Selasa, 11 Maret 2014

Sumbang 30 Bus TransJakarta, Pengusaha Ini Ngaku Dipersulit

Salah satu penyumbang bus dari Roda Mas Group Antonius Weno mengeluhkan rumitnya birokrasi Pemprov DKI Jakarta. Pasalnya, sejak Agustus 2013, niatnya untuk memberikan armada bus sebanyak 30 unit untuk Transjakarta tidak kunjung mendapat izin.

"Saya sampai frustasi dan bingung harus kemana memberikan armada bus ini. Ada yang komit mau kasih karena bertele-tele nggak jadi. Kalau dikalkulasi penyumbang bus pasti rugi. Saya sampai frustasi," ujarnya di Balai Kota, Selasa (11/3/2014).

Dia menuturkan perjanjian itu tidak penting, tetapi yang paling penting adalah armada bus bisa jalan dan digunakan oleh warga Jakarta.

"Pada saat bus itu diserahkan kan di bus terdapat iklan. Nah iklan itu disuruh bayar pajak. Menurut saya sudahlah, masa sudah ngasih gratis disuruh bayar pajak lagi," tuturnya.

Dia mengatakan bus dengan merek Hino dan berbahan bakar solar ini sudah siap untuk diserahkan kepada Pemprov DKI tetapi dipersulit oleh birokrasi. "Kerjaan saya enggak hanya ngurus bus untuk Pemprov DKI," katanya.

Dalam perjanjian, lanjutnya, pihak penyumbang juga harus menyewa konsultan untuk memeriksa kondisi bus dan pembayaran konsultan tersebut dilakukan oleh penyumbang.

"Kami beli bus dari agen tunggal pemegang merek yang sudah terpercaya di Indonesia, masa iya kami bayar konsultan untuk menguji bus ini," ucapnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar