Animo pengguna sepeda di Jakarta meningkat sejak adanya jalur khusus yang sudah dibuat sepanjang 63 kilometer di 17 ruas jalan. Dinas Perhubungan DKI Jakarta mencatat, angka pengguna kendaraan ramah lingkungan tersebut hingga 500 persen.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, pembangunan jalur sepeda efektif memotivasi warga menggunakan sepeda sebagai alat transportasi.
"Sesudah pembuatan jalur sepeda itu ada peningkatan demand yang signifikan," ujarnya, Jumat (7/2).
Syafrin menjelaskan, berdasarkan data dari Polda Metro Jaya, angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pesepeda juga menurun sekitar 13 persen sejak adanya fasilitas jalur khusus yang dilengkapi marka.
"Pencapain itu sangat luar biasa. Ke depan, Pemprov DKI juga akan menambah lagi jalur sepeda secara masif. Sehingga, selain angka kecelakaan pengguna sepeda menurun, masyarakat juga akan semakin tergerak menggunakan sepeda untuk mendukung mobilitasnya," tandasnya.
Untuk diketahui, Pemprov DKI Jakarta membangun jalur sepeda Fase Pertama dengan rute Jalan Medan Merdeka Selatan-Jalan MH Thamrin-Jalan Imam Bonjol-Jalan Pangeran Diponegoro-Jalan Proklamasi-Jalan Pramuka-Jalan Pemuda.
Kemudian, untuk Fase Kedua dengan rute Jalan Jenderal Sudirman-Jalan Sisingamangaraja-Jalan Panglima Polim-Jalan RS Fatmawati. Sementara, Fase Tiga meliputi, Jalan Tomang Raya-Jalan Cideng Timur-Jalan Kebon Sirih-Jalan Matraman Raya-Jalan Jatinegara Barat-JalanJatinegara Timur.
Tampilkan postingan dengan label Kecelakaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kecelakaan. Tampilkan semua postingan
Jumat, 07 Februari 2020
Senin, 22 Januari 2018
Box Girder LRT Roboh di Kayu Putih
Salah satu bagian box girder light rail transit (LRT) yang tengah dipasang di Kayu Putih Raya, RW 16, Kelurahan Kayu Putih, Pulogadung, Kota Jakarta Timur, Senin (22/1) dini hari roboh.
" Kita belum tahu apa penyebabnya, tiba-tiba roboh. Sekarang jalan sudah bisa dilalui hanya dijaga polisi untuk penyelidikan"
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Jupan Royter mengatakan, berdasar informasi awal yang diterimanya ada sebanyak lima orang pekerja terluka.
"Kelimanya sudah ditangani dan di bawa ke salah satu rumah sakit swasta dekat lokasi," ujarnya.
Sedangkan Camat Pulogadung, Bambang Pangestu menjelaskan, kejadian robohnya bagian box girder berawal dari pemasangan yang dilakukan pada pukul 23.00, Minggu (21/1) malam. Tiba-tiba, sekitar pukul 00.20 dini hari tadi bagian yang dipasang itu roboh.
"Kita belum tahu apa penyebabnya, tiba-tiba roboh. Sekarang jalan sudah bisa dilalui hanya dijaga polisi untuk penyelidikan," tandasnya.
Dari informasi BPBD DKI Jakarta, saat ini para korban sudah ditangani di RS Colombia Asia.
" Kita belum tahu apa penyebabnya, tiba-tiba roboh. Sekarang jalan sudah bisa dilalui hanya dijaga polisi untuk penyelidikan"
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Jupan Royter mengatakan, berdasar informasi awal yang diterimanya ada sebanyak lima orang pekerja terluka.
"Kelimanya sudah ditangani dan di bawa ke salah satu rumah sakit swasta dekat lokasi," ujarnya.
Sedangkan Camat Pulogadung, Bambang Pangestu menjelaskan, kejadian robohnya bagian box girder berawal dari pemasangan yang dilakukan pada pukul 23.00, Minggu (21/1) malam. Tiba-tiba, sekitar pukul 00.20 dini hari tadi bagian yang dipasang itu roboh.
"Kita belum tahu apa penyebabnya, tiba-tiba roboh. Sekarang jalan sudah bisa dilalui hanya dijaga polisi untuk penyelidikan," tandasnya.
Dari informasi BPBD DKI Jakarta, saat ini para korban sudah ditangani di RS Colombia Asia.
Senin, 10 November 2014
Pembatasan Sepeda Motor, DKI Siapkan Bus Tingkat Gratis
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membatasi sepeda motor melewati Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Kebijakan ini dilakukan sebagai sarana sosialisasi penerapan sistem jalan berbayar elektronik (electronic road pricing).
"Sepeda motor hanya boleh dipakai di daerah tertentu," kata Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di Balai Kota, Senin, 10 November 2014.
Ahok, sapaan Basuki, menuturkan, sosialisasi ini akan dimulai pada Desember 2014 mendatang. Pengendara sepeda motor bisa memarkirkan kendaraannya di gedung-gedung sekitar ruas tersebut. Selain untuk sosialisasi, ia berujar pembatasan tersebut bertujuan mengurangi tingkat kemacetan.
Ahok menambahkan, Kepolisian dan Dinas Perhubungan belum menerapkan sanksi bagi pengendara yang nekad melanggar. Pengendara baru akan dikenai sanksi setidaknya mulai tahun 2015 mendatang saat Pemerintah DKI sudah membeli 100 unit bus tingkat. Bus ini akan beroperasi secara gratis untuk membantu para pengendara motor di Ibu Kota.
Rute bus akan melalui Bundaran Hotel Indonesia hingga Harmoni. Ahok mengatakan warga bisa memilih salah satu gedung yang berada di ruas tersebut untuk memarkirkan sepeda motornya.
Setelah bus tingkat dibeli, Ahok mengatakan, salah satu opsi benuk sanksi yang akan diterapkan yakni penahanan Surat Tanda Nomor Kendaraan. Sanksi ini akan menyulitkan pengendara sepeda motor karena kendaraannya dianggap ilegal. "Sanksinya diterapkan bertahap," ujar Ahok.
Pada kesempaan terpisah, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Muhammad Akbar mengatakan pembatasan sepeda motor ini berlangsung selama 24 jam. Jalan Medan Merdeka Barat dipilih lantaran banyaknya trayek kendaraan yang melintas di jalan tersebut sebagai pengganti sepeda motor. "Mereka bisa beralih ke bus tingkat atau angkutan umum," kata Akbar.
"Sepeda motor hanya boleh dipakai di daerah tertentu," kata Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di Balai Kota, Senin, 10 November 2014.
Ahok, sapaan Basuki, menuturkan, sosialisasi ini akan dimulai pada Desember 2014 mendatang. Pengendara sepeda motor bisa memarkirkan kendaraannya di gedung-gedung sekitar ruas tersebut. Selain untuk sosialisasi, ia berujar pembatasan tersebut bertujuan mengurangi tingkat kemacetan.
Ahok menambahkan, Kepolisian dan Dinas Perhubungan belum menerapkan sanksi bagi pengendara yang nekad melanggar. Pengendara baru akan dikenai sanksi setidaknya mulai tahun 2015 mendatang saat Pemerintah DKI sudah membeli 100 unit bus tingkat. Bus ini akan beroperasi secara gratis untuk membantu para pengendara motor di Ibu Kota.
Rute bus akan melalui Bundaran Hotel Indonesia hingga Harmoni. Ahok mengatakan warga bisa memilih salah satu gedung yang berada di ruas tersebut untuk memarkirkan sepeda motornya.
Setelah bus tingkat dibeli, Ahok mengatakan, salah satu opsi benuk sanksi yang akan diterapkan yakni penahanan Surat Tanda Nomor Kendaraan. Sanksi ini akan menyulitkan pengendara sepeda motor karena kendaraannya dianggap ilegal. "Sanksinya diterapkan bertahap," ujar Ahok.
Pada kesempaan terpisah, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Muhammad Akbar mengatakan pembatasan sepeda motor ini berlangsung selama 24 jam. Jalan Medan Merdeka Barat dipilih lantaran banyaknya trayek kendaraan yang melintas di jalan tersebut sebagai pengganti sepeda motor. "Mereka bisa beralih ke bus tingkat atau angkutan umum," kata Akbar.
Senin, 29 September 2014
Rel Patah, Perjalanan KRL ke Bojong Gede Terganggu
Terjadi gangguan perjalanan kereta Commuter Line jalur Cilebut-Bojong Gede akibat rel patah pada malam ini, Senin (29/9/2014) sekitar pukul 20.30 WIB.
PT Kereta Api Indonesia Commuter Line melalui twitter resminya @CommuterLine pada pukul 20.56 WIB menjelaskan mengenai gangguan tersebut:
“#InfoLintas Jam 20.30 kedapatan rel patah di km.46+1/2 (petahunan) antara Cilebut-Bojong Gede jalur hilir, belum bisa dilalui perjalanan KA.”
Sejumlah follower langsung meresponnya antara lain dari @ivanluvan yang menanyakan: “bisa dilewati kareta sampai Bogor tidak ya malam ini?.”
PT Kereta Api Indonesia Commuter Line melalui twitter resminya @CommuterLine pada pukul 20.56 WIB menjelaskan mengenai gangguan tersebut:
“#InfoLintas Jam 20.30 kedapatan rel patah di km.46+1/2 (petahunan) antara Cilebut-Bojong Gede jalur hilir, belum bisa dilalui perjalanan KA.”
Sejumlah follower langsung meresponnya antara lain dari @ivanluvan yang menanyakan: “bisa dilewati kareta sampai Bogor tidak ya malam ini?.”
Jumat, 29 Agustus 2014
Pasca Bus Terbakar, 29 Bus Yutong Ditarik Sementara
Pascaterbakarnya bus transjakarta merek Yutong di Halte Masjid Al Azhar Kamis pagi kemarin, Unit Pengelola (UP) Transjakarta untuk sementara akan menarik 29 bus buatan China tersebut. Penarikan puluhan bus tersebut dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang sekaligus mencari tahu penyebab terbakarnya bus tersebut.
"Ini kita mau tarik semua untuk diperiksa, sambil kita cari tahu apa penyebab terbakarnya bus tersebut," ujar Kepala UP Transjakarta Pargaulan Butar Butar, Kamis (28/8).
Rencananya, penarikan bus Transjakarta bermerek Yutong akan dilakukan Jumat (29/8) ini. Pargaulan juga berharap pemeriksaan 29 bus tersebut cepat selesai. Jika kondisinya baik, bisa kembali dioperasikan.
Pemeriksaan rencananya akan dilakukan di Agen Tungggal Pemegang Merek (ATPM) bus tersebut. Untuk menggantikan puluhan bus Yutong yang diperiksa, UP Transjakarta akan mengerahkan armada Transjakarta dari koridor lain.
"Intinya kami ingin penumpang merasa nyaman dan tidak takut. Makanya kami lakukan pemeriksaan," ucapnya.
Diakui Pargaulan, bus transjakarta gandeng yang terbakar Kamis pagi merupakan bus baru yang dioperasikan sejak Januari 2014 lalu. Bus tersebut, kata Pargaulan, dibeli menggunakan APBD DKI tahun 2013 dan diresmikan pengoperasiannya oleh Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo di Lapangan Monas, 15 Januari lalu.
Sebanyak 30 bus transjakarta bermerek Yutong dioperasikan untuk melayani koridor ekspres Pulogadung - Blok M sebanyak 15 bus dan koridor ekspres Kalideres - Blok M sebanyak 15 bus.
"Ini kita mau tarik semua untuk diperiksa, sambil kita cari tahu apa penyebab terbakarnya bus tersebut," ujar Kepala UP Transjakarta Pargaulan Butar Butar, Kamis (28/8).
Rencananya, penarikan bus Transjakarta bermerek Yutong akan dilakukan Jumat (29/8) ini. Pargaulan juga berharap pemeriksaan 29 bus tersebut cepat selesai. Jika kondisinya baik, bisa kembali dioperasikan.
Pemeriksaan rencananya akan dilakukan di Agen Tungggal Pemegang Merek (ATPM) bus tersebut. Untuk menggantikan puluhan bus Yutong yang diperiksa, UP Transjakarta akan mengerahkan armada Transjakarta dari koridor lain.
"Intinya kami ingin penumpang merasa nyaman dan tidak takut. Makanya kami lakukan pemeriksaan," ucapnya.
Diakui Pargaulan, bus transjakarta gandeng yang terbakar Kamis pagi merupakan bus baru yang dioperasikan sejak Januari 2014 lalu. Bus tersebut, kata Pargaulan, dibeli menggunakan APBD DKI tahun 2013 dan diresmikan pengoperasiannya oleh Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo di Lapangan Monas, 15 Januari lalu.
Sebanyak 30 bus transjakarta bermerek Yutong dioperasikan untuk melayani koridor ekspres Pulogadung - Blok M sebanyak 15 bus dan koridor ekspres Kalideres - Blok M sebanyak 15 bus.
[Kompas]
Kamis, 28 Agustus 2014
Bus Transjakarta Terbakar di Halte Kampus Al Azhar
Bus Transjakarta kembali terbakar. Kali ini sebuah Bus Transjakarta terbakar tepat di halte busway Al-Azhar Pusat di Jalan Sisingamangaraja ke arah Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (28/8/2014).
Hingga pukul 07.45 WIB, api terlihat masih berkobar membakar bus tersebut. Bus Transjakarta bernomor TJ 0022 tersebut terbakar saat mengarah ke Blok M.
Berdasarkan informasi dari @infobusway, sebelum terbakar, bus sempat mengeluarkan asap dan dan meledak. Penumpang lari menjauh dari halte. Belum ada informasi adanya korban.
Peristiwa ini bukan pertama kalinya. Pada Sabtu 5 Mei, hampir di seluruh bagian ruang mesin bus Transjakarta koridor IV Dukuh Atas-Pulogadung hangus dilalap si jago merah, sehingga asap masuk memenuhi ruang penumpang. Diduga hubungan pendek arus listrik di bagian mesin yang menjadi penyebab kebakaran.
Asap tebal mengepul saat bus berhenti di Halte Pasar Rumput, menuju Dukuh Atas, Jakarta. Dengan sigap petugas langsung melakukan pemadaman api.
Hingga pukul 07.45 WIB, api terlihat masih berkobar membakar bus tersebut. Bus Transjakarta bernomor TJ 0022 tersebut terbakar saat mengarah ke Blok M.
Berdasarkan informasi dari @infobusway, sebelum terbakar, bus sempat mengeluarkan asap dan dan meledak. Penumpang lari menjauh dari halte. Belum ada informasi adanya korban.
Peristiwa ini bukan pertama kalinya. Pada Sabtu 5 Mei, hampir di seluruh bagian ruang mesin bus Transjakarta koridor IV Dukuh Atas-Pulogadung hangus dilalap si jago merah, sehingga asap masuk memenuhi ruang penumpang. Diduga hubungan pendek arus listrik di bagian mesin yang menjadi penyebab kebakaran.
Asap tebal mengepul saat bus berhenti di Halte Pasar Rumput, menuju Dukuh Atas, Jakarta. Dengan sigap petugas langsung melakukan pemadaman api.
Minggu, 10 Agustus 2014
Bus Gandeng Transjakarta Patah, Ini Penjelasan PT INKA
PT INKA (Persero) menyatakan patahnya bus Transjakarta beberapa waktu lalu akibat dari patahnya baut di sistem sambungan. Namun faktor utama patahnya adalah karena beban operasional yang melebihi desain normal.
Menurut General Manager PT INKA (Persero) M. Pramudya beban operasional yang melebihi desain normal tersebut salah-satunya beban penumpang yang sering overload. Selain itu ketidak rataan jalan yang ekstrem di beberapa tempat, dan waktu perawatan harian yang relatif singkat.
“Sehubungan dengan patahnya sambungan pada bus Transjakarta merek Inobus beberapa waktu lalu, kami sampaikan bahwa kejadian sebenarnya adalah patahnya baut di sistem sambungan atau artikulasi,” kata Pramudya, Minggu (10/8/2014).
Hal tersebut terjadi ketika bus beroperasi di koridor 11 pada Kamis (7/10/2014). Begitu terdengar ada suara tidak normal di sambungan, pengemudi menghentikan bus dan segera memindahkan penumpangnya. Selanjutnya kerena diminta mundur petugas lalu lintas maka bus dimundurkan.
Hal ini tidak sesuai SOP yang sebenarnya sudah dipahami oleh para pengemudi. Jika terjadi kondisi seperti ini, bus harus tetap dimajukan pelan kedepan lokasi yang aman. Namun karena dimundurkan mengikuti perintah petugas maka bus yang mempunyai penggerak belakang ini, membuat body belakang tertarik kebelakang, sedangkan body depan tetap pada posisinya, sehingga penutup harmonica terlepas dan membuat body belakang terlihat terlepas dari sambungan dengan body depan.
Setelah teknisi datang dan mengganti baut yang patah, bus bisa kembali normal yang selanjutnya dibawa ke pool Damri untuk investigasi. Sehingga kejadian patahnya bus karena baut patah, bukan karena body atau ada bagian chassis yang patah.
Menurut Pramudya, sistem sambungan yang digunakan di Inobus sudah menggunakan produk yang paling baik menggunakan produk dan teknologi Jerman merk Hubner. Baut untuk mengikat system artikulasi ini ke chassis ada 8 buah dan patahnya baut tersebut memang sebenarnya tidak perlu terjadi. Kejadian semua baut patah ini bisa disebabkan karena kekencangan baut sudah tidak sesuai dengan torsi yang disarankan/ baut longgar yang disebabkan karena beban dinamis yang berlebihan atau ada sebagian baut yang cacat operasional tapi belum sempat diganti.
Untuk meminimalkan kejadian seperti ini tidak terulang lagi INKA mendukung rencana Pemprov DKI dan Transjakarta untuk melibatkan pihak produsen atau APM dalam service contract perawatan. Sehingga pihak produsen bus bisa langsung mendukung penuh operator dalam perawatan periodik khususnya untuk komponen2 utama.
Adapun bus merek Inobus tersebut adalah produk generasi pertama yang diproduksi PT INKA (persero) pada tahun 2011 dan mulai beroperasi penuh pada awal tahun 2012 di Koridor 11, dengan jumlah total armada 21 unit. Dan seperti diketahui Bus gandeng yang bermesin belakang ini, terdiri dari Body depan dan body belakang yang disambungkan dengan sistem artikulasi dan ditutup dengan penutup harmonica.
Menurut General Manager PT INKA (Persero) M. Pramudya beban operasional yang melebihi desain normal tersebut salah-satunya beban penumpang yang sering overload. Selain itu ketidak rataan jalan yang ekstrem di beberapa tempat, dan waktu perawatan harian yang relatif singkat.
“Sehubungan dengan patahnya sambungan pada bus Transjakarta merek Inobus beberapa waktu lalu, kami sampaikan bahwa kejadian sebenarnya adalah patahnya baut di sistem sambungan atau artikulasi,” kata Pramudya, Minggu (10/8/2014).
Hal tersebut terjadi ketika bus beroperasi di koridor 11 pada Kamis (7/10/2014). Begitu terdengar ada suara tidak normal di sambungan, pengemudi menghentikan bus dan segera memindahkan penumpangnya. Selanjutnya kerena diminta mundur petugas lalu lintas maka bus dimundurkan.
Hal ini tidak sesuai SOP yang sebenarnya sudah dipahami oleh para pengemudi. Jika terjadi kondisi seperti ini, bus harus tetap dimajukan pelan kedepan lokasi yang aman. Namun karena dimundurkan mengikuti perintah petugas maka bus yang mempunyai penggerak belakang ini, membuat body belakang tertarik kebelakang, sedangkan body depan tetap pada posisinya, sehingga penutup harmonica terlepas dan membuat body belakang terlihat terlepas dari sambungan dengan body depan.
Setelah teknisi datang dan mengganti baut yang patah, bus bisa kembali normal yang selanjutnya dibawa ke pool Damri untuk investigasi. Sehingga kejadian patahnya bus karena baut patah, bukan karena body atau ada bagian chassis yang patah.
Menurut Pramudya, sistem sambungan yang digunakan di Inobus sudah menggunakan produk yang paling baik menggunakan produk dan teknologi Jerman merk Hubner. Baut untuk mengikat system artikulasi ini ke chassis ada 8 buah dan patahnya baut tersebut memang sebenarnya tidak perlu terjadi. Kejadian semua baut patah ini bisa disebabkan karena kekencangan baut sudah tidak sesuai dengan torsi yang disarankan/ baut longgar yang disebabkan karena beban dinamis yang berlebihan atau ada sebagian baut yang cacat operasional tapi belum sempat diganti.
Untuk meminimalkan kejadian seperti ini tidak terulang lagi INKA mendukung rencana Pemprov DKI dan Transjakarta untuk melibatkan pihak produsen atau APM dalam service contract perawatan. Sehingga pihak produsen bus bisa langsung mendukung penuh operator dalam perawatan periodik khususnya untuk komponen2 utama.
Adapun bus merek Inobus tersebut adalah produk generasi pertama yang diproduksi PT INKA (persero) pada tahun 2011 dan mulai beroperasi penuh pada awal tahun 2012 di Koridor 11, dengan jumlah total armada 21 unit. Dan seperti diketahui Bus gandeng yang bermesin belakang ini, terdiri dari Body depan dan body belakang yang disambungkan dengan sistem artikulasi dan ditutup dengan penutup harmonica.
Kamis, 07 Agustus 2014
Bus Transjakarta Gandeng Patah di Jatinegara
Bus Transjakarta gandeng Koridor 11 jurusan Kampung Melayu-Pulo Gebang bernomor polisi B-7308-IV dengan kode DMR 005-7308-0003-9175 mengalami patah pada bagian sambungannya di Jalan Raya Bekasi, Jakarta Timur, Kamis siang tadi, 7 Agustus 2014. Sambungan terputus karena baut sambungan patah.
"Ketika patah, saya merasa ada yang aneh, makanya saya memutuskan untuk berhenti," ujar sopir bus, Iwan Imawan. Iwan menjelaskan dirinya menyadari ada kerusakan pada bagian sambungan ketika bus sedang berada di lampu merah setelah Stasiun Jatinegara arah ke Pulo Gebang.
"Saya memutuskan stop karena bus sudah tidak memungkinkan lagi beroperasi," ujar Iwan. Iwan mengambil langkah tersebut untuk mengurangi risiko terhadap penumpang. Total 16 baut yang menyanggah sambungan bus patah.
Iwan menjelaskan, ketika dirinya memutuskan berhenti darurat, posisi bus sedang berada di tengah-tengah pertigaan dan menutup jalan. "Lalu lintas sempat macet parah tadi," ujar Iksan, penjaga warung yang berada di pertigaan Kejaksaan Jakarta Timur.
Pada awalnya, sambungan bus hanya rusak di dalamnya dan hanya bisa dirasakan oleh sopir. Namun, karena posisi bus mengganggu lalu lintas, sang sopir memundurkan bus sedikit kurang-lebih 3 meter. "Itu juga sudah susah sekali mundurinnya," kata Iwan.
Pargaulan Butarbutar, Kepala Badan Layanan Umum Bus Transjakarta, yang meninjau langsung kejadian tersebut mengatakan penyebab terjadinya lepas gandengan itu akibat baut yang menyambungkan badan bus itu terlepas. "Bautnya terlepas," katanya saat dihubungi hari ini.
"Ketika patah, saya merasa ada yang aneh, makanya saya memutuskan untuk berhenti," ujar sopir bus, Iwan Imawan. Iwan menjelaskan dirinya menyadari ada kerusakan pada bagian sambungan ketika bus sedang berada di lampu merah setelah Stasiun Jatinegara arah ke Pulo Gebang.
"Saya memutuskan stop karena bus sudah tidak memungkinkan lagi beroperasi," ujar Iwan. Iwan mengambil langkah tersebut untuk mengurangi risiko terhadap penumpang. Total 16 baut yang menyanggah sambungan bus patah.
Iwan menjelaskan, ketika dirinya memutuskan berhenti darurat, posisi bus sedang berada di tengah-tengah pertigaan dan menutup jalan. "Lalu lintas sempat macet parah tadi," ujar Iksan, penjaga warung yang berada di pertigaan Kejaksaan Jakarta Timur.
Pada awalnya, sambungan bus hanya rusak di dalamnya dan hanya bisa dirasakan oleh sopir. Namun, karena posisi bus mengganggu lalu lintas, sang sopir memundurkan bus sedikit kurang-lebih 3 meter. "Itu juga sudah susah sekali mundurinnya," kata Iwan.
Pargaulan Butarbutar, Kepala Badan Layanan Umum Bus Transjakarta, yang meninjau langsung kejadian tersebut mengatakan penyebab terjadinya lepas gandengan itu akibat baut yang menyambungkan badan bus itu terlepas. "Bautnya terlepas," katanya saat dihubungi hari ini.
Kamis, 03 Juli 2014
Bus Transjakarta Tabrak Median Jalan
Sebuah bus Transjakarta koridor VII (Kampung Melayu-Kampung Rambutan) menabrak median jalan di Otista, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (3/7). Beruntung, tidak ada korban luka maupun jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kejadian itu menyebabkan kemacetan lalu lintas di Jl Otista Raya, terutama dari arah Cawang menuju Matraman hingga mencapai tiga kilometer.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, bus Transjakarta bernopol B 7506 IX dengan nomor bodi JMT-002 ini baru saja menaikkan dan menurunkan penumpang di Halte Bidara Cina. Bus yang dikemudikan Rudy (32) ini sedianya melanjutkan perjalanan ke arah Terminal Kampung Melayu. Namun baru berjalan sekitar 100 meter, mendadak bus kopaja line 502 (Kampung Rambutan-Tanah Abang) bernopol B 7964 NP merobos jalur busway.
Sopir bus Transjakarta pun panik dan langsung mengerem mendadak. Namun jaraknya sudah sangat dekat, membuat bus sarat penumpang ini menabrak bagian samping kanan kopaja. Guna menghindari tabrakan maut, sopir bus Transjakarta membanting stir ke kanan dan menabrak median dan pagar besi pembatas jalan.
Tak ayal, bus Transjakarta ini pun bodinya langsung naik ke atas median jalan dan nyaris terguling. Median jalan setinggi 20 sentimeter, tembok taman setinggi 60 sentimeter dan pagar setinggi 1 meter langsung berantakan dihajar bagian depan bus Transjakarta berwarna silver itu. Seluruh penumpang panik. Mereka teriak histeris dan meminta sopir bus membuka pintu hidroliknya. Saat pintu terbuka, penumpang langsung berebut keluar dengan cara lompat dari pintu setinggi satu meter.
Mohammad Ichsan (25), salah seorang petugas bus Transjakarta, menuturkan, kecelakaan terjadi karena adanya bus kopaja yang menyerobot jalur Transjakarta. Sopir bus Transjakarta sebenarnya sudah mengerem dengan cepat namun karena jaraknya yang sangat dekat, membuat tabrakan itu tak terhindarkan. "Sopir kami langsung banting stir ke kanan agar kopaja itu tak sampai terguling. Namun justru bus nabrak median dan pagar pembatas jalan," ujar Ichsan.
Bus kopaja yang tertabrak bagian sampingnya itu masih melaju sekitar 20 meter dari lokasi kejadian lalu berhenti dan sopirnya langsung melarikan diri. Warga dan penumpang yang emosi pun langsung mengejar sopir ugal-ugalan tersebut. Sopir yang belum diketahui identitasnya itu akhirnya berhasil ditangkap warga dan menjadi bulan-bulanan massa dan langsung diserahkan ke Pospol terdekat.
Untuk mengurai kemacetan, sekitar 10 petugas tim rescue dari Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Sudin Damkar dan PB) Jakarta Timur yang tengah melintas di lokasi kejadian langsung mengevakuasi bangkai bus Transjakarta. Bus tersebut diderek menggunakan mobil Sudin Damkar Jakarta Timur. Kasus kecelakaan ini ditangani Unit Laka Lantas Polda Metro Jaya.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, bus Transjakarta bernopol B 7506 IX dengan nomor bodi JMT-002 ini baru saja menaikkan dan menurunkan penumpang di Halte Bidara Cina. Bus yang dikemudikan Rudy (32) ini sedianya melanjutkan perjalanan ke arah Terminal Kampung Melayu. Namun baru berjalan sekitar 100 meter, mendadak bus kopaja line 502 (Kampung Rambutan-Tanah Abang) bernopol B 7964 NP merobos jalur busway.
Sopir bus Transjakarta pun panik dan langsung mengerem mendadak. Namun jaraknya sudah sangat dekat, membuat bus sarat penumpang ini menabrak bagian samping kanan kopaja. Guna menghindari tabrakan maut, sopir bus Transjakarta membanting stir ke kanan dan menabrak median dan pagar besi pembatas jalan.
Tak ayal, bus Transjakarta ini pun bodinya langsung naik ke atas median jalan dan nyaris terguling. Median jalan setinggi 20 sentimeter, tembok taman setinggi 60 sentimeter dan pagar setinggi 1 meter langsung berantakan dihajar bagian depan bus Transjakarta berwarna silver itu. Seluruh penumpang panik. Mereka teriak histeris dan meminta sopir bus membuka pintu hidroliknya. Saat pintu terbuka, penumpang langsung berebut keluar dengan cara lompat dari pintu setinggi satu meter.
Mohammad Ichsan (25), salah seorang petugas bus Transjakarta, menuturkan, kecelakaan terjadi karena adanya bus kopaja yang menyerobot jalur Transjakarta. Sopir bus Transjakarta sebenarnya sudah mengerem dengan cepat namun karena jaraknya yang sangat dekat, membuat tabrakan itu tak terhindarkan. "Sopir kami langsung banting stir ke kanan agar kopaja itu tak sampai terguling. Namun justru bus nabrak median dan pagar pembatas jalan," ujar Ichsan.
Bus kopaja yang tertabrak bagian sampingnya itu masih melaju sekitar 20 meter dari lokasi kejadian lalu berhenti dan sopirnya langsung melarikan diri. Warga dan penumpang yang emosi pun langsung mengejar sopir ugal-ugalan tersebut. Sopir yang belum diketahui identitasnya itu akhirnya berhasil ditangkap warga dan menjadi bulan-bulanan massa dan langsung diserahkan ke Pospol terdekat.
Untuk mengurai kemacetan, sekitar 10 petugas tim rescue dari Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Sudin Damkar dan PB) Jakarta Timur yang tengah melintas di lokasi kejadian langsung mengevakuasi bangkai bus Transjakarta. Bus tersebut diderek menggunakan mobil Sudin Damkar Jakarta Timur. Kasus kecelakaan ini ditangani Unit Laka Lantas Polda Metro Jaya.
Kamis, 29 Mei 2014
Akibat Ulah Orang Iseng Taruh Kayu di Rel, KRL Anjlok di Kemayoran
Sebuah KRL tujuan Depok-Jatinegara mengalami anjlok di sekitar wilayah stasiun Kemayoran. KRL dengan nomor KA 966 tersebut anjlok sekitar pukul 17.08 WIB.
"Seluruh penumpang selamat dan saat ini seluruhnya telah dievakuasi oleh petugas di lapangan," kata Juru Bicara PT KAI Commuter Jabotabek, Eva Chairunisa kepada Tribunnews.com, Kamis(29/5/2014).
Peristiwa anjloknya KRL tersebut kata Eva terjadi akibat oknum yang tidak bertanggung jawab melemparkan sebuah karung berisi kayu tepat ke tengah jalur rel, sehingga saat rangkaian kereta melintasi lokasi bagian kabin depan yang menabrak karung tersebut keluar dari jalur rel.
"PT KAI Commuter Jabodetabek (PT KCJ) mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang mengancam keselamatan dan keamanan perjalanan KRL," ujar Eva.
"Seluruh penumpang selamat dan saat ini seluruhnya telah dievakuasi oleh petugas di lapangan," kata Juru Bicara PT KAI Commuter Jabotabek, Eva Chairunisa kepada Tribunnews.com, Kamis(29/5/2014).
Peristiwa anjloknya KRL tersebut kata Eva terjadi akibat oknum yang tidak bertanggung jawab melemparkan sebuah karung berisi kayu tepat ke tengah jalur rel, sehingga saat rangkaian kereta melintasi lokasi bagian kabin depan yang menabrak karung tersebut keluar dari jalur rel.
"PT KAI Commuter Jabodetabek (PT KCJ) mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang mengancam keselamatan dan keamanan perjalanan KRL," ujar Eva.
Jumat, 25 April 2014
Bus Transjakarta Hajar 5 Mobil Sekaligus
Kecelakaan yang melibatkan bus Transjakarta seperti tidak ada habisnya. Kali ini sebuah bus Transjakarta koridor 10 (Cililitan-Tanjungpriok), dengan nomor polisi B 7258 IV, menabrak lima mobil sekaligus di Jl Ahmad Yani, Pulomas, Jakarta Timur. Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun lima mobil yang ditabrak mengalami kerusakan cukup serius.
Kecelakaan ini diuga akibat bus yang dikemudikan Pardamaian (50) tersebut mengalami rem blong. Saat kejadian, bus tanpa penumpang itu melaju dari Cililitan menuju Tanjungpriok. Namu, saat bus berputar arah menuju Cililitan tiba-tiba menabrak mobil Toyota Innova bernopol B 1759 CKE. Kencangnya benturan, membuat mobil Innova ini terpental sejauh 10 meter hingga tersangkut di atas trotoar yang dipenuhi pedagang batu alam dan tanaman.
Tak hanya itu, bus Transjakarta warna orange ini juga menabrak Daihatsu Xenia bernopol B 1695 FFZ. Mobil tersebut bahkan sampai berputar 180 derajat, dengan posisi terbalik hingga mengalami kerusakan pada bagian body belakang dan kaca bagian kiri pecah.
Usai menabrak dua mobil, bus rupanya tetap melaju kencang hingga akhirnya kembali menabrak tiga mobil di depannya. Masing-masing adalah Daihatsu Xenia D 1757 UB yang mengalami kerusakan ringan bagian kiri belakang. Kemudian taksi Pusaka bernopol B 1980 UTA, yang ringsek parah bagian belakang dan depan. Kemudian Toyota Corola Altis bernopol B 199 TVA yang ringsek bagian depan dan bemper hancur.
Bahkan, walau sudah menabrak lima kendaraan bus masih melaju sejauh sekitar 30 meter. Bus baru berhenti setelah di halte Transjakarta Pulomas. Kejadian ini memicu kemacetan lalulintas di Jl Ahmad Yani, terutama dari arah Tanjung Priok menuju Cililitan.
Pardamaian (52), pramudi Transjakarta itu mengaku, bus yang dikemudikannya menabrak kendaraan lain lantaran rem blong. Ia sendiri tak menyangka hal itu terjadi. Sebab, sebelum keluar pool, kondisi bus laik operasi dan rem berfungsi normal. Namun saat akan mengangkut penumpang, bus mengalami gangguan pada mesin.
"Saya diminta kembali ke pool. Makanya bus langsung saya putar arah di Pulomas, ternyata remnya malah blong dan menabrak mobil lain," ujar Pardamaian, Jumat (25/4).
Kanit Laka Satwil Lantas Jakarta Timur, AKP Agung Budi Leksono, mengatakan, kasus kecelakaan ini ditangani Gakum Polda Metro Jaya. Sebab, melibatkan bus Transjakarta. Pihaknya hanya membantu pengamanan lokasi kejadian, olah tempat kejadian perkara dan mengamankan seluruh barang bukti yang ada. Termasuk meminta keterangan saksi-saksi dan korban.
"Karena melibatkan bus Transjakarta, kasusnya ditangani Gakum Polda Metro Jaya. Kami hanya membantu penanganan di lokasi kejadian," tandasnya.
Kecelakaan ini diuga akibat bus yang dikemudikan Pardamaian (50) tersebut mengalami rem blong. Saat kejadian, bus tanpa penumpang itu melaju dari Cililitan menuju Tanjungpriok. Namu, saat bus berputar arah menuju Cililitan tiba-tiba menabrak mobil Toyota Innova bernopol B 1759 CKE. Kencangnya benturan, membuat mobil Innova ini terpental sejauh 10 meter hingga tersangkut di atas trotoar yang dipenuhi pedagang batu alam dan tanaman.
Tak hanya itu, bus Transjakarta warna orange ini juga menabrak Daihatsu Xenia bernopol B 1695 FFZ. Mobil tersebut bahkan sampai berputar 180 derajat, dengan posisi terbalik hingga mengalami kerusakan pada bagian body belakang dan kaca bagian kiri pecah.
Usai menabrak dua mobil, bus rupanya tetap melaju kencang hingga akhirnya kembali menabrak tiga mobil di depannya. Masing-masing adalah Daihatsu Xenia D 1757 UB yang mengalami kerusakan ringan bagian kiri belakang. Kemudian taksi Pusaka bernopol B 1980 UTA, yang ringsek parah bagian belakang dan depan. Kemudian Toyota Corola Altis bernopol B 199 TVA yang ringsek bagian depan dan bemper hancur.
Bahkan, walau sudah menabrak lima kendaraan bus masih melaju sejauh sekitar 30 meter. Bus baru berhenti setelah di halte Transjakarta Pulomas. Kejadian ini memicu kemacetan lalulintas di Jl Ahmad Yani, terutama dari arah Tanjung Priok menuju Cililitan.
Pardamaian (52), pramudi Transjakarta itu mengaku, bus yang dikemudikannya menabrak kendaraan lain lantaran rem blong. Ia sendiri tak menyangka hal itu terjadi. Sebab, sebelum keluar pool, kondisi bus laik operasi dan rem berfungsi normal. Namun saat akan mengangkut penumpang, bus mengalami gangguan pada mesin.
"Saya diminta kembali ke pool. Makanya bus langsung saya putar arah di Pulomas, ternyata remnya malah blong dan menabrak mobil lain," ujar Pardamaian, Jumat (25/4).
Kanit Laka Satwil Lantas Jakarta Timur, AKP Agung Budi Leksono, mengatakan, kasus kecelakaan ini ditangani Gakum Polda Metro Jaya. Sebab, melibatkan bus Transjakarta. Pihaknya hanya membantu pengamanan lokasi kejadian, olah tempat kejadian perkara dan mengamankan seluruh barang bukti yang ada. Termasuk meminta keterangan saksi-saksi dan korban.
"Karena melibatkan bus Transjakarta, kasusnya ditangani Gakum Polda Metro Jaya. Kami hanya membantu penanganan di lokasi kejadian," tandasnya.
Rabu, 29 Januari 2014
Maut di Casablanca, Ironi Jalanan Ibukota
Ironi seolah tak pernah habis di negeri ini. Apa yang awalnya menjadi harapan banyak orang, dalam waktu singkat bisa berubah menjadi sebaliknya. Keseringan pula, itu terjadi karena kesalahan manusianya, bukan karena suratan takdir yang tak bisa dicegah.
Itulah ironi yang menyertai kecelakaan di jalan layang non-tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang. Seorang wanita yang tengah hamil 5 bulan tewas saat berboncengan dengan suaminya di JLNT tersebut. Tubuh wanita bernama Windawati itu terjun bebas dari ketinggian 15 meter setelah ditabrak sebuah mobil. Dia langsung tewas di tempat, sedangkan suaminya mengalami patah kaki dan tangan.
Sekilas terlihat seperti kecelakaan biasa. Tapi, ini kecelakaan yang berbeda jika dilihat dari proses dan peristiwa lain yang menyertai sebelumnya. Setidaknya, kejadian di jalan yang baru saja diresmikan ini kembali menegaskan bahwa masyarakat kita memang masih jauh dari disiplin dan taat aturan.
Ironi ini dimulai pada Minggu 26 Januari 2014. Pagi itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencanangkan Gerakan Nasional Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas. Bertempat di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, SBY mengajak seluruh masyarakat berpartisipasi mencegah atau mengurangi kecelakaan berlalu lintas.
Itulah ironi yang menyertai kecelakaan di jalan layang non-tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang. Seorang wanita yang tengah hamil 5 bulan tewas saat berboncengan dengan suaminya di JLNT tersebut. Tubuh wanita bernama Windawati itu terjun bebas dari ketinggian 15 meter setelah ditabrak sebuah mobil. Dia langsung tewas di tempat, sedangkan suaminya mengalami patah kaki dan tangan.
Sekilas terlihat seperti kecelakaan biasa. Tapi, ini kecelakaan yang berbeda jika dilihat dari proses dan peristiwa lain yang menyertai sebelumnya. Setidaknya, kejadian di jalan yang baru saja diresmikan ini kembali menegaskan bahwa masyarakat kita memang masih jauh dari disiplin dan taat aturan.
Ironi ini dimulai pada Minggu 26 Januari 2014. Pagi itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencanangkan Gerakan Nasional Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas. Bertempat di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, SBY mengajak seluruh masyarakat berpartisipasi mencegah atau mengurangi kecelakaan berlalu lintas.
Senin, 27 Januari 2014
Ada-ada saja taksi Blue Bird nyangkut di tangga kantor Jokowi
Sebuah unit taksi dari Blue Bird terjerembab di Kantor Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo , Balai Kota, Jakarta Pusat. Taksi dengan nomor seri SE 2557 itu gagal melewati anak tangga, sehingga tersangkut dan tidak bisa keluar.
Sopir taksi, Gempur Panji mengaku belum mengetahui seluk beluk jalanan di Balai Kota, Jakarta Pusat dari arah Jalan Kebon Sirih. Dia mengira jalanan anak tangga ini bisa dilewati ke arah Jalan Medan Merdeka Selatan.
"Saya belum paham daerah sini. Kirain ini bisa lewat," ujar dia di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (27/1).
Panji mengatakan dirinya habis mengantar tamu di bagian Kesekretariatan Pemprov DKI Jakarta dan menurunkannya di samping Gedung DPRD DKI Jakarta. Padahal, jalan di samping DPRD ditutup portal dan tidak bisa dilewati.
Selain itu, dia juga beralasan tidak melihat anak tangga tersebut karena kaca depan yang tertutup hujan tidak bisa dihilangkan akibat wiper mobilnya rusak.
"Saya enggak ngeliat tangga. Wipernya rusak jadi enggak keliatan," kata dia.
Setelah hampir 30 menit tersangkut di tangga Balai Kota, akhirnya taksi tersebut bisa keluar karena dibantu mobil derek milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Namun, bagian bawah taksi rusak parah akibat tersangkut anak tangga tersebut.
Sopir taksi, Gempur Panji mengaku belum mengetahui seluk beluk jalanan di Balai Kota, Jakarta Pusat dari arah Jalan Kebon Sirih. Dia mengira jalanan anak tangga ini bisa dilewati ke arah Jalan Medan Merdeka Selatan.
"Saya belum paham daerah sini. Kirain ini bisa lewat," ujar dia di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (27/1).
Panji mengatakan dirinya habis mengantar tamu di bagian Kesekretariatan Pemprov DKI Jakarta dan menurunkannya di samping Gedung DPRD DKI Jakarta. Padahal, jalan di samping DPRD ditutup portal dan tidak bisa dilewati.
Selain itu, dia juga beralasan tidak melihat anak tangga tersebut karena kaca depan yang tertutup hujan tidak bisa dihilangkan akibat wiper mobilnya rusak.
"Saya enggak ngeliat tangga. Wipernya rusak jadi enggak keliatan," kata dia.
Setelah hampir 30 menit tersangkut di tangga Balai Kota, akhirnya taksi tersebut bisa keluar karena dibantu mobil derek milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Namun, bagian bawah taksi rusak parah akibat tersangkut anak tangga tersebut.
Senin, 30 Desember 2013
Ini Penyebab Kecelakaan KRL di Bintaro Versi KNKT
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap penyebab kecelakaan KRL dengan truk Pertamina di Bintaro beberapa waktu lalu. Penyebabnya adalah lintasan kereta terhalang oleh truk.
"Tanggal 9 Desember 2013 pukul 11.15 terjadi benturan bagian kiri belakang tangki B 9265 SEH dengan kabin masisnis karena truk berada pada satu lintasan sebidang. Lintasan kereta terhalang mobil tangki," ujar Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan LLAJ KNKT Kusnendi Soehardjo, Senin (30/12/2013).
Kusnendi menuturkan, sejumlah faktor menjadi penyebab kenapa truk milik Pertamina tersebut berada di lintasan kereta api. Salah satunya adalah pintu pelintasan yang telat menutup.
"Pintu pelintasan dari arah Tanah Kusir dibanding dari arah Ceger menutup lebih lambat sehingga truk masih melintas," ujarnya.
Kondisi rambu, termasuk warna yang sudah buram, jarak, fungsi, dan penempatan rambu yang tidak tepat, selain itu ranting pohon dan padatnya bangunan, juga menghalangi pandangan pengemudi terhadap datangnya kereta.
Menurut Kusnendi, permukaan jalan pelintasan yang tidak rata dengan permukaan rel juga membuat laju truk juga menjadi terhambat sehingga tidak bisa menghindar ketika kereta datang.
Sebelum tabrakan, menurut Kusnendi, situasi lalu lintas di lokasi kejadian tidak terlalu padat. Namun, ketika truk berada di pelintasan, truk tersebut lajunya terhambat.
"Di depan truk, ada dua sepeda motor sehingga tidak bisa maju. Kernet sudah memberi tahu sopir, namun sopir mengatakan, 'Saya harus gimana lagi', maka terjadi kecelakaan," ujarnya.
Menurut Kusnendi, masinis telah berusaha melakukan tindakan pengereman dua kali untuk menghindari tabrakan. Teknisi kereta juga telah memberi tahu penumpang bahwa akan terjadi tabrakan.
Akibat tabrakan, truk terpental cukup jauh, sekitar 20-25 meter, lalu tangki truk terbakar karena material tangki aluminium foil yang mudah meleleh. "Separuh tangki terbakar habis sisi kiri," tambahnya.
Kerusakan cukup parah juga dialami KRL. Kereta yang melaju dari Stasiun Pondok Kranji itu anjlok. Tujuh orang penumpangnya meninggal akibat insiden tabrakan itu.
Setelah kecelakaan, KNKT kemudian melakukan investigasi dan mengeluarkan rekomendasi yang bersifat segera terhadap instansi terkait, seperti Dinas Perhubungan, Dinas Pertamanan, serta PT Kereta Api Indonesia.
"Tanggal 9 Desember 2013 pukul 11.15 terjadi benturan bagian kiri belakang tangki B 9265 SEH dengan kabin masisnis karena truk berada pada satu lintasan sebidang. Lintasan kereta terhalang mobil tangki," ujar Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan LLAJ KNKT Kusnendi Soehardjo, Senin (30/12/2013).
Kusnendi menuturkan, sejumlah faktor menjadi penyebab kenapa truk milik Pertamina tersebut berada di lintasan kereta api. Salah satunya adalah pintu pelintasan yang telat menutup.
"Pintu pelintasan dari arah Tanah Kusir dibanding dari arah Ceger menutup lebih lambat sehingga truk masih melintas," ujarnya.
Kondisi rambu, termasuk warna yang sudah buram, jarak, fungsi, dan penempatan rambu yang tidak tepat, selain itu ranting pohon dan padatnya bangunan, juga menghalangi pandangan pengemudi terhadap datangnya kereta.
Menurut Kusnendi, permukaan jalan pelintasan yang tidak rata dengan permukaan rel juga membuat laju truk juga menjadi terhambat sehingga tidak bisa menghindar ketika kereta datang.
Sebelum tabrakan, menurut Kusnendi, situasi lalu lintas di lokasi kejadian tidak terlalu padat. Namun, ketika truk berada di pelintasan, truk tersebut lajunya terhambat.
"Di depan truk, ada dua sepeda motor sehingga tidak bisa maju. Kernet sudah memberi tahu sopir, namun sopir mengatakan, 'Saya harus gimana lagi', maka terjadi kecelakaan," ujarnya.
Menurut Kusnendi, masinis telah berusaha melakukan tindakan pengereman dua kali untuk menghindari tabrakan. Teknisi kereta juga telah memberi tahu penumpang bahwa akan terjadi tabrakan.
Akibat tabrakan, truk terpental cukup jauh, sekitar 20-25 meter, lalu tangki truk terbakar karena material tangki aluminium foil yang mudah meleleh. "Separuh tangki terbakar habis sisi kiri," tambahnya.
Kerusakan cukup parah juga dialami KRL. Kereta yang melaju dari Stasiun Pondok Kranji itu anjlok. Tujuh orang penumpangnya meninggal akibat insiden tabrakan itu.
Setelah kecelakaan, KNKT kemudian melakukan investigasi dan mengeluarkan rekomendasi yang bersifat segera terhadap instansi terkait, seperti Dinas Perhubungan, Dinas Pertamanan, serta PT Kereta Api Indonesia.
[Kompas]
Senin, 09 Desember 2013
KRL Tabrak Truk Pengangkut BBM di Bintaro
Kecelakaan maut terjadi di perlintasan kereta api Pasar Bintaro, Jl Bintaro Permai, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Senin (9/12) siang. Kecelakaan melibatkan KRL commuter line bernomor KA 1131 yang menabrak truk pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) berkapasitas 24 ribu liter milik Pertamina bernopol B 9265 SLH. Akibat kejadian ini, sejumlah penumpang dikabarkan tewas.
"Kejadiannya sekitar pukul 11.20. Truk tangki pengangkut BBM terlihat melaju dari Tanah Kusir ke Pasar Bintaro dan menerobos pintu perlintasan hingga akhirnya tertabrak KRL yang tengah melaju kencang. Truk tangki sempat terseret sejauh 20 meter dari lokasi awal kejadian," ujar M Reza (24), salah seorang saksi mata, Senin (9/12).
Dikatakan Reza, saat itu sudah terdengar sirine kereta akan melintas. Begitu pun dengan pintu perlintasan yang mulai tertutup. Namun, pengemudi truk tangki pengangkut BBM justru nekat menerobos pintu perlintasan. Alhasil, kecelakaan maut pun tak terhindarkan. "Sudah setengah tertutup, lalu menerobos. Pas tertabrak truk terguling dan langsung meledak," katanya.
Saat terjadi ledakan, kobaran api disertai asap hitam langsung terlihat membumbung tinggi ke udara. Saat itu, para penumpang KRL tampak panik dan sebagian terlihat melompat dari kereta untuk menyelamatkan diri. Namun, dua gerbong kereta terdepan juga terguling karena kerasnya benturan yang terjadi. "Penumpang kereta banyak yang langsung lompat. Tapi dua gerbong yang depan langsung terguling sehingga banyak penumpang yang nggak bisa menyelamatkan diri," ucapnya.
Pantauan beritajakarta.com, puluhan petugas pemadam kebakaran saat ini masih berusaha memadamkan kobaran api dari mobil tangki yang melintang di perlintasan rel. Sementara petugas kepolisian, TNI dibantu warga berusaha mengevakuasi para korban yang masih terjepit di badan gerbong kereta.
Bahkan, beberapa penumpang terlihat sudah tak bernyawa akibat terjepit dan terbakar dalam kejadian ini. Proses pemadaman dan evakuasi masih berlangsung. Ribuan masyarakat pun tumpah ruah untuk melihat kejadian mengerikan ini.
Sementara itu, Jl Bintaro Permai dari arah Tanah Kusir ke Pondok Ranji dan sebaliknya tidak dapat dilalui kendaraan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwajib karena masih dalam proses evakuasi.
"Kejadiannya sekitar pukul 11.20. Truk tangki pengangkut BBM terlihat melaju dari Tanah Kusir ke Pasar Bintaro dan menerobos pintu perlintasan hingga akhirnya tertabrak KRL yang tengah melaju kencang. Truk tangki sempat terseret sejauh 20 meter dari lokasi awal kejadian," ujar M Reza (24), salah seorang saksi mata, Senin (9/12).
Dikatakan Reza, saat itu sudah terdengar sirine kereta akan melintas. Begitu pun dengan pintu perlintasan yang mulai tertutup. Namun, pengemudi truk tangki pengangkut BBM justru nekat menerobos pintu perlintasan. Alhasil, kecelakaan maut pun tak terhindarkan. "Sudah setengah tertutup, lalu menerobos. Pas tertabrak truk terguling dan langsung meledak," katanya.
Saat terjadi ledakan, kobaran api disertai asap hitam langsung terlihat membumbung tinggi ke udara. Saat itu, para penumpang KRL tampak panik dan sebagian terlihat melompat dari kereta untuk menyelamatkan diri. Namun, dua gerbong kereta terdepan juga terguling karena kerasnya benturan yang terjadi. "Penumpang kereta banyak yang langsung lompat. Tapi dua gerbong yang depan langsung terguling sehingga banyak penumpang yang nggak bisa menyelamatkan diri," ucapnya.
Pantauan beritajakarta.com, puluhan petugas pemadam kebakaran saat ini masih berusaha memadamkan kobaran api dari mobil tangki yang melintang di perlintasan rel. Sementara petugas kepolisian, TNI dibantu warga berusaha mengevakuasi para korban yang masih terjepit di badan gerbong kereta.
Bahkan, beberapa penumpang terlihat sudah tak bernyawa akibat terjepit dan terbakar dalam kejadian ini. Proses pemadaman dan evakuasi masih berlangsung. Ribuan masyarakat pun tumpah ruah untuk melihat kejadian mengerikan ini.
Sementara itu, Jl Bintaro Permai dari arah Tanah Kusir ke Pondok Ranji dan sebaliknya tidak dapat dilalui kendaraan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwajib karena masih dalam proses evakuasi.
Rabu, 24 Juli 2013
Metromini Ugal-ugalan, Jokowi Diminta Tegas
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi diminta tegas menindak pelanggaran oleh angkutan publik di wilayahnya sebelum merevitalisasi. "Yang penting ditindak dulu, baru revitalisasi lagi," kata pengamat transportasi, Azas Tigor Nainggolan, Rabu, 24 Juli 2013.
Menurut dia, banyak pelanggaran oleh oknum angkutan umum di Jakarta, terutama bus-bus ukuran sedang semacam Metromini dan Kopaja. "Saya sudah sampaikan ke Pak Wakil Gubernur dan Kepala Dinas Perhubungan, mereka bilang akan menindak," ujarnya.
Namun, hingga kini pemerintah belum terlihat berupaya untuk memberikan sanksi bagi angkutan-angkutan umum yang melanggar aturan. Hal ini amat mengkhawatirkan karena pelanggaran tersebut bisa mengancam keselamatan pengendara lain di jalan raya.
"Kondisi bus (ukuran sedang) banyak yang tidak layak. Dari 100 Metromini, yang punya surat lengkap paling cuma 12 bus," ujar dia. Tak hanya surat kelengkapan bus, sopir-sopirnya pun ditengarai banyak yang tak punya surat izin mengemudi. "Mana pernah mereka kena tilang," kata dia.
Pembiaran ini membuat satu korban kembali jatuh di jalan raya. Seorang siswi sekolah menengah pertama, Bennity, 13 tahun, kemarin sore tertabrak Metromini 47 jurusan Senen-Pondok Kopi. Ia bersama tiga temannya tertabrak bus yang ugal-ugalan saat sedang menyeberang Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur.
Dua kawan Bennity, yakni Rahmi dan Revi, keduanya 12 tahun, dirawat di rumah sakit. Belum jelas penyebab kecelakaan nahas itu. Saksi mata menyatakan, sebelum kecelakaan, sopir memacu Metromini-nya dengan kencang dan ugal-ugalan. Sopir Metromini itu, WS, 35 tahun, hampir menjadi bulan-bulanan massa.
Menurut dia, banyak pelanggaran oleh oknum angkutan umum di Jakarta, terutama bus-bus ukuran sedang semacam Metromini dan Kopaja. "Saya sudah sampaikan ke Pak Wakil Gubernur dan Kepala Dinas Perhubungan, mereka bilang akan menindak," ujarnya.
Namun, hingga kini pemerintah belum terlihat berupaya untuk memberikan sanksi bagi angkutan-angkutan umum yang melanggar aturan. Hal ini amat mengkhawatirkan karena pelanggaran tersebut bisa mengancam keselamatan pengendara lain di jalan raya.
"Kondisi bus (ukuran sedang) banyak yang tidak layak. Dari 100 Metromini, yang punya surat lengkap paling cuma 12 bus," ujar dia. Tak hanya surat kelengkapan bus, sopir-sopirnya pun ditengarai banyak yang tak punya surat izin mengemudi. "Mana pernah mereka kena tilang," kata dia.
Pembiaran ini membuat satu korban kembali jatuh di jalan raya. Seorang siswi sekolah menengah pertama, Bennity, 13 tahun, kemarin sore tertabrak Metromini 47 jurusan Senen-Pondok Kopi. Ia bersama tiga temannya tertabrak bus yang ugal-ugalan saat sedang menyeberang Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur.
Dua kawan Bennity, yakni Rahmi dan Revi, keduanya 12 tahun, dirawat di rumah sakit. Belum jelas penyebab kecelakaan nahas itu. Saksi mata menyatakan, sebelum kecelakaan, sopir memacu Metromini-nya dengan kencang dan ugal-ugalan. Sopir Metromini itu, WS, 35 tahun, hampir menjadi bulan-bulanan massa.
[Tempo.co]
Selasa, 02 Juli 2013
Bus Transjakarta Kabur Usai Menabrak Dua Mobil di Semanggi
Kecelakaan terjadi di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Sebuah bus Transjakarta menabrak mobil pribadi. Sopir Transjakarta kemudian kabur dengan busnya, Selasa (2/7/2013).
Informasi yang diperoleh Wartakotalive.com dari Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya menyebutkan, kecelakaan terjadi sekitar puku;l 07.49 WIB.
Kecelakaan melibatkan 3 kendaraan di (jalur cepat), tepatnya di depan Univ Atmajaya arah jalan layang Semanggi. Polisi telah menangani kasus itu.
Kendaraan yang terlibat kecelakaan itu adalah Transjakarta B 7115 IZ, Honda Jazz B 68 HE, dan Suzuki APV B 1471 MF.
Tapi, sopir bus Transjakarta tiba-tiba membawa kabur kendaraannya. @TMCPoldaMetro menyebutkan, "07.51 Bis Transjakarta B 7115 IZ kabur/melarikan diri setelah terlibat kecelakaan dgn APV dan Honda Jazz di dpn Univ Atmajaya arah Semanggi."
Informasi yang diperoleh Wartakotalive.com dari Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya menyebutkan, kecelakaan terjadi sekitar puku;l 07.49 WIB.
Kecelakaan melibatkan 3 kendaraan di (jalur cepat), tepatnya di depan Univ Atmajaya arah jalan layang Semanggi. Polisi telah menangani kasus itu.
Kendaraan yang terlibat kecelakaan itu adalah Transjakarta B 7115 IZ, Honda Jazz B 68 HE, dan Suzuki APV B 1471 MF.
Tapi, sopir bus Transjakarta tiba-tiba membawa kabur kendaraannya. @TMCPoldaMetro menyebutkan, "07.51 Bis Transjakarta B 7115 IZ kabur/melarikan diri setelah terlibat kecelakaan dgn APV dan Honda Jazz di dpn Univ Atmajaya arah Semanggi."
Selasa, 14 Mei 2013
Pemotor Tewas Tertabrak Bus Transjakarta
Naas dialami Muhammad Fauzi (31), warga Jl Pramuka No 79, RT 01/02, Kebonbaru, Tebet, Jakarta Selatan. Pengendara sepeda motor ini tewas setelah tertabrak bus Transjakarta di Jl Arteri Gunung Sahari Raya atau tak jauh dari Halte Pasar Baru Timur, Jakarta Pusat, Senin (13/5). Adapun bus Transjakarta yang menambrak korban, bernopol B 7053 IZ yang dikendarai Laurensia Pangaribuan.
Rianto (37), salah saeorang saksi mata menuturkan, saat kejadian, korban yang mengendarai sepeda motor bernopol B 3558 SIZ, mengalami kecelakaan tunggal hingga terjatuh ke jalur bus Transkarta. "Korban terjatuh saat mengendarai motornya lalu masuk ke dalam jalur busway dan di saat yang bersamaanu ada bus Transjakarta yang tengah melintas," ujar Rianto, Senin (13/5).
Dikatakan Rianto, saat kejadian, dirinya dan beberapa orang lainnya langsung berusaha menolong korban. Korban menderita luka cukup parah karena terlindas tepat di bagian kepalanya. Alhasil, nyawa korban tidak tertolong lagi hingga tewas di lokasi kejadian. "Korban terlindas di bagian kepala sehingga nyawanya tidak tertolong lagi. Korban juga langsung dibawa ke RSCM," katanya.
Kanit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Pusat, AKP Bremen Endriko mengatakan, saat kejadian sepeda motor korban melaju dari arah utara menuju selatan. Saat melintas di Jl Arteri Gunung Sahari Raya, motor korban kemudian oleng dan jatuh ke sebelah kanan hingga menyebabkan korban jatuh ke dalam jalur bus Transjakarta. Di saat bersamaan melaju bus Transjakarta dan langsung menggilas korban.
"Motor dari utara ke selatan dijalur umum, sampai di tempat kejadian diduga motor oleng ke kanan dan korban masuk ke jalur busway, kemudian tergilas roda belakang bus hingga tewas di lokasi kejadian," katanya.
Pihaknya, kata Bremen, masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk penyelidikan lebih lanjut. "Kejadiannya sekitar pukul 09.30 tadi. Pengemudi bus Transjakarta yang menabrak korban juga telah diamankan. Sedangkan kasus kecelakaan ini sudah ditangani Polda Metro Jaya," tandasnya.
Langganan:
Postingan (Atom)



