Trotoar atau jalur pejalan kaki adalah fasilitas yang dibuat untuk memisahkan pejalan kaki dengan kendaraan bermotor ini, memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas masyarakat.
Trotoar di Ibu Kota saat ini dikembangkan dengan fungsi dan manfaat lebih luas. Dapat dilihat dari hasil revitalisasi trotoar di Jalan Sudirman-MH Thamrin yang selesai dikerjakan pada 2018 lalu.
Trotoar di jalur protokol ini dibangun lebih lebar dengan ukuran antara 8-12 meter dan didesain ramah bagi penyandang disabilitas, anak-anak hingga lansia. Di sepanjang trotoar itu disediakan jalur sepeda, jalur khusus difabel, ruang hijau, ruang aktualisasi seni budaya hingga 'walk of fame' bertuliskan nama para mantan atlet berprestasi.
Perubahan wajah baru trotoar Sudirman-Thamrin banyak menimbulkan decak kagum warga Ibu Kota. Salah satunya Anas Buchori (43), warga Mampang Prapatan, Jakarta Selatan yang bekerja di kawasan Sudirman.
"Waktu pertama kali lihat trotoar Sudirman-Thamrin selesai dibangun, terus terang saya kaget. Hasilnya keren banget seperti trotoar di luar negeri," akunya kepada Beritajakarta.id, Rabu (16/10).
Anas mengaku bangga Ibu Kota memiliki trotoar yang dibangun begitu cantik, modern dan dilengkapi beragam fasilitas seperti trotoar di Sudirman-MH Thamrin ini.
"Kalau semua trotoar di Jakarta bisa dibangun begini, pasti makin banyak orang yang jalan kaki buat naik angkutan umum," tuturnya.
Perasaan senang melihat kondisi trotoar Sudirman-MH Thamrin juga diutarakan Herman Astro (33), warga Kembangan, Jakarta Barat. Ia merasa haknya sebagai pejalan kaki sangat terpenuhi setiap kali melintasi trotoar ini.
"Di trotoar ini nggak ada pedagang yang jualan. Jadi kita nyaman jalan kaki. Apalagi di kanan kiri trotoar banyak pepohonan. Bisa dibilang ini trotoar yang diidam-idamkan warga Jakarta," katanya.
Revitalisasi 51 Titik Trotoar
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho menjelaskan, sejak 2017 hingga 2019, revitalisasi trotoar di Ibukota tercatat telah dilakukan sepanjang 134 kilometer. Sementara pada 2020, revitalisasi trotoar ditargetkan bisa direalisasikan sepanjang 47 kilometer.
"Revitalisasi trotoar angkanya akan terus meningkat setiap tahun," ungkapnya.
Hari menyebutkan, tahun ini, revitalisasi trotoar dilaksanakan di 51 titik yang tersebar di lima wilayah kota DKI Jakarta dengan total anggaran Rp 327 miliar. Antara lain trotoar di Jalan KH Wahid Hasyim dan Sudirman-Thamrin Jakarta Pusat, Jalan Sisingamangaraja hingga Jalan Raya Fatmawati, Jakarta Selatan, Kawasan Velodrome Jakarta Timur, Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, Jalan Yos Sudarso dan Jalan Pluit Selatan Raya Jakarta Utara.
Di luar itu, ada 10 titik lokasi trotoar yang telah dan sedang direvitalisasi hingga akhir 2019. Masing-masing trotoar di Jalan Dr Satrio, Jalan Otto Iskandardinata, Jalan Matraman Raya, Jalan Pangeran Diponegoro, Jalan Kramat Raya, Jalan Salemba Raya, Jalan Cikini Raya, Jalan Latumenten, Jalan Yos Sudarso dan Jalan Kemang Raya.
"Trotoar akan dilengkapi ubin pemandu, bolard untuk mencegah motor naik ke trotoar, bangku, main hole, way finding, signage, wifi dan lampu jalan," terang Hari.
Ia mengutarakan, revitalisasi trotoar juga dilakukan untuk mendukung program integrasi angkutan umum dan pengendalian kualitas udara di Jakarta. Kehadiran trotoar yang nyaman dan memadai diyakini mampu mendorong warga lebih mengutamakan berjalan kaki dan menggunakan transportasi umum, baik dari dan menuju tempat kerja maupun tempat wisata.
"Proyek percontohan revitalisasi trotoar di Jalan Sudirman-MH Thamrin sudah didesain ramah bagi para penyandang disabilitas. Di sana juga disediakan pelican crossing antar trotoar di sisi barat dan timur," tuturnya.
Program revitalisasi trotoar yang tengah dikerjakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diapresiasi Ketua Koalisi Pejalan Kaki, Alfred Sitorus. Menurutnya, revitalisasi trotoar yang sudah maupun sedang dibangun saat ini telah mengakomodir hak pejalan kaki dan kebutuhan penyandang disabilitas.
"Kami sangat mengapresiasi. Saat ini mulai terlihat wujud trotoar di Ibukota," ucapnya.
Ia berharap, ke depan, revitalisasi trotoar bisa menyasar ke lokasi-lokasi sekolah. Sebagai tahap awal, Pemprov DKI harus menginventarisasi gedung-gedung sekolah yang lokasi sekitarnya telah memiliki trotoar.
"Ini upaya untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi anak sekolah," pintanya.
Sementara itu, Pengamat Perkotaan, Yayat Supriatna meminta program revitalisasi trotoar yang digencarkan Pemprov DKI Jakarta harus diiringi dengan gerakan mengkampanyekan budaya berjalan kaki kepada warga.
"Tantangannya sekarang setelah selesai membangun, Pemprov harus mendorong masyarakat untuk mau berjalan kaki," ujarnya.
Yayat juga mendukung semangat Pemprov DKI Jakarta yang akan menjadikan Jakarta sebagai kota ramah pejalan kaki. Namun hal itu harus ditunjang dengan penyediaan angkutan umum yang mumpuni dan berkualitas.
"Saya harap, ke depan penataan trotoar dilakukan di sekitar stasiun dan pusat perbelanjaan untuk membangkitkan lagi budaya berjalan kaki," tandasnya.
Untuk mengetahui lebih banyak pencapaian yang telah dilakukan dua tahun kepemimpinan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta dapat diakses melalui jakartaberkolaborasi.beritajakarta.id.
Tampilkan postingan dengan label Trotoar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Trotoar. Tampilkan semua postingan
Jumat, 18 Oktober 2019
Rabu, 19 September 2018
Penataan Trotoar Jalan Soemarno Pulogebang Rampung
Penataan trotoar Jalan Raya Soemarno, Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, sepanjang 1,7 kilometer kini telah rampung dengan anggaran sekitar Rp 3,5 miliar dari APBD 2018.
Kasi Trotoar dan Jaringan Utilitas Sudin Bina Marga Jakarta Timur, Anto Marpaung mengatakan, penataan trotoar ini dilakukan sejak bulan Juli lalu dan kini sudah rampung. Trotoar dengan luas total 2.483 meter persegi ini dilengkapi 25 box ducting untuk jaringan utilitas dengan jarak masing-masing sekitar 25 meter.
"Trotoar sepanjang 1,7 kilometer ini dilengkapi 25 ducting. Sehingga pemilik utilltas tak lagi menggali tanah di trotoar," kata Anto Marpaung, Rabu (19/9).
Menurutnya, trotoar yang berada di akses jalan menuju kantor wali kota Jakarta Timur dan Terminal Terpadu Pulogebang ini juga dilengkapi dengan taman di sekitarnya dan ramah disabilitas.
Selain itu, trotoar juga dipasangi besi pengaman agar tidak mudah dilintasi gerobak maupun sepeda motor.
Kasi Trotoar dan Jaringan Utilitas Sudin Bina Marga Jakarta Timur, Anto Marpaung mengatakan, penataan trotoar ini dilakukan sejak bulan Juli lalu dan kini sudah rampung. Trotoar dengan luas total 2.483 meter persegi ini dilengkapi 25 box ducting untuk jaringan utilitas dengan jarak masing-masing sekitar 25 meter.
"Trotoar sepanjang 1,7 kilometer ini dilengkapi 25 ducting. Sehingga pemilik utilltas tak lagi menggali tanah di trotoar," kata Anto Marpaung, Rabu (19/9).
Menurutnya, trotoar yang berada di akses jalan menuju kantor wali kota Jakarta Timur dan Terminal Terpadu Pulogebang ini juga dilengkapi dengan taman di sekitarnya dan ramah disabilitas.
Selain itu, trotoar juga dipasangi besi pengaman agar tidak mudah dilintasi gerobak maupun sepeda motor.
Selasa, 12 Juni 2018
Sandiaga Jadi Admin Medsos Koalisi Pejalan Kaki Setelah Lebaran
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyatakan siap menjadi admin media sosial (medsos) Koalisi Pejalan Kaki. Ia mengapresiasi koalisi yang rajin mengkritik kondisi trotoar di Jakarta.
"Saya juga ditawarkan jadi admin untuk medsosnya Koalisi Pejalan Kaki. Saya terima banget," kata Sandiaga di Jakarta Timur, Senin (11/6/2018).
Sandiaga menceritakan salah satu kritik dari Koalisi Pejalan Kaki yang menjadi perhatiannya adalah soal trotoar Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, yang terletak persis di belakang Balai Kota. Ia berterima kasih atas berbagai masukan Koalisi Pejalan Kaki dan siap bergabung menjadi anggota aktif.
"Saya langsung setelah lebaran akan ambil admin dari Koalisi Pejalan Kaki dan saya ingin ikut aktif menjadi anggota," ujar Sandiaga.
Sebelumnya, Ketua Koalisi Pejalan Kaki Alfred Sitorus mengatakan, pihaknya berencana menjadikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno sebagai admin untuk mengelola akun media sosial milik Koalisi Pejalan Kaki.
Alfred mengatakan, hal itu dilakukan agar Sandi bisa mengetahui banyaknya aduan yang disampaikan masyarakat terhadap fasilitas para pejalan, khususnya trotoar, yang kini tidak lagi laik karena diokupasi pedagang kaki lima (PKL).
"Saya pastikan Pak Sandi enggak perlu jadi anggota. Saya jadikan admin biar tahu seperti apa masyarakat mengadu ke koalisi pejalan kaki terkait fasilitas pejalan kaki. Kalau dia jadi anggota kan hanya mem-follow, tapi jadi admin kan dia tahu seperti apa pengaduan masyarakat," kata Alfred saat dihubungi, Jumat lalu.
"Saya juga ditawarkan jadi admin untuk medsosnya Koalisi Pejalan Kaki. Saya terima banget," kata Sandiaga di Jakarta Timur, Senin (11/6/2018).
Sandiaga menceritakan salah satu kritik dari Koalisi Pejalan Kaki yang menjadi perhatiannya adalah soal trotoar Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, yang terletak persis di belakang Balai Kota. Ia berterima kasih atas berbagai masukan Koalisi Pejalan Kaki dan siap bergabung menjadi anggota aktif.
"Saya langsung setelah lebaran akan ambil admin dari Koalisi Pejalan Kaki dan saya ingin ikut aktif menjadi anggota," ujar Sandiaga.
Sebelumnya, Ketua Koalisi Pejalan Kaki Alfred Sitorus mengatakan, pihaknya berencana menjadikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno sebagai admin untuk mengelola akun media sosial milik Koalisi Pejalan Kaki.
Alfred mengatakan, hal itu dilakukan agar Sandi bisa mengetahui banyaknya aduan yang disampaikan masyarakat terhadap fasilitas para pejalan, khususnya trotoar, yang kini tidak lagi laik karena diokupasi pedagang kaki lima (PKL).
"Saya pastikan Pak Sandi enggak perlu jadi anggota. Saya jadikan admin biar tahu seperti apa masyarakat mengadu ke koalisi pejalan kaki terkait fasilitas pejalan kaki. Kalau dia jadi anggota kan hanya mem-follow, tapi jadi admin kan dia tahu seperti apa pengaduan masyarakat," kata Alfred saat dihubungi, Jumat lalu.
Kamis, 28 September 2017
PT MRT Ditugaskan Buat Desain Penataan Trotoar Sudirman-Thamrin
PT Mass Rapid Transit (MRT) mendapat penugasan membuat Basic Engineering Design (BED) untuk penataan trotoar Sudirman-Thamrin.
" BED yang buat MRT lewat konsultan Jakarta Konsultindo"
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Yusmada Faizal mengatakan total trotoar yang akan ditata di Sudirman-Thamrin sepanjang 6,5 kilometer. Saat ini masih dilakukan pematangan perencanaan.
"BED yang buat MRT lewat konsultan Jakarta Konsultindo," ujarnya, Kamis (28/9).
Menurut Yusmada, selain PT MRT, ada dua perusahaan swasta yang juga akan mengerjakan penataan trotoar di lokasi. Kedua perusahaan swasta tersebut mengajukan kenaikan Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dengan kompensasi penataan trotoar.
"Kami dalam tim pembangunan trotoar bertugas untuk mengkoordinasikan tiga pihak ini dalam hal pelaksanaan juga memonitor," ujarnya.
Ia menyebutkan, penataan yang dilakukan meliputi street furniture seperti saluran air, ducting (utilitas), lampu, area hijau serta lainnya.
"Akhir Desember mulai. Sekarang ini lagi mulai pematangan perencananaan," tandasnya.
" BED yang buat MRT lewat konsultan Jakarta Konsultindo"
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Yusmada Faizal mengatakan total trotoar yang akan ditata di Sudirman-Thamrin sepanjang 6,5 kilometer. Saat ini masih dilakukan pematangan perencanaan.
"BED yang buat MRT lewat konsultan Jakarta Konsultindo," ujarnya, Kamis (28/9).
Menurut Yusmada, selain PT MRT, ada dua perusahaan swasta yang juga akan mengerjakan penataan trotoar di lokasi. Kedua perusahaan swasta tersebut mengajukan kenaikan Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dengan kompensasi penataan trotoar.
"Kami dalam tim pembangunan trotoar bertugas untuk mengkoordinasikan tiga pihak ini dalam hal pelaksanaan juga memonitor," ujarnya.
Ia menyebutkan, penataan yang dilakukan meliputi street furniture seperti saluran air, ducting (utilitas), lampu, area hijau serta lainnya.
"Akhir Desember mulai. Sekarang ini lagi mulai pematangan perencananaan," tandasnya.
Langganan:
Postingan (Atom)