Kamis, 11 Desember 2014

Dikelola BUMD, TransJakarta Tetap Disubsidi Pemprov DKI Jakarta

Tahun depan, pengelolaan TransJakarta akan dilakukan oleh BUMD. Meski demikian, Pemprov DKI Jakarta sebagai pengawas tetap memberikan bantuan subsidi.

"Seperti kita ketahui sudah hampir 11 tahun sejak TransJ beroperasi tidak pernah mengalami kenaikan tarif angkutan dari dulu hingga sekarang hanya Rp 3.500," ujar Direktur Operasional PT Transportasi Jakarta, Heru Herawan dalam diskusi 'Transisi Transjakarta dan Peningkatan Mutu Pelayanan' di Universitas STMT Trisakti, Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur, Kamis (11/12/2014).

Sementara dalam perkembangannya dari tahun ke tahun. Jumlah penumpang selalu bertambah menjadi 30%.

"Produksi KM pun juga meningkat 32% dan terus bertumbuh jika kita lihat pada tahun 2011 jumlah penumpang lebih tinggi dibanding 2012 kemudian pada 2013 kita bertambah lagi karena ada pertambahan armada," tuturnya.

Berdasarkan data dari UP TransJ, penumpang transportasi itu mendapat subsidi dari Pemda. Jika dalam perhitungan seharusnya tarif normal TransJ sekitar Rp 12 ribu.

"Akan tetapi kisaran ini belum termasuk dari dampak kenaikan UMP dan bahan bakar," kata Heru.

Sementara Kasubag TU UP TranJ, Priyanto mengatakan meski telah lepas pengelolaan. Pihaknya sebagai regulasi pengawas memiliki ketetapan tarif.

"Tentu hal ini setelah melalui pembahasaan di DPRD. Sehingga mereka harus tetap mengikuti ketentuan itu," ujar Priyanto.

Ia menjelaskan Pemprov DKI Jakarta sendiri tetap berikan subsidi bantuan. Sehingga jika pada hasil perhitungannya tarif moda transportasi itu Rp 12 ribu, akan mendapat bantuan.

"Jadi nanti kita akan subsidi PSO bukan bahan bakar, misalkan nanti tarif perhitungan mereka Rp 12 ribu akan disubsidi Rp 7 ribu sehingga tarifnya Rp 5 ribu. Nantinya subsidi ini akan dicabut melihat indikator dari penumpang," tutupnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar