Kamis, 14 November 2013

Busway Kick, Simbol Amarah Pengguna Transjakarta

Pengamat transportasi dari Dewan Transportasi Kota Jakarta Azas Tigor Nainggolan menilai gerakan busway kick merupakan puncak kekesalan pengguna Transjakarta. "Gerakan itu sifatnya simbolis, protes masyarakat terhadap pemerintah dan penegak hukum yang tak serius menindak pelanggaran di busway," ujar Tigor ketika dihubungi Tempo, Rabu, 13 November 2013.

Tigor menambahkan, gerakan itu juga merupakan protes masyarakat kalangan menengah ke bawah, yang notabene pengguna Transjakarta, kepada kalangan menengah ke atas. Kalangan masyarakat menengah ke bawah ini beranggapan mayoritas pelanggar busway adalah kalangan atas yang merasa memiliki kuasa. Itu sebabnya masyarakat menengah ke bawah ini merasa perlu menunjukkan bahwa mereka pun bisa melawan. "Mereka marah. Mereka merasa enggak dilindungi," ujar Tigor .

Menurut Tigor, pemerintah dan polisi harus melihat gerakan itu sebagai catatan mengenai perlunya perbaikan. "Masyarakat kalangan atas yang biasa bawa mobil dan melanggar busway juga harus lihat gerakan ini sebagai pembelajaran," ujarnya.

Gerakan busway kick adalah gerakan ciptaan Muhamad Daivi, warga Tanjung Priok, Jakarta Utara, untuk memprotes mereka yang menerobos busway. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyatakan mendukung gerakan ini ketika menghadiri suatu acara di Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu, 13 November 2013 kemarin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar