Tampilkan postingan dengan label Infrastruktur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Infrastruktur. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Agustus 2020

Transjakarta Siapkan Revitalisasi 4 (Empat) Halte Terintegrasi Stasiun KAI

 Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Transportasi Jakarta yang digelar kemarin, 25 Agustus 2020 menguatkan penugasan Transjakarta untuk melaksanakan Peraturan Gubernur Nomor 20, tahun 2019 untuk membangun, merevitalisasi, pengoperasikan dan pemeliharan halte dan fasilitas pendukung lainya dalam rangka integrasi transportasi umum di Jakarta. Pelaksanaan tersebut didasari oleh pentingnya membangun keselamatan dan kenyamanan warga DKI selama melakukan perjalanan menggunakan transportasi umum di wilayah DKI.

Revitalisasi halte yang akan difokuskan oleh Transjakarta hasil penetapan pada RUPSLB kemarin selain halte integrasi di enam lokasi yang sudah dibangun dan sedang berproses seperti Halte Bundaran HI, Halte Tosari, Halte CSW, Halte Cawang UKI, Halte Velodrome, Halte Lebak Bulus 2 adalah halte-halte yang terintegrasi dengan moda Kereta Api Jabodetabek yaitu stasiun Commuter Line KAI Jakarta sebagai tindak lanjut pertemuan Gubernur DKI dengan Menteri Perhubungan RI untuk penataan Kawasan Transportasi Terintegrasi yaitu Halte Stasiun Matraman, Halte Stasiun Jatinegara, Halte Stasiun Juanda dan Halte Stasiun Cawang. Dalam hal ini, Transjakarta akan bekerjasama dengan satuan kerja perangkat daerah terkait seperti Dinas Perhubungan, Dinas Bina Marga, Dinas Pertamanan, dan lain sebagainya untuk memastikan keselarasan pembangunan dan penataan Kawasan.

Transjakarta adalah pengelola sistem Bus Rapid Transit (BRT) terpanjang di dunia. Menggabungkan operator milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) , operator bus swasta dan koperasi warga, layanan transportasi kebanggaan warga DKI ini pada akhir tahun 2019 telah telah mengoperasikan 247 rute dan menjangkau 83% populasi di wilayah DKI dan sekitarnya. Dengan layanan firstmile lastmile yang disiapkan, Transjakarta sudah digunakan oleh lebih dari 1 juta pelanggan pada awal tahun 2020.

[PT Transportasi Jakarta]

Senin, 12 Maret 2018

Pembangunan LRT Rute Veldrome-Kelapa Gading Capai 65,17 Persen

Progres pembangunan Light Rail Transit (LRT) rute Velodrome-Kelapa Gading hingga kini sudah mencapai 65,17 persen.

" bulan Juli LRT sudah dapat dioperasikan dan pada Agustus mendatang sudah dapat digunakan sebagai alat transportasi umum saat Asian Games"

Direktur Utama Jakarta Propertindo (Jakpro), Satya Heragandhi mengatakan, salah satu kendala yang dihadapi pihaknya saat ini yakni cuaca. Karena saat hujan, proses pengerjaan pembangunan harus dihentikan sementara.

"Meski begitu, bulan Juli LRT sudah dapat dioperasikan dan pada Agustus mendatang sudah dapat digunakan sebagai alat transportasi umum saat Asian Games," tuturnya, Senin (12/3).

Ditambahkan Satya, saat ini semua sudah tersambung. Seperti sistem percepatan untuk rel dan sistem kontrol seperti telekomunikasi dan signaling-nya juga telah tersambung.

"Salah satu fokus kita saat ini penyelesaian rel yang terus di kebut," tandasnya.

Rabu, 07 Maret 2018

Penataan Jalan & Trotoar Koridor Sudirman - Thamrin

Bongkar Desain Penataan Sudirman Thamrin, Gubernur Anies Ingin Hidupkan Interaksi Warga di Trotoar


Video ini menggambarkan bagaimana desain Trotoar Sudirman-Thamrin usai ‘dibongkar’ sesuai ide dari Gubernur Anies Baswedan yang mengingingkan adanya interaksi warga di sepanjang jalur pedestrian Sudirman-MH Thamrin. Rencana awal yang tidak disetujui Gubernur Anies adalah karena tidak diakomodirnya jalur motor. Gubernur ingin agar penataan ini mencerminkan kesetaraan di Jakarta.

Di area penataan Sudirman Thamrin akan tersedia ruang bagi pejalan kaki, angkutan publik, mobil & motor, ruang ekspresi seni & budaya, arena pembelajaran, arena interaksi warga dalam arti yg luas.

Gubernur Anies menambahkan penataan terbaru trotoar Sudirman- MH Thamrin juga akan memberi tempat untuk ekspresi seni dan kebudayaan, dengan adanya panggung mini di pinggir trotoar untuk para seniman berekspresi dan menghibur para pejalan kaki yang melintas serta para pengguna kendaraan yang mungkin terjebak macet. “Kedua trotoar Sudirman-MH Thamrin harus mencerminkan ruang ekspresi seni, karena itu kita ingin trotoar ini menjadi tempat di mana budaya itu muncul, kita ingin trotoar ini menghidupkan ekspresi seni budaya sepulang kantor,” tambahnya. Trotoar harus menjadi surga bagi pejalan kaki.

Gubernur Anies mengapresiasi semua pihak dan mengajak para pemilik gedung di sekitar Jalan Sudirman MH Thamrin untuk berpartisipasi dalam penataan trotoar dan jalan ini nanti. “Saya berharap kepada pemilik gedung, mari kita benar-benar melakukan restorasi atas jalan Sudirman-MH Thamrin, sehingga kawasan in akan menjadi contoh bukan hanya Indoneaia tetapi juga Asia,” tandasnya.
[Humas Pemprov DKI Jakarta]

Jumat, 26 Januari 2018

Depo LRT Jakarta akan Dilengkapi Rusun dan Pusat Perbelanjaan

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Satya Heragandhi mengatakan Depo Light Rail Transit (LRT) yang berada di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara akan dilengkapi fasilitas rumah susun (rusun) dan pusat perbelanjaan.

"Pembangunan sarana prasarana tersebut kami lakukan berdasarkan studi tentang daya minat warga terhadap fasilitas rusun dan pusat perbelanjaan "

"Pembangunan sarana prasarana tersebut kami lakukan berdasarkan studi tentang daya minat warga terhadap fasilitas rusun dan pusat perbelanjaan di dalam Depo LRT," tuturnya Jumat (26/1).

Ia menjelaskan, pihaknya akan membangun 3.000 unit rumah susun dalam konsep Transit Oriented Development (TOD) di Depo LRT Kelapa Gading.

Rinciannya, lantai dasar depo dipakai gerbong kereta dan lantai di atasnya akan dipakai sebagai tempat penyimpanan kereta. Di atas lantai penyimpanan kereta inilah kemudian dijadikan sebagai pasar perkulakan. Lalu lantai di atasnya lagi akan dibangun rusun.

"Selain itu, depo ini juga akan dilengkapi fasilitas lift dan eskalator untuk menunjang aktivitas warga," tandasnya.

Senin, 22 Januari 2018

Box Girder LRT Roboh di Kayu Putih

Salah satu bagian box girder light rail transit (LRT) yang tengah dipasang di Kayu Putih Raya, RW 16, Kelurahan Kayu Putih, Pulogadung, Kota Jakarta Timur, Senin (22/1) dini hari roboh.

" Kita belum tahu apa penyebabnya, tiba-tiba roboh. Sekarang jalan sudah bisa dilalui hanya dijaga polisi untuk penyelidikan"

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Jupan Royter mengatakan, berdasar informasi awal yang diterimanya ada sebanyak lima orang pekerja terluka.

"Kelimanya sudah ditangani dan di bawa ke salah satu rumah sakit swasta dekat lokasi," ujarnya.

Sedangkan Camat Pulogadung, Bambang Pangestu menjelaskan, kejadian robohnya bagian box girder berawal dari pemasangan yang dilakukan pada pukul 23.00, Minggu (21/1) malam. Tiba-tiba, sekitar pukul 00.20 dini hari tadi bagian yang dipasang itu roboh.

"Kita belum tahu apa penyebabnya, tiba-tiba roboh. Sekarang jalan sudah bisa dilalui hanya dijaga polisi untuk penyelidikan," tandasnya.

Dari informasi BPBD DKI Jakarta, saat ini para korban sudah ditangani di RS Colombia Asia.

Senin, 04 April 2016

Pembangunan Jalan Layang Khusus Transjakarta Capai 59 Persen



Memasuki awal triwulan kedua tahun 2016, pembangunan Jalan Layang Tendean-Ciledug capai progres 59 persen. Jalan Layang Tendean-Ciledug merupakan jalan layang khusus bus Transjakarta yang dalam pengerjaanya terbagi dalam 8 titik atau paket pengerjaan dan masing-masing titik atau paket pengerjaan dilakukan oleh kontraktor yang berbeda. Pengerjaan jalan layang khusus Transjakarta yang membentang sepanjang 9,4 km ini telah memasuki tahap pemasangan boks girder di delapan paket pengerjaan. Sejumlah kendala pengerjaan seperti adanya jaringan utilitas manjadi kendala utama di setiap paket pengerjan jalan layang ini.
[Berita Jakarta]

Rabu, 05 Agustus 2015

Perbaikan Jalan Dikerjakan Malam Hari

Dinas Bina Marga DKI Jakarta terus melakukan perbaikan jalan, baik yang diinformasikan oleh masyarakat maupun pemantauan sendiri. Untuk menghindari kemacetan, perbaikan jalan dilakukan pada malam hari, yakni mulai pukul 22.00 hingga 06.00. Hal ini juga sesuai dengan instruksi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Kepala Dinas Bina Marga DKI, Yusmada Faisal mengatakan, setiap harinya perbaikan jalan terus dilakukan. Namun pekerjaan memang tidak terlihat oleh masyarakat karena dilakukan malam hari.

"Kita memang sengaja lakukan malam hari, agar tidak mengganggu lalu lintas," kata Yusmada, Selasa (4/8).

Menurut Yusmada, perbaikan jalan dibagi menjadi beberapa tim. Mereka tersebar di lima wilayah ibu kota. Perbaikan difokuskan pada jalur lintasan bus Transjakarta serta persimpangan.

"Kita fokusnya pada jalur lintas bus Transjakarta dan persimpangan yang terdapat jalan rusak," ucap Yusmada.

Lebih lanjut Yusmada menambahkan, perbaikan jalan akan dioptimalkan pada posisi-posisi strategis. Selain dilakukan malam hari, perbaikan juga menggunakan bahan yang cepat kering. Sehingga usai perbaikan jalan langsung bisa dilintasi kendaraan.

"Paginya itu bisa langsung dilintasi kendaraan karena sudah kering," jelas Yusmada.

Perbaikan juga hanya dilakukan sesuai dengan kemampuan. Sehingga tidak menganggu lalu lintas pada esok harinya. Jika ada jalan rusak seluas 100 meter maka tidak akan dilakukan sekaligus. Karena keterbatasan waktu dan tenaga.

"Jadi kita kerjakan sesuai dengan kemampuan saja, contoh ada 100 meter ya dikerjakan misal cuma 20 meter dulu. Sisanya malam berikutnya. Jadi kan tidak mengganggu lalu lintas," pungkas Yusmada.

Selasa, 10 Maret 2015

Pembangunan Jalan Layang Terpanjang Di Jakarta Dimulai.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat meresmikan pembangunan paket Jalan Layang Kapten Tendean-Blok M-Ciledug, Selasa (10/3/2015). Groundbreaking tersebut dilakukan di Jalan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Pembangunan jalan layang untuk Transjakarta koridor XIII (Ciledug - Blok M) siap dimulai pengerjaan fisiknya pada April 2015. Di koridor ini nantinya akan dilengkapi 12 halte. Jalan layang akan dibuat dengan lebar 9 meter dan tinggi 12-20 meter.

"Ini (pembangunan jalan layang) sangat penting. Pembangunan paling panjang di DKI Jakarta sepanjang 9,4 kilometer dari Ciledug hingga Jl Pierre Tendean.," kata Djarot didampingi Syamsuddin Noor walikota Jakarta Selatan dalam ground breaking di pembangunan jalan layang Kapten Tendean - Blok M – Ciledug, Selasa (10/3).

Jalan layang tersebut nantinya akan melewati sembilan halte yakni, Halte Universitas Budiluhur, JORR W2, Swadarma, Cipulir, Seskoal, Carrefour, Kebayoran Lama, Taman Puring, Stasiun MRT, Tirtayasa, Rawa Barat dan Halte Trans TV.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Yusmada Faizal, mengatakan, jalan layang ini merupakan jalan layang terpanjang yang dibuat oleh Pemerintah DKI Jakarta. Selain itu, menurut Yusmada, jalan layang ini akan selesai di bulan Desember 2016. Namun, diharapkan paket itu selesai sebelum waktunya.

Yusmada juga menuturkan, paket jalan layang untuk koridor 13 busway ini hanya diperuntukkan bagi transjakarta. "Jalan Layang ini berfungsi untuk menunjang jalur khusus busway koridor 13. Nantinya diharapkan jangkauan pelayanan busway dapat diperluas dan digunakan oleh masyarakat," kata Yusmada.

Nantinya akan ada delapan paket selain pembangunan paket jalan layang Kebayoran Lama, yakni paket Kapt Tendean. Paket Santa, Paket Trunojoyo. Paket Taman Puring, Paket Seskoal, Paket Kostrad dan Paket Adam Malik. Pembangunan delapan paket Jalan Layang tersebut merupakan paket jalan layang terpanjang yang dibuat oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta,”tandasnya.

Sabtu, 27 Desember 2014

Jokowi Perintahkan Menhub Studi Kereta Api di Papua Tahun Depan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan telah memerintahkan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan untuk melakukan studi pembangunan prasarana kereta api di Papua.

"Saya sudah perintahkan Menhub mulai tahun depan melakukan studi kereta api di Papua," kata Jokowi saat bertatap muka dengan Barisan Relawan (Bara) Jaringan Perubahan (JP) Provinsi Papua di GOR Waringin Kota Jayapura, Papua, Sabtu (27/12/2014) petang.

Turut hadir dalam pertemuan itu, Gubernur Papua Lukas Enembe, Wali Kota Jayapura Benhur Tommy Mano, dan pejabat terkait lainnya di Tanah Papua.

Presiden ke-7 RI itu bahkan menegaskan bahwa perintah studi kelayakan kereta api di Papua itu harus ditindaklanjuti dengan aksi nyata terkait pembangunan jaringan kereta api.

"Setelah studi dilakukan, jangan berhenti, harus dimulai, ada uang berapa, ya mulai. Studi itu butuh waktu 6-8 bulan," ujarnya yang disambut sorak gembira warga Papua yang hadir dalam pertemuan tatap muka itu.

Hanya saja, Jokowi meminta gubernur Papua beserta bupati dan wali kota agar membantu membebaskan lahan yang hendak dipergunakan untuk membangun jaringan kereta api.

Menurut Presiden, di banyak daerah, kendala utama pembangunan infrastruktur yakni pembebasan lahan.

"Jadi, saya minta gubernur, bupati, wali kota turut membantu membebaskan lahan, setelah itu yakin akan jalan dengan baik (terlaksana sesuai harapan)," ujarnya.

Wacana pembangunan jaringan kereta api di Papua cukup lama didengungkan para pihak, mengingat sejauh ini untuk menjangkau sebagian besar kabupaten/kota di Pulau Papua, lebih banyak mengandalkan pesawat terbang.

Kamis, 18 Desember 2014

Jalan Layang Transjakarta Dibangun April 2015

Pembangunan jalan layang untuk Transjakarta koridor XIII (Ciledug - Blok M) siap dimulai pengerjaan fisiknya pada April 2015. Saat ini, proses lelang telah rampung dan akan dibagi menjadi delapan paket pengerjaan. Di koridor ini nantinya akan dilengkapi 12 halte.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta, Agus Priyono mengatakan, pemenang tender tidak bisa langsung mengerjakan pembangunan lantaran sistem yang digunakan saat ini yakni rancang bangun. Di mana pemenang tender harus terlebih dulu membuat desain terhadap jalan yang akan dibangun.

"Sekarang sedang dilakukan rancang desain, butuh tiga bulan. Kira-kira April 2015 baru bisa groundbreaking," ujar Agus Priyono, Kamis (18/12).

Adapun jalan layang yang akan dibangun di koridor ini hanya sepanjang 9,4 kilometer dari Ciledug hingga Jl Pierre Tendean. Jalan layang akan dibuat dengan lebar 9 meter dan tinggi 12-20 meter. Sedangkan sisanya, akan menggunakan jalan eksisting.

Jalan layang tersebut nantinya akan melewati sembilan halte yakni, Halte Universitas Budiluhur, JORR W2, Swadarma, Cipulir, Seskoal, Carrefour, Kebayoran Lama, Taman Puring, Stasiun MRT, Tirtayasa, Rawa Barat dan Halte Trans TV.

Nantinya, kata Agus, jalan layang hanya diperuntukan bagi bus Transjakarta. Namun, jika diperlukan untuk penambahan rasio jalan, konstruksi sudah dirancang untuk dapat dilebarkan.

"Dulu memang muncul polemik, khusus bus Transjakarta atau mix dengan kendaraan lain non bus Transjakarta. Akhirnya kami ambil keputusan khusus bus Transjakarta," ucapnya.

Adapun anggaran pembangunan jalan layang bus Transjakarta ini mencapai Rp 2,5 triliun dengan rincian, Rp 200 miliar digunakan untuk konsultan perencanaan, desain awal, serta konsultan manajemen. Sedangkan untuk pembangunan fisik sebesar Rp 2,3 triliun. Anggaran yang digunakan adalah tahun jamak atau multiyears. "Ditargetkan bisa beroperasi pada 2016 mendatang," tandasnya.

Rabu, 19 November 2014

Warga Jaksel Minta Ahok Selesaikan Monorel

Masalah kemacetan ibu kota terus menjadi harapan warga agar Gubernur baru DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, dapat selesai. Mereka, salah satunya, meminta Ahok dapat menyelesaikan proyek monorel yang tengah terbengkalai.

"Selesaikan monorel, itu kan mengatasi macet. Soalnya masalah Jakarta, siapapun gubernurnya, tidak akan bisa menyelesaikan masalah macet," harap warga Jakarta Selatan (Jaksel), Ilyas Praditia saat berbincang dengan Metrotvnews.com, Selasa (18/11/2014).

Kendati pesimis gubernur DKI tak mampu mengatasi kemacetan, ia yakin problem ini setidaknya bisa dikurangi. Adapun acara mengatasi macet, lanjut Ilyas, dengan mempercepat laju pertumbuhan infrastruktur.

"Karena perbandingan pembangunan infrastruktur untuk mengurangi kemacetan enggak sebanding dengan pertumbuhan kendaraan bermotor," ujar pria berusia 25 tahun ini.

Selain monorel, menurut dia, proyek transportasi massal lain juga harus diperhatikan Ahok guna memecah kemacetan. "Selain monorel, juga harus bisa selesaikan MRT (Mass Rapid Transit)," pungkas Ilyas.

Selasa, 18 November 2014

Pelebaran Jalur Transjakarta Terkendala Lahan

Rencana Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan pelebaran jalur Transjakarta di Kelurahan Pinang Ranti, Makasar, Jakarta Timur masih terhambat pembebasan lahan. Padahal upaya pembebasan lahan itu sudah dilakukan sejak tahun 2009 silam.

Kepala Sub Bagian Penataan Ruang dan Pertanahan Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Jakarta Timur, Rudi Sahrul menjelaskan, warga bersikeras meminta uang ganti rugi pembebasan lahan sebesar Rp 10 juta per meter. Sementara pihaknya berpatokan pada Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah di kawasan itu nilainya Rp 3,2 juta-Rp 4 juta per meter.

"Sampai sekarang belum ada titik temu antara Pemprov DKI dengan warga soal nilai ganti rugi," kata Rudi, Selasa (18/11).

Rudi menyebutkan, berdasarkan data P2T Jakarta Timur, jumlah lahan yang akan dibebaskan mencapai 76 bidang tanah. Apabila pembebasan rampung, maka Jalan Raya Pondok Gede menuju Terminal Pinang Ranti akan dilebarkan hingga enam meter.

Rizki Aprianto (29), salah satu warga RT 02/01 Kelurahan Pinang Ranti yang lahannya terkena dampak pembebasan lahan menegaskan, dirinya tetap menolak tawaran harga Rp 3,2 juta-Rp 4 juta.

"Jelas kami menolak. Kami tetap meminta harga Rp 10 juta," ujar Rizki.

Kamis, 03 Juli 2014

Gerbang ERP Dipasang, Sebagian Jalan Sudirman Ditutup

Uji coba sistem Electronic Road Pricing (ERP) atau jalan berbayar akan dilakukan pada pertengahan Juli mendatang. Fasilitas pendukung pun tengah dikerjakan, yakni pemasangan gerbang di depan Panin Bank Jalan Sudirman. Untuk menunjang pemasangan gerbang ERP, sebagian Jalan Sudirman akan ditutup.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Muhammad Akbar mengatakan, pembuatan gerbang ERP membutuhkan area yang cukup luas. Sehingga sebagian Jalan Sudirman harus ditutup. Pihaknya pun telah menyiapkan pengalihan arus bekerjasama dengan Polda Metro Jaya.

Agar tidak menambah kemacetan, pekerjaan pembuatan gerbang ERP pun akan dilakukan malam hari, yakni dari pukul 24.00-04.30 WIB. Pekerjaan tahap satu akan dilakukan pada 3-4 Juni. "Nanti malam akan dilakukan pekerjaan Erection Vertical  Gantry & Instalasi Horizontal Gantry, istilah singaktnya gerbang ERP," kata Akbar, Kamis (3/7).

Selama pekerjaan akan dilakukan penutupan lajur lambat di Jalan Sudirman sisi barat (arah Semanggi) mulai dari Bundaran Senayan atau Patung Pemuda. Arus lalu lintas yang  melintas lajur lambat akan dialihkan melalui lajur cepat.

Kemudian pekerjaan tahap kedua dilakukan pada tanggal 5-6 Juli, yakni pengaturan dan penyesuaian perangkat. Saat pekerjaan tersebut akan dilakukan penutupan lajur lambat Jalan Sudirman sisi barat (arah Semanggi) mulai dari Bundaran Senayan atau Patung Pemuda. Arus lalu lintas yang melintas lajur lambat akan dialihkan melalui lajur cepat.

Dia mengimbau para pengguna jalan dan angkutan umum agar dapat menyesuaikan pengaturan lalu lintas yang ditetapkan. "Diharapkan juga dapat mematuhi rambu–rambu lalu lintas, petunjuk petugas di lapangan dan mengutamakan keselamatan di jalan," tandasnya.

Kamis, 26 Juni 2014

PT JM Enggan Gunakan Tiang-tiang Monorel Lama

PT Jakarta Monorail (JM) memutuskan tidak akan menggunakan tiang-tiang monorel yang saat ini berdiri di sepanjang kawasan Senayan dan Kuningan, jika proyek monorel Jakarta jadi dilanjutkan.

Menurut PT JM, tiang-tiang yang dibangun PT Adhi Karya itu sudah tidak sesuai dengan rancangan model stasiun yang ada saat ini.

"Untuk tiang-tiang yang ada sekarang semua akan dibongkar. Tidak cocok dengan pembangunan yang sekarang. Jadi tidak akan kita gunakan," kata Direktur Utama PT JM Jhon Aryananda saat acara diskusi "Jakarta Monorail, Jadi Enggak Sih", di Jakarta, Rabu (25/7/2014).

Menurut Jhon, ketidakcocokan tiang dengan rancangan model stasiun karena PT JM berencana membangun stasiun monorel yang akan terdiri atas tiga lantai. Satu lantai difungsikan sebagai peron, dan dua lantai lagi untuk area komersial. Karena itu, mereka membutuhkan struktur tiang yang lebih kokoh dibanding yang saat ini.

Meskipun demikian, Jhon mengakui bahwa sampai sejauh ini pihaknya belum melunasi tiang-tiang yang statusnya masih dimiliki oleh investor lama PT JM, yakni PT Adhi Karya. "Belum dibayar karena kita masuk ke ranah hukum yang betul-betul membingungkan," ujarnya.

Saat ini, PT JM berada di bawah kepemilikan Ortus Holdings. Sampai saat ini, Ortus dan Adhi masih terlibat dalam konflik harga tiang.

Adhi meminta Ortus melunasi pembayaran tiang yang harganya mencapai Rp 193 miliar, sementara Ortus mengklaim, biaya yang harus mereka bayarkan hanya Rp 130 miliar.

Rabu, 25 Juni 2014

Pembangunan Koridor Transjakarta Blok M-Ciledug Dimulai Akhir 2014

Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta memastikan akan memulai pembangunan jalur transjakarta Koridor 13 (Blok M-Ciledug) akhir tahun ini. Proses lelang diperkirakan selesai sekitar September 2014.

Sebagian rute transjakarta Koridor 13 nantinya adalah jalur layang yang dibangun di atas jalan reguler.

"Kalau lelang selesai September, pelaksanaan pembangunannya paling Oktober atau November. Pembebasan lahannya bareng pembangunan jembatan yang akan dibangun di tengah-tengah dan di atas jalan," kata Kepala Bidang Jembatan Dinas PU Indriastuty, di Jakarta, Rabu (25/6/2014).

Indriastuty menjelaskan, jalur layang busway akan dibangun di atas Jalan Pierre Tendean dan Jalan Raya Ciledug. Kedua ruas jalan tersebut memiliki lebar yang relatif sempit sehingga tak memungkinkan apabila dibangun jalur busway seperti pada umumnya.

"Memang daerah itu sempit dan padat. Untuk menghindari kemacetan, nantinya pembangunan jalan layangnya akan menggunakan mesin existing sehingga tidak mengganggu lalu lintas yang ada di bawah," ujarnya.

Sejauh ini layanan transjakarta sudah melayani 12 koridor. Koridor 13 sendiri merupakan satu dari tiga koridor yang rencananya akan dibangun untuk melengkapi layanan yang mulai beroperasi sejak 2004 agar genap menjadi 15 koridor.

Adapun dua koridor lainnya yang rencananya juga akan dibangun adalah Koridor 14 (Manggarai-UI) dan Koridor 15 (Blok M-Kalimalang).

Kamis, 12 Juni 2014

Dahlan Setuju KAI Bangun Rel Baru di Tanjung Priok

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan, permasalahan macet yang terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok, yakni di sektor terminal kontainer sudah tidak dapat dihindari lagi.

Dirinya meminta kepada BUMN untuk membangun rel kereta api yang langsung menuju terminal kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok. "Pembangunan rel ini untuk atasi kemacetan di Priok," kata Dahlan usai Rapim di Kantor Pelni, Jakarta, Kamis (12/6/2014).

Dahlan menambahkan, saat ini sudah ada jalur rel kereta bahkan stasiun kereta api yang berlokasi di Pelabuhan Tanjung Priok. Namun, ketersediaan kapasitas pada stasiun tersebut masih jauh untuk mengatasi keruwetan kendaraan di Tanjung Priok.

"Saat ini sudah ada rel yang masuk tapi kapasitasnya kecil, kurang maksimum, sekarang sudah ada stasiun tapi kecil," tambahnya.

Menurut Dahlan, pembangunan rel kereta api ini hanya akan membangun kurang lebih antara 300 meter hingga 500 meter saja. Oleh karena itu, Mantan Dirut PLN ini kembali mengumpulkan jajaran direksi PT KAI (Persero) dan PT Pelindo II (Persero).

"Tetapi siapa yang harus bangun rel, saya setuju KAI setuju dan Pelindo juga setuju, dan yang bangun KAI saja, sekira 300-500 meter masuk pelabuhan," tukasnya.

Rabu, 04 Juni 2014

Pemprov berencana bangun bandara di kawasan Marunda

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memiliki rencana untuk membangun bandar udara (airport) di wilayah Jakarta Utara, tepatnya di Marunda.

"Dari awal, kita memang sudah punya rencana untuk membuat bandara di Jakarta Utara. Rencananya, kita mau bangun itu di kawasan Marunda," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu.

Menurut pria yang akrab disapa Ahok itu, saat ini pihaknya telah memiliki rancangan sementara bandara tersebut yang didesain sedemikian rupa oleh PT Marindo Bahtera Development.

"Pembangunan bandara baru tersebut bertujuan untuk membantu mengurangi beban yang selama ini hanya menumpuk di Bandara Soekarno Hatta. Kita sudah ada rancangannya," ujar Basuki.

Dia menuturkan bandara yang berlokasi di Jakarta Utara itu akan dibangun sekaligus dikelola secara langsung oleh Pemprov DKI Jakarta.

"Kalau untuk nama bandaranya, kira-kira harus yang ada hubungannya atau identik dengan kawasan Marunda. Mungkin, namanya "Si Pitung" atau yang lain lah, nanti kita pikirkan lagi," katanya.

Selain bandara, dia mengungkapkan Pemprov DKI juga berencana membangun pelabuhan. Rencananya, pelabuhan itu nanti akan terletak di antara di kawasan Tanjung Priok dan Ancol.

"Pokoknya, seluruh rencana pembangunan itu akan kita lakukan di wilayah Jakarta Utara. Jadi, kita punya bandara dan pelabuhan sendiri," kata Basuki.

Jumat, 30 Mei 2014

Ini Bentuk Baru Halte Transjakarta

Halte Karet 2 yang baru diresmikan penggunaannya pada Rabu (28/5/2014). Halte terlihat lebih lebar dan terbuka. Desain Halte Karet 2 rencananya akan digunakan pada seluruh halte transjakarta dalam pembenahan yang rencananya akan dimulai pada Januari 2015
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membenahi semua halte transjakarta pada Januari 2015. Hal itu akan dilakukan setelah penyerahan pengelolaan halte dari Dinas Perhubungan ke PT Transjakarta.

Halte transjakarta akan dirancang lebih panjang, lebih lebar, dan lebih terbuka. Menurut Direktur Institute Transportation for Development Policy (ITDP) Yoga Adiwinarto, bentuk halte nantinya akan sama persis dengan Halte Karet 2, yang baru diresmikan pada Rabu (28/5/2014).

Halte Karet 2 terletak di Jalan Sudirman, tepatnya di depan Hotel Grand Sahid Jaya. Tak seperti halte transjakarta pada umumnya, halte ini lebih panjang, lebih lebar, dan lebih terbuka.

"Itu desain baru mengambil dari desain ITDP, tapi ada dimodifikasi sedikit," kata Yoga kepada Kompas.com, Jumat (30/5/2014).

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, bentuk halte transjakarta yang lebih panjang, lebar, dan terbuka mengambil contoh bentuk halte transmillenio yang ada di Bogota, Kolombia.

"Kita mau contek halte di Bogota. Jadi supaya tidak panas, nanti halte juga akan lebih terbuka. Supaya lebih banyak angin yang masuk," jelasnya.

Kamis, 29 Mei 2014

Gerbang ERP Mulai "Digarap" di Jalan Sudirman

Tribunnews/Warta Kota
Rencana penerapan jalan berbayar atau Electronic Road Pricing (ERP) mulai direalisasikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Berdasarkan pantauan Warta Kota, Rabu (28/5) sore, sudah ada pekerjaan pembongkaran trotoar, tepatnya di depan gedung Panin Bank, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat.

Pelaksanaan pembongkaran dilakukan untuk mengetahui jaringan utilitas di bawah trotoar. Pada bagian papan proyek, tertulis "Mohon Maaf ada pekerjaan konstruksi Uji Coba Electronic Road Pricing".

Papan proyek menutup hampir sebagian besar trotoar sehingga menyulitkan pejalan kaki. Pekerjaan dilakukan oleh Kapsch. Nampak petugas sudah mulai membongkar trotoar merah tersebut.

Salah satu Satgas Dinas Pertamanan dan Pemakaman (Distamkan) DKI Jakarta Iyan mengatakan sudah ada izin dari Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI. "Sudah ada izin buat ERP, baru mulai hari ini dikerjakannya," ujarnya.

Sedangkan Guntur, petugas Sarana Jaringan Utilitas (SJU) Dinas PU DKI mengatakan pihak swasta yang menggelar ujicoba berkoordinasi dengan Dinas PU terkait jaringan utilitas di bawah tanah.

Seperti diketahui, Pemprov DKI meminta pihak swasta melakukan uji coba ERP Juni mendatang.

PROYEK MRT: Pembetonan Dimulai, Trotoar Menyempit Jadi 1,5 Meter

PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta akan melakukan pembuatan detour atau pembetonan pada sisi trotoar jalan sepanjang Jalan Sudirman.

Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami mengatakan pembuatan detour akan memotong pedestrian dari 6 meter menjadi hanya 1,5 meter. Pembetonan tersebut dilakukan pada empat titik yang berada di Senayan, Istora, Bendungan Hilir, dan Setiabudi. Empat titik tersebut nantinya menjadi tempat stasiun MRT.

"Masing-masing titik akan dilakukan betonisasi sepanjang 350 hingga 400 meter. Meskipun kebutuhan untuk stasiun hanya 200 meter saja. Kami butuh ruang kerja yang lebih panjang. Kami cor sepanjang kiri dan kanan," ujarnya saat konferensi pers di Ratu Plaza, Rabu (28/5/2014).

Imbas dari pekerjaan tersebut berkurangnya lebar trotoar bagi pejalan kaki yang hanya memiliki lebar 1,5 meter saja.

Sebagian trotoar tersebut, lanjut Dono, akan digunakan untuk menambah lajur jalan karena median jalan dan jalur bus Transjakarta ditutup guna pembangunan stasiun MRT.