Selasa, 12 September 2006

Lajur Sudirman-Thamrin Ditambah, Jalur Hijau Jadi Korban

Berbagai upaya dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk mengurangi kemacetan di jalan protokol. Setelah three in one dan busway, Bang Yos memutuskan menambah jalur di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin.

Pembangunan proyek penambahan jalur yang akan dimulai Oktober dan berakhir Desember ini akan mengorbankan separator berupa taman di jalur hijau dan pembatas antara jalur cepat dan lambat. "Yang tadinya dua jalur-dua jalur menjadi terbuka 5, itu yang di Thamrin. Yang di Sudirman yang tadinya ada dua lajur untuk regulernya sekarang menjadi 3 lajur," ungkap Kepala Dinas PU Pemprov DKI Jakarta Wisnu Subagyo usai melakukan pemaparan tertutup di depan Gubernur Sutiyoso di Balaikota, Jalan Medan merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (12/9/2006).

Menurutnya, untuk proyek ini pohon-pohon yang ditebangi akan diupayakan seminimal mungkin. Proyek juga diusahakan tidak mengganggu arus lalu lintas. "Lajur di Thamrin tidak mengganggu pedestrian karena kita akan memanfaatkan separator yang membatasi jalur cepat dan lambat. Untuk Sudirman kita akan mengambil separator berupa taman antara jalur cepat dan lambat. Kita kurangi 1-1,5 meter. Jadi pohonnya kena sedikit, di bawah 10, dan kemacetan sudah kita antisipasi," beber Wisnu. Anggaran yang dikeluarkan untuk proyek ini sekitar Rp 30 miliar. Dana tersebut akan diambil dari Anggaran Belanja Tambahan (ABT).

Sementara untuk jalur yang sulit diperlebar karena kesulitan kondisi lahan, seperti di jalur dekat Jalan Setiabudi, Pemprov DKI sudah mengantisipasinya. "Untuk jalur yang tidak bisa dipindahkan, katakanlah di jalur reguler ada 3, begitu di sana jadi 2. Yang satu masuk jalur lambat dan kemudian jalur ini menyesuaikan, paling-paling hanya 70-100 meter lalu kembali seperti semula," beber Wisnus penuh keyakinan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar