Rabu, 22 Mei 2013

Sosiolog: Bangun MRT, Bangun Budaya Bertransportasi yang Baik


Sosiolog dari Universitas Indonesia, Paulus Wirutomo sangat setuju langkah Gubernur DKI Joko Widodo yang telah meresmikan pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Tahap I pada Tanggal 2 Mei 2013 lalu.

"Makanya MRT dibangun itu saya sangat setuju," ujar Paulus dalam Orasi Ilmiah yang dalam rangka memperingati HUT Ke-48 Lemhannas RI di Auditorium Lemhannas, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2013).

Menurut Paulus, etika berkendara di jalan raya Jakarta sudah tidak karuan, sehingga bagi pengendara yang tergolong baik, ketika masuk ke jalan raya yang semrawut, otomatis pengendara tersebut akan menjadi pengendara yang ugal-ugalan.

"Di Jakarta ini pengemudi baik ketika sampai di jalan raya malah jadi tidak baik," kata Paulus.

Paulus menjelaskan, pembangunan sosial harus dititikberatkan pada pembangunan masyarakatnya yang didalamnya banyak mengandung nilai-nilai bermasyarakat. Nilai tersebut tentu berpatokan kepada nilai yang sudah terbangun di mayoritas masyarakat.

"Kita ini masing-masing meski secara pribadi ingin hidup baik, ketika masuk ke masyarakat yang kacau, pasti akan terbawa juga yang baik tadi," kata Paulus.

Membangun nilai yang baik di masyarakat menurut Paulus juga bisa dipicu dengan pembangunan fisik secara struktural. Karena itulah MRT diyakini mampu membangun budaya bertransportasi yang baik.
"Pembangunan MRT itu pembangunan struktural dengan sistem yang baik. kita selamatkan kebudayaan bertransportasi di Jakarta," ucap Paulus.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar