Selasa, 27 Mei 2014

Beberapa Halte Transjakarta Akan Jadi Tanpa Jembatan Penyeberangan

Direktur Institute Transportation for Development Policy (ITDP) Indonesia Yoga Adiwinarto mengungkapkan, pihaknya sedang menyiapkan rancangan baru halte transjakarta yang nantinya tidak perlu diakses melalui jembatan penyeberangan.

Nantinya, akses menuju halte hanya akan menggunakan zebra cross dan lampu merah. Namun, menurut Yoga, rancangan halte tersebut hanya akan digunakan di halte-halte yang berada di ruas jalan yang lebarnya tak lebih dari 40 meter.

Ia menilai, konsep halte tanpa melalui jembatan penyeberangan itu akan cocok dibangun di jalur transjakarta Koridor VI yang melewati jalan-jalan di kawasan Ragunan, Buncit, dan Mampang.

"Jadi, tidak perlu naik-naik ke jembatan penyeberangan, cuma nyebrang di zebra cross yang dilengkapi lampu merah saja. Kayak halte di Balaikota. Yang seperti itu akan lebih cepat dan efektif untuk penumpang," katanya kepada Kompas.com, Selasa (27/5/2014).

Yoga menilai, mempermudah dan memberi kenyamanan orang untuk mencapai halte merupakan salah satu faktor yang dibutuhkan untuk meningkatkan jumlah penumpang transjakarta, selain mempersingkat waktu kedatangan bus dan mempersingkat waktu tempuh.

"Karena kan lebih bagus kalau orang tidak perlu naik turun jembatan. Jadi, tinggal nyebrang saja, bisa menghemat waktu 3-5 menit," ujarnya.

Yoga mengatakan, rancangan tersebut sudah diajukan ke Dinas Perhubungan, dan disetujui oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan wakilnya, Basuki Tjahaja Purnama. "Sudah di-approve. Cuma sekarang lagi tertunda saja karena lagi ada pembangunan MRT," ujarnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar