Kamis, 23 Mei 2013

Canggih, E-tiket (KRL) bikin penumpang "jujur"

Sistem E-ticketing yang akan berlaku per 1 juni 2013, agak-nya akan menimbulkan masalah, bila ada orang yang berpura-pura ingin pergi ke tempat lain sementara cost pembayarannya tidak sesuai.

Untuk itu, Tri Handoyo  Direktur Utama  PT KAI Commuterline Jabodetabek (KCJ), menerangkan, bila ada yang melakukan hal tersebut, Ia tidak akan bisa keluar dari gate stasiun, pasalnya kartu yang dia pegang akan tidak diterima oleh mesin gate out yang ada di pintu keluar.

"Misalnya penumpang bayar untuk ke Manggarai, tapi turunnya di tempat lain otomatis tidak bisa keluar, dan disitu petugas akan tahu problemnya," terang Tri Handoyo, di Gedung JRC lantai Jalan Juanda 1B No. 8-10 Jakarta-Pusat, Kamis, (23/5/2013).

Untuk itu, penumpang commuter tidak bisa membohongi petugas dengan tujuannya. Karena semunya otomatis telah terekam saat masuk stasiun keberangkatan.

"Semuanya sudah secara otomatis terekam sesuai tujuan, jadi tidak bisa keluar bila tidak sesuai dengan tujuan pembayaran," ujarnya.

Sementara itu, bila penumpang berniat untuk turun sebelum tempat tujuannya, maka penumpang itu bisa keluar melalui gate. Karena,  penumpang tersebut telah membayar lebih untuk perjalanan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar