Selasa, 11 November 2014

Basuki Tak Mau Dikawal Voorijder Lagi

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengaku siap tidak mendapat pengawalan (Voorijder) dari Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta dalam perjalanan dari rumah menuju Balaikota.

"Tadi dalam rapat, saya bilang kepada ajudan bahwa kita minta tidak dikawal voorijder dari Dinas Perhubungan lagi," kata Basuki, di Balaikota, Senin (10/11) sore.

Dia mengaku keputusan tersebut diambil karena banyak pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta yang menyalahgunakan pengawalan Dishub dan polisi. "Ini dimaksudkan agar para walikota tidak ikut-ikutan minta pengawalan sehingga dapat mengurangi kemacetan di Jakarta," ujarnya.

Namun, kata dia, pengawalan dapat diminta jika hendak menghadiri rapat penting atau mengejar waktu menuju bandara. "Pengawalan dapat diberikan untuk urusan yang penting banget. itu pun cukup minta bantuan polisi saja," tegasnya.

Menurut Basuki, petugas Dishub DKI seharusnya mengawal mobil pemadam kebakaran dan layanan bus tingkat gratis di masa mendatang. "Jadi, kita tidak perlu dikawal kecuali mendesak. Itu pun minta bantuan polisi untuk mengatur lalu lintas," ungkapnya.

Selain pejabat DKI, pria yang akrab disapa Ahok itu juga meminta para menteri di Kabinet Kerja untuk tidak menggunakan voorijder. Ia akan menyampaikan rencana tersebut kepada Presiden Joko Widodo setiba di Jakarta usai menggelar kunjungan kerja ke luar negeri.

"Nanti aku mau ngomong sama Pak Jokowi kalau ada kesempatan. Syukur kalau rencana ini disetujui, menteri pun tidak perlu dikawal. Kalau semua minta, personil polisi lalu lintas (Polantas) habis. Semua minta kawal, jalanan macet habis, " tukasnya.

Sekadar diketahui, Pemprov DKI bersama Polda Metro Jaya telah sepakat menerapkan pembatasan lalu lintas sepeda motor di sepanjang Jalan Medan Merdeka Barat hingga Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat yang bakal diterapkan pada bulan Desember mendatang.

Melalui kebijakan pembatasan lalu lintas tersebut, pengendara sepeda motor dilarang melintas di sepanjang ruas Jalan Medan Merdeka Barat hingga Bundaran HI. Pemprov DKI akan menyediakan sarana bus tingkat gratis bagi warga yang sehari-hari beraktivitas atau berkantor di sepanjang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar