Senin, 07 Juli 2014

Usai Lebaran, Penyerobot Jalur Transjakarta Dikenai Denda Maksimal

Walau kerap ditertibkan, pengendara di ibukota masih nekad menyerobot jalur Transjakarta. Padahal, ancaman denda maksimal sempat disosialisasikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan yang bekerjasama dengan Ditlantas Polda Metro Jaya. Namun belakangan, sterilisasi jalur Transjakarta terlihat mengendur sehingga kendaraan terkesan bebas melaju di jalur khusus tersebut.

Melihat fenomena itu, pihak Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta kembali berpikir untuk melaksanakan sterilisasi jalur bus Transjakarta. Setidaknya, pasca Lebaran Idul Fitri 1453 H mendatang, program sterilisasi jalur Transjakarta akan ditingkatkan. Bahkan, penerapan denda maksimal akan langsung diterapkan. Yakni bagi pengendara sepeda motor denda Rp 500 ribu dan mobil Rp 1 juta.

Kepala BLU Transjakarta, Pargaulan Butar-butar membenarkan adanya rencana meningkatkan kembali sterilisasi jalur Transjakarta. Bahkan, pihaknya juga akan meminta pada aparat kepolisian dalam hal ini Ditlantas Polda Metro Jaya untuk menerapkan denda maksimal. Hal ini mengingat angka penyerobot jalur Transjakarta terus meningkat. Walau angkanya belum diketahui secara pasti, namun fakta di lapangan menunjukkan kendaraan yang melintas di jalur Transjakarta setiap harinya cukup tinggi.

“Belakangan ini memang terlihat kendaraan yang menyerobot jalur Transjakarta cukup tinggi. Makanya pasca lebaran nanti akan digelar kembali sterilisasi jalur Transjakarta bahkan dengan penerapan denda maksimal. Sehingga ada efek jera bagi para pengendara agar tak menyerobot jalur Transjakarta lagi,” ujar Pargaulan Butar-butar, Senin (7/7).

Seperti biasanya, agar hasilnya maksimal pihaknya akan menggandeng Ditlantas Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan DKI dalam melakukan sterilisasi jalur Transjakarta ini.

Diakui Pargaulan, belakangan program sterilisasi jalur Transjakarta sempat mengendur. Hal ini karena wilayah ibu kota kerap diguyur hujan sehingga saat terjadi genangan di jalan reguler, kendaraan banyak yang masuk ke jalur Transjakarta. Problem lain yang dihadapi saat ini adalah banyak sparator koridor Transjakarta yang rusak. Bahkan ada pula sparator yang tingginya hampir sejajar dengan kondisi jalan umum, sehingga memudahkan kendaraan lain untuk masuk ke jalur Transjakarta dengan bebas.

Sejumlah koridor yang rawan penyerobotan di antaranya adalah, koridor 7 (Kampung Rambutan-Kampung Melayu), koridor 5 melayani Kampung Melayu-Ancol, koridor 9 Pinang Ranti – Pluit, koridor 10 Cililitan – Tanjung Priok dan sejumlah koridor lainnya.

Dalam cacatan BLU Transjakarta, selama diberlakukan sterilisasi, angka penumpang Transjakarta rata-rata per hari mengalami peningkatan. Yakni dari 310 ribu menjadi 370 penumpang per harinya. Namun sayangnya saat program sterilisasi tak ada, volume penumpang kembali menurun pada angka 340 ribu penumpang per hari.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar