Minggu, 14 Desember 2014

(Kriteria Angkutan Umum dalam Konsep) SMART CITY

Salah satu kriteria dalam konsep SMART CITY adalah akses angkutan umum secara real time. Salah satu cara untuk mengecek apakah kota tersebut sudah termasuk dalam kriteria SMART CITY adalah pengguna angkutan umum dapat mencari informasi alternatif trayek dari asal ke tujuan perjalanan menggunakan aplikasi google map secara mudah. Disini saya akan membandingkan 3 Kota; Paris, Bangkok dan Jakarta.

PARIS:
Kota ini sudah dipastikan sebagai SMART CITY dimana seluruh warganya dapat mengakses informasi apapun secara real time termasuk informasi angkutan umum. Angkutan umum (Metro, Tram, Bus) menjadi tulang punggung pergerakan komuter warga di Paris, karena tidak saja murah tetapi juga memberikan akses informasi yang sangat detil kepada pengguna melalui internet.
Contoh sederhana perjalanan dari Universite Paris-Est Creteil (kampus dimana saya menyelesaikan S3) menuju Gare de Lyon (salah satu stasiun KA utama di kota Paris).
Saat pengguna angkutan umum mengetik Universite Paris-Est sebagai asal dan Gare de Lyon sebagai tujuan perjalanan di google map, maka detik itu juga alternatif trayek akan muncul (cek peta dibawah ini). Pengguna dapat membandingkan semua trayek dan mencari alternatif terbaik dari semua opsi yang tersedia (manakah trayek dengan waktu tempuh tercepat?, berapa tarifnya?, berapa lama waktu berjalan kaki? dan juga berapa lama jarak antar kendaraan?). Anda dapat menggunakan metro, bus, atau kombinasi angkutan umum tersebut.
Informasi yang pengguna dapatkan dari google map adalah sama dengan kondisi riil dilapangan. Tidak ada perbedaan informasi google map dengan jadwal kereta atau bus di stasiun/ halte serta hampir tidak ada keterlambatan perjalanan.
Paris sebagai Smart City? Saya YES YES YES!

BANGKOK:
Anda semua pasti pernah mendengar ibukota Thailand ini, negeri gajah putih yang sangat terkenal kekuatan sepakbolanya di Asia Tenggara. Terasil Dangda merupakan satu-satunya pemain sepak bola Asia Tenggara yang berhasil menembus La Liga Spanyol bersama klub Almeria.
Sektor angkutan umum di Bangkok boleh dibilang belum sesempurna Paris, tapi pelayanannya sudah cukup bagus. Definisi angkutan umum yang salah satunya mempunyai rute tetap dan teratur, benar-benar diimplementasikan di kota ini (Rute tetap = melawati jalur yang diijinkan, teratur = mempunyai jadwal yang tetap). Tidak ada angkutan khususnya bus yang ngetem sembarangan, tidak ada juga penumpang yang naik turun angkutan sesuka mereka.
Saat anda ingin melakukan perjalanan dari Victory monument (Bundaran besar di Bangkok) menuju Chaktuchak station (pasar terkenal di Bangkok), cukup ketik di google map maka akan muncul pilihan trayek angkutan umum (Bangkok Sky Train/ BTS, Bus, atau kombinasi keduanya. Cek peta dibawah).
Dipeta tersebut pengguna akan mendapatkan informasi waktu perjalanan setiap trayek, mana trayek tercepat, berapa lama waktu berjalan kaki menuju stasiun/ halte, dan juga waktu antar kendaraan. Jika dibandingkan dengan Paris, informasi angkutan umum di Bangkok hanya kurang tarif yang harus dibayar oleh penumpang. Tidak ada perbedaan informasi yang signifikan antara google map dengan jadwal kereta atau bus di stasiun/terminal/halte. Penumpang tetap percaya informasi google map sangat bisa diandalkan untuk mengakses informasi angkutan umum di Bangkok secara real time.
Bangkok sebagai SMART CITY? 1 YES!

JAKARTA:
Siapapun Gubernurnya, saya berharap mereka dapat membawa Jakarta ke arah yang lebih baik. Kualitas angkutan umum khususnya bus, angkot sangat jauh dari ideal. Aturan rute tetap dan teratur banyak dilanggar tidak hanya oleh awak angkutan tetapi juga disebabkan malasnya penumpang berjalan kaki menuju tempat pemberhentian angkutan umum.
Dengan google map, penumpang dari terminal kampung Melayu menuju Ratu Plaza akan mendapatkan alternatif angkutan umum di jalur tersebut (lihat peta dibawah). Penumpang dapat menggunakan bus, kereta commuter line, transjakarta atau kombinasi. Dipeta tersebut penumpang dapat melihat waktu tempuh, waktu berjalan kaki, dan juga waktu antar kendaraan. Hampir sama dengan informasi google map untuk kasus Bangkok.
Tapi untuk kasus Jakarta, yakinkah anda informasi google map ini sama dengan kondisi riil dilapangan? Secara pribadi, saya menjawab tidak. Banyak sekali deviasi yang terjadi. Saat penumpang sudah diterminal menyesuaikan dengan informasi google map, belum tentu angkutan umum yang kita harapkan sudah ada disana. Sama sekali tidak ada kepastian!
Ayo Pak Ahok, maksimalkan waktu anda yang tersisa untuk merealisasikan konsep SMART CITY di Jakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar