Rabu, 29 Oktober 2008

Investor Asing Ditawari Kelola Busway?


Pemprov DKI menawarkan pengembangan sistem operasional lima koridor busway, yaitu koridor XI (Pulogebang-Kampungmelayu), XII (Pluit -Tanjungpriok), XIII (Pondokkelapa-Blok M), XIV (UI-Manggarai), dan XV (Ciledug-Blok M), kepada investor asing.  

Penawaran atas investasi senilai Rp 500 miliar itu dipaparkan dalam  Forum Bisnis Jakarta (Jakarta Business Forum-JBF) bertema Invest Jakarta 2008 yang digelar Pemprov DKI, Kamis (23/10).
   
JBF diselenggarakan Badan Penanaman Modal dan Pendayagunaan Kekayaan dan Usaha Daerah (BPM & PKUD) DKI.  Setidaknya ada lima proyek yang ditawarkan kepada investor dari 14 negara itu. Lima proyek itu adalah pengadaan bus Transjakarta, pembangunan Terminal Pulogebang senilai Rp 30 miliar, pembangunan enam ruas jalan tol (Rp 40 triliun), kelanjutan pembangunan monorel senilai (Rp 6,5 triliun), dan penanganan limbah.

"Badan Layanan Umum Transjakarta tetap menangani uang negara. Tapi, BLU kan bisa kerja sama dengan pihak lain, misalnya untuk tiketing," ujar Kabid Perencanaan dan Promosi BKM PKUD Harry Soesetyo.

Ia mengatakan, sistem tiketing sekarang masih tradisional. Di Singapura, sistem tiket hanya dengan melewatkan dompet di samping pemindai—mirip sistem barcode—penumpang bisa naik bus. Selain itu, perlu ada pembangunan jaringan fiber optik pada jalur Transjakarta
untuk memonitor jumlah penumpang dan posisi bus.

Wakil Gubernur Prijanto mengatakan, sektor yang ditawarkan dalam JBF kali ini adalah properti, transportasi, pariwisata, perdagangan, IT. "Kami mengundang para investor. Kami akan beri kemudahan jaminan keamanan, kepastian hukum, dan one gate service," ujarnya.
   
Dia mengatakan, "Sekarang pengurusan usaha di KBN (Kawasan Berikat Nusantara ) cuma tiga hari selesai, perdagangan dan jasa cuma sepuluh hari, dagang jasa industri di bawah 5000 m2 cuma 20 hari, dan di atas 5000 m2 38 hari, padahal dulu sampai 196 hari."
   
JBF dihadiri  sejumlah investor dari Singapura, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, RRC, India, dan Australia. Anggota Parlemen negara bagian New South Wales, Australia, John Murray, mengatakan, pihaknya membawa 18 pebisnis untuk melihat potensi investasi di Jakarta. Investasi yang diminatinya antara lain pengolahan air minum dan peternakan (daging sapi).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar