Jumat, 28 Februari 2014

Pembangunan MRT di Jalan Fatmawati Dimulai

Progres pembangunan proyek mass rapid transit (MRT) Jakarta terus berlangsung. Selain membuat konstruksi jalur bawah tanah di Jalan Sisingamangaraja-Sudirman-Bundaran HI, konstruksi jalur melayang (elevated) di Jalan Fatmawati dimulai.

Untuk di Jalan Fatmawati Jakarta Selatan, yang sedang dilakukan adalah persiapan konstruksi dengan melakukan pekerjaan Soil Investigation dan Test Pit (Utility Investigation).

Menurut Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami, Test Pit adalah aktivitas pekerjaan yang dilakukan untuk mengidentifikasi utilitas (pipa,kabel dll) sepanjang alignment proyek.

"Kegiatan ini penting untuk dilakukan untuk memastikan tidak ada gangguan yang berarti ketika proses pembangunan pondasi bangunan dan viaduct atau jembatan penyangga jalur MRT dilakukan," jelas Dono dalam siaran pers, Jumat (28/2/2014).

Selain pekerjaan Test Pit tersebut, juga dilakukan Soil Investigation di sepanjang area yang sama. Soil Investigation merupakan aktivitas pekerjaan yang dilakukan untuk mengidentifikasi kualitas dan karakteristik tanah.

"Lebih jelasnya, Soil Investigation adalah pekerjaan penyelidikan tanah guna mengidentifikasi tingkat kekuatan struktur tanah untuk mendukung bangunan viaduct, stasiun, depo, dan/atau bangunan bertingkat lainnya," jelas Dono.

Terdapat sekitar 251 titik (pada area CP 101, CP 102, dan CP 103) yang perlu dilakukan proses Test Pit dan Soil Investigation ini dan sejauh ini sudah berhasil dilakukan di 97 titik hingga akhir Februari 2014. Pekerjaan ini masih akan dilanjutkan hingga April 2014.

Pekerjaan Test Pit dilakukan melalui pekerjaan penggalian lubang dengan ukuran 1,2 meter x 2 meter dengan kedalaman 2 meter guna mengidentifikasi saluran/ducting utilitas pipa atau kabel yang berada di bawah tanah pada area-area yang akan dibangun struktur pondasi dan kolom bangunan proyek MRT. Sehingga pada saat pembangunan, tidak ada pipa yang pecah atau kabel yang putus akibat pekerjaan proyek MRT.

Area yang terkena imbas akibat pekerjaan proyek ini adalah mulai dari Jalan Ciputat Raya, Jalan Pasar Jumat, hingga Jalan Fatmawati untuk paket layang CP 101 dan CP 102, serta area Jalan Panglima Polim Raya (Depan Blok M Plaza) dan Jalan Sisingamangaraja (Depan Kejaksaan Agung) untuk paket layang CP 103.

Sementara itu pekerjaan Soil Investigation tengah dilakukan di sepanjang area Jalan Pasar Jumat, Jalan Kartini, dan Jalan Fatmawati untuk paket layang CP 101 dan CP 102 serta di Jalan Panglima Polim Raya untuk paket layang CP 103.

Konsorsium Tokyu – WIKA, merupakan Kontraktor yang melaksanakan pekerjaan Test Pit dan Soil Investigation untuk paket Layang CP 101 dan CP 102 yang dimulai dari Lebak Bulus sampai Blok A. Sementara itu untuk paket layang CP 103 dari Blok A sampai Sisingamangaraja, pekerjaan Test Pit dan Soil Investigation dilakukan oleh Kontraktor dari konsorsium Obayashi, Shimizu, dan Jaya Konstruksi.

Manajemen MRT Jakarta memohon maaf bila ada gangguan kemacetan yang terjadi sepanjang pembangunan proyek ini. MRT Jakarta bekerjasama secara intens dengan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta dan Ditlantas Polda Metro Jaya untuk menyiapkan dan menjalankan prosedur rekayasa lalu lintas di setiap lokasi yang terdampak.

Sebagai informasi, pekerjaan konstruksi skala besar untuk jalur bawah tanah akan dimulai pada April 2014, sedangkan untuk jalur layang diperkirakan akan dimulai pada Juni 2014. Konsekuensi dari pekerjaan konstruksi skala besar tersebut antara lain adalah dilakukannya penutupan lajur median jalan di beberapa titik selama waktu yang lama kurang lebih 4 tahun. Persiapan menuju pekerjaan konstruksi skala besar ini tengah dilakukan secara intensif.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar