Jumat, 25 April 2014

Akhir 2014, Jakarta Bangun "Jakarta Integrated Tunnel"

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memastikan akan membangun Jakarta Integrated Tunnel (JIT) atau terowongan terpadu Jakarta pada akhir tahun 2014. Hal ini diputuskan setelah Pemprov DKI mencapai kesepakatan dengan PT Antaredja Mulia Jaya, yang nantinya akan ditunjuk sebagai kontraktor.
"Sudah diteken sama Gubernur DKI. Sehabis ini akan dilakukan kajian kelayakan studi selama empat bulan. Akhir tahun akan mulai bangun, dan pembangunannya akan memakan waktu selama tiga tahun," kata Komisaris PT Antaredja Wibisono, usai mengadakan pertemuan dengan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama, di Balaikota Jakarta, Jumat (25/4/2014).

Menurut Wibisono, pembangunan JIT merupakan solusi untuk masalah transportasi dan pengendalian banjir saat musim hujan, termasuk mengatasi banjir rob. Ia mengklaim, sistem JIT akan mampu menanggulangi banjir rob tanpa memerlukan mesin pompa air.

"Banjir rob bisa diatasi dengan terowongan ini tanpa harus menggunakan pompa air. Lagipula di JIT ini, salurannya tertutup. Jadi tidak ada saluran tertutup akibat orang buang sampah sembarangan," ujar Wibisono.

JIT rencananya akan dibangun di dua lokasi, yaitu yang menghubungkan Ulujami-Tanah Abang, dan Manggarai-Pasar Minggu. JIT Ulujami-Tanah Abang dimaksudkan untuk menampung luapan Sungai Pesanggrahan,  sementara JIT Manggarai-Pasar Minggu dimaksudkan untuk menampung luapan Sungai Ciliwung.

Rencananya, JIT akan dibangun dalam dua ruas jalur dengan panjang 12 kilometer, kedalaman 5-15 meter dari permukaan tanah, dan diameter 11 meter. JIT akan terdiri atas dua tingkat terowongan. Terowongan paling bawah akan digunakan sebagai saluran air, sedangkan saluran di atasnya untuk jalan kendaraan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar