Tampilkan postingan dengan label Bogor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bogor. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Maret 2017

Pembangunan Prasarana LRT Jabodebek

The Most Recent High-Tech Innovation of LRT (Light Rail Transit) Jabodebek



Pembangunan prasarana LRT Jabodebek yang dikerjakan ADHI bertujuan menambah alternatif transportasi publik massal dan mempermudah akses warga Jabodebek untuk beraktifitas tanpa mengkhawatirkan kemacetan dijelaskan dengan visualisasi dan ilustrasi yang inovatif.
[adhikaryaID]

Rabu, 22 Oktober 2014

Dinyatakan sebagai Kota Macet, Ini Tanggapan Pemkot Bogor

Bogor menanggapi hasil Pusat Penelitian dan Pengembangan Darat Kementerian Perhubungan terkait tingkat kemacetan di kota hujan itu yang menempati peringkat teratas setelah Jakarta. Hasil penelitian itu akan dijadikan sebagai dorongan untuk membenahi sistem transportasi di Bogor.

"Ya, kita jadikan ini sebagai dorongan agar program utama kita menuntaskan persoalan kemacetan di Kota Bogor dapat segera terlaksana," kata Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman saat dihubungi di Bogor, Selasa (22/10/2014) malam.

Sebelumnya, Usmar sempat mempertanyakan metodologi yang digunakan Kementerian Perhubungan untuk mengukur tingkat kemacetan di Kota Bogor.

"Dasar mengukurnya apa, apakah menggunakan ukuran ruas jalan, hari aktivitas, atau jumlah kendaraan," katanya.

Menurut dia, jika metodologi yang dilakukan dengan membandingkan kondisi lalu lintas antara Kota Bogor dan Jakarta sangatlah berbeda.

Ia mengatakan bahwa pada akhir pekan Kota Bogor justru mengalami kemacetan, sementara di Jakarta sepi. "Berbeda kalau hari kerja, Jakarta macet, Bogor justru sepi," katanya.

Terlepas dari itu, lanjutnya, kondisi arus lalu lintas di Kota Bogor selama 10 tahun terakhir mengalami penurunan laju kendaraan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius. Jajarannya saat ini menjadikan kemacetan dalam enam skala prioritas kerja pemerintah.

Enam skala prioritas tersebut yaitu kemacetan, penataan PKL, sampah, kemiskinan, ruang publik, dan ruang terbuka hijau.

"Pemerintah Kota Bogor saat ini memiliki program utama dalam mengatasi kemacetan, yakni pembenahan infrastruktur dan sarana serta prasarana transportasi yang ada," ujarnya.

Dia menambahkan, program pembenahan di antaranya penataan moda transportasi, optimalisasi Terminal Baranangsiang, serta park and ride di Stasiun Sukaresmi yang akan dibangun.

"Kita optimistis 2017 penggunaan mobil pribadi di Kota Bogor dapat kita tekan jumlahnya," kata Usmar.

Kementerian Perhubungan melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Darat merilis 11 kota macet di Indonesia.

Kota Bogor berada di peringkat kedua setelah Jakarta dengan tingkat kemacetan mencapai 15,32 km per jam dengan volume to capacity (VC) ratio 0,86. Sedangkan Jakarta 10-20 km per jam dan VC ratio 0,85.

Di posisi ketiga ditempati Tangerang (22 km per jam) VC ratio 0,82. Bekasi di urutan keempat kota termacet dengan 21,86 km per jam dan VC 0,83, disusul Depok di urutan kelima dengan 21,4 km per jam dan VC 0,83.

Senin, 29 September 2014

Rel Patah, Perjalanan KRL ke Bojong Gede Terganggu

Terjadi gangguan perjalanan kereta Commuter Line jalur Cilebut-Bojong Gede akibat rel patah pada malam ini, Senin (29/9/2014) sekitar pukul 20.30 WIB.

PT Kereta Api Indonesia Commuter Line melalui twitter resminya @CommuterLine pada pukul 20.56 WIB menjelaskan mengenai gangguan tersebut:

“#InfoLintas Jam 20.30 kedapatan rel patah di km.46+1/2 (petahunan) antara Cilebut-Bojong Gede jalur hilir, belum bisa dilalui perjalanan KA.”

 Sejumlah follower langsung meresponnya antara lain dari @ivanluvan yang menanyakan: “bisa dilewati kareta sampai Bogor tidak ya malam ini?.”

Selasa, 23 September 2014

Proyek MRT Akan Dihubungkan ke Daerah Penyangga

Proyek Mass Rapid Transit (MRT) yang sedianya hanya untuk menjangkau sejumlah kawasan di Jakarta, kini akan diperluas jangkauannya. Salah satunya menjangkau wilayah Bogor, Cikarang (Bekasi), hingga Balaraja (Tangerang) yang warganya cukup banyak beraktivitas di ibu kota.

"Jadi utara ke selatan Lebak Bulus sampai ke Bogor sampai ke Kampung Bandan. Nah timur ke barat sekalian. Sampai ke Cikarang dan Balaraja," ujar Basuki Tjahaja Purnama, Wakil Gubernur DKI Jakarta pada acara seminar logistik di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (23/9).

Ia mengatakan, Pemprov DKI akan melibatkan PT KRL Commuter Jabodetabek (KCJ), anak usaha PT KAI untuk merealisasikan gagasan pembangunan MRT hingga ke Bogor dan daerah penyangga lainnya tersebut.

"Kalau saya sih tak perlu ada PT MRT Jakarta, kasih saja KCJ yang bikin," ujarnya.

Basuki mengaku, rencana pembangunan MRT dari Kampung Badan-Lebak Bulus hingga ke Bogor ini telah disampaikan kepada Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) selaku pihak yang berwenang terkait perencanaan pembangunan nasional, termasuk di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

"Saya sudah bilang ke Bappenas, Pemprov DKI yang tanggung dengan pemerintah pusat. Jadi betul-betul semua ini dengan kereta," ungkapnya.

Sekadar diketahui Kementerian Pekerjaan Umum saat ini mengelola jalur yang menghubungkan Lebak Bulus ke Bogor terhubung dengan jalan nasional. Jalur tersebut mencakup Lebak Bulus (Jakarta Selatan)-Ciputat-Parung-Kedung Halang (Bogor).