadi molor sembilan sampai 11 menit,” bebernya.

Menurutnya, kondisi seperti ini akan terus terjadi apabila di jalur tersebut tidak diberikan tambahan armada. Selain itu, kebijakan pelarangan sepeda motor melintas di koridor ini pun tidak bisa efektif mengurai kemacetan hingga 100 persen. Sebab, 10 unit armada gratis yang beroperasi saat ini belum dapat menampung kebutuhan penumpang di jalur sepanjang tiga kilometer tersebut.

“Idealnya memang ditambah lima armada lagi. Kalau tidak, headway-nya tidak akan konsisten, dan itu sudah dikeluhkan orang karena busnya belum datang-datang,” ucapnya.

Masdes mengaku telah menyampaikan persoalan kurangnya armada kepada PT Transportasi Jakarta (Transjakarta). Namun, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI itu menyatakan belum perlu menambah armada karena penumpang yang menaiki 10 bus gratis di lokasi itu baru sebanyak 30-40 persen.

“Kita sudah minta PT Transjakarta tambah lima armada lagi di jalur itu, walaupun penumpang belum penuh. Karena orang juga akan malas menaiki bus gratis kalau jumlahnya kurang,” tukasnya.

Selasa, 03 Februari 2015

Wagub: Masa Teknologi Mercedes Kalah dari PP Tahun 2012

Lima unit bus tingkat merek Mercedes Benz sumbangan dari Tahir Foundation pada Desember tahun lalu hingga kini belum bisa beroperasi akibat terbentur Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan. Karena itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidajat, meminta Kementerian Perhubungan agar merevisi PP tersebut.

"Saya minta PP itu segera direvisi. Masa teknologi Mercedes kalah dari PP yang dibuat pada tahun 2012, ini kan sudah 2015," kata Djarot, di kantor Kementerian Perhubungan, Selasa (3/2).

Dia mengaku akan melakukan pertemuan khusus dengan Kementerian Perhubungan untuk membahas hibah bus tingkat itu. Dia pun mempersilahkan bus tingkat tersebut untuk diuji coba. "Nanti itu dibahas khusus. Yang prinsip kami minta, kalau tidak percaya nanti diuji coba," ujarnya.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub, JA Barata membenarkan akan ada pertemuan khusus dengan Pemprov DKI Jakarta. Rencananya, pertemuan akan dilaksanakan pada Jumat (6/2) mendatang. Namun untuk revisi PP, dirinya tidak bisa berkomentar banyak. Sebab kewenangan untuk merevisi PP berada di Presiden RI Joko Widodo. "Kalau mau minta revisi bilang ke Presiden, karena kewenangannya ada di sana," ucapnya.

Barata mengatakan, pada dasarnya Kemenhub tidak pernah berniat mempersulit Pemprov DKI dalam pengoperasian lima bus tingkat tersebut. Sepanjang bus memenuhi segala aspek keselamatan dan aspek kelaikan jalan sesuai perundang-undangan, kata dia, tentu Kemenhub tidak akan mempersulit izin pengoperasian bus.

Seperti diberitakan, lima unit bus tingkat Mercedes Benz sumbangan Tahir Foundation sampai saat ini belum juga dioperasikan karena tidak memenuhi persyaratan bus tingkat yang tercantum dalam PP Nomor 55 tahun 2012. Dalam peraturan dicantumkan bus tingkat harus memiliki bobot 21-24 ton. Sedangkan bus tingkat dari Tahir Foundation hanya berbobot sekitar 18 ton.

Rabu, 10 Desember 2014

Lima Bus Tingkat Gratis untuk Thamrin-Medan Merdeka Barat

Sebanyak lima bus tingkat gratis yang disumbang oleh yayasan Tahir Foundation kepada Pemprov DKI akan dioperasikan di sepanjang rute pemberlakuan pelarangan sepeda motor, yakni di sepanjang Jalan MH Thamrin-Jalan Medan Merdeka Barat.

"Untuk sementara ini busnya akan difungsikan untuk mengangkut para pemotor. Rutenya dari Bundaran HI menyusuri Jalan MH Thamrin, Medan Merdeka Barat, melewati Jalan Majapahit dan Harmoni, akan wara-wiri di sepanjang jalan itu," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Muhammad Akbar, di Lapangan Silang Monas Barat Daya, Rabu (10/12/2014).

Pengendara bus tingkat gratis itu berasal dari sopir bus transjakarta. Nantinya, bus akan menaikkan dan menurunkan penumpang di halte reguler bukan di halte transjakarta. Karena deck didesain rendah dan ramah terhadap penyandang disabilitas.

"Bus-bus ini tidak berhenti di sembarang tempat, berhenti di halte reguler. Sementara dioperasikan hanya untuk mengakomodasi kebutuhan para pemotor," kata Akbar.

Penerapan kebijakan pelarangan perlintasan sepeda motor rencananya akan berlangsung pada 17 Desember mendatang. Saat ini, Dishub DKI bersama Polda Metro Jaya sedang melakukan sosialisasi pemberitahuan dan penyebaran surat edaran kepada pemilik gedung sepanjang Jalan MH Thamrin-Jalan Medan Merdeka Barat.

Selain itu, pihaknya juga sedang memasang rambu lalu lintas untuk menunjang realisasi kebijakan ini. Nantinya, akan ada sebanyak 10 bus gratis bantuan yang melintas di sepanjang jalan tersebut.

Apabila lima unit bus tingkat gratis sudah tiba dari Tahir Foundation, lima unit bus lainnya segera menyusul sumbangan dari pengusaha lainnya. PT Transjakarta pun, kata dia, telah menganggarkan untuk membeli sebanyak 70 bus tingkat.

"Kami juga sudah mengantisipasi untuk adanya kepadatan lalu lintas di jalur belakang penerapan pelarangan motor. Salah satu yang dilakukan adalah penguatan dan penambahan petugas di jalur alternatif," kata Akbar.

Jumat, 07 November 2014

Transjakarta dapat Tambahan 59 Bus Gandeng Baru

Unit Pengelola (UP) Transjakarta akan mendapatkan 59 bus gandeng baru buatan Tiongkok akhir November nanti. Rencananya, puluhan bus tersebut akan dioperasikan di koridor I jurusan Blok M - Kota pada Desember mendatang.

Kepala UP Transjakarta, Pargaulan Butarbutar mengatakan, puluhan bus tersebut bukan dibeli Pemprov DKI Jakarta melainkan disediakan Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) sebagai investasi. "Mereknya Ankai. Mudah-mudahan Desember sudah bisa beroperasi," ujar Pargaulan, Jumat (7/11).

Selain di koridor I, kata Pargaulan, pengoperasian puluhan bus baru itu akan dilakukan secara fleksibel. "Bisa juga selain di koridor I, terutama di koridor yang sangat membutuhkan," katanya.

Ditambahkan Pargaulan, dari 59 bus tersebut, saat ini pihaknya baru menerima satu unit sebagai investasi PPD.

Ketua Dewan Pengawas Perum PPD, Hasudungan Aritonang menambahkan, selain menyediakan 59 unit bus Transjakarta gandeng baru, pihaknya juga akan mengoperasikan 88 unit armada baru yang akan beroperasi di rute Transjabodetabek.

"Kalau yang 88 bus itu khusus untuk Transjabodetabek, supaya masyarakat Bekasi, Depok, Tangerang bisa terintegrasi dengan Transjakarta," tandasnya.

Rabu, 08 Oktober 2014

PT Transjakarta Akan Kelola Bus Tingkat Pariwisata

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menyerahkan pengelolaan maupun pengadaan bus tingkat pariwisata kepada PT Transjakarta. Rencananya, PT Transjakarta akan mulai mengelola bus tingkat pariwisata pada tahun 2015.

"Ke depannya, bus tingkat wisata akan dioperasikan oleh PT Transjakarta. Jadi, mereka (PT Transjakarta) tidak hanya mengurusi bus Transjakarta," ujar Basuki Tjahaja Purnama, Wakil Gubernur DKI Jakarta di Balaikota, Rabu (8/10).

Selain pengelolaan, kata Basuki, PT Transjakarta juga akan mengadakan penambahan bus tingkat pariwisata yang saat ini baru berjumlah lima armada.

"Kami mau tambah sekitar seratusan unit bus wisata tahun depan. Tahun ini kami tidak beli, tetapi kami bakal menerima sumbangan sekitar 20 atau 30 dari pihak swasta. Busnya Mercedes Benz," katanya.

Basuki menjelaskan, rute bus tingkat pariwisata yang awalnya beroperasi dari Bundaran HI, Pasar Baru hingga Bundaran HI juga akan diperpanjang seiring diterapkannya sistem Electronic Road Pricing (ERP) dan parkir meter di ibu kota.

Namun, bus tingkat pariwisata akan dibedakan dengan bus tingkat yang disediakan oleh Pemprov DKI di jalur ERP.

"Kalau lima bus tingkat wisata yang beroperasi saat ini akan diperpanjang sampai Ratu Plaza atau Senayan City," jelasnya.

Sekadar diketahui, Pemprov DKI Jakarta saat ini telah memiliki lima unit bus tingkat pariwisata yang pengelolaannya diserahkan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta.

Rabu, 17 September 2014

Tahap awal, UNTR pasok 20 unit bus Transjakarta

PT United Tractors Tbk (UNTR) akan mulai memasok bus merek Scania untuk menopang operasional PT Transjakarta. Loudy Irwanto Ellias, Direktur UNTR menuturkan, pada tahap pertama, anak usaha Grup Astra itu akan memasok 20 unit bus Scania kepada Transjakarta.

"Bus itu unitnya baru akan siap di tahun depan," kata dia dalam paparan publik di Jakarta, Rabu (17/9). Jumlah pengadaan tahap pertama itu terbilang minim jika dibandingkan kapasitas UNTR yang bisa memasok 300 unit "Scania" per tahun.

Kerjasama UNTR dengan PT Transjakarta ini mulai terjalin pada Mei lalu. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama bilang, PT Transjakarta akan menggunakan bus Scania yang didistribusikan oleh UNTR.

Basuki menilai, harga bus Scania yang sekitar Rp 5,8 miliar per unit memang lebih mahal dibandingkan bus asal China yang berharga sekitar Rp 1 miliar-Rp 3 miliar per unit. Namun, kualitas bus Scania jauh lebih baik ketimbang bus buatan China guna menunjang pelayanan PT Transjakarta.

Beberapa waktu lalu, pengadaan bus asal China memang sempat menyulut amarah Basuki lantaran bus-bus tersebut sudah berkarat sebelum digunakan untuk melayani pengguna Transjakarta.

Pengadaan bus "Scania" untuk Transjakarta ini diharapkan mampu memberikan tambahan pads kinerja keuangan UNTR. Kendati begitu, Loudy bilang, kontribusi dari "Scania" belum akan besar di tahun depan.

Sebelumny, Hariyanto Wijaya, Analis Mandiri Sekuritas dalam riset yang dirilis 9 Mei 2014 pernah memprediksi, keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tersebut bakal berdampak positif pada kinerja keuangan UNTR di tahun 2015 mendatang.

UNTR, hitung Hariyanto, bakal mendapatkan tambahan laba bersih sekitar Rp 290 miliar di tahun depan dari penjualan sekaligus layanan purna jual bus Scania ke Transjakarta.

Proyeksi ini didasarkan pada dua asumsi. Pertama, UNTR dapat menjual setidaknya 500 unit bus Scania di tahun depan. Kedua, margin bersih penjualan Scania diproyeksikan sekitar 10%.

Dengan proyeksi ini, kontribusi bus Scania mencapai 4% dari total laba bersih UNTR di tahun depan yang diprediksi Hariyanto senilai Rp 6,35 triliun.

Jumat, 29 Agustus 2014

Pasca Bus Terbakar, 29 Bus Yutong Ditarik Sementara

Pascaterbakarnya bus transjakarta merek Yutong di Halte Masjid Al Azhar Kamis pagi kemarin, Unit Pengelola (UP) Transjakarta untuk sementara akan menarik 29 bus buatan China tersebut. Penarikan puluhan bus tersebut dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang sekaligus mencari tahu penyebab terbakarnya bus tersebut.

"Ini kita mau tarik semua untuk diperiksa, sambil kita cari tahu apa penyebab terbakarnya bus tersebut," ujar Kepala UP Transjakarta Pargaulan Butar Butar, Kamis (28/8).

Rencananya, penarikan bus Transjakarta bermerek Yutong akan dilakukan Jumat (29/8) ini. Pargaulan juga berharap pemeriksaan 29 bus tersebut cepat selesai. Jika kondisinya baik, bisa kembali dioperasikan.

Pemeriksaan rencananya akan dilakukan di Agen Tungggal Pemegang Merek (ATPM) bus tersebut. Untuk menggantikan puluhan bus Yutong yang diperiksa, UP Transjakarta akan mengerahkan armada Transjakarta dari koridor lain.

"Intinya kami ingin penumpang merasa nyaman dan tidak takut. Makanya kami lakukan pemeriksaan," ucapnya.

Diakui Pargaulan, bus transjakarta gandeng yang terbakar Kamis pagi merupakan bus baru yang dioperasikan sejak Januari 2014 lalu. Bus tersebut, kata Pargaulan, dibeli menggunakan APBD DKI tahun 2013 dan diresmikan pengoperasiannya oleh Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo di Lapangan Monas, 15 Januari lalu.

Sebanyak 30 bus transjakarta bermerek Yutong dioperasikan untuk melayani koridor ekspres Pulogadung - Blok M sebanyak 15 bus dan koridor ekspres Kalideres - Blok M sebanyak 15 bus.

Rabu, 16 Juli 2014

Terapkan ERP, DKI Siapkan 50 Bus Tingkat Gratis

Uji coba Electronic Road Pricing (ERP) atau jalan berbayar sudah dilakukan di sepanjang Jl Jenderal Sudirman, Selasa (15/7) kemarin. Rencananya, sistem ERP akan diberlakukan secara permanen mulai Januari 2015 mendatang. Nantinya, sepeda motor dilarang melintas di rute ERP.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama mengatakan, pihaknya mengajukan pengadaan 50 unit bus tingkat. Nantinya, bus tersebut bisa digunakan secara gratis oleh pengendara sepeda motor yang biasa melintas di rute ERP. "Kita mau beli 50 bus melalui e-katalog dan sudah diusulkan," kata Basuki, di Balaikota DKI Jakarta, Rabu (16/7).

Tahun ini, Basuki memutuskan Dinas Perhubungan DKI tidak lagi melakukan pembelian bus. Sehingga pengadaan bus tingkat gratis rencananya bakal dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI maupun melalui program corporate social responsibility (CSR).

Dikatakan Basuki, pengadaan 50 bus tingkat ini sebagai kompensasi diterapkannya sistem jalan berbayar. Karena sistem ini memaksa pengendara untuk meninggalkan kendaraannya dan beralih ke angkutan umum.

Saat ini di Jakarta sudah ada lima bus tingkat wisata yang dikelola oleh Disparbud. Diharapkan dengan penambahan bus tingkat ini, jarak kedatangan antar bus atau headway hanya sekitar 10 menit. "Bus tingkat gratis lewat setiap 10 menit," ucapnya.

Dikatakan Basuki, pelaksanaan program ERP bukanlah untuk menambah pendapatan asli daerah (PAD) DKI, tetapi untuk meminimalisir kemacetan dan mengatur volume kendaraan yang melintasi jalur-jalur utama.

Selasa, 15 Juli 2014

32 KRL Lagi Tiba dari Jepang

Sebanyak 32 unit kereta rel listrik (KRL) kembali datang dari Jepang, Selasa 15 Juli 2014. Mereka adalah bagian pertama dari paket pembelian PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) pada tahun ini.

KRL baru itu memiliki spesifikasi seri 205, bekas dioperasikan JR East di Jepang. Mereka tiba di Stasiun Pasoso di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, setelah menempuh pelayaran sejak Jumat lalu.

Manajer Komunikasi PT KCJ, Eva Chairunisa, mengatakan, KRL seri 205 yang didatangkan pada tahun ini berbeda dengan seri yang sama yang didatangkan lewat paket pengadaan pada 2013. "Kalau sebelumnya kan formasi 10 kereta pada 1 rangkaian, sekarang 8 kereta," katanya.

Rencananya, Eva menambahkan, 32 unit kereta itu akan disusul yang lainnya hingga seluruhnya datang 176 unit. Adapun jumlah kereta komuter yang ada saat ini, termasuk hasil pengadaan tahun lalu, berjumlah 488 unit. "Kereta tersebut nantinya akan kami datangkan secara berkala, empat tahap," ujar Eva.

Setalah datang, kereta-kereta baru tapi bekas itu akan dibawa ke Balai Yasa Manggarai untuk perakitan ulang. Kereta juga akan dibenahi interior dan eksteriornya.