Kamis, 02 Januari 2014

Tantangan PT Transjakarta Setelah Resmi Jadi BUMD

Sejumlah tantangan harus dihadapi pengelola PT Transjakarta menyusul peresmian Badan Layanan Umum (BLU) ini menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Beberapa hal juga patut dievaluasi untuk tercapainya pelayanan maksimal untuk masyarakat ibu kota. Seperti masih banyaknya kecelakaan yang dialami moda transportasi “VIP” ini. Mulai dari lepas ban, terbakar, hingga menabrak pengendara lain atau pejalan kaki.

"Ada tiga bidang yang harus ditingkatkan PT Transjakarta setelah menjadi BUMD," ujar Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Triwisaksana saat berbincang dengan Okezone, Kamis (2/1/2014).

Pertama, kata Sani, sapaan akrab Triwisaksana, adalah peningkatan sumber daya manusia (SDM). "Harus benar-benar direkrut secara profesional di semua tingkatan. Termasuk si sopir," terangnya.

Dengan adanya profesionalitas SDM, lanjut dia, sistem keuangan perusahaan juga harus lebih terbuka dan transparan. "Hingga bisa menghasilkan keuangan yang bisa mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD)," imbuhnya.

Karena itu, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengimbau PT Transjakarta untuk mempunyai strategi jitu agar dapat meningkatkan PAD DKI.

"Tanpa strategi yang baik, maka tak akan bisa memperbaiki keuangan. Karena selama menjadi BLU (Badan Layanan Umum), terus meminta penambahan modal saja. Artinya, ngapain juga dijadikan PT, kalau enggak bisa berubah," tandasnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar