Senin, 09 September 2013

Terminal Bus di Jakarta Akan Bergaya Kolonial

Pemprov DKI Jakarta akan merevitalisasi seluruh terminal bus di ibu kota mulai tahun 2014 mendatang. Hal ini dilakukan untuk mengubah image bahwa terminal identik dengan kesan kumuh, polusi, dan banyak preman.

Nantinya, seluruh terminal di Jakarta akan diubah menjadi gaya kolonial atau colonial style dengan ruang terbuka hijau (RTH) yang lebih banyak. Anggaran yang diajukan untuk revitalisasi 15 terminal di Jakarta mencapai Rp 1,7 triliun. Ditargetkan revitalisasi terminal tersebut rampung dalam satu tahun.

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengatakan, sebuah terminal harus memiliki konsep yang baik. Sehingga bisa menghilangkan persepsi terminal adalah tempat preman, kumuh, dan berpolusi. "Masyarakat harus diberikan kenyamanan. Agar masuk ke terminal tuh, image-nya bukan preman, polusi. Konsepnya masuk ke terminal tuh kayak masuk ke hotel bintang 5," kata Jokowi, di Balaikota DKI Jakarta, Senin (9/9).

Semua terminal di Jakarta akan diubah dengan konsep gaya kolonial. Tidak hanya bangunan terminal saja yang diubah, aliran kendaraan dan penumpang juga diperbaiki. Sehingga tidak akan ada crossing atau pertemuan antaran kendaraan dengan penumpang. "Akan dibangun colonial style. Contoh kalau kita masuk ke Kentucky Fried Chicken (KFC) dan Mc Donald (McD) semua negara sama. Kemudian flow alirannya juga diatur, penumpang tidak nyebrang dan ter-crossing dengan bus. Sehingga yang nyebrang aman, bus nya juga bisa mengalir denggan lancar," jelasnya.

Selain itu, disiapkan juga tempat untuk pedagang berjualan, sehingga tidak ada PKL yang membuat semrawut.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono mengatakan, di Jakarta terdapat 18 terminal. Sementara yang akan direvitalisasi menggunakan dana APBD hanya 15 terminal. Sedangkan sisanya diserahkan kepada pihak swasta.

Ke-15 terminal tersebut yakni, terminal Kampung Rambutan, Manggarai, Kalideres, Pulogadung, Rawamangun, Muara Angke, Ragunan, Tanjungpriok, Kota Jakarta, Klender, Pasar Minggu, Senen, Pinang Ranti, Kampung Melayu, dan Grogol.

Ravitalisasi akan dilakukan dengan tiga konsep, yakni mezzanine concept, pedestrian concept, dan combination concept. Pembagian konsep tersebut dilihat dari luas terminal saat ini. Jika terminal memiliki luas di atas 5.000 meter persegi maka menggunakan mezzanine concept yakni untuk terminal Kampung Rambutan, Pulogadung, Kalideres, dan Rawamangun.

Kemudian untuk terminal kecil seperti, di Muara Angke, Ragunan, Tanjungpriok, Kota Jakarta, Klender, dan Pasar Minggu menggunakan pedestrian concept. Sementara untuk yang luas tanahnya sedang, digunakan combination concept, yakni untuk Terminal Manggarai, Senen, Pinang Ranti, Kampung Melayu, dan Grogol.

Dikatakan Pristono, tiga terminal lainnya yakni Lebak Bulus, Blok M, dan Cililitan, akan dikerjakan oleh pihak ketiga. Untuk terminal Lebak Bulus, dibangun oleh PT MRT Jakarta, karena sekaligus dibangun depo MRT. Sementara untuk dua terminal lainnya Blok M dan Cililitan dikerjakan oleh swasta. "Sekarang baru kita paparkan konsep dan detail engineering design-nya," kata Pristono.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar