Rabu, 22 Mei 2013

Penyandang Disabilitas Keluhkan Fasilitas Busway


Penyandang disabilitas mengeluhkan pelayanan bus Transjakarta yang belum ramah terhadap mereka.Infrastruktur penunjang bahkan dinilai terkadang menyulitkan.

"Gate masuk halte misalnya," kata Faisal Rusdi, pengguna kursi roda, pada Selasa, 21 Mei 2013. Terkadang menurut dia gate masuk terlalu sempit.

Bahkan ada gate yang menggunakan model pintu putar. Jika sudah seperti ini, Faisal mengaku tidak bisa masuk.

Selain itu, akses menuju halte pun susah.Salah satunya jalan yang kadang terlalu curam."Kalau naik turun halte agak bahaya," ujarnya.

Ia juga bercerita soal pegawai Transjakarta yang kadang tak ramah.Bahkan cenderung acuh ketika para pengguna kursi roda akan masuk bus.

"Kondisi seperti ini hampir di semua halte Transjakarta," katanya. Dia mengaku pernah menyampaikan hal ini kepada pengelola Transjakarta tapi belum ada tanggapan.

Cerita senada juga disampaikan oleh Angela Friska. Wanita yang bekerja di Internasional Labour Organisation ini mengaku sering kepayahan jika tulisan penanda bus berhenti di halte mana yang ada di dalam mati.

"Saya kan tunarungu," katanya. "Bingung kalau tidak ada visual, apa.lagi artikulasi petugas sering tidak jelas." Kondisi ini dia keluhkan saat ramai sehingga tidak bisa melihat keluar.

Sedangkan para penyandang tunanetra mengeluhkan sebaliknya. Jika tidak ada suara yang menyebutkan di mana mereka berhenti.

Untuk itu, para penyandang disabilitas ini berencana mengundang Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ikut dalam tur yang diadakan mereka pada Ahad 9 Juni 2013. Tujuannya agar Jokowi tahu kondisi di lapangan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar