Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Juni 2020

Transjakarta Buka Dua Rute Shuttle Bus Gratis di Kota Tua

PT Transjakarta kembali mengoperasikan dua rute layanan gratis shuttle bus dari dan menuju museum di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Kedua rute tersebut yakni, GR 4 (Taman Kota Intan - Museum Bahari) dan GR 5 (Kota Tua Explorer).

Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transjakarta, Nadia Diposanjoyo mengatakan, rute tersebut beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 - 17.00.

"Kami menyiapkan empat unit armada minitrans dengan kapasitas 15 orang per bus dan dua unit metrotrans low entry (pijakan rendah ramah disabilitas) dengan kapasitas 30 orang per bus. Sedangkan waktu keberangkatan 10 sampai 20 menit," ujar Nadia, dalam keterangannya, Senin (22/6).

Dikatakan Nadia, meski gratis, namun warga yang hendak mengakses layanan tersebut tetap harus melakukan tap on bus (TOB) menggunakan kartu uang elektronik keluaran bank-bank terkemuka di Indonesia dengan tarif nol rupiah.

Berikut rute perjalanan layanan gratis shuttle Kota Tua;

Rute Shuttle GR4;

Kota Intan - Museum Bahari 2 - Simpang Pakin 2 - Simpang Pakin 3 - SPBU Gedong Panjang - Gedong Panjang 2 - BRI Jakarta Kota - Simpang Kota Roa Malaka - Jembatan Kota Intan - Kota Intan.

Rute Shuttle GR5;

Kota Intan - Taman Kota Intan - BNI 46 - Glodok Plaza - Kali Besar Barat 1 - Terminal Bayangan Kota Intan.

Transjakarta juga tetap memberlakukan protokol kesehatan yang telah ditetapkan saat masa PSBB transisi. Protokol tersebut melingkupi protokol kesehatan dan keselamatan operasional bagi karyawan dan pelanggan Transjakarta, yang meliputi sanitasi, dan higienitas bus serta halte BRT secara berkala baik sebelum digunakan maupun sesudah digunakan.

"Lalu protokol pemberlakuan perlindungan diri bagi karyawan dan pelanggan dengan wajib masker dan jarak aman dalam mengantri maupun duduk di dalam bus," katanya.

Ia pun mengimbau ada hal-hal yang harus dipatuhi pelanggan saat di halte bus maupun di dalam bus. Pertama, pastikan sahabat tije dalam keadaan sehat dan bugar, dengan suhu tubuh normal. Petugas tidak akan mengizinkan pelanggan dengan suhu tubuh di atas 37 derajat celcius masuk ke dalam bus.

Kedua, barisan jarak antar antrean pelanggan minimal satu lencang tangan orang dewasa atau 1,5 meter.

Ketiga, maksimal kapasitas daya tampung halte adalah 50 persen dari kapasitas harian normal. Apabila daya tampung halte telah penuh, maka halte akan ditutup dan pelanggan mengantre di luar halte. Mengantre di udara terbuka jauh lebih baik daripada berdesak-desakan di dalam halte. Halte akan kembali dibuka apabila kapasitas sudah menurun.

"Keempat gunakan masker setiap saat ketika mulai keluar rumah, di halte maupun di dalam bus. Kelima, tidak berdesak-desakan ketika akan naik ke dalam bus," tandasnya.

Selasa, 29 Januari 2019

Transjakarta Buka Rute Kota Tua Eksplorer

PT Transjakarta kembali membuka rute baru yang diberi nama Kota Tua Eksplorer. Dengan rute tersebut, warga DKI Jakarta dapat berkeliling ke sejumlah tempat wisata sejarah di Ibukota.

Direktur Operasional PT Transjakarta Daud Joseph mengatakan, rute baru koridor 12E ini multi layanan yang mengantar jemput penumpang ke lokasi wisata kuliner Kota Intan, wisata belanja Mangga Dua, Kota Tua, Ancol, Museum Bahari dan Pasar Ikan.

"Layanan ini sudah berjalan sejak Senin (28/1) kemarin. Tahap awal kami sediakan tiga bus tipe low entry dengan kapasitas 50 orang," ujarnya, Selasa (29/1).

Daud menyebutkan, rute tersebut beroperasi setiap hari mulai pukul 05.00-22.00 dengan tarif Rp 3.500. Jumlah armada yang beroperasi bisa saja ditambah sesuai animo masyarakat.

"Kami harap dibukanya rute baru ini akan memudahkan akses warga yang hendak menuju kawasan sejarah Jakarta," tandasnya.

Berikut halte-halte yang akan dilintasi Transjakarta rute baru koridor 12 E ini:

1. BNI 46

2. Stasiun Jakarta Kota Baru

3. Pangeran Jayakarta 2

4. Gang Abdul Hamid

5. Pasar Pagi Mangga Dua

6. Skywalk ITC Mangga Dua

7. ITC Mangga Dua

8. Pasar Tekstil Mangga Dua

9. Jalan Mangga Dua VIII

10. Grand Boutique Centre

11. WTC Mangga Dua

12. Pademangan WTC Mangga Dua

13. Pompa Viaduct Ancol

14. Smarthomm

15. Sentra Bisnis RE Martadinata

16. KPP Pratama Jakarta Pluit

17. UBM

18. Lodan Center P2

19. Seberang Jalan Lodan Dalam

20. Pelabuhan Sunda Kelapa

21. Pintu Air Sunda Kelapa

22. Museum Bahari 2

23. Simpang PAkin 2

24. Simpang PAkin 3

25. SPBU Gedong Panjang

26. BRI Jakarta Kota

27. Simpang Kopi Roa Malaka

28. Jembatan Kota Intan

29. Hotel 1001

30. Simpang Kunir Kemukus

31. Kecamatan Taman Sari.

Rabu, 26 Desember 2018

Transjakarta Sediakan Layanan Khusus Menuju Tempat Wisata

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menyediakan sejumlah layanan khusus untuk membantu warga menuju tempat-tempat wisata selama musim libur Natal dan Tahun Baru.

Dirut PT Transjakarta, Agung Wicaksono mengatakan, mulai 26 Desember 2018 hingga 6 Januari 2019, layanan Transjakarta rute Pulogadung-Ragunan dan Puri Beta-Ragunan beroperasi setiap hari. Sebelumnya, kedua rute ini hanya melayani penumpang saat akhir pekan dan hari libur.

"Kedua rute ini kita buka untuk memudahkan akses masyarakat menuju Ragunan," ujarnya, Rabu (26/12).

Agung melanjutkan, pihaknya juga menyediakan layanan bus keliling (shuttle bus) Metrotrans dari SMKN 57, Kementerian Pertanian menuju Ragunan atau sebaliknya mulai 24 Desember 2018.

"Layanan ini gratis. Jadi warga bisa memarkirkan kendaraan pribadinya di kantong-kantong parkir yang sudah disediakan lalu menuju Ragunan dengan shuttle bus," katanya.

Selain itu, sambung Agung, pihaknya juga akan menambah jumlah bus yang beroperasi di Koridor 1 (Blok M-Kota), Koridor 5 (Ancol-Kampung Melayu), dan. Koridor 7 (Kampung Rambutan-Ancol) pada momen liburan akhir tahun.

"Transjakarta beroperasi 24 jam," ucapnya.

Ia menambahkan, masyarakat yang ingin berkeliling kota Jakarta dapat memanfaatkan layanan bus tingkat secara cuma-cuma. Terhitung ada tujuh layanan bus tingkat yang siap dioperasikan.

Berikut tujuh layanan bus tingkat yang disediakan:

1. History of Jakarta (BW1) dengan rute Juanda-Monas-Balai Kota-Museum Nasional, Gedung Arsip-Museum Bank Indonesia-BNI 46-Pasar Baru-Juanda

2. Jakarta Modern (BW2) mulai dari Juanda-Monas-Balai Kota- Sarinah–Plaza Indonesia-Sarinah-Museum Nasional-Pecenongan-Pasar Baru-Juanda.

3. Art and Culinary (BW3) memiliki rute Balai Kota-Sarinah-Plaza Indonesia-Harmoni-Gedung  Arsip, Museum Bank Indonesia-BNI 46-Sawah Besar-Pecenongan-Juanda-Monas-Balai Kota.

4. Jakarta Skyscrapers (BW4) dengan layanan Juanda-Monas-Balai Kota-Sarinah-Tosari-Dukuh Atas-Karet Sudirman-Bundaran Senayan-Gelora Bung Karno-Dukuh Atas-Plaza Indonesia-Museum Nasional-Pecenongan-Pasar Baru-Juanda.

5. RPTRA Kalijodo (BW5) dari Balai Kota-Sarinah-Tosari, RPTRA Kalijodo-Tosari-Plaza Indonesia-Sarinah-Balaikota.

6. Makam Mbah Priok (BW6) melayani Juanda-Monas-Balai Kota-Sarinah-Tosari-Makam Mbah Priok.

7. Jakarta Shopping (BW7) dengan layanan dari Balai Kota-Sarinah-Tosari-Dukuh Atas-Gelora Bung Karno-Plaza Senayan-Senayan City-Gelora Bung Karno-Dukuh Atas-Tosari-Grand Indonesia-Sarinah-Balai Kota.

Minggu, 11 Desember 2016

Transjakarta Tambah Bus Sebagai Antisipasi Permintaan

Dalam rangka melayani pelanggan yang akan berkunjung ke titik-titik wisata di akhir pekan maupun ketika libur panjang (long weekend), PT Transjakarta akan menambah jumlah bus Transjakarta yang beroperasi. Rencananya ada ada 60 bus Transjakarta untuk koridor 1(Blok M-Kota). Lalu 30 bus untuk koridor 5 (Ancol-Kampung Melayu). Serta 30 bus Transjakarta melayani koridor 6 (Ragunan-Dukuh Atas). Dan 10 bus Transjakarta yang melayani pelanggan ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono menjamin seluruh armada Transjakarta akan mengakomodasi seluruh pelanggan Transjakarta dengan pelayanan yang maksimal. Karena pelanggan adalah bagian penting dari Transjakarta.

Menurutnya, Transjakarta berusaha menyediakan layanan transportasi publik yang aman, nyaman dan terjangkau di DKI Jakarta. Sehingga meningkatkan kualitas hidup pengguna jasa layanan sistem Transjakarta dan masyarakat DKI Jakarta pada umumnya.

Ia menambahkan Transjakarta memang menambah jumlah bus ke Monas, Ragunan, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dan Ancol di setiap akhir pekan. Apalagi ketika libur panjang (long weekend). Kegiatan rutin ini dilaksanakan sesuai komitmen Transjakarta dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada pelanggan.

Selain penambahan bus yang beroperasi, Transjakarta juga mempersiapkan petugas dalam melayani para pelanggan. Karena itu pelanggan Transjakarta mendapatkan layanan transportasi publik yang aman, nyaman dan terjangkau.

Humas

PT Transportasi Jakarta

Minggu, 20 November 2016

Transjakarta Gelar RPTRA Trip Setiap Akhir Pekan

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) akan menggelar layanan bagi anak-anak dari Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) menikmati fasilitas bus pariwisata. Untuk mendukung layanan itu, Transjakarta menyiapkan sebanyak 15 unit bus tingkat pariwisata.

Direktur Utama PT Transjakarta, Budi Kaliwono mengatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatan pembinaan anak-anak di RPTRA. Menurutnya, orangtua juga harus mendukung kegiatan anak-anak, karena tidak ada anak yang sukses tanpa dukungan orangtua.

"Kami akan lakukan layanan RPTRA trip setiap hari Sabtu dan Minggu. Kami perkirakan dua hari itu bisa melayani dua ribu orang dan kami kerahkan 15 trip," katanya, Minggu (20/11).

Dikatakan Budi, RPTRA yang akan mengikuti layanan RPTRA trip sudah didaftar oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) DKI Jakarta. Nantinya, peserta layanan akan mengelilingi Kota Tua, Monumen Nasional (Monas), museum menggunakan bus tingkat pariwisata Transjakarta.

Kepala Unit Pengelola Angkutan Sekolah (Upas) Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta, Mohammad Insaf menjelaskan, pihaknya menyiapkan sebanyak 10 bus sekolah setiap Sabtu dan Minggu untuk menjemput dari RPTRA ke Balai Kota.

Setelah di Balai Kota, barulah anak-anak dari RPTRA berkeliling menggunakan bus tingkat pariwisata. pihaknya menyediakan bus sekolah sebagai feeder bus Transjakarta setiap Sabtu dan Minggu untuk melayani anak sekolah dan juga mengenalkan bus sekolah kepada anak usia dini.

"Kegiatan ini juga bagian dari mengenalkan bus sekolah sejak usia dini," tandasnya.

Selasa, 10 Mei 2016

Penumpang Bus Tingkat Bertambah

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya tengah melakukan uji coba penghapusan kebijakan 3 in 1. Ujicoba tersebut ternyata dapat meningkatkan penumpang bus tingkat atau bus wisata.

" Nah sekarang malah penumpang bus tingkat nambah. Sekarang sudah jadi 4 ribu orang per hari"

Tercatat selama uji coba jumlah penumpang bus tingkat mencapai 4.000 orang per hari. Saat ini ada sebanyak enam bus tingkat yang beroperasi di Ibukota.

"Nah sekarang malah penumpang bus tingkat nambah. Sekarang sudah jadi 4.000 orang per hari," kata Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (10/5).

Basuki berencana menambah bus tingkat, hingga 25 unit. Warga Jakarta bisa mengunakannya dengan gratis untuk berkeliling tempat wisata di Jakarta. "Kami mau beli lagi bus tingkat 25 untuk jalan gratis, ini cukup lumayan," ujarnya.

Sementara itu, setelah berjalan hampir satu bulan uji coba penghapusan 3 in 1, arus lalu lintas tidak terlalu padat. Pengendara sudah mulai mencari jalan alternatif lainnya. Tak jarang juga pengendara lebih memilih menggunakan bus Transjakarta.

"Banyak teman saya bilang dia kalau mau ke Kota dari selatan dia parkir mobilnya di hotel dia naik Transjakarta katanya kan cepat enak lagi katanya. Tapi jalur harus steril di koridor 1," ucapnya.

Sedangkan keputusan mengenai kebijakan 3 in 1 akan ditetapkan secepatnya. Uji coba selesai pada 15 Mei mendatang. "Setelah hampir sebulan, orang Jakarta mah pintar cari jalan alternatif apalagi ada waze. Pertama saja kan euphoria kan mau pulang cepat. Sekarang juga relatif," tandasnya.

Jumat, 25 September 2015

Wujudkan Tempat "Nongkrong" Anak Muda, Ahok Bakal Bongkar Jalur Lambat Thamrin-Sudirman

Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama akan membongkar pembatas jalur lambat dan cepat di sepanjang Jalan Sudirman-MH Thamrin. Selanjutnya, trotoar di sepanjang jalan tersebut akan diperlebar.

"Kalau jalur untuk mobil ada tiga, ya sudah tiga saja jangan lima. Buat apa ditambah? Makanya, nanti arah Semanggi dari Monas, jalur lambat akan kami buang, dan dibuatkan trotoar, jadi yang terpanjang," kata Basuki di Balai Kota, Jumat (25/9/2015).

Pelebaran trotoar itu, dia melanjutkan, dapat dimanfaatkan oleh para pemilik gedung di sepanjang Jalan Sudirman-MH Thamrin, seperti untuk membuka restoran mini, kafe, atau kios. Kebijakan ini juga akan mencakup tambahan ruang terbuka bagi warga. Dengan demikian, nantinya warga Jakarta, khususnya anak-anak muda, bisa memiliki tempat hang out baru yang terus hidup selama 24 jam.

"Nanti Jalan Sudirman-MH Thamrin jadi wilayah Jakarta yang (hidup) 24 jam. Trotoarnya dilebarkan 9 meter x 10 meter, ada pohon di tengah, dan kami siapkan bus tingkat yang terus jalan," kata Basuki.

Selain itu, dia melanjutkan, gedung-gedung di sepanjang Jalan Sudirman-MH Thamrin juga akan dipasangi papan LED iklan yang terang benderang. Saat ini, Pemprov DKI tengah merancang kebijakan tersebut. Rencananya, kebijakan itu terealisasi setelah pembangunan proyek mass rapid transit (MRT) rampung.

"Saya pikir tahun 2017 bisa mulai, asal MRT-nya ada," kata Basuki.

Minggu, 19 Juli 2015

Lebaran, Bus City Tour Jadi Primadona

Selama Lebaran armada bus tingkat wisata (City Tour) menjadi primadona bagi warga yang ingin mengunjungi sejumlah tempat wisata di Jakarta. Terlebih, untuk bisa naik bus mewah tersebut penumpang tidak dipungut bayaran alias gratis.

Direktur Utama (Dirut) PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Antonius NS Kosasih mengatakan, pada hari pertama Idul Fitri, Jumat (17/7) kemarin, armada bus City Tour dan satu bus armada dari Coca Cola sempat mengalami sepi penumpang di pagi hari.

"Ketika baru dioperasikan sempat sepi penumpang, tapi saat siang menjelang sore ramai lagi. Hari ini kita perkirakan akan ramai sekali penumpang armada bus tingkat ini," katanya, Sabtu (18/7).

Menurut Kosasih, sepinya armada bus tingkat saat beroperasi pada pagi hari dikarenakan masih adanya penumpang yang silaturahmi ke sanak-saudara menyambut Lebaran.

"Bukan hanya bus pariwisata, jalanan ibu kota pada pagi hari kemarin juga sepi," tuturnya.

Kosasih menambahkan, ketika siang memasuki sore sampai menjelang malam hari, penumpang armada bus wisata terus mengalami peningkatan. Dari data laporan jumlah penumpang bus City Tour dan bus tingkat Coca-Cola Jumat (17/7) kemarin, total penumpang dari shift siang hingga sore mencapai 1605 orang.

"Itu jumlah penumpang dari empat unit bus City Tour dan satu unit bus Coca Cola yang dioperasikan di rute Bundaran Hotel Indonesia (HI)-Pasar Baru. Totalnya ada lima armada. Satu unit bus City Tour sedang diservice rutin," tandasnya.

Rabu, 08 Oktober 2014

PT Transjakarta Akan Kelola Bus Tingkat Pariwisata

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menyerahkan pengelolaan maupun pengadaan bus tingkat pariwisata kepada PT Transjakarta. Rencananya, PT Transjakarta akan mulai mengelola bus tingkat pariwisata pada tahun 2015.

"Ke depannya, bus tingkat wisata akan dioperasikan oleh PT Transjakarta. Jadi, mereka (PT Transjakarta) tidak hanya mengurusi bus Transjakarta," ujar Basuki Tjahaja Purnama, Wakil Gubernur DKI Jakarta di Balaikota, Rabu (8/10).

Selain pengelolaan, kata Basuki, PT Transjakarta juga akan mengadakan penambahan bus tingkat pariwisata yang saat ini baru berjumlah lima armada.

"Kami mau tambah sekitar seratusan unit bus wisata tahun depan. Tahun ini kami tidak beli, tetapi kami bakal menerima sumbangan sekitar 20 atau 30 dari pihak swasta. Busnya Mercedes Benz," katanya.

Basuki menjelaskan, rute bus tingkat pariwisata yang awalnya beroperasi dari Bundaran HI, Pasar Baru hingga Bundaran HI juga akan diperpanjang seiring diterapkannya sistem Electronic Road Pricing (ERP) dan parkir meter di ibu kota.

Namun, bus tingkat pariwisata akan dibedakan dengan bus tingkat yang disediakan oleh Pemprov DKI di jalur ERP.

"Kalau lima bus tingkat wisata yang beroperasi saat ini akan diperpanjang sampai Ratu Plaza atau Senayan City," jelasnya.

Sekadar diketahui, Pemprov DKI Jakarta saat ini telah memiliki lima unit bus tingkat pariwisata yang pengelolaannya diserahkan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta.

Senin, 08 September 2014

Siapa Sangka, KRL Commuter Kini Jadi Atraksi Wisata

KRL Commuter selalu berjubel penumpang di hari kerja. Tapi siapa sangka, di akhir pekan KRL Commuter menjadi atraksi wisata.

"Kalau KRL Commuter jadi atraksi wisata, itu betul lho," kata Presdir PT KAI Commuter Jabotabek, Tri Handoyo dalam wawancara ekslusif dengan detikTravel di Stasiun Gambir, Senin (8/9/2014).

Tri mengatakan penumpang KRL Commuter rata-rata 600 ribu/hari. Pada hari Sabtu 500 ribuan dan hari Minggu 400 ribuan. Hanya turun sedikit saja, kok bisa?

"Karena yang naik Sabtu-Minggu itu orang yang nggak naik kereta di hari kerja. Jadi kayak gantian," kata Tri.

Mereka ini menurut Tri adalah traveler yang ingin menikmati KRL di akhir pekan. Apalagi, mereka penasaran dengan segala fasilitas baru di KRL, mulai dari model taping tiket sampai stasiun kinclong.

"Mereka naik kereta ke Bogor, tapi terus nggak jalan-jalan di Bogor. Melainkan pulang lagi ke Jakarta," ujarnya.

Banyak juga di akhir pekan itu wisatawan yang terkadang belum pernah naik KRL. Mereka baru mencoba KRL di akhir pekan.

"Jadi setelah setahun, masih ada saja ibu-ibu yang bertanya bagaimana cara pakai taping tiket. Itu orang-orang yang baru mencoba KRL di akhir pekan," kata Tri.

Sabtu, 14 Juni 2014

FREE SHUTTLE BUS #JakartaFairKemayoran 2014


Berikut rute yang tersedia:

1. IRTI Monas - Jakarta Fair (Pintu 2)
2. Halte Transjakarta Landasan Pacu Timur/RUSUNAWA - Jakarta Fair (Pintu 2)
3. Mangga Dua Square - Jakarta Fair (Pintu 2)
4. Stasiun Kemayoran - Jakarta Fair (Pintu 2)

Jadwal:  Senin - Kamis : 15.00 - 23.00  Jumat - Minggu, & Hari Libur : 09.00 - 23.00
NOTE: SEMUA SHUTTLE BUS GRATIS!

Senin, 03 Maret 2014

Naik Bus Tingkat Wisata, Menonton dan Ditonton

Peminat bus wisata tingkat City Tour Jakarta Bus rupanya lebih banyak di jalan ketimbang di dalam angkutan. Pada Ahad, 2 Maret 2014 dari pengamatan Tempo, masyarakat yang mengambil foto bus dari pinggir jalan, lebih banyak ketimbang yang menaiki bus.

Di sepanjang jalan yang dilalui bus, banyak warga mengacungkan kameranya ke arah bus yang berjalan tak terlalu kencang. Beberapa penumpang di dalam bahkan sempat berpose, dan menceletuk, "Wah malah kita yang ditonton orang."

Bus bertingkat berwarna biru-kuning pudar itu baru diluncurkan pekan lalu. Ini adalah salah satu armada wisata baru Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dioperasikan secara gratis. Ada lima unit bus yang beroperasi dengan jalur jalan-jalan protokol di Jakarta Pusat, seperti Medan Merdeka, Thamrin, Sudirman, dan Gambir.

Bus ini berkapasitas 60 orang, namun pada Ahad kemarin, kapasitas bus yang ditumpangi Tempo hanya terisi sekitar 40-50 orang orang. Meski gratis, bus wisata tingkat ini harusnya menggunakan sistem tiket yang disebar di sejumlah tempat. Hanya saja, sistem tiket itu belum diberlakukan. Masyarakat bisa naik secara cuma-cuma di halte yang ditentukan. (baca: Bus Tingkat Wisata Gratis untuk Semua Orang)

"Kemarin antriannya lebih banyak," ujar salah satu petugas bus, Andra, 27 tahun, kepada Tempo. Ia menduga masyarakat mengira bus tak beroperasi. "Memang setiap hari Minggu, kami baru jalan pukul 12.00 WIB," ujarnya. Khusus hari itu, bus memang sengaja berangkat kesiangan karena rutenya bentrok dengan jadwal car free day. "Jadi sebelum siang, bus jadi display di Bundaran HI, sekalian sosialiasi."

Dengan suasana lebih lengang, fasilitas bus ini bisa dinikmati dengan leluasa. "Biasanya kalau penuh, suara pemandu kurang terdengar jelas," ujar Tata, 29 tahun, penumpang yang sudah beberapa kali naik bus gratis ini. Ia merekomendasikan tiap Ahad, menjadi waktu yang tepat untuk menaiki bus.

"Kalau nggak hari libur, macet. Sabtu kemarin, penuh banget. Sekarang baru enak," ujarnya. Ia tampak serius menikmati pemandangan dan mendengarkan suara pemandu wisata yang menjelaskan beberapa tempat yang dilalui bus, antara lain gedung-gedung instansi pemerintahan, Monas, Bundaran HI, Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal.

Salah seorang penumpang asal Cirebon, Amirsyah, 28 tahun menyatakan puas dengan layanan gratis ini. "Semoga nanti bisa lebih panjang rutenya, biar lebih puas. Kan tempat wisata di Jakarta bukan cuma Monas dan Istiqlal ya," ujarnya.

Amirsyah melanjutkan, naik bus wisata ini penumpang tak hanya menonton Jakarta, tapi juga ditonton oleh warga Jakarta yang kagum dengan keberadaan bus tingkat ini. "Jadi sebenarnya bus ini juga jadi obyek wisatanya," ujarnya sambil tertawa.

Selasa, 25 Februari 2014

Jangan Remehkan... Blok M Itu "Clarke Quay"-nya Jakarta!

Sama seperti Clarke Quay di Singapura, Blok M adalah central station-nya Jakarta. Kawasan yang membentang sepanjang Jl Iskandarsyah, Jl Sisingamangaraja, Jl Trunojoyo, dan Jl Melawai, ini punya peran vital dan strategis bagi wajah perkotaan Jakarta.

Ya, Blok M ibarat Clarke Quay-nya Jakarta. Kawasan ini merupakan hub (titik temu) bagi seluruh jaringan transportasi intra dan luar kota, baik itu busway, subway, dan juga mass rapid transit (MRT). Hal ini dimungkinkan, karena secara geografis, letak Blok M sangat strategis.

Kawasan yang berada dalam wilayah Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, ini diapit oleh pusat bisnis CBD Sudirman, "kampung internasional" Kemang, dan dekat dengan koridor Simatupang. Selain itu, Blok M juga dikelilingi oleh perumahan elite yang dihuni kalangan berpunya, serta sarat bangunan ritel eksisting. Di sini sudah berdiri Aldiron Plaza, Blok M Mall, Blok M Plaza, Blok M Square, dan Pasaraya.

Dengan berbagai nilai lebih itu, Blok M akan tampil dan seharusnya menjadi "kekuatan" baru yang bisa menarik lebih banyak lagi investor. Blok M kelak akan "meledak", seperti dikatakan CEO Leads Property Indonesia, Hendra Hartono, terkait potensi Blok M sebagai ASEAN Diplomatic Area pada 2015 mendatang.

Hendra menambahkan, seharusnya sabuk wisata dan belanja internasional (international shopping and tourism belt) lebih cocok dirancang di kawasan Blok M ketimbang koridor Satrio-Kasablanka.

"Mobilitas pengunjung dan pembelanja juga lebih tinggi di kawasan ini dibanding di Satrio. Jangan lupa pula, di Blok M-lah konsentrasi pusat hiburan untuk Selatan Jakarta, berada. Di sini terdapat Little Tokyo yang sangat berpotensi menarik minat ekspatriat asal Asia Timur," kata Hendra kepada Kompas.com, di Jakarta, Rabu (26/2/2014).

Mengendus luar biasanya potensi Blok M, ALatief Corporation, melalui PT Pasaraya International Hedonisarana, sampai melakukan peningkatan kelas aset propertinya. Pengembang ini tengah mengerjakan pembangunan gedung kantor Menara Sentraya di area pembangunan mutifungsi Pasaraya, dengan nilai investasi 90 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,045 triliun.

Direktur Utama PT Pasaraya International Hedonisarana, Dipo Latief, mengatakan, pihaknya melakukan optimalisasi aset lahan seluas 2,6 hektar tersebut sebagai antisipasi tingginya permintaan ruang perkantoran.

"Kami punya lahan yang belum dimanfaatkan di kawasan Blok M ini. Kami memutuskan untuk membangun perkantoran, karena demand tinggi. Terutama berasal dari perusahaan leasing atau financing," ujar Dipo.

Sejak diluncurkan pada 2012 lalu, perkantoran hibrid dengan status strata dan sewa tersebut telah diminati sebanyak 70 persen dari total luas bangunan 73.000 meter persegi. Selain perkantoran, terdapat ruang ritel seluas 4.500 meter persegi yang terkoneksi dengan bangunan eksisting, Mal Pasaraya.

"Kami merencanakan Menara Sentraya beroperasi pada November 2014 atau paling lambat Januari 2015," tambah Dipo.

Masalah citra dan keamanan

Saat ini, kendati memiliki potensi besar, Blok M masih memiliki problema citra dan keamanan. Kawasan ini juga tidak sepremium Sudirman, Thamrin, dan Kuningan. Padahal, harga lahannya sudah sama tinggi, yakni berkisar Rp 60 juta hingga Rp 70 juta per meter persegi.

"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan para investor besar harus bekerja keras mengubah dua tantangan ini menjadi lebih baik. Sebagai kawasan diplomatik dan bisnis Asia Tenggara, seharusnya Blok M dirancang punya tingkat keamanan tinggi," kata Hendra.

Pasalnya, lanjut Hendra, kalangan diplomat dari negara-negara ASEAN akan memilih tinggal dekat dengan kantornya. Selain itu, jangan dilupakan pula kalangan the haves di sekitar Blok M. Mereka harus mendapat stimulasi supaya mau membelanjakan uangnya di pusat-pusat belanja tersebut di atas.

"Blok M harus diremajakan. Terutama di titik sentralnya yakni sekitar Aldiron Plaza, dan Melawai. Di titik-titik tersebut banyak terdapat rumah kantor dengan usia bangunan lebih dari 20 tahun yang sudah layak diremajakan. Jika bangunan-bangunan tersebut dikonversi menjadi gedung perkantoran high rise, maka Blok M bakal menjadi the next CBD," tandas Hendra.

Sebelumnya diberitakan, bahwa kawasan ini diprediksi bakal mengalami ledakan besar pada 2015 mendatang. Blok M dimungkinkan menjadi kawasan diplomatik Asia Tenggara, sekaligus bisnis dan perdagangan, karena terdapat kantor sekretariat ASEAN yang dikelilingi perkantoran pemerintahan dan perusahaan swasta, serta fasilitas komersial ritel dalam konsep transit oriented development (TOD).

Ketua Umum Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP) Bernardus Djonoputro mengutarakan pendapat tersebut terkait kesiapan Jakarta menyambut peluang, tantangan, dan dampak ASEAN Common Community. Ia menyampaikan hal tersebut seusai seminar RICS ASEAN Real Estate and Construction Summit, di Jakarta, Selasa (25/2/2014).

"Blok M termasuk area strategis dengan konsep TOD dan bisa menjadi salah satu ikon Jakarta. Di sinilah terdapat kantor sekretariat ASEAN. Oleh karena itu, kawasan ini harus ditata lebih baik lagi," ujar Bernardus.

Dia melanjutkan, saat pasar bebas ASEAN berlaku, Blok M akan bertransformasi menjadi kawasan incaran para pengembang dan investor. Mereka pasti berlomba mendapatkan lahan dengan posisi bagus untuk dimanfaatkan sebagai properti komersial, perkantoran, apartemen, dan ritel.

"Saat ini saja, pengembangan di Blok M tak kalah pesat dibanding kawasan lainnya. Tentu, bila para investor lain ikut menggarap, harga lahan dan properti bakal jauh melesat," imbuh Bernardus.

Hanya, sebelum masa itu tiba, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus mengantisipasinya dengan sejumlah regulasi mengenai pelaksanaan teknis pembangunan di lapangan. Pemprov DKI Jakarta harus segera mengeluarkan Peraturan Gubernur terkait RTRW 2030 agar pembangunan di kawasan Blok M dapat dikendalikan dan ditata dengan lebih baik.

Senin, 24 Februari 2014

Bus Tingkat Wisata Jakarta Beroperasi Hari Ini

Bus tingkat wisata milik Pemprov DKI Jakarta mulai hari ini dioperasikan. Bus ini sebagai salah satu fasilitas penunjang untuk wisatawan yang datang ke Ibu Kota. Pengoperasian bus tingkat wisata merupakan momentum untuk menunjukkan Jakarta sebagai kota ramah wisata.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi, mengatakan bahwa kehadiran bus teresbut menjadi momen bagi pemerintah daerah menunjukkan kepada pengunjung wisata, baik mancanegara maupun domestik, bahwa kota yang sarat kemacetan tetap ramah dikunjungi.

"Banyak potensi yang dapat dinikmati pelancong ke Batavia selama ini, mulai sejarah, kuliner, pusat belanja, hingga lainnya," katanya, baru-baru ini.

Menurut dia, banyak wisatawan berdatangan ke Jakarta, tetapi sepulang meninggalkan Jakarta mereka membawa kesan negatif. Macet membuat mereka mengeluarkan biaya besar dan membuang waktu untuk sekadar berliburan. Kini, adanya fasilitas bus tingkat wisata ini diharapkan memberikan rasa betah untuk para wisatawan.

Pengunjung kota ini tidak lagi harus bersusah payah mencari penyedia jasa pariwisata swasta untuk menikmati isi kota. Mereka terlayani dengan fasilitas bus tingkat wisata. Bus ini tidak memungut tiket dari penumpangnya.

Bus tingkat wisata memiliki rute dari Bundaran Hotel Indonesia (HI)-Sarinah-Museum Nasional-Halte Santa Maria-Pasar Baru-Gedung Kesenian Jakarta-Masjid Istiqlal-Istana Merdeka-Monas-Balai Kota-Sarinah-dan kembali ke Bundaran HI. Kendaraan berjumlah lima unit itu melaju di jalur lambat dengan kecepatan 10 km/jam.

Rabu, 19 Februari 2014

Demi Pikat Turis, Bus Wisata Dikemudikan Wanita

Pesona bus wisata di Jakarta bukan hanya dari busnya yang nyaman dan bertingkat. Demi memikat turis, pengemudinya pun dicari yang berjenis kelamin perempuan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Arie Budhiman mengatakan, sifat wanita yang lembut dan keibuan menjadi jaminan bus itu tidak akan ugal-ugalan. Kecepatan bus tingkat wisata juga rata-rata hanya 10-20 kilometer per jam.

"Kami memperhatikan dari sisi hospitality. Kalau sense perempuan itu pasti lebih hati-hati dan membawa kendaraannya lebih baik. Pak Gubernur juga sudah setuju," kata Arie, kepada wartawan, Selasa (18/2/2014).

Ada 12 pengemudi yang direkrut secara terbuka. Mereka mendapatkan gaji 3,5 kali upah minimum provinsi (UMP) DKI sebesar Rp 2,4 juta. Jadi, gaji pokok mereka mencapai Rp 7 juta.

Selain sopir, petugas lainnya adalah polisi pariwisata dari Polda Metro Jaya, kondektur atau petugas on board, dan tour guide dari himpunan pramuwisata dan komunitas historia. Satu persyaratan utama yang harus dimiliki para petugas adalah mampu berkomunikasi dengan bahasa Inggris yang baik. Sebab, turis mancanegara adalah sasaran utama bus tingkat wisata ini.

"Para petugas dibagi menjadi dua shift agar mereka tidak kelelahan juga," kata Arie.

Pekan ini, double decker mulai diuji coba hingga Minggu (23/2/2014) mendatang. Kemudian, pada Senin (24/2/2014) mendatang, lima bus wisata baru akan berkeliling Jakarta dan dioperasikan untuk umum.

Uji coba dilaksanakan untuk membiasakan para petugas melayani penumpang di dalam bus. Pekan depan, bus tingkat wisata mulai beroperasi melayani warga Jakarta secara gratis. Rute yang ditempuh ialah mulai dari Bundaran Hotel Indonesia (HI)-Sarinah-Museum Nasional-Halte Santa Maria-Pasar Baru-Gedung Kesenian Jakarta-Masjid Istiqlal-Istana Merdeka-Monas-Balaikota-Sarinah, dan kembali ke Bundaran HI. Bus hanya akan berhenti di setiap halte untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.

Pada tiga bulan pertama, penumpang tidak harus mempunyai tiket. Selanjutnya, tiket akan disebar di hotel-hotel yang dilintasi bus tingkat wisata, seperti Hotel Kempinski, dan lainnya.

Meskipun gratis, Disparbud DKI akan melakukan evaluasi secara berkala mengingat perilaku masyarakat yang belum tertib. "Karena tidak semua yang gratis itu baik. Intinya, penumpang jangan memaksakan kalau sudah penuh karena ini tidak ada yang berdiri," ujar Arie.

Ia mengakui membutuhkan waktu lama untuk melengkapi proses administrasi, sebelum beroperasi, misalnya verifikasi di Kementerian Perhubungan dan Kementerian Perindustrian. Belum lagi pengurusan pelat nomor polisi dan STNK dari Polda Metro Jaya. Hal itu pula yang menyebabkan operasional double decker mundur dari rencana awal pada akhir Januari.

Double decker akan ditempatkan di pul Cawang. Bus-bus itu beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 21.00. Untuk memulai perjalanan, semua bus tingkat wisata akan parkir di Silang Barat Daya Monas. Waktu tempuh tiap bus berjarak 30 menit. Double decker memiliki ukuran, panjangnya 13,5 meter, lebar 2,5 meter, dan tinggi 4,2 meter.

Bus ini memiliki kapasitas 60 tempat duduk dan dua di antaranya diperuntukkan khusus untuk penyandang disabilitas. Deck dan pintu sengaja dibuat pendek dan berada di sebelah kiri agar ramah untuk penyandang disabilitas dan orangtua.

Spesifikasi lain yang membuat bus ini ramah penyandang disabilitas adalah melintas di jalur lambat, bukan jalur transjakarta. Beberapa fasilitas dimiliki double decker, seperti pendingin udara, pengeras suara, CCTV, lengkap dengan video pariwisata.

Selasa, 07 Januari 2014

Rabu, 20 November 2013

Jalur Busway Akan Dibuka untuk Bus Wisata

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyatakan pemerintah DKI akan memberi izin kepada penyedia jasa pariwisata dalam negeri sehingga bisa menjalankan bus pariwisatanya di atas jalur busway. "Biar turis nyaman jalan-jalan di Jakarta bebas dari macet," kata Ahok, sapaan akrab Basuki, saat ditemui di Balai Kota Jakarta pada Rabu, 20 November 2013.

Ahok menambahkan, bus wisatawan yang akan melintasi jalur busway tersebut tidak akan berhenti di halte-halte Transjakarta. "Karena mereka tidak untuk menurunkan penumpang," kata Ahok.

Selain bus wisatawan, Ahok mengatakan, nantinya bus umum dan ambulans juga akan diberikan izin untuk melintasi jalur busway. "Supaya penggunaan jalur yang kemarin dibilang kosong jadi efektif," kata Ahok. Adapun bus umum yang nantinya diperbolehkan melintasi jalur busway, menurut Ahok, harus menyediakan pintu yang tinggi agar penumpang bisa naik melalui halte bus Transjakarta. "Nanti ada penyesuaian marka jalan juga," kata Ahok.

Nantinya, dia melanjutkan, moda transportasi Transjakarta akan semakin efisien dengan kedatangan bus baru pada akhir tahun ini. "Nanti semakin terasa bedanya setelah bus baru datang," kata Ahok.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah gencar mengupayakan penyelesaian masalah kemacetan di Ibu Kota. Salah satunya, sterilisasi jalur busway yang digencarkan agar masyarakat mau beralih ke transportasi umum.

Minggu, 19 Mei 2013

Pemerintah Kaji Bus Tingkat Wisata Masuk Jalur Transjakarta


Rencana operasional bus tingkat wisata terus dimatangkan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta. Disparbud tengah menyiapkan lelang untuk lima unit bus tingkat agar menjadi ikon baru pariwisata di DKI Jakarta.

Arie Budhiman, Kepala Disparbud DKI Jakarta, mengatakan sektor pariwisata harus menjadi andalan DKI Jakarta sebagai kota jasa. Selama ini, program pariwisata seperti tur kota di Jakarta baru diadakan sesuai pesanan. Nantinya, akan ada program-program yang diadakan secara tetap.

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2013, anggaran pengadaan lima bus ini mencapai Rp 17 miliar. Konsep bus ini akan berkeliling ke sejumlah tempat wisata, sekaligus tempat-tempat yang menggelar acara secara rutin.

“Pak Gubernur Jokowi memiliki keinginan agar Jakarta dikunjungi hingga 5 juta wisatawan, saat ini baru sekitar 2,1 juta orang per tahun, saya optimistis bisa tercapai dalam tiga sampai lima tahun mendatang,” jelasnya.

Konsep bus ini, rencananya akan dibuat semacam Double Decker atau bus tingkat merah seperti di Kota London, Inggris. Nantinya, bus akan membawa para wisatawan, dan direncanakan mendapatkan perlakuan khusus, antara lain boleh berjalan di jalur Transjakarta.

“Rutenya nanti kita bicarakan bersama Asosiasi pengusaha pariwisata, kita ingin Jakarta yang diklaim menjadi kota pariwisata punya produk pariwisata yang baik, diiringi oleh promosi yang juga maksimal,” tuturnya.

Editor: sanusi
Sumber: Warta Kota