Jumat, 04 April 2014

Ini Jalur Alternatif Selama Pembangunan Stasiun Bawah Tanah MRT

PT MRT Jakarta memulai proses penggalian stasiun bawah tanah proyek moda transportasi massal berbasis rel, MRT, di Bundaran Hotel Indonesia hingga Sarinah, Jumat (4/4/2014) malam ini. Akibat pengerjaan penggalian itu terjadi penyempitan jalan di daerah tersebut. Untuk mengurangi kemacetan di ruas protokol tersebut, PT MRT Jakarta telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya dalam melakukan rekayasa lalu lintas serta membuat jalur alternatif.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Muhammad Akbar menjelaskan, mulai pekan depan, dampak lalu lintas dari pengerjaan penggalian stasiun bawah tanah MRT lebih terasa. Terlebih dengan adanya penutupan median jalan untuk pengerjaan konstruksi tersebut. Pengaturan lalu lintas itu, kata dia, fokus pada arus lalu lintas utara ke selatan daripada selatan ke utara.

Dari arus lalu lintas selatan ke utara (Bundaran HI-Sarinah), pengguna kendaraan bermotor dapat melalui Jalan Jenderal Sudirman-Jalan Karet Pasar Baru-Jalan KH Mas Mansyur-Jalan Cideng Barat-Jalan Cideng Timur-Jalan Jatibaru-Jalan Abdul Muis-Jalan Majapahit dan seterusnya.

Kemudian dari sisi timur, dapat melalui Jalan Jenderal Sudirman-Jalan Galunggung-Jalan Sultan Agung-Jalan Madiun-Jalan Sunda Kelapa-Jalan Imam Bonjol-Jalan HOS Cokroaminoto-Jalan Sam Ratulangi-Jalan Cut Meutia-Jalan Menteng Raya-Jalan Ridwan Rais-Jalan Medan Merdeka Timur-Jalan Medan Merdeka Utara-Jalan Majapahit dan seterusnya.

Sementara jalur alternatif dari utara ke selatan (Sarinah-Bundaran HI), pengendara kendaraan bermotor dapat melintasi Jalan Majapahit-Jalan Medan Merdeka Barat-Jalan Budi Kemuliaan-Jalan Fachrudin-Jalan KH Mas Mansyur-Jalan Karet Pasar Baru-Jalan Galunggung-Jalan Jenderal Sudirman dan seterusnya.

Dari sisi timur, pengendara dapat melintasi Jalan Majapahit-Jalan Medan Merdeka Barat-Jalan Medan Merdeka Selatan-Jalan Ridwan Rais-Jalan Prapatan-Jalan Menteng Raya-Jalan Cut Meutia-Jalan Sam Ratulangi-Jalan HOS Cokroaminoto-Jalan Galunggung-Jalan Jenderal Sudirman dan seterusnya.

"Kami mengimbau kalau memang tujuannya bukan ke Thamrin atau Sudirman, lebih baik cari jalur alternatif yang sudah dipersiapkan untuk mengurangi beban jalan di pusat pengerjaan," kata Akbar.

Wadirlantas Polda Metro Jaya AKBP Sambodo mengatakan, pihaknya akan menyiapkan rambu-rambu lalu lintas saat pengerjaan berlangsung dan menempatkan petugas untuk mengatur lalu lintas.

Ia menyadari pengerjaan itu akan membuat lalu lintas Sudirman-Thamrin semakin padat dan menambah kemacetan. Menurut dia, jalur bus transjakarta sepanjang Sudirman-Thamrin akan dibuka untuk kendaraan lainnya, jika mendesak.

"Walaupun nantinya tambah macet, tapi ini semua harga yang harus dibayar warga Jakarta yang menginginkan transportasi modern," kata Sambodo.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar