Tampilkan postingan dengan label Feeder. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Feeder. Tampilkan semua postingan
Kamis, 28 April 2016
Adu Cepat Feeder Transjakarta vs Mobil Pribadi
Bus Feeder Transjakarta sudah diluncurkan pada Senin lalu. Tapi, secepat apa bus Feeder Transjakarta dari daerah penyanggah ke Pusat Kota Jakarta dibangkan dengan mobil pribadi yang selama ini menjadi andalan mayoritas warga? Ini dia liputan adu cepat feeder Transjakarta vs Mobil Pribadi.
Senin, 04 April 2016
"Feeder" Bus Transjakarta Juga Akan Beroperasi di Tiga Stasiun Ini
Direktur PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) Muhammad Nur Fadhila, mengungkapkan, selain di Stasiun Tebet, feeder bus Transjakarta nantinya akan beroperasi di tiga stasiun lainnya.
Tiga stasiun tersebut antara lain, Stasiun Manggarai, Stasiun Duren Kalibata dan Stasiun Palmerah.
"Tentunya kami sangat menyambut baik karena Transjakarta segera merealisasikan apa yang menjadi usulan PT KCJ terkait sistem integrasi antarmoda," kata Fadhila dalam keterangannya di Jakarta, Senin (4/4/2016).
Hari ini feeder bus Transjakarta di Stasiun Tebet mulai dioperasikan. Di feeder tersebut akan melayani tiga koridor, antara lain koridor 5, 6 dan 7.
Tiga koridor tersebut memiliki rute masing-masing. Fadhila menambahkan pengoperasian ini merupakan usulan dari PT KCJ terhadap PT Transjakarta khususnya dan Pemprov DKI Jakarta umumnya tentang integrasi antarmoda beberapa bulan silam.
"Keberadaan feeder Transjakarta yang berhenti di dekat area stasiun ini menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat secara luas, dan penumpang KRL secara khusus," kata Fadhila.
Tiga stasiun tersebut antara lain, Stasiun Manggarai, Stasiun Duren Kalibata dan Stasiun Palmerah.
"Tentunya kami sangat menyambut baik karena Transjakarta segera merealisasikan apa yang menjadi usulan PT KCJ terkait sistem integrasi antarmoda," kata Fadhila dalam keterangannya di Jakarta, Senin (4/4/2016).
Hari ini feeder bus Transjakarta di Stasiun Tebet mulai dioperasikan. Di feeder tersebut akan melayani tiga koridor, antara lain koridor 5, 6 dan 7.
Tiga koridor tersebut memiliki rute masing-masing. Fadhila menambahkan pengoperasian ini merupakan usulan dari PT KCJ terhadap PT Transjakarta khususnya dan Pemprov DKI Jakarta umumnya tentang integrasi antarmoda beberapa bulan silam.
"Keberadaan feeder Transjakarta yang berhenti di dekat area stasiun ini menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat secara luas, dan penumpang KRL secara khusus," kata Fadhila.
[Kompas]
Selasa, 05 Januari 2016
Ini 10 Rusunawa yang Warganya Dilayani Bus Pengumpan Transjakarta Gratis
Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan DKI Jakarta Ika Lestari Adji mengatakan, ada 10 rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang warganya akan dilayani bus pengumpan (feeder) transjakarta gratis.
Sepuluh rusunawa itu adalah Rusunawa Daan Mogot, Rusunawa Tambora, Rusunawa Kapuk Muara, Rusunawa Flamboyan (Jakarta Barat), Rusunawa Marunda, Rusunawa Budha Tzu Chi (Jakarta Utara), Rusunawa Cipinang Besar Selatan, Rusunawa Pulogebang, Rusunawa Pinus Elok, dan Rusunawa Rawa Bebek (Jakarta Timur).
"Sementara ini, ada 10 rusunawa di Jakarta yang penghuninya gratis menumpang bus transjakarta," kata Ika di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (5/1/2016).
Menurut Ika, layanan bus feeder transjakarta ke 10 rusunawa ini akan efektif berlaku per 17 Januari 2015. (Baca: Pertimbangan Ahok Gratiskan Penghuni Rusun dan Warga Kepulauan Seribu Naik Transjakarta)
Untuk bisa gratis menggunakan layanan ini, warga tinggal menunjukkan KTP sesuai dengan domisili rusun kepada petugas di halte.
Sebelum program ini berjalan, Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan DKI akan melakukan sosialisasi kepada penghuni rusun.
Sosialisasi juga dilakukan untuk mendorong penghuni rusunawa mengurus KTP sesuai domisili rusun.
"Pihak RT RW akan kembali mengecek warganya yang sudah berdomisili rusun. Jika memang ada yang belum, segera kita buatkan KTP sesuai alamat rusun mereka," papar Ika.
Layanan bus feeder transjakarta adalah layanan bus transjakarta yang menggunakan bus sedang. (Baca: Bulan Ini, Warga Rusun dan Kepulauan Seribu Bisa Nikmati Transjakarta Gratis)
Operasionalnya dijalankan oleh Koperasi Angkutan Jakarta (Kopaja). Rute-rute yang dilayani bus ini kebanyakan adalah rute yang melintasi kawasan permukiman dan stasiun yang belum dilayani bus Transjakarta.
Lima rute yang sejauh ini dilayani bus feeder Transjakarta adalah rute Ragunan sisi barat-Sudirman-Thamrin-Monas; Ragunan sisi barat-Mampang-Kuningan-Dukuh Atas; Pantai Indah Kapuk-Monas-Balai Kota; Lebak Bulus-Senen via Stasiun Cikini; dan Blok M-Manggarai via Stasiun Manggarai.
Sepuluh rusunawa itu adalah Rusunawa Daan Mogot, Rusunawa Tambora, Rusunawa Kapuk Muara, Rusunawa Flamboyan (Jakarta Barat), Rusunawa Marunda, Rusunawa Budha Tzu Chi (Jakarta Utara), Rusunawa Cipinang Besar Selatan, Rusunawa Pulogebang, Rusunawa Pinus Elok, dan Rusunawa Rawa Bebek (Jakarta Timur).
"Sementara ini, ada 10 rusunawa di Jakarta yang penghuninya gratis menumpang bus transjakarta," kata Ika di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (5/1/2016).
Menurut Ika, layanan bus feeder transjakarta ke 10 rusunawa ini akan efektif berlaku per 17 Januari 2015. (Baca: Pertimbangan Ahok Gratiskan Penghuni Rusun dan Warga Kepulauan Seribu Naik Transjakarta)
Untuk bisa gratis menggunakan layanan ini, warga tinggal menunjukkan KTP sesuai dengan domisili rusun kepada petugas di halte.
Sebelum program ini berjalan, Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan DKI akan melakukan sosialisasi kepada penghuni rusun.
Sosialisasi juga dilakukan untuk mendorong penghuni rusunawa mengurus KTP sesuai domisili rusun.
"Pihak RT RW akan kembali mengecek warganya yang sudah berdomisili rusun. Jika memang ada yang belum, segera kita buatkan KTP sesuai alamat rusun mereka," papar Ika.
Layanan bus feeder transjakarta adalah layanan bus transjakarta yang menggunakan bus sedang. (Baca: Bulan Ini, Warga Rusun dan Kepulauan Seribu Bisa Nikmati Transjakarta Gratis)
Operasionalnya dijalankan oleh Koperasi Angkutan Jakarta (Kopaja). Rute-rute yang dilayani bus ini kebanyakan adalah rute yang melintasi kawasan permukiman dan stasiun yang belum dilayani bus Transjakarta.
Lima rute yang sejauh ini dilayani bus feeder Transjakarta adalah rute Ragunan sisi barat-Sudirman-Thamrin-Monas; Ragunan sisi barat-Mampang-Kuningan-Dukuh Atas; Pantai Indah Kapuk-Monas-Balai Kota; Lebak Bulus-Senen via Stasiun Cikini; dan Blok M-Manggarai via Stasiun Manggarai.
[Kompas]
Kamis, 03 Desember 2015
Upaya TransJakarta - KCJ integrasikan transportasi
PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) dan PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) sedang menjajaki sejumlah alternatif rute Angkutan Umum Pengumpan (feeder) yang mengintegrasikan bus TransJakarta dengan Commuterline.
Wacana mengenai Angkutan Umum Pengumpan muncul seiring peningkatan kebutuhan angkutan umum bagi pengguna Commuterline. Utamanya, di stasiun-stasiun yang tidak terintegrasi dengan jalur TransJakarta.
Sejumlah alternatif yang tengah dikaji ialah rute Stasiun Tebet lewat jalan Kasablanka, Stasiun Duren-Kalibata lewat Dewi Sartika, dan Stasiun Tanah Abang lewat Karet.
Antonius mengungkapkan, alternatif rute tersebut masih akan dikaji lagi bersama Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta, Suku Dinas setempat, Dinas Pertamanan, dan Dinas Bina Marga. Manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) juga dibutuhkan sebelum direalisasikan.
“Untuk tahap pertama Angkutan Umum Pengumpan yang akan dioperasikan kami usulkan dari lokasi pemukiman dan sekitar terminal umum Ragunan masuk ke Koridor 6 dan ke Monas atau Dukuh Atas,” kata Direktur Utama TransJakarta Antonius Steve Kosasih dalam keterangan resminya kepada KONTAN, Kamis (3/12).
“Tahap berikutnya adalah lewat jalan Kasablanka dan menjemput para penumpang di Stasiun Tebet,” imbuhnya.
Kopaja sendiri sudah menyiapkan sekitar 300 unit bus untuk dijadikan sebagai Angkutan Umum Pengumpan. Namun, baru sekitar 100 unit yang perizinannya selesai pada tahap pertama. Izin 200 bus lainnya akan diselesaikan paling lambat awal tahun depan.
“Sebab, pengadaannya sudah selesai di bulan November kemarin,” ujar pria yang akrab disapa Kosasih itu.
Jasa layanan Rp/km Operator Angkutan Umum Pengumpan sudah diajukan kepada Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) pada bulan November melalui eKatalog.
“Rencananya pada tanggal 11 Desember ini kami akan launching kesiapan secara fisik 300 bus dan segera akan mengoperasikan bus-bus Angkutan Umum Pengumpan yang sudah mendapatkan izin dari Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Dishubtrans dan Polri,” tutur Antonius.
Wacana mengenai Angkutan Umum Pengumpan muncul seiring peningkatan kebutuhan angkutan umum bagi pengguna Commuterline. Utamanya, di stasiun-stasiun yang tidak terintegrasi dengan jalur TransJakarta.
Sejumlah alternatif yang tengah dikaji ialah rute Stasiun Tebet lewat jalan Kasablanka, Stasiun Duren-Kalibata lewat Dewi Sartika, dan Stasiun Tanah Abang lewat Karet.
Antonius mengungkapkan, alternatif rute tersebut masih akan dikaji lagi bersama Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta, Suku Dinas setempat, Dinas Pertamanan, dan Dinas Bina Marga. Manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) juga dibutuhkan sebelum direalisasikan.
“Untuk tahap pertama Angkutan Umum Pengumpan yang akan dioperasikan kami usulkan dari lokasi pemukiman dan sekitar terminal umum Ragunan masuk ke Koridor 6 dan ke Monas atau Dukuh Atas,” kata Direktur Utama TransJakarta Antonius Steve Kosasih dalam keterangan resminya kepada KONTAN, Kamis (3/12).
“Tahap berikutnya adalah lewat jalan Kasablanka dan menjemput para penumpang di Stasiun Tebet,” imbuhnya.
Kopaja sendiri sudah menyiapkan sekitar 300 unit bus untuk dijadikan sebagai Angkutan Umum Pengumpan. Namun, baru sekitar 100 unit yang perizinannya selesai pada tahap pertama. Izin 200 bus lainnya akan diselesaikan paling lambat awal tahun depan.
“Sebab, pengadaannya sudah selesai di bulan November kemarin,” ujar pria yang akrab disapa Kosasih itu.
Jasa layanan Rp/km Operator Angkutan Umum Pengumpan sudah diajukan kepada Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) pada bulan November melalui eKatalog.
“Rencananya pada tanggal 11 Desember ini kami akan launching kesiapan secara fisik 300 bus dan segera akan mengoperasikan bus-bus Angkutan Umum Pengumpan yang sudah mendapatkan izin dari Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Dishubtrans dan Polri,” tutur Antonius.
[Kontan]
Sabtu, 16 Agustus 2014
12 Halte Feeder Transjakarta Terancam Jadi Besi Tua
Penghentian operasionalisasi enam unit armada feeder bus Transjakarta trayek Puri Kembangan-Taman Kota sejak Desember 2012, membuat 12 halte feeder Transjakarta kini terancam menjadi besi tua. Bahkan, kini nasib halte tersebut menjadi tempat mangkal pedagang kaki lima (PKL).
Ke-12 halte tersebut di antaranya terdapat di Jl Puri Kembangan Raya, tepatnya depan Mal Puri, Jl Puri Indah, Jl Kedoya Raya, Jl Pilar dan Jl Raya Kembangan. Sejumlah halte tersebut besinya tampak mulai berkarat dan menjadi pangkalan ojek dan PKL.
Yadi (42) pedagang minuman ringan di halte feeder bus Transjakarta Mal Puri Kembangan mengaku, dirinya menempati halte tersebut karena memang sudah tidak dipakai lagi.
“Saya awalnya dagang di samping halte feeder. Tapi, karena sudah tidak dipakai, saya tempati saja. Lumayan dagang jadi tidak kepanasan dan kehujanan,” ujar Yadi, Sabtu (16/8).
Terkait hal itu, Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Sudin Perhubungan Jakarta Barat, Imam Slamet menuturkan, dihentikannya operasional feeder karena penumpang yang sedikit sehingga biaya operasional dan pemasukan tidak sesuai.
“Soal pengopersionalan feeder itu kewenangan dari pengelola bus Transjakarta. Soal halte feeder jadi mubazir tanggung jawab kami, dan kami tetap melakukan penjagaan dengan rutin monitoring,” ucap Imam.
Disinggung kemungkinan feeder tersebut dioperasikan, Imam menuturkan, masalah itu merupakan kewenangan pengelola bus Transjakarta. Sementara itu, Humas Transjakarta, Sri Ulina Pinem saat dihubungi, telepon genggamnya tidak diangkat.
Ke-12 halte tersebut di antaranya terdapat di Jl Puri Kembangan Raya, tepatnya depan Mal Puri, Jl Puri Indah, Jl Kedoya Raya, Jl Pilar dan Jl Raya Kembangan. Sejumlah halte tersebut besinya tampak mulai berkarat dan menjadi pangkalan ojek dan PKL.
Yadi (42) pedagang minuman ringan di halte feeder bus Transjakarta Mal Puri Kembangan mengaku, dirinya menempati halte tersebut karena memang sudah tidak dipakai lagi.
“Saya awalnya dagang di samping halte feeder. Tapi, karena sudah tidak dipakai, saya tempati saja. Lumayan dagang jadi tidak kepanasan dan kehujanan,” ujar Yadi, Sabtu (16/8).
Terkait hal itu, Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Sudin Perhubungan Jakarta Barat, Imam Slamet menuturkan, dihentikannya operasional feeder karena penumpang yang sedikit sehingga biaya operasional dan pemasukan tidak sesuai.
“Soal pengopersionalan feeder itu kewenangan dari pengelola bus Transjakarta. Soal halte feeder jadi mubazir tanggung jawab kami, dan kami tetap melakukan penjagaan dengan rutin monitoring,” ucap Imam.
Disinggung kemungkinan feeder tersebut dioperasikan, Imam menuturkan, masalah itu merupakan kewenangan pengelola bus Transjakarta. Sementara itu, Humas Transjakarta, Sri Ulina Pinem saat dihubungi, telepon genggamnya tidak diangkat.
Selasa, 04 Februari 2014
Feeder Busway, Kemana Saja Rutenya
Dalam rangka mengurangi penggunaan mobil pribadi, pemerintah provinsi DKI Jakarta mulai mengoperasikan bus sedang bernama Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB) untuk warga yang tinggal di sejumlah perumahan. Pada pengoperasian awal, ada dua rute yang disediakan.
"Saat ini rutenya Pantai Indah Kapuk-Monas dan Kalibata-Tanah Abang," kata Kepala Dinas Perhubungan Udar Pristono di Balai Kota, Senin, 3 Februari 2014. Dia mengharapkan, BKTB ini dapat menggaet warga yang selama ini menggunakan mobil pribadi untuk beraktifitas. "Ini ditujukan untuk perumahan kalangan menengah atas."
Menurut Udar, BKTB ini pun sama seperti APTB bersinggungan dengan beberapa koridor Transjakarta. Untuk rute Pantai Indah Kapuk-Monas, akan bersinggungan dengan Koridor 1 dan Koridor 12. Sementara itu, rute Kalibata-Tanah Abang akan bersinggungan dengan Koridor 1 dan Koridor 9. "Bayar 6ribu, termasuk tiket busway," kata dia.
Untuk rute PIK-Monas, Bus akan berangkat dari Pasar Modern PIK lalu menuju Putaran Rzu Chi Center-RS PIK-Taman Suaka Margasatwa Angke-Jembatan M Angke-Green Bay Pluit-Pantai Mutiara-Waduk Pluit. Kemudian masuk jalur busway melalui Landmark Pluit-Pakin-Gedong Panjang-Museum Fatahilah-Kota-Harmoni-Monas-Balaikota-Gambir-Tugu Tani-Halte Telkom-Balaikota-Monas.
Dari Monas, bus akan kembali berputar menuju Harmoni-Kota-Jembatan Tiga-Bandengan Selatan-Penjaringan-Pantai Mutiara-Green Bay Pluit-Jembatan Angke-Taman Margasatwa Angke-RS PIK-Rzu Chi Center dan kembali Fresh Market.
Sementara itu, untuk rute Kalibata-Tanah Abang. Halte yang dilewati adalah Tanah Abang-Jatibaru-Jatibaru (Abdul Muis)-Monas-Bank Indonesia-Sarinah-Bundaran Hotel Indonesia-Tosari-Dukuh Atas-Setiabudi-Karet-Benhil-Semanggi-Gatot Subroto LIPI-Gatot Subroto Jamsostek-Kuningan Barat-Tegal Parang-Pancoran Barat-Pancoran-Pertadam-Masjid An Nur-Halte Pengadegan Barat-Halte STEKPI-Transmigrasi-Kalibata City-TMP Kalibata.
Menurut Udar, bus akan berjalan setiap 10 menit sekali. Dengan kapasitas masing-masing bus sebanyak 35 penumpang. "Jam operasinya sama dengan Transjakarta," kata dia.
"Saat ini rutenya Pantai Indah Kapuk-Monas dan Kalibata-Tanah Abang," kata Kepala Dinas Perhubungan Udar Pristono di Balai Kota, Senin, 3 Februari 2014. Dia mengharapkan, BKTB ini dapat menggaet warga yang selama ini menggunakan mobil pribadi untuk beraktifitas. "Ini ditujukan untuk perumahan kalangan menengah atas."
Menurut Udar, BKTB ini pun sama seperti APTB bersinggungan dengan beberapa koridor Transjakarta. Untuk rute Pantai Indah Kapuk-Monas, akan bersinggungan dengan Koridor 1 dan Koridor 12. Sementara itu, rute Kalibata-Tanah Abang akan bersinggungan dengan Koridor 1 dan Koridor 9. "Bayar 6ribu, termasuk tiket busway," kata dia.
Untuk rute PIK-Monas, Bus akan berangkat dari Pasar Modern PIK lalu menuju Putaran Rzu Chi Center-RS PIK-Taman Suaka Margasatwa Angke-Jembatan M Angke-Green Bay Pluit-Pantai Mutiara-Waduk Pluit. Kemudian masuk jalur busway melalui Landmark Pluit-Pakin-Gedong Panjang-Museum Fatahilah-Kota-Harmoni-Monas-Balaikota-Gambir-Tugu Tani-Halte Telkom-Balaikota-Monas.
Dari Monas, bus akan kembali berputar menuju Harmoni-Kota-Jembatan Tiga-Bandengan Selatan-Penjaringan-Pantai Mutiara-Green Bay Pluit-Jembatan Angke-Taman Margasatwa Angke-RS PIK-Rzu Chi Center dan kembali Fresh Market.
Sementara itu, untuk rute Kalibata-Tanah Abang. Halte yang dilewati adalah Tanah Abang-Jatibaru-Jatibaru (Abdul Muis)-Monas-Bank Indonesia-Sarinah-Bundaran Hotel Indonesia-Tosari-Dukuh Atas-Setiabudi-Karet-Benhil-Semanggi-Gatot Subroto LIPI-Gatot Subroto Jamsostek-Kuningan Barat-Tegal Parang-Pancoran Barat-Pancoran-Pertadam-Masjid An Nur-Halte Pengadegan Barat-Halte STEKPI-Transmigrasi-Kalibata City-TMP Kalibata.
Menurut Udar, bus akan berjalan setiap 10 menit sekali. Dengan kapasitas masing-masing bus sebanyak 35 penumpang. "Jam operasinya sama dengan Transjakarta," kata dia.
[Tempo.co]
Jumat, 16 Agustus 2013
Konsep Feeder Bus Transjakarta Akan Diubah
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama menilai, feeder bus Transjakarta yang telah beroperasi saat ini ternyata tidak sesuai dengan konsep yang dimiliki Gubernur DKI, Joko Widodo.
"Ada kesalahan dari feeder bus Transjakarta yang beroperasi saat ini karena menciptakan trayek baru. Saat kami masuk, Pak Gubernur punya konsep berbeda," ujar Basuki T Purnama, Wakil Gubernur DKI Jakarta di Balaikota, Kamis (15/8).
Dikatakan Basuki, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo menghendaki feeder bus Transjakarta adalah bus yang telah memiliki trayek. "Sementara feeder bus Transjakarta dengan armada besar yang ada saat ini menyinggung trayek sejumlah bus lain sehingga sepi penumpang," katanya.
Namun, diakui Basuki, hanya bus Kopaja saja yang memenuhi harapan Jokowi sebagai feeder bus Transjakarta. "Yang berhasil dan mau masuk kan cuma Kopaja. Manajemen lebih baik. Sedangkan Metromini kacau balau,"ucap mantan Bupati Belitung Timur.
Untuk itu, ditambahkan Basuki, Pemprov DKI berencana menambah feeder bus Transjakarta dengan menggandeng PPD dengan sasaran bus sedang sebagai moda transportasi umum yang telah ada.
"Itu yang mau kita tambah dengan PPD. Kita mau feeder dari rute bus yang sudah ada. Kita mesti ambil trayek yang sudah ada," tandasnya.
"Ada kesalahan dari feeder bus Transjakarta yang beroperasi saat ini karena menciptakan trayek baru. Saat kami masuk, Pak Gubernur punya konsep berbeda," ujar Basuki T Purnama, Wakil Gubernur DKI Jakarta di Balaikota, Kamis (15/8).
Dikatakan Basuki, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo menghendaki feeder bus Transjakarta adalah bus yang telah memiliki trayek. "Sementara feeder bus Transjakarta dengan armada besar yang ada saat ini menyinggung trayek sejumlah bus lain sehingga sepi penumpang," katanya.
Namun, diakui Basuki, hanya bus Kopaja saja yang memenuhi harapan Jokowi sebagai feeder bus Transjakarta. "Yang berhasil dan mau masuk kan cuma Kopaja. Manajemen lebih baik. Sedangkan Metromini kacau balau,"ucap mantan Bupati Belitung Timur.
Untuk itu, ditambahkan Basuki, Pemprov DKI berencana menambah feeder bus Transjakarta dengan menggandeng PPD dengan sasaran bus sedang sebagai moda transportasi umum yang telah ada.
"Itu yang mau kita tambah dengan PPD. Kita mau feeder dari rute bus yang sudah ada. Kita mesti ambil trayek yang sudah ada," tandasnya.
Jumat, 26 Juli 2013
Metromini Akan Dijadikan Feeder Bus Transjakarta
Banyaknya kasus kecelakaan yang melibatkan Metromini, membuat Pemprov DKI mengevaluasi keberadaan bus berwarna orange tersebut. Rencananya, Pemprov DKI akan menawarkan peremajaan armada kepada para pengusaha angkutan umum Metromini dan menjadikannya sebagai feeder (penghubung) bus Transjakarta.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama mengatakan, badan usaha berbentuk Perseroan Terbatas (PT) yang menaungi Metromoni sudah tidak ada lagi. Sedangkan yang beroperasi selama ini, umumnya dimiliki perorangan.
"Sebenarnya hal ini tidak diperbolehkan. Hanya saja, kami kasihan kepada pemilik Metromini. Dinas Perhubungan DKI segera mengatasi hal tersebut agar kami bisa masuk untuk membenahi," kata Basuki, Jumat (26/7).
Basuki mengaku dirinya telah bertemu dengan jajaran direksi yang mengklaim memiliki hak atas Metromini. "Kita tawarkan kepada mereka jika bersedia meremajakan armadanya maka kapasitas akan ditingkatkan," ungkapnya.
Bahkan, Basuki berjanji, nantinya Metromini tidak sekadar dijadikan angkutan umum biasa, tapi sebagai feeder bus Transjakarta.
"Metromini bisa masuk jalur busway dan tarif dinaikkan menjadi Rp 5.000. Jadi penumpang Anda bisa bebas naik Transjakarta. Itu inisiatif kami," paparnya.
Ia menambahkan, Pemprov DKI juga akan menyediakan garasi, bengkel, dan sopir cadangan bagi para pengusaha yang memiliki armada satu atau dua.
"Pengusaha cukup membayar bulanan sehingga pemilik Metromini bisa bertahan. Itu yang kita harapkan. Nanti dia bisa beli sendiri Metromini baru. Kopaja milik perorangan juga bisa masuk," tambahnya.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama mengatakan, badan usaha berbentuk Perseroan Terbatas (PT) yang menaungi Metromoni sudah tidak ada lagi. Sedangkan yang beroperasi selama ini, umumnya dimiliki perorangan.
"Sebenarnya hal ini tidak diperbolehkan. Hanya saja, kami kasihan kepada pemilik Metromini. Dinas Perhubungan DKI segera mengatasi hal tersebut agar kami bisa masuk untuk membenahi," kata Basuki, Jumat (26/7).
Basuki mengaku dirinya telah bertemu dengan jajaran direksi yang mengklaim memiliki hak atas Metromini. "Kita tawarkan kepada mereka jika bersedia meremajakan armadanya maka kapasitas akan ditingkatkan," ungkapnya.
Bahkan, Basuki berjanji, nantinya Metromini tidak sekadar dijadikan angkutan umum biasa, tapi sebagai feeder bus Transjakarta.
"Metromini bisa masuk jalur busway dan tarif dinaikkan menjadi Rp 5.000. Jadi penumpang Anda bisa bebas naik Transjakarta. Itu inisiatif kami," paparnya.
Ia menambahkan, Pemprov DKI juga akan menyediakan garasi, bengkel, dan sopir cadangan bagi para pengusaha yang memiliki armada satu atau dua.
"Pengusaha cukup membayar bulanan sehingga pemilik Metromini bisa bertahan. Itu yang kita harapkan. Nanti dia bisa beli sendiri Metromini baru. Kopaja milik perorangan juga bisa masuk," tambahnya.
Senin, 10 Juni 2013
Kopaja AC, "Feeder" atau Pesaing Transjakarta?
Bus kopaja AC S602 diluncurkan untuk menjadi penghubung (feeder) pendukung bus transjakarta. Namun, rute bus ini yang sepenuhnya menggunakan jalur khusus untuk transjakarta, mengundang pertanyaan atas fungsinya sebagai feeder tersebut. Penyusunan ulang rute bus di Jakarta dinilai mendesak dilakukan, untuk mengoptimalkan sarana transportasi massal ini.
"Sebaiknya dilakukan penyusunan ulang rute angkutan umum, baru kemudian nanti dikategorikan lagi mana yang di rute utama dan mana yang feeder," kata pengamat transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit, Minggu (9/6/2013). Fungsi feeder seharusnya adalah pengangkut penumpang dari permukiman untuk terhubung ke jalur utama yang dilayani angkutan utama seperti desain bus transjakarta.
Karenanya, keberadaan angkutan umum "berstatus" feeder, tetapi menggunakan sepenuhnya jalur bus transjakarta, tidak tepat dan hanya memunculkan tumpang tindih. "Kita (masih) tidak bisa buat rute feeder yang baik," kata Danang.
Selain itu, Danang juga mengkritisi sistem setoran dalam operasional kopaja AC. Menurut dia, sistem setoran itulah yang membuat sebagian sopir bus tersebut membandel dengan keluar jalur khusus bus transjakarta untuk mendapatkan penumpang.
Danang berpendapat, bila kopaja ini dirancang menjadi pendukung bus transjakarta, maka sistem yang digunakan pun tak bisa lagi berbasis setoran. Seharusnya, ujar dia, sistem yang digunakan pun sama dengan bus transjakarta yang menerapkan penggajian berbasis jarak tempuh, untuk para jurumudi.
"Ini sebenarnya terkait sistem kontrak. Saya lihat kontraknya belum kontrak berdasarkan kilometer jarak tempuh (gaji), jadi hanya mengandalkan penghasilan dari penumpang (setoran). Kalau sudah sistem killometer itu tidak akan terjadi," papar Danang.
Rute Kopaja AC S602 (Ragunan-Monas) diluncurkan pada Rabu (5/6/2013) lalu di Terminal Ragunan. Untuk rute, bus akan berangkat dari Terminal Ragunan hingga perempatan Kuningan. Di ruas jalan ini bus akan melalui jalur Koridor VI (Kuningan-Dukuh Atas) transjakarta.
Kemudian dari perempatan Kuningan, bus akan belok kiri melewati jalan Gatot Subroto menuju ke arah Semanggi. Di rute ini bus akan melewati jalur Koridor IX (Pinang Ranti-Pluit) transjakarta. Setelah melewati halte Semanggi, bus akan memutar bundaran dan kemudian akan menyusuri Jalan Sudirman dan Thamrin sampai akhirnya tiba di Monas. Pada rute Sudirman-Thamrin, Kopaja AC S602 melintasi jalur Koridor I (Blok M-Kota) transjakarta.
Saat peluncuran, Ketua Umum Kopaja Nanang Basuki mengatakan alasan dipilihnya jalur Ragunan-Monas karena di jalur tersebut melayani dua ikon wisata Ibu Kota. Selain itu, di sepanjang jalur tersebut juga terdapat banyak kawasan perkantoran. Tujuannya, sebut dia, adalah mengurangi penggunaan kendaraan pribadi pada jalur tersebut.
"Sebaiknya dilakukan penyusunan ulang rute angkutan umum, baru kemudian nanti dikategorikan lagi mana yang di rute utama dan mana yang feeder," kata pengamat transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit, Minggu (9/6/2013). Fungsi feeder seharusnya adalah pengangkut penumpang dari permukiman untuk terhubung ke jalur utama yang dilayani angkutan utama seperti desain bus transjakarta.
Karenanya, keberadaan angkutan umum "berstatus" feeder, tetapi menggunakan sepenuhnya jalur bus transjakarta, tidak tepat dan hanya memunculkan tumpang tindih. "Kita (masih) tidak bisa buat rute feeder yang baik," kata Danang.
Selain itu, Danang juga mengkritisi sistem setoran dalam operasional kopaja AC. Menurut dia, sistem setoran itulah yang membuat sebagian sopir bus tersebut membandel dengan keluar jalur khusus bus transjakarta untuk mendapatkan penumpang.
Danang berpendapat, bila kopaja ini dirancang menjadi pendukung bus transjakarta, maka sistem yang digunakan pun tak bisa lagi berbasis setoran. Seharusnya, ujar dia, sistem yang digunakan pun sama dengan bus transjakarta yang menerapkan penggajian berbasis jarak tempuh, untuk para jurumudi.
"Ini sebenarnya terkait sistem kontrak. Saya lihat kontraknya belum kontrak berdasarkan kilometer jarak tempuh (gaji), jadi hanya mengandalkan penghasilan dari penumpang (setoran). Kalau sudah sistem killometer itu tidak akan terjadi," papar Danang.
Rute Kopaja AC S602 (Ragunan-Monas) diluncurkan pada Rabu (5/6/2013) lalu di Terminal Ragunan. Untuk rute, bus akan berangkat dari Terminal Ragunan hingga perempatan Kuningan. Di ruas jalan ini bus akan melalui jalur Koridor VI (Kuningan-Dukuh Atas) transjakarta.
Kemudian dari perempatan Kuningan, bus akan belok kiri melewati jalan Gatot Subroto menuju ke arah Semanggi. Di rute ini bus akan melewati jalur Koridor IX (Pinang Ranti-Pluit) transjakarta. Setelah melewati halte Semanggi, bus akan memutar bundaran dan kemudian akan menyusuri Jalan Sudirman dan Thamrin sampai akhirnya tiba di Monas. Pada rute Sudirman-Thamrin, Kopaja AC S602 melintasi jalur Koridor I (Blok M-Kota) transjakarta.
Saat peluncuran, Ketua Umum Kopaja Nanang Basuki mengatakan alasan dipilihnya jalur Ragunan-Monas karena di jalur tersebut melayani dua ikon wisata Ibu Kota. Selain itu, di sepanjang jalur tersebut juga terdapat banyak kawasan perkantoran. Tujuannya, sebut dia, adalah mengurangi penggunaan kendaraan pribadi pada jalur tersebut.
Selasa, 21 Mei 2013
Kini tersedia "feeder" Transjakarta dari Bekasi
Kini tersedia dua rute baru feeder atau Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) yakni Bekasi-Tanah Abang dan Bekasi -Bundaran HI di Halte Dukuh Atas "Masing-masing rute akan disediakan 10 bus dengan tarif Rp5 ribu/orang untuk perjalanan/shelter busway dan Rp6500 untuk perjalanan paling jauh.," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono di Jakarta, Selasa.
Pristono yakin bahwa rute Bekasi-Tanah Abang akan mampu mengangkut sebanyak 4.800 penumpang setiap perjalanan. Sementara untuk Bekasi-Bundaran HI mencapai 5.780 penumpang/perjalanan. "Setiap perjalanan hanya membutuhkan waktu sekitar 90 menit," kata Pristono.
Rute perjalanan untuk APTB Bekasi-Tanahabang yakni Terminal Bekasi-Jl IR Juanda-Jl Joyomartono-Tol Cikampek-Tol Dalam Kota-Jl Gatot Subroto-Semanggi-Jl Jendral Sudirman-Jl MH Thamrin-Jl Kebon Sirih-Jl Facherudin-Jl Jati Baru kemudian berputar di bawah fly over Jati Baru.
Sementara untuk rute Bekasi-Bundaran HI melalui jalan Terminal Bekasi-Jl IR Juanda-Jl Joyomartono-Tol Cikampek-Tol Dalam Kota-Jl Gatot Subroto-Semanggi-Jl Jendral Sudirman-Bundaran HI.
Rute ini akan beroperasi selama 17 jam sejak pukul 05.00 WIB hingga 22.00 WIB.
Saat ini, DKI telah memiliki delapan rute APTB yakni Bekasi-Pulogadung, Tangerang-Taman Anggrek, Ciputat-Kota, Cibinong-Depok, Rawamangun-Bogor, Bekasi-Tanahabang, dan Bekasi-Bundaran HI. Semua rute saling terintegrasi dengan bus Transjakarta dengan menggunakan jalur khusus.
Pristono yakin bahwa rute Bekasi-Tanah Abang akan mampu mengangkut sebanyak 4.800 penumpang setiap perjalanan. Sementara untuk Bekasi-Bundaran HI mencapai 5.780 penumpang/perjalanan. "Setiap perjalanan hanya membutuhkan waktu sekitar 90 menit," kata Pristono.
Rute perjalanan untuk APTB Bekasi-Tanahabang yakni Terminal Bekasi-Jl IR Juanda-Jl Joyomartono-Tol Cikampek-Tol Dalam Kota-Jl Gatot Subroto-Semanggi-Jl Jendral Sudirman-Jl MH Thamrin-Jl Kebon Sirih-Jl Facherudin-Jl Jati Baru kemudian berputar di bawah fly over Jati Baru.
Sementara untuk rute Bekasi-Bundaran HI melalui jalan Terminal Bekasi-Jl IR Juanda-Jl Joyomartono-Tol Cikampek-Tol Dalam Kota-Jl Gatot Subroto-Semanggi-Jl Jendral Sudirman-Bundaran HI.
Rute ini akan beroperasi selama 17 jam sejak pukul 05.00 WIB hingga 22.00 WIB.
Saat ini, DKI telah memiliki delapan rute APTB yakni Bekasi-Pulogadung, Tangerang-Taman Anggrek, Ciputat-Kota, Cibinong-Depok, Rawamangun-Bogor, Bekasi-Tanahabang, dan Bekasi-Bundaran HI. Semua rute saling terintegrasi dengan bus Transjakarta dengan menggunakan jalur khusus.
Kamis, 06 Oktober 2011
Bus Pengumpan Pakai Solar Merupakan Kemunduran
Koalisi Warga untuk Transport Demand Management (TDM) menyatakan keberadaan bus pengumpan yang menggunakan bahan bakar solar sebagai sebuah kemunduran.
Sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 141 Tahun 2007 tentang Penggunaan Bahan Bakar Gas untuk Angkutan Umum dan Kendaraan Operasional Pemerintah Daerah, Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, semua kendaraan umum harus menggunakan bahan bakar gas.
"Satu-satunya Transjakarta yang pakai solar adalah koridor I yang sudah ada sejak tujuh tahun lalu. Kalau sekarang pengumpannya pakai solar ini kan kemunduran ke tujuh tahun lalu," kata Ahmad Safrudin, Koordinator Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB), mewakili koalisi, Kamis 6 Oktober 2011.
Apalagi jenis solar yang digunakan Indonesia memiliki kadar emisi partikel debu dan sulfur dioksidanya di kisaran 2.000 ppm (part per million). Berbeda dengan solar di Jepang dan negara-negara Eropa sudah di tingkat 500 ppm. "Akibatnya penduduk Jakarta akan lebih sulit mendapat udara yang berkualitas. Kalau orang asing ke Jakarta juga akan lebih mudah sesak napas karena kualitas udara makin buruk," kata Safrudin.
Azas Tigor Nainggolan, Ketua Koalisi TDM, meminta ke-15 armada bus pengumpan yang sudah berjalan agar segera dipasangi converter kit agar bisa menggunakan bahan bakar gas. Tidak hanya ke-15 armada ini, tapi pengadaan armada baru harus menggunakan BBG. "Harganya kisaran Rp 10-20 juta per unit dengan proses pemasangan tiga hari. Itu lebih baik dibanding harus melawan peraturan-perundangan yang ada," kata dia.
Selain itu, kata Tigor, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 juga mengamanatkan pejabat teknis terkait yaitu Dinas Perhubungan bisa dibawa ke ranah pidana jika terbukti melakukan pengabaian atau pembiaran yang bisa berimplikasi pada lingkungan hidup. "Saya lupa berapa persisnya lama hukuman pidananya, tapi ada," kata dia.
Apalagi spesifikasi bus pengumpan merupakan prasyarat dalam tender yang dilakukan Dinas Perhubungan. "Jadi harusnya di dalam lelang itu ada prasyarat harus menggunakan bahan bakar gas," kata Tigor.
Sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 141 Tahun 2007 tentang Penggunaan Bahan Bakar Gas untuk Angkutan Umum dan Kendaraan Operasional Pemerintah Daerah, Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, semua kendaraan umum harus menggunakan bahan bakar gas.
"Satu-satunya Transjakarta yang pakai solar adalah koridor I yang sudah ada sejak tujuh tahun lalu. Kalau sekarang pengumpannya pakai solar ini kan kemunduran ke tujuh tahun lalu," kata Ahmad Safrudin, Koordinator Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB), mewakili koalisi, Kamis 6 Oktober 2011.
Apalagi jenis solar yang digunakan Indonesia memiliki kadar emisi partikel debu dan sulfur dioksidanya di kisaran 2.000 ppm (part per million). Berbeda dengan solar di Jepang dan negara-negara Eropa sudah di tingkat 500 ppm. "Akibatnya penduduk Jakarta akan lebih sulit mendapat udara yang berkualitas. Kalau orang asing ke Jakarta juga akan lebih mudah sesak napas karena kualitas udara makin buruk," kata Safrudin.
Azas Tigor Nainggolan, Ketua Koalisi TDM, meminta ke-15 armada bus pengumpan yang sudah berjalan agar segera dipasangi converter kit agar bisa menggunakan bahan bakar gas. Tidak hanya ke-15 armada ini, tapi pengadaan armada baru harus menggunakan BBG. "Harganya kisaran Rp 10-20 juta per unit dengan proses pemasangan tiga hari. Itu lebih baik dibanding harus melawan peraturan-perundangan yang ada," kata dia.
Selain itu, kata Tigor, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 juga mengamanatkan pejabat teknis terkait yaitu Dinas Perhubungan bisa dibawa ke ranah pidana jika terbukti melakukan pengabaian atau pembiaran yang bisa berimplikasi pada lingkungan hidup. "Saya lupa berapa persisnya lama hukuman pidananya, tapi ada," kata dia.
Apalagi spesifikasi bus pengumpan merupakan prasyarat dalam tender yang dilakukan Dinas Perhubungan. "Jadi harusnya di dalam lelang itu ada prasyarat harus menggunakan bahan bakar gas," kata Tigor.
[Tempo]
Rabu, 28 September 2011
Bus Pengumpan Sepi Penumpang
Sejak siang Ari Wiyono Pratomo duduk termangu di Halte Komdak, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Menggenggam dua gepok tiket bus pengumpan Transjakarta, dia mengaku belum selembar pun tiket di tangannya laku terjual. "Bus pengumpan sudah beroperasi, tapi sama sekali belum ada yang beli tiketnya," kata petugas penjual tiket bus pengumpan itu, Rabu sore, 28 September 2011.
Meski di halte Komdak banyak penumpang angkutan umum berseliweran, tak satu pun dari mereka tertarik menaiki bus pengumpan Transjakarta. Dari pantauan Tempo, umumnya penumpang berhenti di halte untuk mencegat metromini, kopaja, atau bus lainnya. Bus pengumpan pun harus bersaing dengan mereka. "Bus feeder-nya ngetem malah diklaksonin sama metromini," kata Ari.
Ari mengatakan, untuk tahap awal disediakan dua bus pengumpan ukuran sedang untuk rute III, yakni Sudirman Central Business District (SCBD)-Senayan. Bus ini, kata dia, akan melalui ruas Jalan Gatot Subroto, kemudian berbelok ke kiri untuk menyusuri Jalan Asia Afrika, lalu menuju Senayan dan Jalan Sudirman. Dari Sudirman bus akan berbelok menuju SCBD sebelum berhenti lagi di halte Komdak.
Menurut dia, bus pengumpan rute III akan berhenti di lima tempat, yakni halte Komdak, halte Transjakarta Semanggi, Gelora Bung Karno, Plaza Senayan, Senayan Trade Center, dan halte busway Bundaran Senayan. "Yang terintegrasi dengan busway hanya di Semanggi dan Bundaran Senayan," kata dia.
Di setiap lokasi pemberhentian bus pengumpan terdapat undakan setinggi tujuh anak tangga. Fungsinya untuk membantu penumpang naik ke dalam bus pengumpan. Jika hendak membeli tiket, cari saja petugas yang mengenakan seragam Transjakarta dengan rompi oranye. "Di setiap pemberhentian ada petugas seperti saya," ujar Ari.
Bus pengumpan ini, kata Ari, akan berjalan hingga pukul 22.00 WIB. Ongkosnya Rp 6.500, sudah termasuk ongkos naik bus Transjakarta. "Kalau mau naik bus pengumpan saja juga bisa, tapi bayarnya tetap Rp 6.500," katanya.
Meski di halte Komdak banyak penumpang angkutan umum berseliweran, tak satu pun dari mereka tertarik menaiki bus pengumpan Transjakarta. Dari pantauan Tempo, umumnya penumpang berhenti di halte untuk mencegat metromini, kopaja, atau bus lainnya. Bus pengumpan pun harus bersaing dengan mereka. "Bus feeder-nya ngetem malah diklaksonin sama metromini," kata Ari.
Ari mengatakan, untuk tahap awal disediakan dua bus pengumpan ukuran sedang untuk rute III, yakni Sudirman Central Business District (SCBD)-Senayan. Bus ini, kata dia, akan melalui ruas Jalan Gatot Subroto, kemudian berbelok ke kiri untuk menyusuri Jalan Asia Afrika, lalu menuju Senayan dan Jalan Sudirman. Dari Sudirman bus akan berbelok menuju SCBD sebelum berhenti lagi di halte Komdak.
Menurut dia, bus pengumpan rute III akan berhenti di lima tempat, yakni halte Komdak, halte Transjakarta Semanggi, Gelora Bung Karno, Plaza Senayan, Senayan Trade Center, dan halte busway Bundaran Senayan. "Yang terintegrasi dengan busway hanya di Semanggi dan Bundaran Senayan," kata dia.
Di setiap lokasi pemberhentian bus pengumpan terdapat undakan setinggi tujuh anak tangga. Fungsinya untuk membantu penumpang naik ke dalam bus pengumpan. Jika hendak membeli tiket, cari saja petugas yang mengenakan seragam Transjakarta dengan rompi oranye. "Di setiap pemberhentian ada petugas seperti saya," ujar Ari.
Bus pengumpan ini, kata Ari, akan berjalan hingga pukul 22.00 WIB. Ongkosnya Rp 6.500, sudah termasuk ongkos naik bus Transjakarta. "Kalau mau naik bus pengumpan saja juga bisa, tapi bayarnya tetap Rp 6.500," katanya.
[Tempo]
Langganan:
Postingan (Atom)