Tampilkan postingan dengan label Bandara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bandara. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Mei 2019

PT Transjakarta Tanda Tangani MoU dengan Angkasa Pura II

PT Transjakarta hari ini melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan PT Angkasa Pura II.

Kerja sama antar instansi ini terkait penyediaan fasilitas penunjang bus Transjakarta di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM), barang dan jasa hingga pengembangan bisnis.

Direktur Utama PT Transjakarta, Agung Wicaksono mengatakan, kemitraan Transjakarta dengan PT Angkasa Pura II semata-mata untuk menghadirkan layanan transportasi massal di Bandara Soetta.

"Transjakarta dan Angkasa Pura II akan bersama-sama merumuskan program setelah penandatanganan nota kesepahaman ini," ujarnya, Senin (20/5).

Agung menuturkan, kemitraan ini bisa memberikan alternatif moda transportasi di Bandara Soetta yang akan berdampak positif terhadap masyarakat.

"Salah satunya mengurangi kepadatan lalu lintas dengan memindahkan para pengguna kendaraan pribadi ke angkutan umum," sambungnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin menambahkan, saat ini, berbagai macam moda transportasi telah disediakan di Bandara Soetta. Antara lain, kereta bandara, Damri, JR Connection, taksi konvensional dan angkutan online.

"Sebagai pengelola bandara, kita harus sediakan moda transportasi untuk pergerakan penumpang," tandasnya.

Selasa, 26 September 2017

Video : Begini Rasanya Naik Skytrain Bandara Soekarno-Hatta



Skytrain Bandara Soekarno-Hatta telah resmi beroperasi September 2017 ini. Fasilitas untuk memudahkan penumpang berpindah dari terminal satu ke terminal lainnya ini tampak masih sangat bagus dan memuaskan. Mulai dari fasilitas sampai kemudahan untuk menaikinya. Lihat liputan lengkap VIVA.co.id dalam video ini.
[VIVA.co.id]

Selasa, 14 Maret 2017

Kereta Bandara Ditargetkan Angkut 33 Ribu Penumpang

Kementerian Perhubungan menargetkan kereta bandara Soekarno-Hatta yang sedang dibangun saat ini dapat mengangkut 33 ribu penumpang setiap harinya. Hal ini diharapkan bisa mengurangi jumlah pengguna kendaraan pribadi.

"Ini direncanakan akan bisa mengangkut 33 ribu penumpang per hari. Itu 20 persen dari penumpang (sehari-hari Soekarno Hatta- Jakarta). Kami akan bicarakan lagi sehingga banyak yang bisa ditampung dari kereta bandara ini," kata Menteri Budi Karya Sumadi saat ditemui usai meninjau pembangunan jaringan stasiun kereta Bandara di Jakarta, Minggu 12 Maret 2017.

Saat ini, pembangunan Stasiun Bandara Soekarno-Hatta masih berjalan. Stasiun ini nantinya akan terintegerasi dengan sejumlah stasiun lain. Mulai dari Stasiun Sudirman Baru, Stasiun Duri Kepa, dan Stasiun Batu Ceper. Adapun pembangunannya, saat ini telah mencapai 60 persen.

Stasiun bandara ini nantinya juga akan terhubung dengan Terminal 3 Ultimate dan Terminal 2 di Bandara Soekarno-Hatta. "Juni sudah akan selesai di jalur 1 antara terminal 3 dan terminal 2‎. Akan selesai semuanya di September," kata Budi.

Adanya kereta bandara, diharapkan menjadi pendorong bagi masyarakat untuk menggunakan moda transportasi umum untuk menuju ke Soekarno-Hatta. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, mengatakan masih ingin meningkatkan lagi kapasitas kereta ini.

"Kami akan mencoba jika masyarakat lebih memilih memakai kereta api untuk menuju bandara, kami tingkatkan kapasitas lebih dari 20 persen," kata Rini yang ikut meninjau pembangunan bersama Budi.

Stasiun kereta bandara Soekarno-Hatta akan dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang seperti konter tiket, ruang publik, gerbang masuk elektronik, ruang tunggu, ruang komersial, toilet, musala, ruang kepala stasiun, dan stasiun skytrain.

Stasiun kereta bandara ini didesain untuk terkoneksi dengan stasiun Skytrain, moda transportasi antar terminal dengan menggunakan kereta tanpa pengemudi (driverless). Kereta canggih ini berbasis teknologi Automated People Mover System (APMS).

Senin, 30 Januari 2017

DPRD Dukung Perpanjangan Rute Transjakarta Ke Bandara

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta mendukung rencana perpanjangan rute bus Transjakarta ke Bandara Soekarno Hatta dan Halim Perdanakusuma.

Mengingat, aktivitas masyarakat Ibukota menuju kedua bandara tersebut selama ini dinilai cukup tinggi.

"Ini bisa menjadi solusi juga sebelum kereta api bandara dan rencana transportasi lainnya selesai," kataTubagus Arif, Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Senin (30/1).

Menurut Arif, rencana ini bisa terlaksana apabila ada komitmen bersama dengan operator bus yang melewati rute bandara. Sehingga para pelaku bisnis transportasi dan pariwisata yang ada tidak merasa dirugikan.

"Seperti awal manuver Transjakarta ke Bekasi dan Depok hasilnya baik dan bisa mengurangi kemacetan. Apalagi sekarang mau tambah rute bandara," tandasnya.

Selasa, 27 Januari 2015

Strategi Ahok Setelah Usulan Pembangunan LRT Dicoret DPRD

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tak mempermasalahkan pencoretan usulan program Light Rail Transit (LRT) di anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) DKI 2015.

Sebelumnya Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI M Taufik menjelaskan DPRD menolak usulan pembangunan LRT di APBD DKI 2015 karena dipandang sebagai program yang terlalu terburu-buru, karena belum ada penjelasan tentang skema operasional dan subsidi tarif proyek LRT kepada DPRD.

"Pembatalan LRT itu memang benar. Karena konsepnya LRT itu betul-betul harus dibiayai dan dikelola pihak swasta. Nanti pengoperasiannya kami libatkan BUMD," ujar Basuki, di gedung DPRD DKI, Selasa (27/1/2015).

Bahkan, Basuki menjamin, meskipun LRT dibangun pihak swasta, namun tetap memberi keuntungan bagi Pemprov DKI. Sehingga dari keuntungan tersebut, Basuki akan mengalokasikan dananya dalam bentuk subsidi untuk kebutuhan transportasi publik lainnya.

Kamis, 15 Januari 2015

7 Rute Kereta LRT yang Bakal Dibangun di Jakarta

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengungkapkan pengkajian rute untuk Light Rail Transit (LRT) di Jakarta sudah selesai. Pihaknya sudah menetapkan 7 rute untuk LRT dalam kota.

"Sudah selesai 7 rute. Sudah lengkap. Dalam kota. Nanti saya dari Pluit naik LRT ke sini kalau sudah selesa," ucap Basuki alias Ahok di Balaikota Jakarta, Kamis (15/1/2015).

Ketujuh rute tersebut ialah Kebayoran Lama-Kelapa Gading sepanjang 21,6 km, Tanah Abang-Pulo Mas sepanjang 17,6 km, Joglo-Tanah Abang sepanjang 11 km, dan Puri Kembangan-Tanah Abang sepanjang 9,3 km. Lalu Pesing-Kelapa Gading sepanjang 20,7 km, Pesing-Bandara Soekarno-Hatta sepanjang 18,5 km, dan Cempaka Putih-Ancol sepanjang 10 km.

Untuk rancangan atau desain pembangunannya, Ahok menyerahkan kepada BUMD DKI, yakni PD Pembangunan Jaya dan Jaya Konstruksi. Estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan setiap satu rute adalah sekitar Rp 7,5 triliun.

"Makanya itu gunanya kita punya BUMD. Saya tugaskan BUMD kami, saya minta tolong desainkan semua," jelas Ahok.

Ahok sebelumnya mengatakan LRT tersebut rencananya juga akan dibangun dari Jakarta hingga Bekasi, Jawa Barat. Rute yang ditargetkan yakni dari pesisir utara Jawa, Kota Tangerang-Bandara Soekarno Hatta-Ancol-PRJ Kemayoran-Pulogadung-Bekasi.

Mantan Bupati Belitung Timur itu menambahkan, seluruh rencana pembangunan proyek LRT tersebut segera dibicarakan pihak pemerintah daerah mitra yang daerahnya akan dilintasi angkutan massal tersebut LRT. Seperti Tangerang dan Bekasi. "Transportasi massal sama, light trail kita sampai Bekasi. Tahun ini kita mau diskusikan. Titiknya di mana," tandas Ahok.

Light Rail Transit (LRT) atau kereta api ringan merupakan salah satu sistem kereta penumpang yang beroperasi di kawasan perkotaan. Konstruksi keretanya ringan dan bisa berjalan bersama lalu lintas lain atau dalam lintasan khusus yang disebut tram.

Kereta api ringan banyak digunakan di berbagai negara di Eropa dan telah mengalami modernisasi, antara lain dengan otomatisasi, sehingga dapat dioperasikan tanpa masinis, bisa beroperasi pada lintasan khusus, penggunaan lantai yang rendah (sekitar 30 cm) yang disebut sebagai low floor LRT untuk mempermudah naik turun penumpang.

Kamis, 20 November 2014

Inilah Bus Pertama Bertenaga Kotoran Manusia

Bus pertama yang menggunakan tenaga berasal dari kotoran manusia (feses) di Inggris, Bio-Bus, telah mulai melakukan perjalanan pertamanya. Bus dengan 40 kursi itu telah mulai mengangkut penumpang dari Bandara Bristol ke Bath, sejauh 20 mil atau 32 kilometer.

Dilansir Daily Mail, Rabu 19 November, Bio-Bus menggunakan bahan bakar gas metana yang berasal dari pengolahan feses. Kotoran dari lima orang dapat diproduksi menjadi satu tanki gas, untuk menempuh perjalanan sejauh 190 mil atau 305 kilometer.

Ilmuwan dari Universitas Anglia Timur mengklaim, keberhasilan yang dicapai dengan Bio-Bus, memperlihatkan bahwa feses akan segera bisa digunakan sebagai sumber tenaga masa depan.

Para peneliti menemukan proses alami dalam bakteri yang ditemukan pada feses, dapat membantu meningkatkan baterai biologis. Energi alternatif dari feses itu, disebut dapat digunakan sebagai sumber tenaga untuk ponsel, tablet, dan laptop.

Pengolahan feses menjadi gas metana kini diproduksi pada pabrik Wessex Water, yang dikelola perusahaan energi GENeco. Direktur perusahaan, Mohammed Saddiq, mengatakan kendaraan bertenaga feses akan berperan penting meningkatkan kualitas udara di Inggris.

Siddiq mengungkap, di masa depan kotoran penumpang bus dapat langsung diolah sebagai sumber tenaga. "Bio-Bus sebenarnya bersumber pada energi dari orang-orang yang tinggal di wilayah setempat, termasuk dari para penumpang bus itu," katanya.

Ketua eksekutif organisasi sahabat lingkungan Anaerobic Digestion and Bioresources Association, Charlotte Morton, mengatakan Bio-Bus jelas memperlihatkan bahwa kotoran manusia dan sampah makanan adalah sumber energi alternatif yang berharga.

"Makanan yang tidak layak dikonsumsi manusia, harus dikumpulkan secara terpisah dan diolah menjadi gas. Tidak dibuang di tempat pembuangan sampah atau incenerator," kata Morton.

Pekan ini, GENeco juga tercatat sebagai perusahaan pertama yang mulai mendistribusikan gas dari pengolahan feses, langsung ke 8.300 rumah di Inggris. Pabrik mereka di Avonmouth, Bristol, juga mengolah 35.000 ton sampah makanan pertahun.

Melalui proses pengelolaan menggunakan bakteri anaerob, pabrik mereka dapat memproduksi 17 juta ton biometana setahun.

Selasa, 11 November 2014

Basuki Tak Mau Dikawal Voorijder Lagi

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengaku siap tidak mendapat pengawalan (Voorijder) dari Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta dalam perjalanan dari rumah menuju Balaikota.

"Tadi dalam rapat, saya bilang kepada ajudan bahwa kita minta tidak dikawal voorijder dari Dinas Perhubungan lagi," kata Basuki, di Balaikota, Senin (10/11) sore.

Dia mengaku keputusan tersebut diambil karena banyak pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta yang menyalahgunakan pengawalan Dishub dan polisi. "Ini dimaksudkan agar para walikota tidak ikut-ikutan minta pengawalan sehingga dapat mengurangi kemacetan di Jakarta," ujarnya.

Namun, kata dia, pengawalan dapat diminta jika hendak menghadiri rapat penting atau mengejar waktu menuju bandara. "Pengawalan dapat diberikan untuk urusan yang penting banget. itu pun cukup minta bantuan polisi saja," tegasnya.

Menurut Basuki, petugas Dishub DKI seharusnya mengawal mobil pemadam kebakaran dan layanan bus tingkat gratis di masa mendatang. "Jadi, kita tidak perlu dikawal kecuali mendesak. Itu pun minta bantuan polisi untuk mengatur lalu lintas," ungkapnya.

Selain pejabat DKI, pria yang akrab disapa Ahok itu juga meminta para menteri di Kabinet Kerja untuk tidak menggunakan voorijder. Ia akan menyampaikan rencana tersebut kepada Presiden Joko Widodo setiba di Jakarta usai menggelar kunjungan kerja ke luar negeri.

"Nanti aku mau ngomong sama Pak Jokowi kalau ada kesempatan. Syukur kalau rencana ini disetujui, menteri pun tidak perlu dikawal. Kalau semua minta, personil polisi lalu lintas (Polantas) habis. Semua minta kawal, jalanan macet habis, " tukasnya.

Sekadar diketahui, Pemprov DKI bersama Polda Metro Jaya telah sepakat menerapkan pembatasan lalu lintas sepeda motor di sepanjang Jalan Medan Merdeka Barat hingga Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat yang bakal diterapkan pada bulan Desember mendatang.

Melalui kebijakan pembatasan lalu lintas tersebut, pengendara sepeda motor dilarang melintas di sepanjang ruas Jalan Medan Merdeka Barat hingga Bundaran HI. Pemprov DKI akan menyediakan sarana bus tingkat gratis bagi warga yang sehari-hari beraktivitas atau berkantor di sepanjang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat.

Rabu, 05 November 2014

Sidak Bandara Soetta, Jonan: Masa Kalah Sama KRL

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menilai fasilitas dan pelayanan bandara harus lebih baik agar tidak di bawah standar, termasuk standar di stasiun kereta api.

"Masa kalah sama KRL (kereta commuter line), saya minta itu semuanya dibereskan," kata Jonan usai memeriksa air traffic control di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (5/11).

Jonan meminta kepada pihak Angkasa Pura II untuk membereskan masalah penerangan bandara yang sangat kurang.

"Yang kurang itu penerangan, saya bilang ke Dirut AP II untuk diatasi," katanya.

Selain itu, dia meminta pihak AP untuk meningkatkan kebersihan serta hal-hal yang terkait dengan pelayanan terhadap pelanggan atau penumpang.

Jonan juga meminta untuk lebih memperhatikan fungsi kerja yang sensitif, seperti  air traffic control (ATC), agar petugas bisa bekerja dengan konsentrasi penuh.

Ia pun meminta adanya petugas untuk menyapa para penumpang serta untuk mengetahui informasi apa saja yang dibutuhkan dengan cepat.

"Yang muda juga tidak apa-apa, asal gesit," katanya.
[ROL]

Selasa, 14 Oktober 2014

Monorel Halim Terintegrasi dengan Stasiun Intermoda

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) ditunjuk oleh Lion Group sebagai kontraktor pengembangan Bandara Halim Perdanakusuma. ADHI ditunjuk sebagai pengeksekusi pembangunan monorel sebagai alternatif moda transportasi menuju bandara tersebut yang terintegrasi dengan intermoda lainnya yang sudah dicanangkan pemerintah.

Direktur Utama Adhi Karya Kiswodarmawan mengatakan, pembangunan monorel dalam pengembangan Halim Perdanakusuma ini hanya sebagian kecil menyambungkan dengan proyek moda integrasi lainnya.

"Jalur dibangun sendiri, elevated semua, istilahnya airport front your door, karena yang rumahnya tinggal di Menteng, keluar rumah tinggal masuk ke stasiun intermoda, 10 menit sudah sampai Halim," kata Kiswo di Jakarta, Selasa (14/10/2014).

Kiswo menambahkan, dengan adanya monorel ini pun menjawab kegelisahan masyarakat yang takut terlambat jika ingin bepergian ke bandara karena kemacetan yang terjadi pada lalu lintas ibu kota.

Sementara itu, Direktur Umum Lion Group, Edward Sirait mengatakan, mengenai panjang ruas rel yang akan dibangun pada rencana pengembangan Halim Perdanakusuma ini sepanjang 11 kilometer sampai 13 kilometer yang terhitung dari stasiun Dukuh Atas.

"Mengenai monorel kita masih minta hitungannya bersama, mungkin nanti konektivity dengan moda yang lain, hitungan sementara 10-13 km," tukas dia.

Senin, 06 Oktober 2014

Mulai 7 Oktober, Pintu M1 Bandara Soekarno-Hatta Ditutup

Pintu M1 Bandara Soekarno - Hatta, Tangerang, Banten, mulai besok, Selasa (7/10), resmi ditutup dan pengendara dialihkan melalui perimeter utara dan selatan. Manajer Humas dan Protokoler PT Angkasa Pura II, Yudis Tiawan di Tangerang, Senin mengatakan uji coba pengalihan rute jalan M1 dilaksanakan terhitung mulai 7 Oktober 2014, pukul 10.00 WIB.

Dengan demikian seluruh akses masuk ke Bandara Soekarno-Hatta yang biasa melintasi Pintu M1 tidak lagi melalui pintu tersebut, namun dialihkan melalui jalur Perimeter Selatan.

Sementara akses keluar dari Bandara Soekarno-Hatta ke arah Kota Tangerang dan Teluknaga dialihkan melalui Perimeter Utara.

Ia mengatakan pengalihan rute ini berkaitan dengan pembangunan proyek kereta bandara dan merupakan tindak lanjut dari hasil inspeksi gabungan di jalur Perimeter Utara dan Perimeter Selatan, yang melibatkan PT Angkasa Pura II (Persero), Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Polres Metro Tangerang, dan Polresta Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis (2/10).

"Dengan adanya pengalihan rute tersebut, calon penumpang pesawat yang akan terbang melalui Bandara Soekarno-Hatta dari arah Tangerang diimbau untuk tiba lebih awal di bandara," imbau Yudis.

Adapun rute yang bisa dilalui dari arah Tangerang adalah dengan melewati jalur Perimeter Selatan dengan rute Jl. Surya Darma - Jl. Perimeter Selatan - Jl. P1 Bandara (depan Komplek Pergudangan Soewarna).

Sementara itu, dari Bandara Soekarno-Hatta untuk ke Tangerang bisa melalui Jl. P2 Bandara (arah Tol Sedyatmo) - Jl. Perimeter Utara - Jl. Surya Darma.

Bagi pelintas yang ingin ke Jakarta dari Tangerang bisa melalui Jl. Surya Darma atau Jl. Daan Mogot -Jl.Pembangungan III - Jl. Juanda - Jl. Garuda -Jl. Halim Perdanakusuma -Jl. Husein Sastranegara -Jl. Tol Sedyatmo.

Sebaliknya pelintas yang ingin ke Tangerang dari Jakarta melalui Tol Sedyatmo - exit tol Rawa Bokor - Jl. Husein Sastranegara - Jl. Halim Perdanakusuma - Jl. Garuda - Jl. Juanda - Jl. Pembangunan III - Jl. Surya Darma atau Jl. Daan Mogot.

Jalur Perimeter Utara dan Jalur Perimeter Selatan yang dibangun PT Angkasa Pura II (Persero) memiliki panjang 6,5 kilometer dan lebar 6,5 meter. Kedua jalur tersebut masuk dalam kategori restricted public area (RPA), di mana bus dan truk tidak bisa melintas. Pada pintu masuk kedua jalan tersebut akan dipasang portal setinggi 2,4 meter.

"Jalur KRL itu akan masuk ke bandara melalui pintu M1 hingga ke stasiun di bandara yang segera kita bangun. Jalur kereta tersebut dibangun di median jalan M1 yang eksisting, sehingga kami juga akan merelokasi jalan tersebut," kata Bram Bharoto Tjiptadi, Senior General Manager PT Angkasa Pura II Kantor Cabang Utama Bandara Soekarno-Hatta.

Material bantalan untuk rel kereta saat ini sudah didatangkan dan ditempatkan di Pintu M1. Setelah dilakukannya pengalihan jalur ini, tahap pembangunan rel kereta akan segera dikerjakan oleh PT Railink.

Rabu, 01 Oktober 2014

Hari Ini, Tak Ada Lagi "Contra Flow" di Tol Dalam Kota Cawang-Semanggi

Hari ini, Rabu (1/10/2014), jalur contra flow di ruas Tol Dalam Kota Cawang arah Semanggi resmi dihapus. Hal ini telah disepakati oleh PT Jasa Marga bersama Patroli Jalan Raya (PJR) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

"Hari ini normalisasi tol Cawang-Semanggi mulai diberlakukan," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Restu Mulya Budianto ketika dihubungi, Rabu pagi.

Ditlantas Polda Metro Jaya telah melakukan uji coba terhadap normalisasi ruas tol ini. Uji coba buka tutup jalur contra flow sudah dilakukan sejak beberapa minggu lalu.

Restu mengatakan, kepadatan di ruas tol tanpa adanya jalur contra flow relatif sama dengan jika digunakan contra flow. Bahkan, saat ini perilaku masyarakat dalam berkendara sudah membaik sehingga jarang ditemukan ada kendaraan yang saling mendahului ketika di jalan tol.

Namun, contra flow tetap bisa diadakan kembali dalam situasi-situasi yang bersifat darurat. "Misalnya ada tabrakan, kerusakan jalan yang parah, atau kebakaran. Untuk hal-hal yang sifatnya emergency, contra flow bisa diberlakukan," ujar Restu.

Sistem contra flow di Tol Dalam Kota Cawang arah Semanggi itu diberlakukan sejak 29 bulan lalu. Tujuannya ialah untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas dari arah Bekasi menuju arah barat Jakarta dan Tangerang menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Contra flow di jalur Cawang arah Semanggi dapat diterapkan karena perbedaan volume kapasitas kendaraan dibanding arah sebaliknya. Jalur arah Bandara Soekarno Hatta itu begitu padat sehingga kendaraan bergerak lambat. Sementara itu, sisi jalur sebaliknya, atau arah Cawang, masih dalam batas ideal.

Peniadaan contra flow Cawang arah Semanggi ini lantaran pembangunan Tol JORR W2 telah rampung sehingga arus kendaraan dari arah Bekasi arah Bandara Soekarno-Hatta atau Tangerang menjadi terbantu.

Senin, 15 September 2014

Melihat Lebih Dekat, Ini Calon Lokasi Bandara Ali Sadikin

Sampai saat ini, gagasan membangun bandara baru di wilayah Jakarta mememang sudah dituangkan dalam dokumen National Capital Integrated Coastal Development (NCICD)/Pengembangan Terpadu Pesisir Ibukota Negara (PTPIN). Namun, kepastian pelaksanaannya, termasuk lokasi persisnya, masih belum ditetapkan.

Di dalam dokumen NCICD, tertulis soal permintaan pemerintah DKI, sebuah area telah dicadangkan dalam masterplan ini, untuk pengembangan bandara internasional yang baru yang disebut-sebut bernama Bandara Ali Sadikin.

Namun untuk menghindari gangguan dengan lintasan penerbangan dan pendekatan ke bandara yang ada sekarang yaitu Soekarno-Hatta, hanya tempat-tempat yang jauh di bagian barat (di kota Kabupaten Tangerang) atau di timur Teluk Jakarta yang berpotensi untuk pengembangan ini.

Bagian timur teluk ini cukup luas untuk menampung sebuah bandara. Tetapi, kajian bandara yang khusus harus dilaksanakan untuk menilai
kelayakannya, terkait lintasan penerbangan dan dampaknya (pada lingkungan).

Dari dokumen resmi NCICD, Senin (15/9/2014), terdapat sebuah gambar yang menunjukkan calon lokasi bandara baru di Jakarta. Dalam gambar tersebut, lokasinya berada di utara Jakarta di sisi timur.

Terlihat lokasinya persis di mulut muara Kanal Banjir Timur (KBT) Jakarta, yang terhubung langsung dengan laut di teluk Jakarta. Bandara baru ini juga akan berdekatan dengan lokasi pelabuhan baru Tanjung Priok.

Selasa, 01 Juli 2014

Dirut PT KAI: Saya Menentang Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Direktur Utama PT KAI (Persero) Ignasius Jonan menilai megaproyek Shinkansen alias kereta api cepat Jakarta-Bandung yang menelan investasi sekitar Rp 56 triliun tidak berkeadilan.

"Soal kereta cepat Jakarta-Bandung, saya yang paling menentang. Itu tidak berkeadilan," kata  Jonan dalam CEO Speaks on Leadership Class di Universitas Binus, Jakarta, Senin (30/6/2014).

Jonan mengatakan, dirinya menolak pembangunan proyek itu jika didanai dengan anggaran APBN, baik langsung maupun dengan cara utang. Menurut dia, proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung tidak terlalu penting dibanding mengembangkan kereta api trans-Sumatera, trans-Kalimantan, trans-Sulawesi, serta trans-Papua.

"Rohnya APBN itu NKRI. Kalau Jawa aja yang maju, ya merdeka aja Papua dan lainnya itu," ucap Jonan.

Di sisi lain, dia mengatakan, KAI akan mendukung proyek kereta api walaupun mahal tetapi menggunakan dana KAI sendiri dan tidak menggunakan APBN. Misalnya, proyek kereta api Bandara Medan-Kualanamu.

"Sebentar lagi kita juga akan bikin, pakai duit KAI sendiri kereta Bandara Soekarno-Hatta, hampir Rp 3 triliun," katanya.

Seperti diberitakan, Pemerintah Indonesia menerima dana hibah dari Pemerintah Jepang sebesar 15 juta dollar AS untuk studi kelayakan proyek Shinkansen Jakarta-Bandung. Studi kelayakan berlangsung selama dua tahap.

Tahap pertama mulai 28 Januari 2014 hingga April 2015 untuk membahas perencanaan dasar kereta peluru tersebut. Tahap kedua berlangsung dari April 2015 hingga Desember 2015 guna menggodok detail kalkulasi biaya pembangunannya.

Perkiraan awal, proyek kereta kilat ini akan membutuhkan investasi hingga Rp 56 triliun. Dana tersebut termasuk untuk membangun jalur kereta sepanjang 133 kilometer dan pengadaan kereta cepatnya.

Rabu, 04 Juni 2014

Pemprov berencana bangun bandara di kawasan Marunda

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memiliki rencana untuk membangun bandar udara (airport) di wilayah Jakarta Utara, tepatnya di Marunda.

"Dari awal, kita memang sudah punya rencana untuk membuat bandara di Jakarta Utara. Rencananya, kita mau bangun itu di kawasan Marunda," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu.

Menurut pria yang akrab disapa Ahok itu, saat ini pihaknya telah memiliki rancangan sementara bandara tersebut yang didesain sedemikian rupa oleh PT Marindo Bahtera Development.

"Pembangunan bandara baru tersebut bertujuan untuk membantu mengurangi beban yang selama ini hanya menumpuk di Bandara Soekarno Hatta. Kita sudah ada rancangannya," ujar Basuki.

Dia menuturkan bandara yang berlokasi di Jakarta Utara itu akan dibangun sekaligus dikelola secara langsung oleh Pemprov DKI Jakarta.

"Kalau untuk nama bandaranya, kira-kira harus yang ada hubungannya atau identik dengan kawasan Marunda. Mungkin, namanya "Si Pitung" atau yang lain lah, nanti kita pikirkan lagi," katanya.

Selain bandara, dia mengungkapkan Pemprov DKI juga berencana membangun pelabuhan. Rencananya, pelabuhan itu nanti akan terletak di antara di kawasan Tanjung Priok dan Ancol.

"Pokoknya, seluruh rencana pembangunan itu akan kita lakukan di wilayah Jakarta Utara. Jadi, kita punya bandara dan pelabuhan sendiri," kata Basuki.

Rabu, 05 Maret 2014

Bos KAI: Kereta Bandara Soetta Beroperasi Akhir 2015

Proyek kereta rel listrik (KRL) Commuter Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) sedang dikerjakan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama Kementerian Perhubungan. KRL ini akan menghubungkan Stasiun Sudirman Baru di Jakarta Pusat dan Bandara Soetta di Cengkareng.

Proses konstruksi untuk bagian KAI, dari Batu Ceper hingga Bandara Soetta akan dimulai pada pertengahan tahun 2014. Direktur Utama KAI Ignasius Jonan mentargetkan, KRL ini bisa melayani penumpang dari atau ke Bandara Soetta paling lambat akhir 2015.

"Mudah-mudahan Idul Fitri tahun ini pengerjaan fisik (dimulai). Harapan saya mudah-mudahan akhir tahun 2015 sudah bisa dioperasikan," kata Jonan saat ditemui usai jumpa pers di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (5/3/2014).

Jonan menjelaskan, saat ini KAI sedang melakukan pembebasan lahan. Untuk mempercepat proses pembebasan lahan, KAI menunjuk petugas pembebasan lahan independen untuk menentukan nilai ganti rugi (appraisal) lahan yang akan dibayarkan kepada warga.

"Jadi sampai sekarang masalah pembebasan tanah secara prosedur sudah hampir selesai. Nanti kita proses untuk negosiasi, nunjuk appraisal independen. Itu yang akan dinegosiasikan kepada pemilik lahan," jelasnya

Untuk proses kontruksi, KAI menggelontorkan dana hingga Rp 2 triliun untuk pembangunan proyek KRL Bandara Soetta ini.

"Rp 2 triliun kurang lebih, itu termasuk pembebasan lahan," jelasnya.

Kamis, 09 Januari 2014

Ini Rute Penerbangan Komersial dari Bandara Halim Perdanakusuma

Bandara Halim Perdanakusuma sudah siap melayani rute penerbangan domestik, Jumat (10/1). Beberapa maskapai penerbangan mengalihkan pemberangkatan ke beberapa tujuan tertentu dari Bandara Soekarno Hatta ke Banda Halim Perdanakusuma.

Tiga maskapai yang mengalihkan rute penerbangan komersialnya adalah Citilink, Garuda Indonesia dan Air Asia. Namun, tiga maskapai ini mulai beroperasi pada watku yang berbeda. Setidaknya, antar maskapai memulai perjalanan dari Bandara Halim dengan selisih waktu satu bulan.

Berikut rencana daftar rute dari tiga maskapi penerbangan yang akan dialihkan dari Bandara Soetta ke Bandara Halim Perdanakusuma berdasarkan rilis Kementerian Perhubungan yang diterima Metrotvnews.com, kemarin:

Citilink (Pesawat Airbus A320) - 10 Januari 2014
1. Rute Halim-Yogyakarta
2. Rute Halim-Semarang
3. Rute Halim-Malang

Garuda Indonesia (Boeing 737) - Februari 2014
1. Rute Halim-Surabaya
2. Rute Halim-Semarang
3. Rute Halim-Palembang
4. Rute Halim-Yogyakarta
5. Rute Halim-Pontianak.

Air Asia (Airbus A320) - Maret 2014
1. Rute Haligm-Yogyakarta
2. Rute Halim-Medan
3. Rute Halim-Surabaya.

Pada tahap awal, maskapai Citilink menjadi maskapai pelopor yang mengalihkan penerbangan domestiknya melalui bandara ini. Baru kemudian Garuda Indonesia pada Febuari 2014, dan Indonesia AirAsia pada Maret 2014.

Dari sisi fasilitas bandara udara, saat ini Bandara Halim sudah menyediakan tiga parking stand untuk pesawat sejenis B-737-800 NG /B 737-900 dari 13 parking stand yang ada.

Mengingat Bandara Halim saat ini peruntukkannya tidak hanya bagi penerbangan komersial namun juga melayani penerbangan militer dan VIP, kapasitas runway di bandara ini secara keseluruhan adalah 12 pergerakan setiap jam dengan slot time yang tersedia saat ini sebanyak 126 slot untuk pengoperasian 24 jam.

Rabu, 08 Januari 2014

Bandara Halim Siap Melayani Penerbangan Komersial

Persiapan Bandara Halim Perdana Kusuma untuk melayani penerbangan komersiAl sudah hampir rampung.

Meski tidak banyak perubahan yang dilakukan, namun dipastikan pada 9 Januari 2013 sejumlah renovasi dan aktivitas pemugaran selesai dilakukan.

"(Renovasi) ini sudah selesai, tinggal mengecat area keberangkatan saja. Tanggal 9 Januari 2013 harus sudah beres, jadi tanggal 10 Januari 2013 sudah bisa memulai penerbangan komersil," ujar General Manager PT Angkasa Pura 2 Iwan Khrishadianto, saat meninjau persiapan Bandara Halim (8/1).

Menurutnya, pihaknya telah melakukan sejumlah perubahan di bagian dalam bandara  diantaranya dengan memperluas area keberangkatan, area tunggu penumpang (waiting room), dan penambahan mesin X-Ray. Sementara untuk area kedatangan, hanya dilakukan pengecatan saja tanpa melakukan perubahan berarti.

Jumat, 29 November 2013

Mau Pasang RFID? Datang ke Sini Saja, Gratis!

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Ali Mundakir mengatakan, saat ini sudah ada 53 titik posko pemasangan Radio Frequency Identification (RFID) di Jakarta.

Ia menegaskan, pemasangan alat pengendali konsumsi BBM bersubsidi ini gratis. Hal ini disampaikan Ali, terkait informasi yang beredar di pesan berantai pada smartphone yang menyebutkan bahwa pemasangan RFID setelah 30 November 2013 dikenai tarif Rp 200.000.

"Mereka bikin isu yang tidak bertanggung jawab. Itu isu, makanya ini saya tegaskan tidak benar," tegas Ali kepada Kompas.com, Kamis (28/11/2013).

Ali juga menyebutkan, saat ini sudah ada 255 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang terpasang sistem RFID di Jakarta, dari total sebanyak 264 SPBU. Namun, baru ada 5 SPBU yang tengah diujicobakan sistemnya.

“Kita uji cobakan ini yang di SPBU-nya bisa membaca mobil yang sudah dipasangi (RFID), kemudian data itu bisa terekam dengan baik, disimpan di server, dikirim ke server pusat. Setelah sistem ini kita pastikan andal, tidak mengalami gangguan-gangguan yang berarti, baru kita akan implementasikan di seluruh SPBU di DKI. Baru setelah itu bergulir ke seluruh wilayah di Indonesia,” katanya.

Masyarakat yang ingin mengetahui lokasi pos registrasi RFID dapat menghubungi contact center Pertamina 500-000, follow Twitter @SMPBBM dan Facebook: SMPBBM atau melalui www.pertamina.com

Di bawah ini merupakan posko pemasangan RFID, yang dikutip dari situs resmi Pertamina.

Senin, 11 November 2013

Kurangi Macet, Bus Umum Disarankan Boleh Masuk "Busway"


Dewan Transportasi Kota Jakarta menyarankan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperbolehkan semua bus sedang dan besar reguler menggunakan jalur bus transjakarta. Hal itu dimaksudkan untuk mengurai kemacetan lalu lintas yang melanda Jakarta dalam sepekan terakhir.

Namun, sederet aturan diperlukan agar kebijakan jangka pendek itu tak menuai masalah baru. Pemerintah pusat dan DKI diminta segera menyelesaikan masalah kelembagaan penyelenggara transportasi.

Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta Azas Tigor Nainggolan, Minggu (10/11), mengingatkan, masalah pokok bus transjakarta saat ini adalah kekurangan armada. Padahal, jalur sudah bebas hambatan. ”Sembari menunggu armada baru datang dan mempercepat adanya integrasi antarmoda, bus reguler sedang atau kecil akan lebih baik jika dipersilakan menggunakan jalur bus transjakarta,” katanya.

Masuknya bus selain transjakarta di jalur khusus bus sebenarnya telah dimulai sejak sekitar satu tahun terakhir. Bus Kopaja AC yang memiliki spesifikasi bus seperti bus transjakarta dan bus angkutan perbatasan terintegrasi bus transjakarta (APTB) telah berlalu lalang di jalur khusus bus. Kebijakan jalur transjakarta dipakai bus lain ini disebut direct service, yang juga telah diterapkan di beberapa kota besar di negara lain, seperti di Shanghai, China.

Namun, sistem itu belum optimal karena bus non-transjakarta yang beroperasi di jalur khusus amat sedikit serta baru menjangkau rute layanan yang masih sangat terbatas.

Terkait masalah kelembagaan penyelenggara transportasi, Guru Besar Riset Operasi dan Optimasi Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya, Daniel Rosyid, berpendapat, andil besar pemerintah pusat yang ditunggu adalah pembentukan Otoritas Transportasi Jabodetabek. ”Itu paling penting sekarang. Pusat wajib menjamin otoritas ini akan memiliki kewenangan luas karena ia harus bisa mengatasi kompleksitas masalah transportasi di kawasan metropolitan,” kata Daniel.

Adanya otoritas transportasi lintas wilayah ini akan mendukung penerapan kebijakan disinsentif penggunaan kendaraan pribadi, termasuk penerapan tarif parkir sesuai zonasi, jalan berbayar (electronic road pricing/ERP), serta pembangunan angkutan umum dan angkutan massal antarwilayah.

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno pun mendesak pusat segera bertindak. ”Saat Jakarta dilanda banjir besar sampai jalan tol menuju bandara pun terendam, tahun 2007, saat itu juga ada keputusan dibangun jalan tol layang ke bandara. Dalam satu tahun, proyek jadi dan efektif sampai sekarang. Mengapa untuk masalah kemacetan Jakarta yang jelas menyengsarakan jutaan warga, pusat tak cepat bergerak?” katanya.

Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha menyatakan, urusan lalu lintas merupakan tanggung jawab kepala daerah. Pemerintah pusat akan mendukung upaya untuk mengurai kemacetan, tetapi bukan berarti sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah pusat.