Tampilkan postingan dengan label Bike to Work. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bike to Work. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Juli 2020

Lewat Kolaborasi, Pemprov DKI Fasilitasi Sepeda Sebagai Alat Transportasi

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan bekerja sama dengan dengan Institute for Transportation & Development Policy (ITDP) dan Bike to Work Indonesia (B2W Indonesia) memfasilitasi sepeda sebagai penunjang transportasi warga melalui program Sepeda Berbagi.

Untuk tahap awal, saat ini telah disiapkan 35 unit sepeda bagi warga dan ditempatkan pada lima titik parkir sepeda dekat stasiun MRT yakni, Bundaran HI, Dukuh Atas, Taman Budaya Dukuh Atas, Setiabudi Astra, dan Blok M.

Masing-masing titik parkir akan diisi tiga sampai empat sepeda yang dilengkapi dengan stiker nomor sepeda, informasi hotline untuk peminjaman serta akun media sosial. Selama masa uji coba mulai 3-17 Juli 2020, sepeda-sepeda tersebut bisa digunakan secara gratis.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, bersepeda adalah sarana transportasi sekaligus olahraga yang baik dan dapat mengurangi polusi udara.

Terlebih, di Jakarta telah disediakan jalur khusus sepeda sepanjang kurang lebih 60 kilometer untuk menunjang kegiatan para pesepeda agar lebih aman dan nyaman berdampingan dengan pengguna transportasi lainnya.

"Penempatan sepeda di area parkir sepeda di sejumlah stasiun MRT diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas pengguna angkutan umum, terutama MRT. Pengguna MRT bisa langsung melanjutkan perjalanan ke tujuan akhir dengan bersepeda," ujarnya, Jumat (10/7).

Syafrin menambahkan, Dinas Perhubungan DKI Jakarta juga bekerjasama dengan Gowes melakukan uji coba Layanan Bike Sharing mulai 3 Juli 2020 hingga satu bulan mendatang.

Saat ini sudah ada sembilan titik parkir sepeda Gowes yakni, di Stasiun MRT Bundaran HI, Halte Bus Pelican Crossing Bundaran HI sisi Timur, Halte Bus Pelican Crossing Bundaran HI sisi Barat, Depan Gedung Sinar Mas, Halte Bus Balaikota Sisi Selatan, Stasiun Tanah Abang, Walikota Jakarta Pusat/Museum Prasasti, Gedung Dinas Teknis Abdul Muis, dan Gedung Dinas Teknis Jatibaru.

"Tersedia 200 unit sepeda dengan jam operasional pukul 06.00 sampai 18.00," terangnya.

Menurutnya, Dinas Perhubungan DKI Jakarta juga menerima sebanyak 270 unit traffic cone untuk mendukung program Pop Up Bike Lane dari tiga perusahaan.

"Semoga dengan kolaborasi aktif dan dukungan penambahan jumlah traffic cone di sepanjang Pop Bike Lane Jalan Sudirman-Thamrin, pengguna jalan baik sepeda dan kendaraan bermotor dapat bersama-sama berkendara dengan aman dan nyaman," ungkapnya.

Syafrin berharap, melalui penyediaan fasilitas ini dapat menjadi salah satu faktor untuk mendukung penggunaan sepeda sebagai alat transportasi.

"Kami imbau pesepeda semakin tertib dan disiplin menggunakan jalurnya atau kami sebut Jalan Tol Sepeda dan berkenan berbagi jalan dengan sesama pengguna jalan yang lain," tandasnya.

Jumat, 19 Juni 2020

Berangkat Kerja Bersepeda, Anies-Ariza Dorong Penggunaan Transportasi Sepeda

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (Ariza) bersama komunitas Bike to Work kompak berangkat kerja dengan bersepeda ke Balai Kota dari kediaman masing-masing pada Selasa (16/6) pagi.

Dalam kesempatan tersebut, Anies menegaskan sepeda harus dipandang bukan sekadar alat olah raga, tetapi juga alat transportasi dari satu tempat ke tempat lainnya.

"Saya mengajak kepada seluruh masyarakat, mari lihat sepeda bukan sekadar sebagai alat olah raga, tapi sebagai alat transportasi. Jadi, kalau mau pergi ke warung, bisa naik sepeda. Mau pergi ke toko, bisa naik sepeda. Mau pergi ke rumah ibadah, sepeda. Mau ke kantor bisa naik sepeda," ujar Anies, dikutip dari siaran pers PPID Provinsi DKI Jakarta.

Anies menyatakan, bersepeda sejatinya tidak memerlukan peralatan khusus dan sepeda yang digunakan tidak perlu mahal, melainkan bisa berfungsi dengan baik. Gubernur Anies menyampaikan kerap melakukan peninjauan dan kunjungan berpakaian dinas dengan sepeda.

"Jadi, sepeda ini alat transportasi dan tidak perlu pakaian khusus, sepatu khusus. Cukup sepeda, helm, pakai pakaian yang kita biasa pakai, dan jalan. Saya sering pakai batik, sering pakai seragam (saat bersepeda), ya memang karena sepeda sebagai alat transportasi. Jadi itu yang kita dorong sama-sama. Tadi saya naik sepeda dari Lebak Bulus ke Kantor itu kira-kira 19 km. Mungkin kalau orang sepintas merasa waduh 19 km itu kan jauh ya. Sesungguhnya kalau naik sepedanya santai, lalu rodanya atau giginya dipasang di gigi normal, berjalan rileks saja," terangnya.

Anies juga menjelaskan, selama masa PSBB, masyarakat mulai banyak yang memakai sepeda sebagai alat transportasi sehingga terdapat peningkatan jumlah pengguna sepeda sebesar 10 kali lipat di sepanjang Sudirman-Thamrin. Karena itu, Gubernur Anies menyatakan jalur sepeda disiapkan melalui penggunaan pembatas traffic cone (kerucut jalan), selain dari jalur sepeda khusus yang telah dibangun sebelumnya.

"Animo masyarakat untuk bersepeda itu meningkat tinggi sekali. Kita sudah mendorong ini sejak beberapa waktu yang lalu, bahkan tahun lalu kita sudah tambah jalur 63 km. Dan sekarang kita tambahkan tambahan jalur popup sementara untuk para pesepeda supaya aman. Alhamdulillah ini tertata dengan baik, insyaAllah bisa digunakan terus," tandasnya.

Jumat, 20 September 2019

Gubernur DKI Berdialog dengan Komunitas Pesepeda

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyempatkan diri berdialog dengan  warga yang tergabung dalam komunitas pesepeda di Pendopo Balai Kota, usai bersepeda sejauh 16 kilometer dari Veledrome, Rawamangun, Jumat (20/9).
Dalam dialog itu, berbagai aspirasi disuarakan pecinta sepeda seputar penyediaan prasarana dan sarana pendukung dalam upaya penyediaan jalur sepeda di ruas jalan Ibukota.
Menanggapi aspirasi itu, Anies mengatakan, pihaknya memulai penyediaan jalur sepeda yang terbagi menjadi tiga fase dengan total sepanjang 65 kilometer. Fase pertama sepanjang 25 kilometer yang diutamakan di sepanjang jalan yang terkena kebijakan ganjil genap (gage).
"Tadi pagi, dari Velodrome Rawamangun hingga ke Balai Kota, kami menyediakan infrastruktur berupa jalur sepeda dan pembatas sehingga pesepeda terlindungi. Namun, sejumlah ruas  sepanjang fase pertama belum terpasang marka karena perbaikan aspal. Setelah rampung akan dipasang  marka jalan," ujar Anies. 
Ia berharap mayoritas jalan di Ibukota nantinya tersedia jalur sepeda. Namun, sebagian ruas jalan lebar akan diberikan pembatas, tapi jalan yang tidak lebar akan dipasang marka saja.
"Jadi, akan ada variasi dalam format jalan bagi jalur sepeda," paparnya.
Anies juga menceritakan pengalaman menyenangkan saat bersepeda dari Velodrome Rawamangun menuju Balaikota DKI dengan sepeda yang dipakai saat berkuliah. Menurutnya, naik sepeda dari Velodrome menuju Balaikota sepanjang 16 kilometer ternyata lebih cepat dibandingkan naik mobil.
"Menyenangkan karena sudah lama tidak bersepeda. Kita nanti menggunakan sepeda lebih banyak untuk kegiatan lingkungan," paparnya.
Gubernur juga mengajak warga Ibukota menggunakan sepeda sebagai alat transportasi, bukan olahraga semata yang membutuhkan sepatu, pakaian dan kacamata khusus.
"Yang terpenting tersedia sepeda dan pelindung kepala, lalu jalan. Jadi kalau mau ke tempat yang dekat rumah dan mudah dijangkau cukup naik sepeda," tuturnya.
Ia menegaskan, Pemprov DKI Jakarta saat ini gencar mensosialisasikan naik sepeda dan menyediakan prasarana dan sarana pendukung.
"Jangka panjang, akan diberlakukan sanksi bagi kendaraan bermotor yang menggunakan jalur sepeda di jalan Ibukota," tegasnya.
Sementara Tedy, salah seorang anggota komunitas Gowes Sepeda ke Kantor (Gontor), berharap jalur sepeda di ruas jalan Ibukota diperbanyak di masa mendatang. Dia mengaku, setiap hari bersepeda dari kediamannya di Kelapa Dua, Depok  menuju kantor di bilangan Rasuna Said, Jakarta Selatan. 
"Sekarang ini sepanjang jalur yang dilalui belum tersedia jalur sepeda jadi masih sama dengan kendaraan bermotor. Ya mudah mudahan jalur sepeda tersedia sehingga pesepeda aman di jalan," tandasnya.

Rabu, 07 Maret 2018

Wagub Serap Aspirasi Komunitas Sepeda

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno menyerap aspirasi dari komunitas sepeda. Tujuannya, untuk mengetahui usulan dan kebutuhan dari mereka yang melakukan rutinasnya dengan bersepeda.

Dikatakan Sandi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta siap bekerjasama dengan komunitas sepeda di Ibukota seperti, Bike to Work, MTB Federal Indonesia, dan Rocketers untuk menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada pesepeda.

"Pemprov DKI berkomitmen memberikan ruang yang lebih ramah kepada pesepeda," kata Sandi usai melakukan audiensi bertajuk "Jakarta Sahabat Sepeda", di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (7/3).

Menurutnya, komunitas pesepeda menyampaikan evaluasi terkait jalur sepeda yang sudah ada. Usulan ini nantinya akan diakomodir oleh Pemprov DKI, termasuk untuk meminta pengelola gedung agar menyiapkan fasilitas yang baik bagi pesepeda.

"Kita akan mengingatkan pemilik gedung untuk menyediakan kamar ganti dan kamar mandi, serta area parkir sepeda yang aman," terangnya.

Sandi menambahkan, dirinya menyambut baik keinginan dari komunitas sepeda untuk menggelorakan kegiatan bersepeda setiap hari Jumat.

"Kita ingin mendorong lebih banyak lagi masyarakat untuk bersepeda," tandasnya.