Senin, 23 Desember 2013

Pengemudi Transjakarta belajar kurangi emisi CO2


Untuk mengurangi polusi atau penggunaan emisi CO2 dari kendaraan umum, TNT Express Indonesia dan Transjakarta mengadakan seminar eco-driving selama dua hari di Jakarta. Seminar yang berlangsung mulai Jumat (20/12) dan berakhir Sabtu besok (21/12) juga melatih 25 pengemudi dari TNT dan 15 pengemudi Transjakarta.

Tujuan utama dari seminar ini adalah untuk melatih para pengemudi akan pentingnya 'Clean Fleet Management' atau 'Manajemen Armada yang Bersih', dimana semua peserta seminar dari TNT Express dan Transjakarta diperkenalkan cara mudah dalam menerapkan sistem pengoperasian kendaraan mereka untuk mengurangi konsumsi C02.

Praktik lapangan juga difokuskan untuk mengasah ketrampilan mengemudi untuk menghemat konsumsi bahan bakar sebanyak 5 sampai 20 persen.

Tomy Sofhian, managing director TNT Express Indonesia menjelaskan bahwa emisi C02 telah menimbulkan keprihatinan serius atas industri transportasi komersial. Keprihatinan ini terutama memiliki korelasi antara emisi kendaraan bermotor dan kesehatan masyarakat.

"Jika emisi gas rumah kaca, terutama C02 terus berlanjut, maka kita tidak hanya menghadapi ancaman atas pemanasan bumi tetapi juga efek konsentrasi pencemar udara yang cenderung membahayakan kesehatan masyarakat, seperti penyakit pernafasan," tegasnya.

Pernyataan Tomy berdasarkan prediksi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mengatakan bahwa tingkat polusi udara di Asia potensi untuk membunuh 800.000 orang setiap tahunnya.

"Jakarta menghadapi masalah serius. Sebagai kota paling terpolusi nomor tiga di dunia, ibu kota Indonesia saat ini memiliki 103 mg/m3 "suspended particular matter (SPM)", jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rekomendasi dunia sebesar 50 mg/m3.

TNT menyadari dampak dari operasi bisnis yang mengakibatkan emisi. Untuk alasan itu, kami menerapkan konsep "Driving Clean" sebagai bentuk upaya kami untuk mencapai "zero emission" target pada tahun 2020," lanjut Tomy.

Konsep 'Driving Clean' TNT Express meliputi teknik-teknik pemeliharaan kendaraan sesuai dengan operasi standar eco-driving. TNT Express juga secara teratur mengontrol konsumsi bahan bakar dengan tujuan untuk mengurangi 1 persen C02 dari konsumsi tahun sebelumnya.

Sementara Pargaulan Butarbutar, Kepala Unit Pengelola Transjakarta, menyatakan optimismenya atas kolaborasi Transjakarta dan TNT Express Indonesia. Ia optimis kalau seminar ini bisa menjadi tolak ukur perusahaan-perusahaan transportasi komersial lainnya dalam menerapkan eco-driving style.

"Tidak hanya terbatas pada pengemudi kendaraan komersial, tapi saat ini adalah waktu yang tepat untuk semua pengemudi mengasah cara mengemudi gaya baru. Eco-driving adalah gaya mengemudi yang pintar karena mengadopsi teknik yang lebih berkelanjutan untuk mengurangi emisi C02,' tandas Butarbutar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar