Sabtu, 23 November 2013

Konsep Baru Bersepeda di Jakarta Ditawarkan ke Jokowi-Basuki

Konsep baru dalam bersepeda di DKI Jakarta ditawarkan oleh Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Konsep dengan label populer "Bike Sharing" tersebut menawarkan aktivitas bersepeda yang tak hanya dilakukan masyarakat setiap akhir pekan, tetapi setiap hari, khususnya untuk menempuh jalur dekat.

Secara umum, Direktur ITDP Yoga Adiwinarto menjelaskan, konsep Bike Sharing mirip layaknya rental sepeda, di mana siapa pun dapat menyewa sepeda untuk rute tertentu dan waktu tertentu. Hanya saja, manajemen Bike Sharing lebih profesional dan modern.

"Teknisnya, di tiap dekat halte transportasi umum ada terminal-terminal sepeda. Minimal, di dalam satu terminal itu ada 20 unit sepeda yang masyarakat umum bisa menyewa," ujar Yoga melalui siaran persnya ke wartawan, Jumat (22/11/2013).

Untuk menyewa sepeda tersebut, pihak pengelola menjual satu kartu semacam e-ticketing yang berisi data identitas dan saldo dalam jumlah tertentu dari sang pemegang kartu. Ketika warga ingin menyewa sepeda, dia tinggal menempelkan kartu tersebut ke alat pemindai di terminal sepeda. Otomatis, kunci pengaman sepeda pun terlepas dan masyarakat dapat menggunakannya.

Agar teratur, lanjut Yoga, di terminal sepeda tersebut pun akan terpampang rute sepeda. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu lagi pusing-pusing mencari rute yang tepat untuk dilalui.

"Rencananya, bahkan kartu e-ticketing penyewaan sepeda itu juga terintegrasi dengan transjakarta dan yang lainnya," ujarnya.

Yoga menilai, konsep tersebut cocok diterapkan di DKI Jakarta. Selain lantaran arus lalu lintas cenderung parah karena macet, mobilitas warganya sangat tinggi. Oleh sebab itu, konsep ini pun sangat cocok diterapkan di kawasan perkantoran di mana para pekerja dapat menggunakannya untuk makan siang atau rapat di gedung yang tidak terlalu jauh dari tempat kerja sendiri.

"Investasi konsep ini pun jauh lebih murah daripada pengadaan bus. Untuk 2.000 sepeda dan 100 terminal lengkap dengan alat dan jalurnya, hanya sekitar Rp 40,296 miliar," lanjutnya.

Yoga menjelaskan, pihaknya telah melakukan pemaparan konsep tersebut ke Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Ia mengatakan, sang Wagub mengapresiasi positif konsep itu. Di depan ITDP, Basuki berjanji akan membicarakan konsep itu ke Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah DKI Jakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar