Selasa, 14 Oktober 2014

Pemprov DKI Bakal Bangun Light Rail Transit

Pemerintah Provinisi DKI Jakarta akan membangun moda transportasi umum light rail transit (LRT) pada 2015.

Deputi Gubernur bidang Industri, Perdagangan, dan Transportasi DKI Sutanto Suhodo mengatakan pembangunan LRT ini dibutuhkan waktu selama 3 tahun dan ditargetkan akan selesai pada 2018.

"Kami secepatnya ingin bangun LRT dalam waktu 3 tahun. Kebutuhan transportasi ini sangat mendesak," ujarnya kepada Bisnis, Senin (13/10/2014).

Rencananya, moda transportasi yang akan dibangun seperti LRT di Chicago, Amerika Serikat.

Pasalnya, pembangunan kota Chicago sama seperti Jakarta yang tidak tertata dan jumlah penduduk yang besar.

Sutanto menambahkan LRT di Jakarta akan menghubungkan pusat ekonomi Ibu Kota dengan pemukiman.

LRT ini, lanjutnya, berbeda konsep dengan moda transportasi umum lainnya seperti mass rapid transit (MRT). Dalam pembangunan LRT, Transit Oriented Development (TOD) akan menggunakan gedung sebagai tempat persinggahannya, sedangkan untuk MRT harus dibangun pula TODnya.

"Konsepnya sama seperti Chicago, moving people atau memindahkan manusia. LRT ini akan melipir ke gedung dan perumahan secara elevated dan memanfaatkan langsung gedung menjadi TODnya," ucapnya.

Terkait dengan rute yang akan dilalui LRT, pihaknya belum memutuskan lokasi mana saja yang dibangun moda transportasi berbasis rel ini.

Sutanto menuturkan saat ini sudah ada beberapa alternatif rute yang telah dilakukan pembahasan. Namun, pihaknya enggan memberitahu rute mana saja yang akan dilalui MRT.

Saat ini, Pemprov DKI masih melakukan kajian studi pembangunan LRT di Ibu Kota. Pihaknya juga masih melakukan kajian finansial untuk membangun transportasi ini sehingga belum diputuskan skema pembiayaan pembangunannya.

"Ini masih dilakukan kajian finansial sehingga belum tahu akan menghabiskan berapa dan skema pembiayaannya bagaimana. Rute saja belum diputuskan. Kalau sudah kan tahu panjang rutenya berapa biayanya berapa," katanya.

Sutanto berharap para pemilik gedung yang akan dilewati LRT dan menjadi tempat TOD transportasi ini bisa bersama-sama memberikan kontribusi dengan membentuk konsorsium untuk membangun proyek ini.

Basuki Tjahaja Purnama, Wakil Gubernur DKI, optimis pembangunan LRT ini akan dapat dilakukan pada tahun depan.

Proyek ini masih dilakukan pendalaman pembangunannya. Pihaknya terbuka terhadap pihak swasta yang ingin bergabung untuk membangun dan membiayai proyek ini.

"Ini akan tender, kami cari teknologi yang terbaik untuk bangun ini, sudah ada yang berminat dari Jepang," ucap Ahok, sapaan akrab Basuki.

Pemprov DKI juga menggandeng dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yakni PT Jakarta Propertindo sebagai salah satu pihak yang turut membangun dan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) yang akan mengoperasian transportasi LRT ini.

LRT akan dibangun melayang atau elevated seperti monorel. Perbedannya, tiang LRT akan lebih kecil dan dapat mengangkangi jalan sehingga masih terdapat ruang, sedangkan untuk tiang monorel membutuhkan ruang yang besar.

Bangunan LRT ini kelak dibangun di atas ruang terbuka dan trotoar yang menghubungkan antar gedung pusat ekonomi serta pusat kemacetan di kota.

"Salah satu rutenya, dari Kelapa Gading ada tanah kami untuk Depo, Pulomas, Waduk Ria Rio, Universitas Negeri Jakarta dan beberapa kampus lain, Cempaka Putih, lalu Senen kami ada Blok A, lanjut ke Kebon Sirih yakni Gambir terus ke Kuningan," kata Mantan Bupati Belitung Timur ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar