Kamis, 24 Januari 2013

Transjakarta Luncurkan Tiket Elektronik

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo hari ini meluncurkan kartu e-ticketing Bus Trans-Jakarta di Silang Monumen Nasional, Jakarta Pusat. Momen itu bertepatan dengan peringatan 100 hari dilantiknya pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017.

e-ticketing yang mirip kartu ATM ini merupakan kerja sama lima bank. Bank tersebut juga membantu investasi e-ticketing Trans-Jakarta. Sebagai kompensasi, bank dapat memanfaatkan halte busway untuk sarana edukasi dan pemasangan mesin ATM sebagai sarana isi ulang.

Saat ini layanan e-ticketing ini telah dapat digunakan untuk koridor 1 dengan rute Blok M-Kota. Sedangkan koridor lainnya rencananya baru dapat menggunakan e-ticketing mulai Februari 2013 dan diharapkan pada April 2013 seluruh koridor bus Trans-Jakarta dapat melayani sistem e-ticketing.

Untuk sementara, penjualan kartu e-ticketing telah dapat dilakukan di 13 shelter busway, yakni Halte Blok M, Dukuh Atas, Sarinah, Harmoni, Kota, Pulogadung, Arion, Utan Kayu, Manggarai, Ragunan, GOR Sumantri, Mampang, dan Kuningan Barat.

"Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi solusi permasalahan transportasi di Jakarta dengan menciptakan kebiasaan masyarakat menggunakan e-money. Diawali dari Transjakarta dan akan berlanjut ke sarana transportasi lain seperti kereta api," harap Jokowi (metrotvnews, 22/01/2013)

Dalam peluncuran itu Jokowi beserta direksi lima bank mencoba naik bus gandeng Trans-Jakarta terbaru asal China Zhong Tong. Mereka berangkat dari halte Monas menuju halte Kota.

Saat ini terdapat 12 koridor bus Trans-Jakarta dengan penjualan tiket 320 ribu transaksi per hari. Dengan harga tiket Rp3.500 per satu perjalanan, maka penjualan tiket mencapai Rp1,12 miliar per hari. Lebih lanjut, sistem ini ditargetkan untuk dapat mendongkrak pendapatan penjualan tiket hingga satu juta transaksi setiap harinya dan diharapkan dapat memberikan kontribusi besar bagi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

Gubernur DKI Jakarta mengatakan, ke depannya, Trans-Jakarta akan ditambah armadanya sebanyak 500 unit. Juga ada tambahan enam stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG). Sesuai rencana Kopaja dan Metromini juga akan masuk ke dalam jalur bus Trans-Jakarta.


Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta Muhammad Akbar mengatakan di setiap halte bus Transjakarta di 12 koridor busway akan disediakan satu alat card reader untuk membaca kartu e-ticketing. Alat ini akan langsung membaca kartu dan mengurangi saldo yang ada dalam kartu itu.

“Card readernya bisa membaca seluruh kartu yang ada. Meski setiap kartu berbeda-beda gambarnya karena dikeluarkan oleh lima bank yang berbeda, jangan khawatir lima kartu tersebut bisa dibaca semuanya,” kata Akbar usai peluncuran e-ticketing di Monas, Jakarta, Selasa (Berita Satu, 22/1/2013).

Dengan adanya tiket elektronik ini, jumlah transaksi penjualan tiket akan lebih mudah, terukur dan lebih transparan. Sistem ini menjadikan BLU Transjakarta sebagai clearing house dari seluruh transaksi.

Seluruh transaksi tersebut akan dilaporkan kepada lima bank yang bekerja sama dengan Pemprov DKI untuk program ini. Yaitu Bank Mandiri, Bank DKI, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Central Asia (BCA) dan Bank Negara Indonesia (BNI).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar